Jurnal Agrista
Not a member yet
    273 research outputs found

    Peran Celah Antar Tajuk Tegakan dan Seed Bank Tanah Terhadap Regenerasi Hutan

    Get PDF
    ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menduga komposisi biji pada seed bank tanah dan mendeteksi kemampuan tumbuh pada beberapa celah antartajuk tegakan. Kemampuan biji yang tumbuh pada seed bank di lapangan hanya 49 % dari seluruh biji yang tumbuh. Biji yang ada pada topsoil ( 0- 5 cm) mempunyai kemampuan tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan biji yang berasal dari kedalaman yang lebih dalam. Jenis yang tumbuh didominasi oleh jenis tumbuhan eksotik, tumbuhan bawah dan jenis pohon pioneer, sedangkan jenis-jenis anakan pohon endemik sangat sedikit dan hampir tidak ditemukan tumbuh. Pertumbuhan dan perkembangan spesies eksotik yang bersifat invasif di suatu kawasan hutan terjadi karena adanya celah-celah terbuka di dalam kawasan hutan yang memberi kesempatan tumbuh dan berkembangnya jenis eksotik di tempat terbuka tersebut, karena itu pencegahan yang terbaik adalah mengusahakan agar celah-celah tidak dibiarkan terbuka, di antaranya dengan melakukan penanaman terutama dari jenis-jenis pohon endemik yang rendah populasinya.The Role of Crown Gap and Soil Seed Bank On Forest RegenerationABSTRACT. This research aimed to estimated seed composition in seed bank and detected ability of growing at some gaps measures between strightened coronets in fields. Seed emergence energy in seed bank in field only 49 % from all the viable seed. Viable wedge staying in topsoil ( 0- 5 cm) have growing ability of compared by more emergence is deeper coat below its. Subterranean wedge domineered by exotic type wedge having the character of invasif and plant under, only a few type and amount of trees seeds in seed banks available for emergences. In consequence to take care of forest regeneration take place balance hence exotic types especially having the character of invasif have to be controlled by the population

    Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeal L.) akibat Pengaruh Dosis Pupuk N dan P pada Kondisi Media Tanam Tercemar Hidrokarbon

    Get PDF
    ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk N dan P serta media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Ada 2 faktor yang diteliti yaitu dosis pupuk N dan P terdiri dari 4 taraf: tanpa pupuk, 0,21 + 0,21, 0,26 + 0,32, dan 0,32 + 0,42 g/pot. Faktor media tanam terdiri atas 3 taraf yaitu: tanah Entisol tidak tercemar tanpa isolat bakteri, tanah Entisol tercemar tanpa isolat bakteri dan tanah Entisol tercemar diberi isolat bakteri. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah polong, berat polong dan jumlah polong bernas pertanaman, berat basah dan kering berangkasan tunas, berat basah dan kering berangkasan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kacang tanah terbaik dijumpai pada perlakuan dosis pupuk N dan P 0,32 + 0,42 g/pot (90 kg urea + 120 kg SP36/ha). Selanjutnya pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah terbaik dijumpai pada media tanam tanah entisol tidak tercemar tanpa isolat bakteri. Pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah tercemar hidrokarbon diberi isolat bakteri lebih baik bila dibandingkan dengan tanah tercemar hidrokarbon tanpa isolat bakteri.The Growth and Yield of Peanut (Arachis hypogeal L.) by Affected Nitrogen and Phospate Fertilizers on Growing Media of Hydrocarbon ContaminatedABSTRACT. This study aims to determine the effect of N and P fertilizers and growing media on the growth and yield of peanut plants. There are 2 factors studied were N and P fertilizer consists of 4 levels : no fertilizer , 0.21 + 0.21 , 0.26 + 0.32 and 0.32 + 0.42 g / pot. Factors planting medium consisting of 3 levels: Entisol uncontaminated soil without bacterial isolates, entisols contaminated soil without bacterial isolates and soil contaminated Entisol given bacterial isolates. Parameters observed that the plant height, stem diameter, number of pods , pod weight and number of pods pithy planting, wet and dry weight of shoots, wet and dry weight of roots. The results showed that the best peanut plant growth observed in the treatment of N and P fertilizer dose of 0.32 + 0.42 g / pot ( 90 kg urea + 120 kg SP36/ha). Furthermore, growth and yield of peanut plants best observed in growing media entisols uncontaminated soil without bacterial isolates. Growth and yield of hydrocarbon contaminated peanuts given bacterial isolates better when compared with hydrocarbon contaminated soil without bacterial isolates

