Jurnal Manajemen Teknologi
Not a member yet
453 research outputs found
Sort by
Factors Influencing Willingness to Invest in Peer-to-Peer Lending
Abstract. The present study examines factors which influence willingness to invest in peer-to-peer lending. While many other studies have discussed peer-to-peer lending, few have focused on the lender\u27s perspective or on the expected return variable. This quantitative study uses the non-probability sampling method with 157 online questionnaire respondents from Jakarta and Tangerang, along with the PLS method of analysis. The results obtained from SmartPLS show that company reputation and expected return had a positive influence on trust and that trust, in turn, had a positive influence on willingness to invest. Conversely, perceived risk was shown to have no influence on trust. From this research, it can be concluded that if a peer-to-peer lending platform desires to be more successful, it should consider focusing on improving the company\u27s reputation and on setting a higher rate of return, rather than on the risk perceived by lenders.Keywords: peer-to-peer lending platforms, lenders, perceived risk, trust, willingness to investAbstrak. Penelitian ini mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi kemauan untuk berinvestasi pada peer-to-peer lending. Topik mengenai peer-to-peer lending sudah banyak dibahas pada berbagai studi tetapi masih sedikit yang berfokus membahas dari sisi pendana, selain itu hanya terdapat sedikit penelitian yang membahas variabel pengembalian yang diharapkan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode non-probability sampling dengan 157 responden dari wilayah Jakarta dan Tangerang menggunakan kuesioner online. Dengan menggunakan metode PLS, hasil yang diperoleh dari SmartPLS menunjukkan bahwa reputasi perusahaan dan pengembalian yang diharapkan berpengaruh positif terhadap kepercayaan. Selain itu, kepercayaan juga berpengaruh positif terhadap kemauan untuk berinvestasi. Menariknya, risiko yang dirasakan tidak berpengaruh terhadap kepercayaan. Dari penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa jika sebuah perusahaan peer-to-peer lending ingin lebih berhasil, sebaiknya lebih berfokus dalam meningkatkan reputasi dari perusahaan dan tingkat pengembalian yang lebih besar dibandingkan dengan berfokus terhadap risiko yang dirasakan oleh pendana.Kata kunci: platform peer-to-peer lending, pendana, risiko yang dirasakan, kepercayaan, kemauan untuk berinvestas
Customer Relationship Proneness: Is It Important for Customer Loyalty?
Abstract. As customer satisfaction and loyalty are crucial elements in increasing company profits, companies must strive to establish good relationships with customers, including in mobile services. Opinions in previous research differ regarding the effect of customer extroversion on satisfaction toward impacting customer loyalty. The present study provides related input and potential solutions. It employs relationship marketing theory with the mediating variable of customer relationship proneness (CRP) added in, testing previous research and ultimately not finding a significant relationship between customer personality (extroversion) and customer satisfaction. Data was obtained via the survey method and structural equation modeling (SEM). The questionnaire serving as the main instrument of data collection is measured by a Likert scale, having been administered to 140 customers of mobile service providers. The findings have practical implications for identifying the effects of personality on customer satisfaction and obtaining customer loyalty in mobile services. This information can better enable mobile service providers to target and retain customers.Keywords: Conscientiousness, extroversion, customer relationship proneness, customer satisfaction, customer loyaltyAbstrak. Kepuasan dan loyalitas pelanggan merupakan hal yang menjadi sangat penting untuk meningkatkan keuntungan perusahaan, sehingga perusahaan dituntut untuk selalu dapat menjalin hubungan baik dengan pelanggan khususnya dalam layanan selular. Ditemukan adanya perbedaan pendapat pada penelitian sebelumnya mengenai pengaruh kepribadian extrovert pelanggan terhadap kepuasaan sehingga akan berdampak kepada loyalitas pelanggan. Penelitian ini memberikan masukan atau solusi yang menggunakan teori relationship marketing dengan menambahkan variabel mediasi Customer Relationship Proneness (CRP) untuk menguji penelitian sebelumnya yaitu tidak ditemukannya pengaruh hubungan yang signifikan antara kepribadian pelanggan (extraversian) terhadap kepuasan pelanggan. Data diperoleh dengan menggunakan metode survey dan dioleh menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Instrumen utama pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner yang diukur dengan skala likert. