Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
Not a member yet
    440 research outputs found

    STRATEGI PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI PETERNAKAN KABUPATEN KOLAKA TIMUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan sentra produksi peternakan Kabupaten Kolaka Timur dan sebagai arahan prioritas pembangunan dan pengembangan sentra peternakan Kabupaten Kolaka Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober tahun 2017. Variabel dalam penelitian adalah (a) kekuatan, (c) kelemahan, (d) peluang dan (e) tantangan/hambatan pada penataan dan pengembangan sentra produksi peternakan serta alat  analisis dalam penelitian ini adalah analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penataan dan pengembangan sentra produksi peternakan di Kabupaten Kolaka Timur antara lain; (a) Kebijakan pembangunan sarana dan prasarana kawasan peternakan difokuskan pada pengembangan jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sekitar kawasan, pembangunan jalan usahatani, pasar pengumpul desa, pasar pengumpul antar desa, kebutuhan jaringan listrik dan telekomunikasi dan fasilitas yang dibutuhkan untuk pengembangan industri pengolahan hasil-hasil peternakan, serta penyediaan sarana produksi seperti pupuk dan obat-obatan, dan (b) kebijakan pengembangan sentra produksi peternakan yakni berupa penetapan dan perluasan padang penggembalaan dan lahan hijauan pakan ternak, manajemen pengelolaan, perbaikan budidaya ternak baik ternak besar, ternak kecil maupun unggas melalui sistem perkandangan, dan penyediaan pakan bagi ternak. Kata Kunci : Strategi penataan dan pengembangan, sentra produksi Peternakan.  

    Sifat Kimia Abon Daging Kambing Peranakan Ettawa (PE) dengan Lama Penggorengan yang Berbeda

    Get PDF
    ABSTRAKKambing Peranakan Ettawa (PE) merupakan salah satu ternak penghasil daging yang pemanfaatannya masih sangat terbatas karena sifatnya yang kurang disukai, yaitu bau khas yang tajam disebabkan komponen protein larut air dan konsentrasi asam lemak yang tinggi.  Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah degan melakukan pengolahan daging kambing berupa produk Abon dengan menggunakan metode pemasakan dan lama penggorengan diharapkan mampu mengurangi bau prengus daging kambing.   Tujuan  penelitian  ini adalah mengetahui  sifat  kimia  (protein,  lemak,  abu, kadar  air  dan karbohidrat) abon daging PE dengan lama penggorengan yang berbeda, mengetahui lama penggorengan yang baik terhadap sifat kimia abon daging kambing PE.  Metode penelitian dengan melakukan analisis kimia dan analisis data dilakukan  secara  deskriptif  kuantitatif dengan parameter analisa yang dilakukan meliputi analisa Protein, Lemak, Karbohidrat, Kadar Air, Kadar Abu dengan lama penggorengan (A1=40 menit, A2=60 menit dan A3=75 menit.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gizi abon daging kambing dari ketiga perlakuan (A1, A2, A3) memiliki kandungan yang sebagian besar sudah memenuhi standard mutu SNI.  Kandungan gizi terbaik pada perlakuan A3 yakni Protein sebesar 45,63%, lemak terendah pada A3 sebesar 17,70%, karbohidrat terbaik pada A2 sebesar 10.13%, kandungan kadar air terendah pada A3 sebesar 1.43%, dan kadar abu terendah pada perlakuan A2 sebesar 6.78%.Kata kunci: Abon daging kambing, kimia abon, kambing PE, olahan dagingABSTRACTPeranakan Ettawa (PE) Goat is one of the meat-producing livestock whose utilization is still minimal due to its less preferred nature, namely sharp smell due to the water-soluble protein component and high fatty acid concentration. One way that can be taken is by processing goat meat in the form of Abon products using cooking methods, and deep frying is expected to reduce the smell of goat meat. The purpose of this study was to determine the chemical properties (protein, fat, ash, water content and carbohydrate) shredded PE meat with different frying lengths, to find out the excellent frying length of the chemical properties of shredded PE. The research method by carrying out chemical analysis and data analysis was carried out in a clear quantitative manner with the parameters of the study performed including analysis of Protein, Fat, Carbohydrate, Moisture, Ash Content with frying length (A1 = 40 minutes, A2 = 60 minutes and A3 = 75 minutes. The results showed that the nutrient content of shredded goat meat from the three treatments (A1, A2, A3) had content that most of them had met the SNI quality standards. The best nutritional content in treatment A3 was Protein at 45.63%, the lowest fat on A3 at 17, 70%, the best carbohydrate in A2 is 10.13%, the lowest water content in A3 is 1.43%, and the lowest ash content in A2 treatment is 6.78%.Keywords: shredded of goat meat, about chemical, PE goat, processed mea