    Pemodelan Lahan Basah Potensial Berdasarkan Indeks Topografi di Bretagne, Prancis

    Get PDF
    ABSTRACT. Keberadaan lahan basah merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk mendukung keanekaragaman hayati. Topografi dan geomorfologi memainkan peranan penting dalam pengembangan lahan basah dan merupakan faktor pengembangan model lahan basah. Identifikasi lahan basah dapat digunakan sebagai dasar penentuan pengembangan prioritas berbasis aspek sosioekonomi dan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menduga luasnya potensi lahan basah pada daerah Bretagne. Untuk mengembangkan penelitian tersebut, digunakan 10 peta DAS di daerah Bretagne, Perancis. Untuk mengidentifikasi lahan basah potensial berdasarkan hidromorf tanah digunakan dengan 4 metode kriteria, yaitu: identifikasi hidromorfi, indeks perhitungan topografi, perhitungan ambang, dan validasi. Metode ambang yang digunakan antara peta lahan dan indeks topografi menunjukkan kondisi yang sama. Kita menggunakan metode ambang dan validasi dengan menggunakan 120 kombinasi peta lahan. Hasil indeks topografi adalah 4,7 dan semuanya dapat digunakan di seluruh wilayah Brittany.The Modelling Wetlands Potential Based on Topography Index in Bretagne, France ABSTRACT. Wetlands represent an important natural resource which supports natural biodiversity. Topography and geomorphology play a major role for the development of wetlands and are decisive factors for modeling wetlands extension. The importance of identifying wetlands, can be used as a basis for determining the development priorities that will be based on technical and socioeconomic aspects The objective of this research was to predict the spatial extent of potential wetlands in Brittany, France from a topographic index calibrated on a set of 10 detailed soil maps. In identifying potential wetlands, it based on soil hydromorph which conducted by method 4 criteria. The following four stages of analysis were respectively categorized: identification hidromorphy, calculation topographic index, calculation of threshold, and validation. A threshold method was conducted between soil maps and topographic index to indicate the similarity condition. We use for threshold and validation a new way using 120 combination of soil maps. The result of topographic index was 4.7 and it was applied for all Brittany

    Modifikasi Titik Muatan Nol Tanah Bermuatan Terubahkan melalui Pemberian Campuran Abu Terbang Batubara-Kotoran Ayam

    Get PDF
    ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran abu terbang-kotoran ayam (ATB-KA) terhadap perubahan titik muatan nol (TMN) tanah dan dampaknya terhadap jerapan dan ketersediaan P pada Ultisol. Dua perlakuan yang diuji adalah ATB-KA (w/w 1:1) pada dosis 0, 15, 30, 45 dan 60 ton ha-1, dan pemupukan P pada dosis 0, 87, 174, 261 dan 348 kg P2O5 ha-1. Perlakuan ini ditata dalam Rancangan Acak Lengkap yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi CATK untuk setiap dosis pemupukan P berkorelasi secara nyata dengan status tanah TMN, pH, muatan negatif, jerapan dan ketersediaan P. TMN berkorelasi positif dengan pH dan muatan negatif. Muatan negatif secara nyata berkorelasi negatif dengan jerapan P, dan berkorelasi positif dengan P tersedia.Modification of PZS of Soil With Variable Charge by Application of Coal Fly Ash-Chicken Manure MixtureABSTRACT. The objective of current research was to study the effect of coal fly ash-chicken manure mixture (FA-CM) on the changes on the soil PZC status and its impact on P sorption and availability in Ultisols. Two treatments - FA-CM mixture (w/w of 1:1) at the rate of 0, 15, 30, 45 and 60 ton ha-1, and P fertilization at the rate of 0, 87, 174, 261 and 348 kg P2O5 ha-1 were tested. These treatments were arranged according to Factorial Completely Random Design with three replicates. The results showed that the application of FA-CM for each dosages of P fertilizer correlated significantly with the status of soils PZC, pH, negative charge, P sorption and P-available. PZC has possitive correlation with pH and negative charge. Negative charge has a significantly negative correlation with P sorption, and posssitively correlation with P-available