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 140 reponden yang merupakan pengguna dari layanan selular, sehingga penelitian ini bermanfaat untuk mengidentifikasi kepribadian kepuasan pelanggan untuk mencapai loyalitas pelanggan dalam layanan selular. Dengan informasi ini, penyedia layanan selular dapat lebih mampu untuk menargetkan dan mempertahankan pelanggan.Kata kunci: Kepribadian kesadaran, kepribadian extrovert, hubungan pelanggan, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan
Consumers Choice Decision Towards Electric and Conventional Motorcycles
Abstract. Air pollution is one of the most pressing emerging issues in Indonesia. To reduce emissions, people need to shift from conventional to electric motorcycles (EM). However, the number of conventional motorcycles (CM) in Indonesia is still far above electric, and there is no certainty whether the market will adopt it. Therefore, this research aims to identify significant factors that influence consumers’ decision in choosing electric or conventional motorcycles and to identify preferred motorcycle type, as well as to calculate the elasticity of each factor. Choice modeling analysis is used to estimate the probability of choosing motorcycles and the attributes that influence the decision. Data is collected through an online survey sent to 470 respondents. This research used three methods in processing the data: factor analysis, multinomial logistic regression, and demand elasticities analysis. Based on the result of this research, it is found that the significant factors are purchase price, charging times, driving range, and attitude towards each motorcycle type. Additionally, it is found that most of the respondents prefer electric motorcycles to conventional ones. The results suggested that motorcycles manufacturers should consider selling EM with lower prices, develop fast charging technology, and improve driving range, while the government should provide incentives for EM users. Therefore, this research supports findings to decrease air pollution in Indonesia by increasing the use of EM.Keywords: Electric vehicles, motorcycles, choice modeling, significant factors, stated preferenceAbstrak. Polusi udara adalah salah satu masalah yang paling mendesak di Indonesia. Untuk mengurangi emisi lokal, banyak orang harus beralih dari sepeda motor bertenaga gas ke sepeda motor listrik. Namun, jumlah sepeda motor konvensional di Indonesia masih jauh di atas sepeda motor listrik, dan belum ada kepastian apakah pasar akan mengadopsinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih sepeda motor listrik atau konvensional dan mengidentifikasi jenis sepeda motor mana yang disukai, serta menghitung elastisitas masing-masing faktor. Analisis choice modelling digunakan untuk memperkirakan probabilitas seseorang dalam memilih jenis sepeda motor dan atribut apa yang mempengaruhi keputusan mereka. Data dikumpulkan melalui survei online yang dikirimkan kepada 470 responden. Penelitian ini menggunakan tiga metode dalam mengolah data, yaitu analisis faktor, regresi logistik multinomial, dan analisis elastisitas permintaan. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa faktor signifikan yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih sepeda motor listrik adalah harga beli, waktu pengisian, jangkauan mengemudi, dan juga attitude. Selain itu, ditemukan bahwa sebagian besar responden lebih memilih sepeda motor listrik daripada yang konvensional. Maka dari itu, rekomendasi untuk perusahaan motor dalam pengembangan motor listrik adalah memperhatikan harga, mengembangkan teknologi fast charging untuk sepeda motor listrik, dan mengembangkan jarak tempuh untuk sepeda motor listrik. Pemerintah juga harus mendukung penggunakan motor listrik dengan memberikan insentif kepada penggunanya. Oleh karena itu, temuan dari penelitian ini mendukung dalam mengurangi polusi udara di Indonesia dengan cara meningkatkan penggunaan sepeda motor listrik.Kata kunci: Kendaraan listrik, sepeda motor, choice modeling, faktor-faktor yang signifikan, stated preferenc
