Jurnal Kalibrasi
Not a member yet
82 research outputs found
Sort by
Perancangan Alat Bantu Perakitan Axel Counter Rack (Acr) di PT Len Industri Persero Bandung
Penelitian ini dilakukan di PT LEN Industri bandung, penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi posisi dan sikap kerja yang tidak sesuai dengan aspek keseimbangan ergonomis, mengidentifikasi alat bantu yang dapat mengurangi posisi dan sikap kerja tidak baik.Tujuan penelitian adalah mendapatkan alat bantu untuk memperbaiki posisi dan sikap kerja yang tidak baik.. Masalah yang muncul yaitu posisi dan sikap kerja yang tidak baik saat melakukan perakitan rak. Berdasarkan permasalahan tersebut, akan dilakuakan analisa perancangan alat bantu dengan menggunakan pendekatan ekonomi gerakan dan Humen Center design (HCD). Dari hasil analisa diketahui maka alat bantu yang baik yaitu tangga lipat dan kunci Shock elektrik, dengan alat bantu tersebut sikap dan posisi kerja tidak baik berkurang
OPTIMALISASI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH UNTUK MENINGKATKAN PADS DALAM MENUNJANG OTONOMI DAERAH (Suatu studi kasus di Perusahaan Daerah BPR/LPK Kabupaten Garut)
Penelitian ini mengemukakan tentang optimalisasi kinerja Perusahaan Daerah (PD) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Sendiri (PADS) dalam menunjang Otonomi Daerah (Suatu studi kasus di Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat/Lembaga Perkreditan Kecamatan (BPR/LPK) Kabupaten Garut). Dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kontribusi laba dari Perusahaan Daerah BPR/LPK terhadap PADS di Kabupaten Garut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Memperoleh gambaran mengenai optimalisasi kinerja Perusahaan Daerah BPR/LPK untuk meningkatkan PADS dalam menunjang Otonomi Daerah, (2) Mengetahui kendala yang dihadapi Perusahaan Daerah BPR/LPK mengoptimalkan kinerjanya untuk meningkatkan PADS dalam menunjang Otonomi Daerah, (3) Mengetahui upaya apa yang dilakukan Perusahaan Daerah BPR/LPK mengoptimalkan kinerjanya untuk meningkatkan PADS dalam menunjang Otonomi Daerah Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dibantu dengan data kuantitatif berupa data hasil penarikan angket dan observasi. Hasil penelitian menyatakan kinerja PD.BPR/LPK di Kabupaten Garut untuk meningkatkan PADS belum menunjukkan hasil optimal dapat dilihat dari sumbangan perusahaan daerah terhadap pendapatan asli daerah sebesar Rp.188,9 juta dari total pendapatan asli daerah sebesar Rp.126,08 milyar. Hal ini dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dalam perusahaan yaitu efektivitas dan efisiensi, otoritas dan tanggungjawab, disiplin dan inisiatif belum dipahami dan dilaksanakan dengan baik
Ekologi Industry Berbasis Daya Dukung Lingkungan Untuk Pengembangan Kawasan Wisata Agro di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut
Agrowisata atau kegiatan wisata agrotourism, atau wisata agro merupakan penggabungan antara aktivitas wisata dan aktivitas pertanian yang terintegrasi dengan keseluruhan sistem pertanian dan pemanfaatan obyek-obyek pertanian sebagai obyek wisata, seperti teknologi pertanian maupun komoditi pertanian. Pengembangan wisata Agro merupakan salah satu strategi pembangunan yang dapat percepatan pembangunan wilayah khususnya wilayah-wilayah yang ekkonominya berbasis pertanian dan mempunyai produk pertanian unggulan. Meskipun demikian pengembangan wisata agro harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan memperhatikan daya dukung lingkungannya. Pemilihan strategi pembangunan dan teknologi yang tepat dalam merencanakan pemngembangan kawasan wisata agro diharapkan dapat meningkatkan nilai sektor pertanian di Kabupaten Garut pada umumnya khususnya di Barudua. Dengan menggunakan konsep ekologi industry pengembangan wisata agro di Barudua dapat meminimalkan limbah yang berarti juga meminimalkan resiko kerusakan lingkungan. Hal ini berarti pula menjaga daya dukung lingkungan sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan pariwisata berkelanjutan, dapat dikatakan sebagai pembangunan yang mendukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat
PENGEMBANGAN PRODUK PERMEN SUSU KARAMEL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA BERDASARKAN KEBUTUHAN KONSUMEN
Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS), untuk peneliti yang dilakukan adalah melakukan perancangan produk dan kemasan permen caramel susu yang di produksi oleh KPGS. Masalah yang muncul adalah perlu dilakukan pengembangan dan inovasi produk yang befokus terhadap keinginan pelanggan untuk dapat bersaing dengan produk kompetitor. Tujuan penelitian adalah mendapatkan desain kemasan dan mutu produk permen yang sesuai dengan keinginan pelanggan yang diharpakan akan meningkatkan produktivitas usaha. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dilakukan perancangan dan pengembangan produk permen caramel susu dengan menggunakan model QFD (Quality Function Deployment). Dari hasil analisa diketahui bahwa pengembangan produk yang perlu dilakukan adalah menambah variasi rasa pada isi produk, penggunaan kemasan yang menarik, danterdapat label halal pada kemasan
PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI TAMAN AIR PANAS DARAJAT PASS
This research was made to understandand analyze how big is the influence of marketing mix service toward customer loyalty using tourist service Taman Air Panas Drajat Pass. A method used in this research about the influence of marketing mix service toward customer loyalty arefield observation method, interview, questionnaire, and literature study using liker scale. In samle determination, the writer usedaccidental sampling method for about 90 samles whereas the approximation method used in data analysis methodis Linearregression method which has the function to know the relationship between independent variable, that is marketing mix (X) with dependent variable, that is customer loyalty (Y). The research showed us that marketing mix consist of: product (X1), price (X2), place (X3), promotion (X4), physical evidance (X5), people (X6),and (x7) simultaneously has a significant. Effect toward customer loyalty (Y). But partially, the one who has a significant effect toward customer loyalty is variableprocess with the significantlevel that is 0,017. This marketing mix can expalin that customer loyalty of Taman Air Panas Darajat Pass is 0,356 or 35,6% while the rest of it, that is 64,4% is the customer loyalty that has not been explained by customer’s attitude, purchasing conviction variable, evaluation variable normative conviction variable and motivation variable
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN TERHADAP KEBERLANJUTAN BISNIS TATA RIAS KECANTIKAN DI KABUPATAN GARUT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan terhadap keberlanjutan tata rias kecantikan di Kabupaten Garut. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam mengidentifikasi faktor determinan yaitu dengan pendekatan metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) untuk membantu dalam mengetahui faktor-faktor determinan terhadap berkelanjutannya tata rias kecantikan di Kabupaten Garut. AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas Saaty (1993). Sehingga hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penggunaan model Analytical Hierarkhi Process (AHP) dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan terhadap tata rias kecantikan di Kabupaten Garut, dengan memperhatikan faktor dari kepusan pelanggan
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU LILIN DENGAN MODEL PROBABILISTIC Q
CV. Taruna Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan lilin yang terletak di Sanding Atas Garut. Perusahaan memproduksi lilin setiap hari demi memenuhi permintaan pelanggan dari kota Garut, Bandung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Hal yang ditempuh perusahaan dalam mengelola persediaan bahan baku lilin belum bisa dikatakan baik karena karakteristik kebutuhan yang cenderung flukuasi dan tidak bisa diprediksi dengan pasti dapat menyebabkan jumlah bahan baku yang disediakan tidak dapat memenuhi kebutuhan atau melebihi dari kebutuhan. Dalam menemtukan perencanaan bahan baku pada masa yang akan datang digunakan model-model peramalan yang sesuai berdasarkan plot data yang cendrung naik (Trend), metode peramalan tersebut diantanya: Double Exponential Smooting (DES), Single Exponential Smooting (SES), dan Regresi Linier (RL). Untuk menyelesaikan permasalahan pengendalian persediaan yang pada CV. Taruna Jaya digunakan metode Probabilistik Q. Model persediaan ini cocok digunakan karena memiliki tiga pertanyaan dasar yang akan menjadi fokus untuk dijawab di dalam model ini, yaitu: (1) Besarnya jumlah barang yang akan dipesan untuk setiap kalai pemesanan dilakukan (q0), (2) Kapan saat pemesanan dilakukan (r), (3) Berapa besarnya cadangan pengaman (ss)