    Pendugaan Cadangan Karbon Gambut pada Agroekosistem Kelapa Sawit

    Get PDF
    ABSTRAK. Peranan gambut terhadap lahan degradasi menjadi sangat penting dan bernilai dalam hal cadangan karbon karena berdampak terhadap hilangnya vegetasi akibat penggundulan dan kebakaran hutan. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan gambut pada agrosistem kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Tujuan penelitian ini untuk menduga cadangan karbon gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gambut berkisar antara 200 850 cm, bulk density antara 0,211 0,347 g cm-3 dan kandungan organik C sekitar 56,30 - 58,31%. Prediksi cadangan karbon adalah sebesar 1,675.361 - 9.055,922 ton C ha-1.The Prediction of Peatland Carbon Stocks in Oil Palm AgroecosystemsABSTRACT. The role of peat on degraded land becomes extremely important and valuable, for being the last carbon stocks because of the loss of vegetation due to deforestation and forest fires. This research was conducted in peatlands that have been used for oil palm agro-ecosystem, Ogan Komering Ilir District, South Sumatra. The purpose of the study was to estimate carbon stocks in peatlands. The results showed that the peat depth ranged from 200 to 850 cm, the bulk density between 0.211 to 0.347 g cm-3 and the organic C content of approximately 56.30 -58.31%. The prediction of carbon stock ranged from 1.675,361 ton C ha-1 to 9.055,922 ton C ha-1

    Pengaruh Varietas dan Konsentrasi Pupuk Bayfolan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)

    Get PDF
    ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas tanaman cabai dan konsentrasi pupuk bayfolan terhadap pertumbuhan dan hasil cabai serta interaksinya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua taraf varietas cabai (TM-999 dan Cemeti) dan empat taraf konsentrasi pemupukan bayfolan (0, 1, 2, dan 3 cc L-1 air). Peubah yang diamati adalah: tinggi tanaman 30, 60, 90 MST, jumlah cabang pada 60 dan 90 MST, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman dan bobot 100 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil yang terbaik dijumpai pada varietas TM-999. Konsentrasi pupuk bayfolan terbaik dijumpai pada 1 dan 2 cc L-1 air. Ada interaksi yang nyata antara varietas dan konsentrasi pupuk bayfolan terhadap tinggi tanaman pada 90 MST, dan interaksi terbaik dijumpai pada varietas TM-999 yang diberikan konsentrasi pupuk bayfolan sebanyak 1-2 cc L-1 air.The Effects of Varieties dan Bayfolan Fertilizer Concentration on Growth and Yield of Chili (Capsicum annum L.)ABSTRACT. The aim of this study was to determine the effect of chili variety and the concentration of Bayfolan fertilizer on the growth and yield of chili and the interaction between these factors. The research was conducted using a randomized block design with 2 factors of chili varieties and 4 factors of fertilizer which 3 replications. Factors studied are chili variety (TM-999 and Cemeti) and the concentrations of Bayfolan fertilizer (control, 1, 2, and 3 cc L-1 water). Observed variable was the plant height at 30, 60 and 90 days after planting (DAP), the number of branches at 60 and 90 DAP, the number of fruits per plant, the fruit weight per plant and weight of 100 fruit. The result showed the best growth and yield was found on chili varieties TM-999. The best concentration of Bayfolan fertilizer was found at 1 and 2 cc L-1 water. There is a significant interaction between varieties and the concentration of Bayfolan fertilizer on the plant height at 90 DAP, the best interaction was found between chili varieties TM-999 and Bayfolan fertilizer at concentration 1-2 cc L-1 water

    Keefektifan Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens untuk Mengendalikan Rhizoctonia solani Kuhn pada Bibit Cabai (Capsicum annum L.)