Analysis of Consumer Technology Acceptance Model on Indonesian Telemedicine Applications
Abstract. The digital era makes it easier for humans to cope with pandemic-related confinement, including in terms of access to healthcare. Health e-commerce facilitates consumers\u27 access to healthcare and pharmaceuticals without having to leave the house, and startups in the health sector can contribute to economic growth and a culture of healthy living. This study gauges consumer perceptions as related to the purchase of medicines and doctor consultations online through telemedicine platforms in Indonesia. More specifically, we use the technology acceptance model to investigate how consumer perceptions on the quality, services, and products of both web- and application-based platforms influence consumer purchasing intentions for online health consultations and prescription and non-prescription medicines. Our data comprise the responses of 250 survey participants, analyzed via structural equation modeling techniques. The results show that trust can play a positive role in determining consumer intentions to purchase health consultation services or medicines through telemedicine platforms in Indonesia. Moreover, they show that 1) e-commerce telemedicine can earn greater consumer confidence via the improvement of product and service perceptions, and 2) websites and applications can ensure consumer trust via the improvement of website quality and service perceptions. The analysis of our research findings indicates that the quality of websites, applications, services, and product perceptions determine trust, and hence build consumer confidence in shopping for health products or for online consultations with competent doctors.Keyword: Covid-19, digitization, consumer , start up, telemedicineAbstract. Era digital memudahkan manusia ketika harus terkurung dalam pandemi Covid-19, termasuk akses kesehatan. Health e-Commerce hadir untuk memudahkan konsumen mendapatkan akses transaksi kesehatan dan obat tanpa harus keluar rumah. Secara tidak langsung, kehadiran Start-Up di bidang kesehatan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan budaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap pembelian obat dan jasa konsultasi dokter secara online melalui platform telemedicine di Indonesia. Model penerimaan teknologi digunakan untuk menyelidiki peran kualitas web dan aplikasi, persepsi layanan dan produk pada niat konsumen untuk konsultasi kesehatan online dan pembelian obat resep dan non-resep. Sebanyak 250 responden disurvei dan data dianalisis menggunakan teknik pemodelan persamaan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan berperan positif dalam menentukan niat konsumen untuk menggunakan jasa konsultasi dokter atau membeli obat melalui platform Telemedicine di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Commerce Telemedicine dapat meningkatkan kepercayaan konsumen secara signifikan dengan meningkatkan persepsi produk dan layanan, sedangkan situs web dan sistem aplikasi dapat memastikan kepercayaan konsumen dengan meningkatkan kualitas situs web dan persepsi layanan. Analisis hasil penelitian ini berarti bahwa kualitas website, sistem aplikasi, layanan, dan persepsi produk menentukan kepercayaan, dan mereka membangun kepercayaan konsumen dalam berbelanja produk kesehatan atau konsultasi online dengan dokter yang kompeten.Kata kunci: Covid-19, digitalisasi, konsumen , start Up, telemedicin
A Challenges–Adaptive Mechanisms–Results (CARE) Model for Indonesian Entrepreneurs with Disabilities
Abstract. This article explores challenges that motivate persons with disabilities to engage in entrepreneurship and adaptive mechanisms to overcome their challenges. The study expands the understanding of the initial challenges-adaptive mechanisms-results (CARE) model by including entrepreneurs with different disabilities who deal with various challenges and adaptive mechanisms to attain social, personal, and business-related goals. We conducted semi-structured interviews to explore the lived experiences of nine entrepreneurs with physical, sensory, or mental disabilities. Our empirical findings indicate that difficulties at the personal level decreased all respondents\u27 job opportunities, which encouraged them to become entrepreneurs in striving for independent living. We find support from their circle, education, and