71 research outputs found

    Refleksi Etika Bisnis dalam Perspektif Moral dan Spiritual (Syariah)

    No full text
    Bisnis termasuk aktivitas social, perlu interaksi antar  stakeholder yang penuh dengan prinsip nilai-nilai kepantasan dan kelayakan, maka perlu refleksi etika, baik dalam perspektif moral maupun spiritual. Aspek moral dibangun berdasarkan norma social dan hukum formal. Eksplorasi etika bisnis harus dengn dimensi kecerdasan, yaitu : intellectual quotion (IQ), emotional quotion (EQ), spiritual quotion (SQ), dengan memperhatikan dimensi tentang hakikat diri manusia. yaitu: physical body, etheric body, astral body, consciousness bodbedahy, spirit self, life spirit, spirit man. Indikator terpenuhinya nilai etika bisnis, dibedahdengan teori etika, yaitu: egoisme, utilitarianisme, deontology, right, virtue, teonom. Perspektif etika spiritual dibangun berdasarkan perspektif syari’ah, yakni: akad, falah, maqosyid syariah, al-adl wal ihsan, menghindari transaksi yang bersifat: riba, gharar, qimar, maysir, ghabah, dharar; dan mengikuti sifat Rosul Yaitu : : sidiq, amanah, tabligh, fatonah.Metodologi penelitian, digunakan studi literature yang relevan dengan etika bisnis.Aspek yang menarik pada penelitian ini, tentang refleksi etika pada bisnis

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Taksi Argometer Pada PT Puspa Jaya Taksi di Bandar Lampung

    No full text
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi pada PT Puspa Jaya Taksi di Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada PT Puspa Jaya Taksi Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan metode survey menggunakan kuisioner. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan penelitian di lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Analisis inferensial terdiri dari hipotesis statistic dan penelitian , uji statistik dan koefisien determinasi. Dari hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya pengaruh yang signifikan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan, ditandai dengan analisis deskriptif yaitu Kualitas Pelayanan dengan nilai rata-rata 3,98 artinya baik, dan Kepuasan Pelanggan dengan nilai rata-rata 3,88 artinya baik. Analisis Inferensial uji signifikansi mendapat hasil r hitung (0,748) > r table (0,312) dan t hitung (8,655) > t table (2,201) artinya baik secara sampel maupun populasi ada pengaruh yang signifikan antara Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pelanggan. Hasil analisis Regresi Linier Sederhana menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dengan koefisien bernilai positif 0,611

    Upaya Transformasi Birokrasi Pemerintah Sebagai Unit Pelayan Publik

    No full text
    Birokrasi   sebagai organ pemerintah yang hampir selalu bersinggungan dengan masyarakat, karena keberadaan birokrasi sebagai pelayan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Kebutuhan dan kepentingan masyarakat sangat dinamis, sejalan dengan perkembangan berbagai  dimensi kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu birokrasi pemerintah harus mampu mengikuti perubahan tersebut, terutama yang berkaitan dengan kecepatan dan akurasi dalam proses pelayanan. Salah satu upaya yang harus dilakukan birokrasi adalah mentransformasi fungsi dan tugas pelayanan melalui mentransformasi birokrasi baik aspek individual , yakni melalui perubahan sikap dan cara pandang aparatur birokrasi tentang  fungsi dan tugas secara profesional  dan dalam memprsepsikan jabatan.,  maupun secara innstitusional yakni dengan memperkuat sistem carrot and stick serta desentralisasi wewenang

    Minimasi Gap Komunikasi Bisnis dengan Pendekatan Inklusi Etika Moral-sepiritual dan Kepemimpinan Efektif

    No full text
    Bisnis, sebagai bentuk aktivitas sosial yang melibatkan stakeholder dalam korporasi. Korporasi perlu ada visi, misi, dan tujuan yang jelas dan disosialisasikan agar bisa  dipahami dan dilaksanakan semua pihak. Agar tujuan korporasi bisa dicapai optimal, maka perlu ada komuniakasi bisnis yang efektif dan inten, agar tidak terjadi gap kepentingan antar pihak. Gap yang ada perlu diminimasi, yaitu dengan pendekatan inklusi etika moral-sepiritual dan kepemimpinan efektif. Pendekatan etika moral, diangkat dari nilai-nilai (norma) social dan hukum formal; sedangkan etika sepiritual diangkat dari pengembangan karakter melalui kecerdasan  manusia, yaitu: Intellectual Quotiont (IQ), Emotional Quotion (EQ), dan Spiritual Quotion (SQ) secara utuh dan seimbang, sehingga dicapai:  kesadaran dan kearifan diri, dan kesempurnaan hakikat manusia sebagai hamba dan khalifah Allah ta’ala dalam aktivitas bisnis. Pendekatan kepemimpinan efektif, bisa membentuk komunikasi bisnis yang efektif, sehingga bisa mengurangi gap kepentingan antara pihak-pihak, dalam bentuk tatakelola korporasi

    Pengukuran Kinerja Keuangan dengan Pendekatan Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Sebelum dan Setelah Merger pada Perusahaan Go Public yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2012

    No full text
    The aims of this study was to knowing Company Performance Measurement through determine and analyze the differences in financial performance before and after the merger with Economic Value Added (EVA) and Market Value Added (MVA) aprroach to the company which went public listed on the Stock Exchange and the merger. This research is a comparative with quantitative methods. The sample in this research using purposive sampling method amounted to 6 companies of the population of 82 companies, with data collection in the form of documentation in the form of the announcement of the merger, the share price and annual financial statements. The results of this study indicate that there are significant differences between the financial performance using the Economic Value Added (EVA) method before and after the merger, and there are significant differences between the financial performance using the Market Value Added (MVA) before and after the merger