    Get PDF
    ABSTRAK. Trichoderma sp. telah dipertimbangkan para peneliti sebagai suatu alternatif dalam penggunaan fungisida tradisional yang efektif di bidang pertanian konvensional yang tidak meninggalkan residu baik pada tanaman maupun tanah. Penelitian ini akan menentukan efektifitas T. harzianum dan T. virens dalam mengendalikan R. solani pada perkecambahan C. annum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh sejak Maret sampai Juni 2011. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah: Kontrol, dosis T. harzianum 30 g tanaman-1, dosis T. harzianum 45 g tanaman-1, dosis T. virens 30 g tanaman-1, dosis T. virens 45 g tanaman-1, dosis T. harzianum 15 g + T. virens 15 g tanaman-1, dan dosis T. harzianum 22,5 g + T. virens 22,5 g tanaman-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis T. harzianum 22,5 g + T. virens 22,5 g tanaman-1 adalah paling efektif mengendalikan R. solani dengan rata-rata benih yang tumbuh dan tinggi tanaman, masing-masing 75% and 9,25 cm.The Effectivity of Trichoderma harzianum and Trichoderma virens to Control Rhizoctonia solani Khn on Seed of Capsicum annum L.ABSTRACT. Trichoderma sp. has been considered by researchers as an effective alternative to the use of traditional fungicides in conventional agriculture because it leaves no residue both on plant and soil. This work determined the affectivity of T. harzianum and T. virens to control R. solani on seedling of C. annum. The experiment was carried out at Plant Disease Laboratorium and Experiment Field Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from March to June 2011. The experiment was arranged in the randomized complete design using 7 treatments and 4 replications. The treatments were; Control, dosage of T. harzianum 30 g plant-1, dosage of T. harzianum 45 g plant-1, dosage of T. virens 30 g plant-1, dosage of T. virens 45 g plant-1, dosage of T. harzianum 15 g + T. virens 15 g plant-1, dosage of T. harzianum 22,5 g + T. virens 22,5 g plant-1. The result showed that dosage of T. harzianum 22,5 g + T. virens 22,5 g plant-1 is the most effective to control R. solani with averages of emergent seed and plat height, 75% and 9.25 cm, respectively

    Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi EM4 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai (Capsicum annum L.) Pada Tanah Entisol

    Get PDF
    ABSTRAK. Sebuah penelitian telah dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsentrasi dan waktu aplikasi EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai serta interaksinya terhadap produksi cabai pada tanah Entisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah konsentrasi EM4 terdiri dari 3 taraf: 5, 10, dan 15 ml liter-1 air dan waktu aplikasi terdiri dari 3 taraf: 1 minggu, 2 minggu dan 3 minggu setelah tanam. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30 dan 45, serta berat buah selama tiga kali panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi EM4 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST. Waktu aplikasi EM4 berpengaruh terhadap berat buah pada panen pertama, kedua, dan ketiga. Terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi dengan waktu aplikasi EM4 terhadap berat buah panen ketiga.The Effect of Concentration and Application Time of EM4 on Growth and Production of Chilli (Capsicum annum L.) in Entisol SoilABSTRACT. A research was conducted to study effect of concentration and application time of EM4 on growth and production of chilli in Entisol soil and interaction between these factors. These experiment was performed using a randomized complete block design with three replications. There were two factors studied, namely concentration of EM4, consisting of 3 levels: 5, 10 and 15 ml L-1 of water. The second factor was application time consisting of 3 levels: 1, 2, 3 week after planting. The observased parameters are plant height at 15, 30 and 45 day after planting (DAP), stem diameter at 15, 30 and 45 DAP and fruit weight for three times harvesting. The results showed that concentration of EM4 gave a significant effect on plant height at 45 DAP. Application time of EM4 gave significant effect on the first, second, and third time harvesting. There was significant interaction between concentration and application time of EM4 on fruit weight at the third time harvesting

    Amelioran Organik dan Mikoriza Meningkatkan Status Fosfat Tanah dan Hasil Jagung pada Tanah Andisol