technological advancements to have been the most effective adaptive mechanism strategies leading their entrepreneurial activities to success. The expanded CARE model contributes to the literature on entrepreneurship for persons with disabilities and provides insights potentially for all stakeholders supporting the entrepreneurial ecosystem for persons with disabilities.Keywords: Challenges, adaptive mechanism, disability, disabled entrepreneurs, entrepreneurshipAbstrak. Artikel ini mengeksplorasi tantangan yang memotivasi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam kewirausahaan dan mekanisme adaptif untuk mengatasi tantangan mereka. Studi ini memperluas pemahaman tentang model tantangan - mekanisme adaptif - hasil (CARE) dengan melibatkan pengusaha dengan ragam disabilitas berbeda yang menghadapi berbagai tantangan dan mekanisme adaptif untuk mencapai prestasi sosial, bisnis, dan pribadi. Penelitian ini melakukan wawancara semi terstruktur untuk menggali pengalaman hidup sembilan pengusaha penyandang disabilitas fisik, sensorik, dan mental. Berdasarkan temuan empiris kami, kesulitan di tingkat pribadi menurunkan semua peluang responden untuk mendapatkan pekerjaan di tempat kerja. Fakta ini mendorong mereka untuk menjadi wirausahawan untuk berjuang hidup mandiri. Dukungan dari kalangan mereka, pendidikan, dan kemajuan teknologi merupakan strategi mekanisme adaptif yang paling efektif yang mengantarkan kegiatan wirausaha mereka menuju kesuksesan. Model CARE yang diperluas berkontribusi pada literatur tentang kewirausahaan bagi penyandang disabilitas dan memberikan wawasan kepada semua aktor penting dalam mendukung ekosistem kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.Kata kunci: Tantangan, mekanisme adaptasi, disabilitas, wirausahawan difabel, kewirausahaan
Company Value Before and During COVID-19: Evidence from the Property and Real Estate Industry in Indonesia
Abstract. The objective of this research is to gauge the impact of financial performance and maturing long-term debt on firm's value during the COVID-19 pandemic. The study comprises the collection of data on nine big property-sector companies and analysis via quantitative methods, namely panel-data-regression models. Its results demonstrate that only commercial property revenue and COVID-19 had a substantial negative impact on firms’ value. Meanwhile, F-Test findings indicate that the independent variable had an influence on the firms’ value, at a p-value of (0.0037). This means that commercial property income may be used to describe the worth of major firms in the property sector, which investors should consider when selecting investments. Furthermore, property- and real- estate-sector companies should provide policies and regulations to safeguard commercial income toward maintaining their assets and surviving in the COVID-19 era. This study fills a research gap by exploring effects on the property and real estate industry during the COVID-19 crisis, as a benchmark for comparison.Keywords: COVID-19, firm value, financial performance, maturing long-term debt Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dampak kinerja keuangan dan jatuh tempo utang jangka panjang pada nilai perusahaan selama pandemi COVID-19. Studi ini meliputi sembilan perusahaan besar sektor properti dan analisis melalui metode kuantitatif, yaitu model regresi data panel. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya pendapatan properti komersial dan COVID-19 yang memiliki dampak negatif substansial pada nilai perusahaan. Sementara itu, hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap nilai perusahaan, pada p-value (0,0037). Ini berarti bahwa pendapatan properti komersial dapat digunakan untuk menggambarkan nilai perusahaan besar di sektor properti, yang harus dipertimbangkan investor saat memilih investasi. Selain itu, perusahaan sektor properti dan real estate harus memberikan kebijakan dan peraturan guna menjaga pendapatan komersial untuk mempertahankan aset mereka dan bertahan di era COVID-19. Studi ini mengisi celah penelitian dengan mengeksplorasi efek pada industri properti dan real estat selama krisis COVID-19, sebagai tolok ukur perbandingan.Kata kunci: COVID-19, nilai perusahaan, kinerja keuangan, utang jangka panjang yang akan jatuh temp
The Impacts of Risk-Based Bank Rating (RBBR) Ratios on Stock Return of BUKU III Banks Listed on The Indonesia Stock Exchange, 2011-2020