    Pemerintah Bertanggungjawab dalam Konteks Hubungan Kepercayaan dengan Masyarakat

    No full text
    Pemerintah bertanggungjawab merupakan tema penting yang selalu menjadi fokus perhatian dalam proses pemerintahan, karena dalam era keterbukaan sekarang ini hampir semua aktivitas pemerintah selalu dikaitkan dengan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari menguatnya pola hubungan “subjek-subjek” yang memposisikan kedua belah pihak saling berhubungkan. Proses kerja pemerintah hampir selalu dinilai oleh masyarakat. Oleh sebab itu, tanggung jawab pemerintah tidak hanya sebatas menjalankan aturan semata, namun harus diikuti dengan penguatan aspek etik sebagai  kewajiban moral dan kehendak bebas (free choice) yakni niat baik yang secara akumulatif akan menentukan pemenuhan janji  yang pada akhirnya membentuk dan menentukan kualitas kepercayaan masyarakat terhadap aktualisasi tanggungjawab pemerintah

    Penguatan Kewirausahan dalam Meningkatkan Daya Saing UKM Produk Unggulan di Kota Bandar Lampung

    No full text
    Berbagai sektor perekonomian terus dipacu untuk mendorong perekonomian Indonesia. Salah satu yang diharapkan terus berkembang adalah UKM. UKM dalam perekonomian Indonesia memegang peranan yang sangat penting. UKM menghadapi beberapa kelemahan seperti tingkat kemampuan, keterampilan, keahlian, manajemen sumber daya manusia, kewirausahaan, pemasaran dan keuangan. Secara spesifik adalah: keterbatasan dalam memperoleh dan memperbesar peluang pasar; keterbatasan dalam struktur permodalan dan memperoleh akses sumber permodalan; iklim usaha yang kurang mendukung. Kelemahan dan keterbatasan tersebut mengakibatkan UKM tidak mampu menjalankan usahanya dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas penguatan kewirausahaan dalam meningkatkan daya saing UKM produk unggulan di Kota Bandar Lampung.  Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk memperoleh pemahaman penguatan kewirausahaan dalam meningkatkan daya saing UKM produk unggulan di Kota Bandar Lampung dengan menggunakan studi literatur. Penelitian ini mengadopsi indikator model kewirausahaan, yaitu flexibel, proaktif, keberanian mengambil risiko, pengalaman berusaha, dan antisipatif. Flexibel adalah dapat berubah sesuai dengan keinginan pelanggan. Proaktif adalah pemimpin mempunyai kemampuan untuk mengenali peluang dan komitmen untuk inovasi. Mengambil risiko yaitu seorang yang berorientasi pada peluang dalam ketidakpastian konteks pengambilan keputusan. Pengalaman berusaha adalah sikap berwirausaha dan konsekuensi dari perilaku kepada inovasi yang dipengaruhi oleh latar belakang pimpinan yang menyangkut pengalaman berusaha. Antisipatif adalah kemampuan dalam menanggulangi atau mengantisipasi terhadap segala perubahan

    Revitalisasi Bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

    No full text
    Corporate function aims at the State Own Corporation to become corporation parallel to the world class corporation in supplies goods and services for its consumers. Competitive function stresses on competing capability of the State Own Corporation  infacing with its competitors within similar business sector. Regulatory function ends the era of monopolistic and protective through  an open market policy that gives access to market and equal opportunity for all business player.According to the State Own corporation position about the revitalization policy which have five (5) policy to  do : Up grade Share holder valueEffective , management , up grade operation, service and revenue Procurement System , and Restructureration and privatezation.State Own Corporation, especially the Persero is corporation having legal body for sake of profit. Although The  State Own  Corporation must have do the two function, as public service and  to find profit as a persero

    Dampak Profitabilitas, Financial Leverage dan Dividend Payout Ratio Terhadap Praktik Perataan Laba (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio terhadap praktik perataan laba. Sampel penelitian berjumlah 5 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2016. Faktor-faktor yang diuji adalah profitabilitas (ROE), financial leverage (debt to equity ratio), dan dividend payout ratio. Indeks eckel digunakan untuk menentukan perusahaan yang melakukan praktik perataan laba maupun tidak. Hasil perhitungan indeks Eckel menunjukkan bahwa sebanyak 3 perusahaan yang melakukan praktik perataan laba. Sedangkan hasil dari analisis regresi data panel mendapatkan hasil antara lain (1) dengan uji simultan dibuktikan semua variabel secara bersama-sama mempengaruhi praktik perataan laba dan (2) dengan uji parsial baik profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini bahwa profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio mempengaruhi perusahaan melakukan praktik perataan laba

    Arah Kebijakan Badan Usaha Milik Negara

    Full text link
    This time there are still many corporate governments are still not managed well, because workers are not professional so uncompetitive, their pragmentation manager because of a bureaucratic culture that is still dominant, and politicized existence, consequently in society appears streotip that the management of corporate government  happen trends slow and inefficient , so that the urgent problem is to create a professional management. For that departs from the same vision that the key to successful  corporate government depends on the quality of labor followed by a reference work within the framework of Good Corporate Governance.However Restructuring is not the final word for the direction of policy preparation good corporate government. Restructuring seek only the initial basis for the next step, namely the professionalism of enterprises, both in terms of its owner (no excessive interference anymore  of the  owners represented by its technical department) as well as professional actors in the Corporate government. This step will be more strategic than in thinking  how to make  soon go public of corporate  or privatized, however, to change the direction of the organization's management that the bureaucracy towards the management policy of corporate organization, the entire State Owned Enterprises should implement the Good Corporate Gavernance. (GCG)

    27

    full texts

    71

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIALITA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