    Perbandingan Performa Kuantitatif Sapi Brahman Cross di Peternakan Rakyat dengan di Perusahaan Komersial pada Umur 18-24 Bulan

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa kuantitatif sapi brahman cross pada umur 18-24 bulan di peternakan rakyat dan di perusahaan komersial pada bulan Agustus sampai Oktober. Pengamatan dilakukan terhadap 50 ekor sapi brahman cross di perusahaan komersial dan 50 ekor sapi brahman cross di peternakan rakyat dengan menggunakan metode survey dan pengambilan sampel menggunaan purposive sampling. Peubah yang diamati meliputi ukuran-ukuran tubuh yang meliputi bobot badan, lingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak. Hasil penelitian menunjukan bahwa sapi brahman cross di perusahaan komersial memiliki performa kuantitatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan sapi brahman cross di peternakan rakyat. Sapi brahman cross di peternakan rakyat memiliki rata-rata bobot badan (271,12+26,03 cm), lingkar dada (154,04+6,01 cm), panjang badan (107,42+3,42 cm), dan tinggi pundak (124+2,23 cm), sedangkan sapii brahman cross di perusahaan komersial memiliki rata-rata bobot badan (383,92+35,05 kg), lingkar dada (175,9+4,27 cm), panjang badan (111,1+6,99 cm), dan tinggi pundak (128,4+4,84 cm).Kata kunci: sapi brahman cross, bobot badan, lingkar dada, panjang badan, tinggi pundakABSTRACTResearch was conducted to determine the quantitative performance of brahmancross catlle 18-24 month in traditional farmer and commercial companies. Research was conducted on 50 brahmancross catlle in traditional farmer and 50 brahman cross catlle in commercial companies, sample observation is determined by purposive sampling. Research uses a survey conducted from August to October 2016. The results showed a quantitative brahman cross catlle in convensional farmer trait average body weight (271,12 ± 26,05 kg), chest circumference (154,04±6,01 cm), body length (107,42±3,42 cm), and shoulder height (124±2,23 cm), and the results showed a quantitative brahman cross catlle in commercial companies trait average body weight (383,92 ± 36,06 kg), chest circumference (175,9±4,27 cm), body length (111,1±6,99 cm), and shoulder height (128,4±4,84 cm). The results showed that brahman cross cattlein commercial companies have higher quantitative performance than those at the traditional farmerKeywords: brahman cross cattle, body weight, chest circumference, body lenght, shoulder height

    PRODUKSI KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER STRAIN COBB DAN STRAIN LOHMANN YANG DIBERI PAKAN BERBEDA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana produksi karkas,  dan lemak abdominal ayam broiler strain Cobb dan Strain Lohmann yang diberi pakan berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90 ekor ayam broiler yang dipelihara selama lima minggu. Ayam penelitian dibagi dalam 18 petak kandang yang masing-masing petak diisi dengan 5 ekor ayam percobaan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial  2x3 dengan dan 3 ulangan. Faktor A adalah strain ayam broiler (Cobb dan Lohman) dan faktor B pakan ayam broiler (pakan formulasi sendiri, pakan komersil BP 11-Bravo, dan pakan komersil BR-1). Parameter yang diamati adalah presentase karkas dan lemak abdominal. Data yang diperoleh disusun dan dianalisis berdasarkan analisis ragam. Jika perlakuan berbeda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terjadi interaksi antara strain dan pakan (P>0,05) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Strain berbeda tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler, namun pemberian pakan berbeda  berpengaruh (P<0,01) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Kata kunci: Ayam Broiler, Strain, pakan, karkas, lemak abdomina

    KOMPARASI PENDAPATAN PETERNAK BROILER PADA KEMITRAAN CV. INTAN SUKSES ABADI DAN PT. KARYA MITRA KENDARI DI KABUPATEN KONAWE SELATAN

