SOSIALITA
Not a member yet
71 research outputs found
Sort by
SISTEM LAPORAN KEUANGAN DENGAN PENDEKATAN ETIKA BISNIS
Laporan keuangan merupakan bagian sangat penting (seperti urat nadi) dalam bisnis,yaitu sebagai bentuk pelaporan dan pertanggung jawaban, kepada semua pemangkukepentingan; system laloran keuangan metode konvensional hanya memperhatikan aspekakuntabilitas dan transparansi dalam perspektif social bisnis, karenanya sering terjadipermasalahan dan konflik diantara pemangku kepentingan, maka perlu ada resolusi untukminimalisasi konflik tersebut, yaitu dengan pendekatan etika moral dan spiritual.Permasalahan, Apakah pendekatan etika moral dan spiritual bisa dipakai pada systemlaporan keuangan, sebagai upaya menekan konflik diantara pemangku kepentinganbisnis. Tujuan penelitian ini, adalah membangun konstruksi system lapoaran keuanganyang bisa memenuhi kelayakan dan kepatutan, sehinga bisa diterima oleh semuapemangku kepentingan. Metode pada penelitian ini, datanya sekunder dengan teknikstudi literature, analisis dengan teknik kompilasi dan hermeneutic, penarikan kesimpulanbersifat induktif. Hasil analisis, bahwa system lapoaran keuangan dengan pendekatanetika moral dan spiritual, lebih mampu menciptakan kelayakan dan kepatutan yang bisaditerima oleh semua pemangku kepentingan, sehingga mampu menekan konflik diantarapemangku kepentingan bisnis
PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR BIROKRASI PEMERINTAH MEWUJUDKAN BIROKRASI YANG BERKUALITAS
Masalah utama yang masih mengemukan tentang birokrasi pemerintah sampai dengan saat ini masih berkutat pada lemahnya kinerja aparat birokrasi dalam menjalankan tugas dan fungsi yang menjadi tanggung jawabnya. Apabila ditelisik lebih mendalam aparat birokrasi sebagai ujung tombak pelaksanaka kebijakan pemerintah masih belum menunjukkan kualitas kerja yang diharapkan, salah satu penyebab utamanya menurut penulis berhubungan dengan kompetensi yang dimiliki aparat birokrasi dalam bekerja masih cenderung memperlihatkan kelemahan dari sisi kualitas, sehingga sering terjadi keluhan bahkan sampai pada tingkat antipati terhadap hasil kerja aparat birokrasi. oleh sebab itu, dibutuhkan perbaikan melalui peningkatan kompetensi aparatur birokrasi, yakni dengan melakukan upaya peningkatan kapabilitas dan kapabilitas baik dalam aspek koginitif yakni peningkatan pengausaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan, serta aspek afeksi yang berkaitan dengan sikap dan perilaku aparatur birokrasi. upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan aparatu birokrasi secara sistematis dan dijadikan prasyarat yang harus dijadikan standar untuk diberi tanggung jawab terhadap pekerjaan dan posisi tertentu, hal ini sebagai cara untuk mewujudkan aparat birokrasi bekerja berdasarkan komptensi yang pada akhirnya dapat memperlihatkan kualitas yang diharapkan
SISTEM LAPORAN KEUANGAN DENGAN PENDEKATAN ETIKA BISNIS
Laporan keuangan merupakan bagian sangat penting (seperti urat nadi) dalam bisnis,yaitu sebagai bentuk pelaporan dan pertanggung jawaban, kepada semua pemangkukepentingan; system laloran keuangan metode konvensional hanya memperhatikan aspekakuntabilitas dan transparansi dalam perspektif social bisnis, karenanya sering terjadipermasalahan dan konflik diantara pemangku kepentingan, maka perlu ada resolusi untukminimalisasi konflik tersebut, yaitu dengan pendekatan etika moral dan spiritual.Permasalahan, Apakah pendekatan etika moral dan spiritual bisa dipakai pada systemlaporan keuangan, sebagai upaya menekan konflik diantara pemangku kepentinganbisnis. Tujuan penelitian ini, adalah membangun konstruksi system lapoaran keuanganyang bisa memenuhi kelayakan dan kepatutan, sehinga bisa diterima oleh semuapemangku kepentingan. Metode pada penelitian ini, datanya sekunder dengan teknikstudi literature, analisis dengan teknik kompilasi dan hermeneutic, penarikan kesimpulanbersifat induktif. Hasil analisis, bahwa system lapoaran keuangan dengan pendekatanetika moral dan spiritual, lebih mampu menciptakan kelayakan dan kepatutan yang bisaditerima oleh semua pemangku kepentingan, sehingga mampu menekan konflik diantarapemangku kepentingan bisnis
PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR BIROKRASI PEMERINTAH MEWUJUDKAN BIROKRASI YANG BERKUALITAS
Masalah utama yang masih mengemukan tentang birokrasi pemerintah sampai dengan saat ini masih berkutat pada lemahnya kinerja aparat birokrasi dalam menjalankan tugas dan fungsi yang menjadi tanggung jawabnya. Apabila ditelisik lebih mendalam aparat birokrasi sebagai ujung tombak pelaksanaka kebijakan pemerintah masih belum menunjukkan kualitas kerja yang diharapkan, salah satu penyebab utamanya menurut penulis berhubungan dengan kompetensi yang dimiliki aparat birokrasi dalam bekerja masih cenderung memperlihatkan kelemahan dari sisi kualitas, sehingga sering terjadi keluhan bahkan sampai pada tingkat antipati terhadap hasil kerja aparat birokrasi. oleh sebab itu, dibutuhkan perbaikan melalui peningkatan kompetensi aparatur birokrasi, yakni dengan melakukan upaya peningkatan kapabilitas dan kapabilitas baik dalam aspek koginitif yakni peningkatan pengausaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan, serta aspek afeksi yang berkaitan dengan sikap dan perilaku aparatur birokrasi. upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan aparatu birokrasi secara sistematis dan dijadikan prasyarat yang harus dijadikan standar untuk diberi tanggung jawab terhadap pekerjaan dan posisi tertentu, hal ini sebagai cara untuk mewujudkan aparat birokrasi bekerja berdasarkan komptensi yang pada akhirnya dapat memperlihatkan kualitas yang diharapkan
PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR BIROKRASI PEMERINTAH MEWUJUDKAN BIROKRASI YANG BERKUALITAS
Masalah utama yang masih mengemukan tentang birokrasi pemerintah sampai dengan saatini masih berkutat pada lemahnya kinerja aparat birokrasi dalam menjalankan tugas danfungsi yang menjadi tanggung jawabnya. Apabila ditelisik lebih mendalam aparat birokrasisebagai ujung tombak pelaksanaka kebijakan pemerintah masih belum menunjukkan kualitaskerja yang diharapkan, salah satu penyebab utamanya menurut penulis berhubungan dengankompetensi yang dimiliki aparat birokrasi dalam bekerja masih cenderung memperlihatkankelemahan dari sisi kualitas, sehingga sering terjadi keluhan bahkan sampai pada tingkatantipati terhadap hasil kerja aparat birokrasi. oleh sebab itu, dibutuhkan perbaikan melaluipeningkatan kompetensi aparatur birokrasi, yakni dengan melakukan upaya peningkatankapabilitas dan kapabilitas baik dalam aspek koginitif yakni peningkatan pengausaan ilmupengetahuan, teknologi dan keterampilan, serta aspek afeksi yang berkaitan dengan sikapdan perilaku aparatur birokrasi. upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan aparatubirokrasi secara sistematis dan dijadikan prasyarat yang harus dijadikan standar untuk diberitanggung jawab terhadap pekerjaan dan posisi tertentu, hal ini sebagai cara untukmewujudkan aparat birokrasi bekerja berdasarkan komptensi yang pada akhirnya dapatmemperlihatkan kualitas yang diharapkan
PENGARUH COACHING DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT JASA RAHARJA (PERSERO) CABANG LAMPUNG
PT Jasa Raharja (Persero) cabang Lampung berupaya melakukan tugas dan kewajibandengan sebaik-baiknya, meskipun jumlah pegawai relatif sedikit dan sangat mudah dilakukanpengontrolan akan tetapi dari sekian banyak tugas terdapat distribusi pekerjaaan yang tidakproporsional antara satu pegawai dengan pegawai lainnya. Berdasarkan hasil evaluasi kerja tersebutdapat menggambarkan kondisi iklim kerja bahwa kinerja pegawai belum maksimal, oleh karena itupimpinan perusahaan memberikan coaching kepada pegawai agar mampu meningkatkan motivasidan kinerjanya. pemberian coaching dari atasan juga akan sangat membantu pegawai dalammemaksimalkan potensi yang dimilikinya. Coaching terhadap pegawai/bawahan merupakan bagiandari aktivitas harian seorang atasan. Coaching bisa berbentuk berbagi pengetahuan, keterampilan,dan pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan pegawai dalam rangka meningkatkan kapasitasdan kinerja pegawai yang akan berpengaruh kepada peningkatan kinerja organisasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh coaching dan motivasiterhadap kinerja pegawai pada PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Lampung. Tipe penelitian adalahdeskriptif korelasional, Populasi dalam penelitian adalah seluruh pegawai PT Jasa Raharja (Persero)cabang Lampung yang berjumlah 42 orang, analisis data menggunakan regresi linier berganda.