    Get PDF
    ABSTRAK. Persoalan utama pada Andisol adalah tingginya kapasitas jerapan P tanah, sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan amelioran organik dan mikoriza dalam meningkatkan status P tanah dan hasil jagung. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan percobaan pot yang ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 4 x 2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian amelioran organik yang terdiri atas 4 taraf (jenis) yaitu tanpa amelioran, pupuk kandang, jerami padi dan daun gamal masing-masing sebanyak 20 ton ha-1 atau setara 111 g per polibag. Faktor kedua adalah aplikasi mikoriza dengan 2 taraf yaitu tanpa mikoriza dan pemberian mikoriza sebanyak 10 g per polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran organik dan mikoriza berpengaruh terhadap pH tanah, P total (ekstrak HCl 25 %), P tersedia (Bray 1) dan indek ketersediaan P tanah serta dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Kombinasi perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap status P dan pertumbuhan serta hasil jagung diperoleh pada pemberian pupuk kandang atau daun gamal yang dikombinasi dengan mikoriza.Organic Ameliorant and Mycorrhiza Increase Soil Phosphate Status and Maize Yield on AndisolABSTRACT. A common problem of Andisol soils is the high capacity for P adsorption, although total P content is relatively high. This characteristic causes inefficient use of P fertiliser, to the point that P deficiency can become a major constraint for crop production. This study aimed to determine the effect of organic ameliorants and mycorrhiza on the status of soil phosphate and yield of maize in Andisol. The experiment was carried out in pots and arranged in a randomized complete block design (RCBD) 4x2 factorial with 3 replications. The first factor is the addition of organic ameliorant consisting of 4 treatments: without ameliorant, manure, rice straw and Gliciridea leaves. The dosage of each ameliorant is 20 ton ha-1 or equivalent to 111 g per polybag. The second factor is the application of mycorrhiza, consisting of 2 levels, no mycorrhiza and mycorrhiza at 10 g per polybag. The results showed that the application of organic ameliorant and mycorrhiza affected soil pH, total P (HCl 25% extractable P), available P (Bray 1), and the P availability index and increased the growth and yield of maize in Andisol. The two treatments that provided the most effect on the status of soil phosphate and plant growth and yield of maize were manure, and Glyricidea leaves, in combination with the addition of mycorrhiza

    Pengaruh Dosis Urea, Arang Aktif, dan Zeolit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian urea, arang aktif dan zeolit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Perlakuan penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 3 ulangan. Perlakuan urea terdiri dari 3 taraf yaitu perlakuan tanpa urea, urea 150 kg ha-1 dan urea 200 kg ha-1. Perlakuan Arang aktif terdiri dari 2 taraf yaitu perlakuan tanpa arang aktif dan arang aktif 40 kg ha-1, serta perlakuan zeolit terdiri dari 2 taraf yaitu perlakuan tanpa zeolit dan zeolit 200 kg ha-1. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan urea memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST dan 45 HST, gabah per plot, dan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan umur 30 HST. Perlakuan arang aktif memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan padi umur 30 HST dan berat gabah per plot sedangkan zeolit berpengaruh terhadap jumlah anakan padi umur 30 HST. Terjadi Interaksi yang nyata antara ; urea dan arang aktif terhadap jumlah anakan umur 15 HST ; urea, arang aktif dan zeolit terhadap jumlah anakan umur 30 HST ; arang aktif dan zeolit terhadap jumlah anakan produktif.Effect of Urea, Active Charcoal, and Zeolite on Growth and Yield of Rice(Oryza sativa L.)ABSTRACT. The objectives of the research were to study effects of urea, active charcoal and zeolite on growth and yield of rice. The experiment was arranged in a factorial randomized block design with three replications. Factor of urea consisted of three levels, i.e. treatment without urea, urea 150 kg ha-1 and urea 200 kg ha-1. Factor of active charcoal consisted of two levels i.e. treatment without active charcoal and active charcoal 40 kg ha-1. Factor of zeolite consisted of two levels i.e. without zeolite and zeolite 200 kg ha-1. Results showed that urea exerted highly significant effects on plant height at age 30 days after transplanting (DAT) and 45 DAT, grain per plot, and exerted a significant effect on tiller numbers at 30 DAT. Active charcoal exerted significant effects on tiller numbers at 30 DAT and grain weight per plot, while zeolite exerted significant effect on tiller numbers at age 30 DAT. Significant interaction occurred between urea and active charcoal on tiller numbers at age 15 DAT; urea, activated carbon, and zeolite on tiller number at age 30 DAT; active charcoal and zeolite on productive tiller numbers

    133

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Agrista
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