PENGUKURAN KINERJA TELLER DENGAN MENGGUKAN METODE SAMPLING PEKERJA DI BANK BRI UNIT
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, dunia bisnis mengalami perkembangan pesat sehingga terjadi kondisi persaingan yang semakin kompetitif. Dalam upaya peningkatan kinerja organisasi, keselarasan tujuan organisasi dan tujuan setiap individu yang ada di dalam organisasi merupakan hal penting. Sehubungan dengan itu, diperlukan sistem penilaian kinerja yang menggambarkan kondisi kinerja perusahaan yang akurat. Sampling pekerja adalah salah satu alternative pengukuran kinerja yang bertujuan menggabungkan ukuran kinerja produktif dan non produktif. Pengukuran ini merupakan hasil dari suatu proses berdasarkan misi dan strategi dari suatu perusahaan. Terdapat empat aspek yang diukur dalam sampling pekerja yaitu perspektif produktif, perspektif konsumen, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari karyawan dan nasabah Bank BRI Unit cibatu. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan Bank BRI Unit cibatu per desember periode tahun 2012, 2013. Populasinya adalah seluruh nasabah dan karyawan Bank BRI Unit cibatu, sedangkan sampel yang diambil masing-masing adalah 100 responden untuk nasabah dan 100 responden untuk karyawan. Hasil kuesioner tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson. Untuk menentukan skor tingkat kepuasan nasabah dan karyawan menggunakan analisis faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja Bank BRI Unit cibatu dengan menggunakan konsep sampling pekerja. Dengan menggunakan penilaian kinerja tersebut, dapat diketahui bahwa hubungan sebab akibat antara faktor pendukung kinerja dengan hasil yang dicapai. Sehingga diharapkan Bank BRI Unit cibatu mampu menjadi Bank terpercaya, memiliki komitmen dan dapat menghasilkan laba yang optimal
PERAN e-CATALOGUE DALAM PROSES PENGADAAN ELEKTRONIK
Saat ini teknologi informasi telah banyak dimandaatkan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa di pemerintah. Salah satu bagian penting dalam sistem pengadaan elektronik (e-procurement) adalah modul katalog produk (e-catalogue). Modul ini menyimpan informasi produk dan jasa dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Peranan e-Catalogue sangat penting karena menjadi dasar dalam komporasi spesifikasi barang/jasa yang akan diadakan. Tulisan ini membahas secara lebih luas peranan dari modul e-Catalogue dalam sistem e-procurement yang ada. Melalui penerapan e-Catalogue yang baik, pengguna e-procurement akan memperolah manfaat nyata yang diwujudkan dalam bentuk efisiensi dan efektifitas proses pengadaan yang dijalankan
Perencanaan Strategi Pengembangan Usaha Kain Tenun Sutra Dengan Pendekatan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus Di Pabrik Sutra Tiga Putra)
oai:sttg:article/46Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan serta merumuskan dan merencanakan strategi pengembangan usaha kain tenun sutra di pabrik sutra Tiga Putra dalam upaya memperoleh banyak relasi bisnis dan menambah nilai profitabilitas bagi perusahaan. Didalam penelitian ini metodologi yang digunakan dalam perencanaan strategi pengembangan usaha ini yaitu dengan pendekatan metode Balanced Scorecard (BSC), metode balanced scorecard pada awalnya diciptakan untuk mengatasi problem tentang kelemahan sistem pengukuran kinerja yang berfokus pada aspek keuangan, selanjutnya balanced scorecard mengalami perkembangan implementasinya bukan hanya sebagai alat pengukur kinerja namun meluas sebagai pendekatan dalam penyusunan rencana stratejik (Mulyadi, 2001). Sehingga hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa penggunaan model Balanced Scorecard (BSC) dapat dilakukan untuk merencanakan dan merumuskan strategi pengembangan usaha kain tenun sutra dengan tidak melupakan kapasitas dari perusahaan itu sendiri