Abstract. As the banking sector plays a major role in supporting and increasing a country\u27s economic rate, banks are expected to perform its function well. However, the COVID-19 pandemic and government containment measures led to a sudden stop in real economic activity and placed the financial system under strain, culminating in severe liquidity stress in 2020. This shock has hit all sectors, including the stock market, with many having become hesitant to invest in stocks. This study aims to determine the impact of the Risk-Based Bank Rating (RBBR) method on stock return of the banks in the BUKU III category in Indonesia. The study\u27s population comprises all banks listed in the Indonesia Stock Exchange, and the purposive sampling technique is used, for a sample size of nine banks. Via multiple regression analysis techniques, the study findings show that credit risk, liquidity risk, earnings, and capital simultaneously and significantly impact the stock return of the banks in BUKU III. Furthermore, the categories of credit risk, NPL and earnings, and ROA have a significant and positive impact on the stock return of the banks in BUKU III, unlike capital, whose impact is not found to be significant. Since those factors affect banks\u27 stock return, the banks\u27 management ought to give more consideration to the importance of risk management.Keywords: BUKU III, bank\u27s healthiness, Risk-Based Bank Rating, stock return, COVID-19 Abstrak. Dengan peran yang signifikan dalam mendukung dan meningkatkan laju perekonomian suatu negara, sektor perbankan diharapkan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Namun, akibat dari pandemi COVID-19 dan tindakan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah menyebabkan terhentinya aktivitas ekonomi riil secara mendadak dan berdampak terhadap sistem keuangan, yang pada akhirnya berakibat memberikan tekanan yang berat terhadap likuiditas negara pada tahun 2020. Guncangan ini telah melanda semua sektor, termasuk pasar modal, yang mengakibatkan keraguan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio Risk Based Bank Rating (RBBR) terhadap tingkat pengembalian saham pada sektor perbankan dalam kategori BUKU III di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah seluruh bank atau sembilan bank dalam kategori BUKU III yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan teknik pengumpulan data purposive sampling. Dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit, risiko likuiditas, pendapatan, dan permodalan secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap tingkat pengembalian saham bank-bank di BUKU III. Selanjutnya kategori risiko kredit yaitu Non-Performing Loan (NPL) dan earning yaitu Return on Asset (ROA) berpengaruh signifikan dan positif terhadap tingkat pengembalian saham bank-bank di BUKU III, lain halnya tidak seperti permodalan yang pengaruhnya tidak signifikan. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian saham perbankan, maka manajemen bank harus memprioritaskan pentingnya manajemen risiko.Kata kunci: BUKU III, kesehatan bank, rasio Risk Based Bank Rating, tingkat pengembalian saham, COVID-1
Beyond Virality: A Study of Indonesia\u27s Viral Video Ads
Abstract. Customers\u27 and companies\u27 strong interest in dynamic advertisements makes brands focus on creating video advertisements that will be viewed and shared by many consumers. However, being “viral” is not the complete picture of a brand\u27s objective. Brands need to find a more valuable virality that focuses not only on the number of shares but also on brand evaluation and sales. Using collections of Indonesia\u27s most popular ads from YouTube Indonesia, the study aims to understand how emotional combinations in ads can affect valuable virality. Results indicate two emotional combinations in the ads, one that focuses strongly on the emotions of joy and surprise (positive ads) and another with the more complex and contrasting emotions of sadness and joy (mixed ads). An experiment showing different types of ads to two groups of a single population further demonstrates how different types of ads can create different effects on valuable virality. Mixed ads outperform positive ads in brand-related outcomes. No difference is found between the effects of positive and mixed ads on sharing intention. The findings shed light on Indonesia\u27s viral ads and how companies can create emotional combinations in video