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Responden menilai bahwa coaching pegawai padaPT Jasa Raharja (persero) Cabang Lampung adalah baik, untuk meningkatkan kinerja maka perluupaya membangun kepercayaan, mendengar aktif, memberikan dan menawarkan feedback kepadapegawai karena secara statistik telah dibuktikan bahwa coaching berpengaruh signifikan terhadapkinerja pegawai PT Jasa Raharja (persero) Cabang Lampung. Motivasi pegawai pada PT JasaRaharja (persero) Cabang Lampung terdeskripsi baik, oleh karenanya motivasi dapat meningkatkankinerja pegawai melalui pemenuhan kebutuhan fisik, keamanan, sosial, harga diri dan aktualisasidiri karena secara statistik motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PT JasaRaharja (persero) Cabang Lampung. Coaching dan motivasi secara bersama-sama berpengaruhterhadap kinerja pegawai PT Jasa Raharja (persero) Cabang Lampung. Hal tersebut berarti apabilacoaching dapat dijalankan dengan baik, dan motivasi kerja pegawai meningkat maka kinerjapegawai juga akan mengalami peningkatan
IMPLIKASIINFORMATIONASYMMETRYTERHADAPTINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM (STUDI PADAPERUSAHAAN YANGTERDAFTARDI INDEKSSRI- KEHATI PERIODE 2015-2017)
Condition in which the differencebetween the informationthat indicatedinvestorsmay affect the amountofprofit fromthe investmentmadebythe investor.Basedonthese conditions,thisstudywasconductedtodetermine the effectofinformationasymmetryon stockreturnsreceivedby investors.Thisstudyusesthecontrolvariablesoffirmsize (SIZE),Return onAssets(ROA),andEarningperShare(EPS).Thesamplesinthis study using purposivesampling andobtainedasampleof10companiesthatwasregisteredin SRI-KEHATIindex. Data analysistechniqueused ismultiple linearregression approach usingpaneldata andusingprogramanalysis toolseviews 7. Basedont-testresultsshowedthat thevariableinformationasymmetryispartially significanteffectonstockreturnsandfirmsizevariable(SIZE),ReturnonAssets (ROA), and Earning perShare(EPS)partially no significanteffecton stock returns. Based on the resultsof the F-testshowsthat there issimultaneouslya significant influencebetween the variablesof information asymmetry, firmsize(SIZE),ReturnonAssets(ROA),and Earning perShare (EPS)ofthe stock returns. Condition in which the differencebetween the informationthat indicatedinvestorsmay affect the amountofprofit fromthe investmentmadebythe investor.Basedonthese conditions,thisstudywasconductedtodetermine the effectofinformationasymmetryon stockreturnsreceivedby investors.Thisstudyusesthecontrolvariablesoffirmsize (SIZE),Return onAssets(ROA),andEarningperShare(EPS).Thesamplesinthis study using purposivesampling andobtainedasampleof10companiesthatwasregisteredin SRI-KEHATIindex. Data analysistechniqueused ismultiple linearregression approach usingpaneldata andusingprogramanalysis toolseviews 7. Basedont-testresultsshowedthat thevariableinformationasymmetryispartially significanteffectonstockreturnsandfirmsizevariable(SIZE),ReturnonAssets (ROA), and Earning perShare(EPS)partially no significanteffecton stock returns. Based on the resultsof the F-testshowsthat there issimultaneouslya significant influencebetween the variablesof information asymmetry, firmsize(SIZE),ReturnonAssets(ROA),and Earning perShare (EPS)ofthe stock returns
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETANI BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI DESA SUKAMAJU JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN
Sebagai Negara beriklim tropis dan dilalui oleh garis khatulistiwa, Indonesia di anugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa beraneka ragam jenis tanaman dan tumbuhan.Dari ribuan aneka jenis tanaman dan tumbuhan tersebut ada yang mempunyai kegunaan sebaga obat dan sumber gizi bagi umat manusia, misalnya jamur. Penelitian ini dilakukan 1 (satu) tahun dan merupakan penelitian kuaalitatif. Tahapan penelitian pada penelitian ini meliputi (1) studi pendahuluan, (2) Identifikasi Masalah, (3)mengindentifikasi masing-masing indikator penelitian, (4) tabulasi data, crosscheckdata-data, merunning data, menginterprestasikan hasil pengolahan data, merumuskankesimpulan dan rekomendasi penelitian sementara, evaluasi, serta perumusan kesimpulan dan rekomendasi penelitian final. Hasil dari penelitian ini adalah (1) menghasilkan informasi yang akurat tentang pencapaian target pengembangan usaha tani budidaya Jamur Tiram di Jati Sagung Lampung Selatan, (2) menilai keberhasilan target Pengembangan jamur tiram di Jati Agung Lampung Selatan menggunakan analisis SWOT, (3) menghasilkan rumusan bagi pihak-pihak terkait yang akanmelakukan budidaya jamur tiram di Lampung Selatan
MEWUJUDKAN BIROKRASI PEMERINTAH TERHUBUNGKAN SEBAGAI PELAYAN PUBLIK
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan keniscayaan yang tak dapat dibendung dan ditentang, termasuk birokrasi pemerintah harus mampu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan beradaptasi tersebut dengan melakukan upaya penggunaan teknologi untuk mengefektifkan kerja birokrasi pemerintah sebagai pelayan publik, sesuai dengan tuntutan perubahan yang ada di dalam masyarakat, yang sudah banyak bersentuhan dengan teknologi digital dalam bertransaksi. Era digitalisasi menghendaki unit-unit kerja menggunakan teknologi digital agar terwujud sistem kerja terintegrasi yang dikenal dengan birokrasi pemerintah terhubungkan, agar dapat mewujudkan pelayanan optimal yang cepat, mudah, murah dan akurat. Namun untuk mewujudkan hal tersebut membutuhkan kondisi yang harus terpenuhi dalam diri birokrasi, yakni adanya kemampuan mengadaptasi secara struktural -fungsional maupun kesiapan sumberdaya manusianya
SINERGITASKEPENTINGAN DAN HARAPANPEMANGKU KEPENTINGAN BISNIS DENGAN PENDEKATAN ETIKA MORAL DAN SPIRITUAL
Salah satu factor penghambat aktivitas bisnis, yaitu ada disparitas kesenjangan(gap) terlalu lebar tentang kepentingan dan harapan antar pihak-pihak pemangku kepentingan, dan kesalahan kebijakan tentang prioritas tujuan bisnis yaitu memperoleh laba maksimal; seharusnya tujuan ideal adalah mencapaikesejahteraan semua pihak pemangku kepentingan.Perumusan masalahnya,bagaimana membangun sinergitas kepentingandan harapan antar pihak pemangku kepentingan, dengan pendekatan etika moral dan spiritual.Datanya sekunder, pengumpulan data dengan teknik studi literature, analisis dengan teknik kompilasi dan hermeneutic, penarikan kesimpulan bersifat induktif.Bahwa aktivitas bisnis perlu keterlibatan berbagai pihak pemangku kepentingan, dan setiap pihak memiliki kepentingan dan harapan berbeda sesuai dengan kapasitas masing-masing, namun harus dipahami sebagai sinergi kepentingan dan harapan bersama.Bisnis harus ada visi, misi, dan tujuan yang jelas sebagai komitmen bersama danseirama menjadi sinergi, karenanya perlu dipahami, direspon, untuk dilaksanakan olah semua pihak sesuai dengan kapasitas masing-masing. Idealnya visi, misi, dan tujuan bisnis, merupakan ekspresi untuk menciptakan : nilai-nilai (values),eksistensi, perkembangan, pertumbuhan, kesejahteraan stake holder,sehingga bisnis bisa menciptakan nilai kelayakan dan kepantasan bagi semua pihak; maka resolusinya adalah dengan pendekatan etika moral dan spiritual.dengan resolusi ini,system komunikasi antar pihak bisa dicapai optimal, dan kesenjangan (gap) kepentingan antar pihak bisa minimal, sehingga tujuan ideal bisnis yaitu kesejahteraan semua pihak pemangku kepentinganmenjadi mudah dicapa