Jurnal Rekayasa
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
ANALISIS MODULUS ELASTISITAS LENTUR TERHADAP LOSS FACTOR BETON POLIMER
Polimer concrete has different behaviour and different mechanic characteristic than othersbecause it depends on material polimer that are used, so that it caused to be researched and bestudied its behaviour and dynamic characteristic. This polimer concrete was made of prepackedsystem, consisted of unsaturated polyester (UP) added with styrene monomer (SM) as bindermatrix, cobalt napthenate solution (CoNp) as a promotor and methyl ethyl ketone peroxide(MEKPO) as an initiator, and coarse aggregate as inclusion. In this composition, variation ofpolymer concrete based on percentage of polimer and fly ash as a filler, and any other materialswere keeped in constant. The object of this research, to find out values of damping (loss factor),dynamic parameter,and then compare it with flexural modulus elasticity, so that series oflaboratory tests were carried out. Test results showed, values of damping (loss factor) 1,669 –3,017%. Results also showed that much and much more content of polymer caused loss factor(), damping coeffisien (c) and damping ratio () decrease, however it showed that fly ashaffected to increase value of dynamic parameter. When analising damping factor of polimerconcrete, it’s suggested to use flexural modulus elasticity because both of flexural modulus andloss factor (modal test) showed the same flexural behaviour
PENGGUNAAN ACCELERATOR PADA BETON ABU KETEL SEBAGAI UPAYA MEMPERCEPAT LAJU PENGERASAN1 (The use of accelerator in Kettle-ash concrete as the effort of hardening accelerate)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek variasi dosis accelerator sebanyak 0%, 5%,10%, 15% dan 20% dari berat air yang ditambahkan pada campuran beton mutu tinggi yangmenggunakan abu ketel sebanyak 10% dari berat semen terhadap laju peningkatan kuat tekan dankuat tarik beton. Penelitian ini menggunakan 120 buah sampel benda uji silinder berukurandiameter 10 cm dan tinggi 20 cm dengan umur pengujian 3,7,14 dan 28 hari. Perancangancampuran (mix design) menggunakan metode ACI 2.1.1.4R-93 , Pembuatan, perawatan danpengujian benda uji dilakukan berdasarkan standar ASTM. Hasil penelitian menunjukkan, seiringmeningkatnya persentase accelerator yang ditambahkan kedalam adukan beton :(1) Nilai slumpsemakin besar. (2) Waktu pengikatan awal dan akhir beton semakin cepat. (3) Walaupun tidaksignifikan, nilai kuat tekan, dan kuat tarik beton yang diperoleh menjadi lebih besar dan yangmaksimum didapat dari persentase penambahan accelerator sebesar 20 %
PENGUNAAN METODE IRAP DALAM PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (STUDY KASUS DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA)
Kriris ekonomi yang telah lama dirasakan oleh masyarakat ditambah membawa dampak semakinsulitnya masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mengurangi bebanmasyarakat miskin pemerintah semakin memfokuskan pembangunan infrastruktur perdesaan.Penelitian ini menggunakan metode IRAP, yang merupakan prosedur perencanaan yang telahterekomendasi yang mampu menjawab kebutuhan akses riil penduduk desa. Ada 4 (empat) tahapanalisis yang dilakukan yaitu : (1) penetapan indikator aksesibilitas, (2) penetapan bobotindikator, (3) perhitungan nilai aksesibilitas, dan (4) penentuan dusun dan sektor prioritas. Metodesurvei yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode home interview. Instrumen yangdigunakan dalam home interview adalah kuisioner penentuan nilai indikator dan kuisionerpenentuan bobot indikator.Ada enam sektor yang dianggap sangat penting oleh penduduk dalam rangka upaya peningkatanaksesibilitas yaitu : sektor pertanian, air, pasar, kesehatan, pendidikan dan sektor perikanan Semuadusun di Desa Kalimas, prioritas utama perlu penanganan aksesibilitas adalah pada sektorpertanian. Sektor pertanian di Dusun Melati merupakan sektor dan dusun prioritas panangananaksesibilitas di Desa Kalimas karena memiliki nilai aksesibilitas terbesar yaitu 15,223. Intervensiyang harus dilakukan pada dusun dan sektor prioritas (Dusun Melati pada sektor pertanian) adalahpenanganan prasarana transportasi berupa peningkatan jaringan jalan dan perbaikan jembatan yangada sehingga kondisi jalan dan jembatan lebih baik dan dapat digunakan pada setiap musimdengan demikian akan memperlancar kegiatan pertanian penduduk