    Get PDF
    Perusahaan kemitraan ayam broiler yang memasarkan ayamnya yang di Kota Kendari diantaranya adalah CV. Intan Sukses Abadi (ISA) dan PT. Karya Mitra Kendari (KMK). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pendapatan peternak broiler yang dipelihara peternak mitra CV. ISA dan PT. KMK dengan rata-rata skala usaha ayam broiler yang dipelihara peternak mitra kedua perusahaan tersebut masing-masing adalah 2.333 ekor dan 2.285 ekor. Pemilihan kedua perusahaan dilakukan secara purposive sampling, sedangkan peternak mitra atau responden diambil secara proporsional masing-masing 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak yang bermitra dengan PT. KMK sebesar Rp. 7.488 per periode per ekor, yaitu lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan peternak mitra CV. ISA yang hanya Rp. 6.344 per periode per ekor. Namun jika dilakukan komparasi pendapatan kedua peternak mitra tersebut secara umum tidak menunjukkan perbedaan (P>0.05).       Kata kunci : Broiler, kemitraan, komparasi, pendapatan dan peternak.       

    PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E DAN LAMA PENYIMPANAN TELUR TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS BURUNG PUYUH (Coturnix- Cortunix Japonica)

    Get PDF
    Untuk memperoleh fertilitas, daya tetas dan pertumbuhan yang baik, hal ini dapat dilakukan melalui pengaturan kandungan vitamin E pada pakan dan lama penyimpanan telur tetas, dimana vitamin E mempunyai fungsi sebagai antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian vitamin E dan lama penyimpanan telur tetas terhadap fertilitas, dan daya tetas telur puyuh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah level vitamin E (0mg, 50mg, 100mg) dan factor kedua adalah level lama penyimpanan telur tetas (L) (1-2 hari, 3-4 hari dan 5-6 hari). Burung puyuh dalam percobaan sebanyak 135 ekor terdiri dari 90 ekor betina dan 45 ekor jantan, yang ditempatkan pada 9 kandang percobaan setiap kandang berisi 10 ekor betina dan 5 ekor jantan. Parameter yang diamati adalah fertilitas, daya tetas dan pertumbuhan burung puyuh selama 4 minggu. Hasil penelitin menunjukkan bahwa interaksi antara vitamin E dan lama penyimpanan tidak perngaruh nyata terhadap fertilitas dan daya tetas  burung puyuh. Pengaruh mendiri vitamin E berngaruh nyata terhadap fertilitas telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur puyuh. Pengaruh mandiri lama penyimpanan tidak berngaruh nyata terhadap fertilitas dan  daya tetas telur puyuh. Kata kunci : Puyuh , Vitamin E , Lama Penyimpanan Telur Tetas

    PERFORMA PENETASAN TELUR AYAM HASIL PERSILANGAN AYAM BANGKOK DENGAN AYAM RAS PETELUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa produksi telur dan reproduksi hasil persilangan ayam Bangkok dengan ayam Ras petelur.dilaksanakan di Laboratorium Unit Unggas Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari, pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan ayam Bangkok betina sebanyak 15 ekor, ayam Bangkok jantan sebanyak 3 ekor, ayam Ras petelur jantan sebanyak 2 ekor dan ayam Ras petelur betina 15 ekor. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan uji T untuk mengetahui perbedaan peubah-peubah anatara persilangan BP (Persilangan ayam Bangkok jantan dengan ayam Ras petelur betina) dan PB (Persilangan ayam Ras petelur jantan dengan ayam Bangkok betina). Hasil uji T menunjukkan bahwa hasil persilangan BP memiliki bobot telur, bobot tetas, produksi telur dan mortalitas emrio yang nyata (

    POLA PERTUMBUHAN KAMBING KACANG JANTAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN

    Get PDF
    Pola pertumbuhan hewan, terutama jantan, merupakan salah satu faktor penting yang harus dipahami dengan baik oleh para peternak untuk beberapa tujuan seperti pemilihan dalam program pemuliaan atau pertimbangan keuntungan. Petani di Kabupaten Konawe Selatan yang membesarkan kambing kacang masih kekurangan informasi yang berhubungan dengan pola pertumbuhan ternak kambing khususnya kambing jantan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pola pertumbuhan kambing kacang jantan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Konawe Selatan meliputi Kecamatan Landono, Moramo Utara dan Kecamatan Laeya selama bulan Juni-Juli 2016. Seratus empat puluh ekor kambing kacang jantan digunakan sebagai sampel dan dikelompokkan ke dalam enam kelompok umur (1-3 bulan , 4-6 bulan, 7-12 bulan, 13-24 bulan, 25-36 bulan, dan 37-48 bulan). Variabel yang diukur adalah bobot badan, lingkar dada, panjang badan, tinggi pundak, dan tinggi pinggul. Hasil penelitian menunjukkan bobot badan tumbuh sesuai dengan persamaan regresi berikut (y = 0,167 – 1,660x + 0.059x2 + 0,00087 x3) dengan koefisien determinasi adalah 94,8%. sementara panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak dan tinggi pinggul kambing kacang jantan tumbuh berdasarkan persamaan regresi polinomial (y = 25,20 + 1,931x - 0.032x2 ; y = 31,59 + 2.383x + 0.0392x2 ;y = 31,84 + 1.512x + 0.0231x2 ; y = 32,43 + 1.581x - 0.024x2  dengan koefisien determinasi adalah 71,8%, 75,6%, 71,7%, dan 70,6% masing-masing). Akhirnya, disimpulkan pola pertumbuhan kambing kacang jantan di Kabupaten Konawe Selatan cenderung meningkat seiring bertambahnya umur dan 94,8% faktor umur bisa menentukan bobot badan kambing kacang jantan di Konawe Selatan. Kata kunci: Pola pertumbuhan, Kambing kacang, Jantan, Konawe Selatan.

    ANALISIS POTENSI REPRODUKSI KAMBING KACANG DI WILAYAH PESISIR KEPULAUAN WANGI-WANGI, KABUPATEN WAKATOBI

    Get PDF
    Produktivitas kambing kacang di Kepulauan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi memiliki kendala salah satunya adalah manajemen reproduksi yang masih kurang. Untuk itu, perlu diketahui potensi reproduksi kambing kacang di Kepulauan Wangi-wangi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi reproduksi kambing kacang jantan dan betina di wilayah pesisir Kepulauan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pesisir Wangi-wangi sebanyak 6 desa/kelurahan yang memiliki jumlah populasi kambing kacang terbanyak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa litter size, kidding interval, mortalitas pra sapih, dan kid crop kambing kacang masing-masing yaitu 1,59±0,06, 8,05±0,38 bulan, 18,62±3,31%, dan 208,84±20,96%. Sedangkan lingkar skrotum kambing jantan yaitu 18,87 - 21,29 cm, dengan panjang skrotum berkisar antara 10-11,54 cm. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa kambing kacang di wilayah pesisir Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi masih memiliki potensi reproduksi yang tinggi.Kata kunci:       kambing kacang, reproduksi, litter size, kidding interval, mortalitas, kid crop, skrotum, libido

    EFEK PEMBERIAN MINYAK KELAPA SAWIT TERPROTEKSI DALAM RANSUM TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM DARAH AYAM KAMPUNG SUPER

    Get PDF
     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah ayam kampung super yang diberi ransum tersuplementasi minyak kelapa sawit terproteksi. Sebanyak 64 ekor ayam kampung super dibagi dalam 16 petak kandang berdasarkan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan P0= (60% jagung + RK-24AA+), P1= (P0+ 3% minyak kelapa sawit terproteksi), P2 = (P0+ 6% minyak kelapa sawit), P3= (P0+ 9% minyak kelapa sawit terproteksi).  Ternak percobaan dikelompokkan berdasarkan bobot badan awal yaitu K1= 100 -110 g, K2 = 111-120 g, K3= 121 - 130 g, dan K4= 131 - 140 g. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan analisis ragam. Jika perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji wilayah berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak kelapa sawit terproteksi dalam ransum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar glukosa dalam darah ayam kampung super umur 5 minggu.  Rataan kadar glukosa darah yaitu 317,3±24,6 mg/dl untuk P0, 302,0±28.5 mg/dl untuk P1, 309,0±33,1 mg/dl untuk P2, dan 292,8±25,6 mg/dl untuk P3. Dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak kelapa sawit terproteksi dengan taraf 3,6, dan 9% dalam ransum tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar glukosa dalam darah ayam kampung super pada fase pertumbuhan tetapi mampu menghasilkan kadar glukosa dalam kisaran normal.  Kata kunci : Minyak Kelapa Sawit Terproteksi, Kadar Glukosa, Ayam    Kampung   Super

    263

    full texts

    440

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