ads to maximize their objectives.Keywords: Viral marketing, advertising, online content, social transmission, video sharingAbstrak. Minat besar pelanggan dan perusahaan terhadap iklan yang dinamis membuat bisnis kini berfokus pada pembuatan iklan video yang akan dilihat oleh banyak konsumen dan dibagikan secara cepat. Namun, menjadi "viral" bukanlah gambaran penuh dari objektif suatu brand. Mereka harus menemukan ”valuable virality” yang tidak hanya berfokus pada viralitas, tetapi juga terhadap “brand evaluation” dan penjualan. Dengan menggunakan iklan terpopuler di Indonesia yang dikurasi oleh YouTube Indonesia, penelitian ini dapat menilai bagaimana kombinasi emosional dalam iklan dapat mempengaruhi “valuable virality”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kombinasi emosional di antara iklan tersebut, yaitu yang terfokus pada emosi senang dan terkejut (iklan positif) dan yang memiliki emosi kesedihan serta kegembiraan yang lebih kompleks dan kontras (iklan campuran). Eksperimen yang dilakukan dengan memberikan berbagai jenis iklan ke dalam dua kelompok berbeda dalam satu populasi menunjukkan perbedaan efek terhadap viralitas dari jenis iklan yang berbeda. Iklan campuran dengan emosi yang lebih kompleks mengungguli iklan positif dalam “brand evaluation” dan niat membeli. Tidak ada perbedaan antara apa yang dapat dilakukan oleh iklan positif dan iklan campuran dalam niat berbagi. Temuan ini menjelaskan lanskap iklan video viral di Indonesia saat ini dan bagaimana perusahaan dapat membuat kombinasi emosional dalam iklan video mereka yang memaksimalkan tujuan perusahaan.Kata kunci: Pemasaran viral, periklanan, konten online, transmisi sosial, berbagi vide
Project Performance Through an Occupational and Health Safety Management System at an Office Building Project in Lampung Indonesia
Abstract. A project contractor may fail to deliver on time, quality, and budget expectations due to incidents resulting in injuries and fatalities, as well as asset damage, elevated costs, and delays. This research aims to gauge a business improvement model on OHS (occupational and health safety) performance developed from operation standardization, communication, competency, hazard identification, and management commitment. Commitment initiates risk analysis for developing standardization, communication, and competency to achieve OHS performance. The present case study concerns a contractor establishing a local government office building in Lampung. It takes 100 respondents as a sample out of the 124 personnel in this construction project, relying on a quantitative method which processes data via PLS software to obtain the direction and magnitude of variable influences. OHS policy exhibits influence at 0.587 on HIRADC (Hazard Identification Risk Analysis and Determining Control); it affects standardization, competency, and communication at the values of 0.704, 0.450, and 0.300. The three variables then simultaneously affect OHS performance at the values of 0.540, 0.065, and 0.116. OHS performance affects business performance at a value of 0.384.Keywords: Hazard identification; ohs performance; business performance; competency; communication; management commitmentAbstrak. Sebuah kontraktor proyek mengalami kegagalan pada sasaran tepat waktu, kualitas dan biaya terendah menyebabkan insiden yang mengakibatkan luka dan kematian termasuk kerusakan aset, biaya bertambah, dan keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati model peningkatan bisnis melalui kinerja K3 yang dikembangkan dari standar operasi, komunikasi, kompetensi, identifikasi bahaya dan komitment manajemen. Komitmen menginisiasi analisa risiko untuk sumber pengembangan standarisasi, komunikasi dan kompetensi dalam mencapai kinerja K3. Kontraktor menjalankan proyek pembangunan kantor pemerintah daerah di Lampung. Studi ini memperoleh sampel 100 responden dari populasi 124 personil. Aplikasi PLS dipakai untuk memproses data dalam mendapatkan arah dan besaran pengaruh variabel. Komitmen K3 memberikan pengaruh 0.587pada HIRADC darinya mempengaruhi Standarisasi, Kompetensi dan Komunikasi pada nilai 0.704, 0.450 dan 0.300. Ketiga variabel secara simultan mempengaruhi Kinerja K3 masing-masing pada nilai 0.540, 0.065 dan 0.116. Kinerja K3 mempengaruhi Kinerja bisnis pada besaran 0.384.Kata kunci: Hazard identification; ohs performance; business performance; competency; communication; management commitmen