Jurnal Kalibrasi
Not a member yet
    82 research outputs found

    Usulan Peningkatan Kualitas Layanan di Hotel X Menggunakan Metode Servqual dan IPA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas layanan hotel X telah memenuhiiharapanipelanggan, mengetahui atribut-atributiyang perlu di tingkatkan agar memenuhi harapan pelanggan dan mengetahui usulan peningkatan untuk atribut-atribut kualitas layanan yang seharusnya untuk meningkatkan kualitas layanan hotel X. Metodeiyangidigunakan adalahimetodeiServqual (ServiceiQuality) dan Importance Performance Analysis. Hasiliyang didapatiadalahidiketahuinyaikualitas layanan yangidiberikan pihakihotel selama ini belumimemenuhi harapanipelanggan karena nilaiikualitas (Q) yang dihitung ≤i1. Hasilidari analisisimetodeiImportanceiPerformanceiAnalysisididapat atribut pelayanan yangimenjadi prioritasipeningkatan adalah petugas hotel menggunakan alat bantu dalamimemberikan pelayanan, petugasihotel cermat dalamimemberikan pelayanan, petugas dapat diandalkan dalam menangani masalah pelayanan, dan petugas melakukan pelayanan dengan cepat. Adapun usulan peningkatan untuk atribut yang menjadi prioritas peningkatan adalah menyediakan alat bantu untuk para petugas dan petugas harus selalu menggunakan alat bantu tersebut, petugas harus teliti, tidak asal-asalan dan selalu berhati-hati dalam dalam memberikan pelayanan, memberi petugas hotel pelatihan khusus cara memberikan pelayanan, selalu memberi arahan kepada petugas, dan memberi petugas tanggung jawab supaya petugas hotel lebih propesional dan dapat diandalkan dalam menangani masalah pelayanan, serta melatih petugas pelayanan untuk bertindak cepat dan tidak berleha-leha dalam melayani pelanggan

    Pengaruh Faktor Sosial, Pribadi, Harga, dan Desain Terhadap Keputusan Pembelian Batik Lokal Melalui Teknologi Informasi

    Full text link
    Aktivitas pembelian produk dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah teknologi informasi yang pada saat ini cukup berperan penting pada aktivitas jual beli. Selain itu, terdapat beberapa faktor juga yang mempengaruhi keputusan pembelian diantaranya yaitu faktor sosial, pribadi, harga, dan desain.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor teknologi informasi yang mempengaruhi terhadap faktor sosial, pribadi, harga, dan desain untuk mendukung keputusan pembelian suatu produk oleh konsumen.   Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan regresi linier dan path analysis dengan melibatkan 100 responden serta pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara random acak.  Berdasarkan hasil penelitian, maka didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian yaitu: faktor sosial, harga, dan desain serta dukungan teknologi informasi mampu mempengaruhi faktor harga dan desain terhadap keputusan pembelian batik lokal.  Berbagai upaya untuk meningkatkan pembelian konsumen dapat dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu: memperbanyak relasi komunikasi menggunakan teknologi informasi (online) agar dapat mempermudah pemasaran produk sehingga informasi mengenai harga dan juga desain produk dapat diinformasikan melalui internet atau pemasaran online

    Rancangan Perbaikan Produktivitas Terhadap Perubahan Design di Departemen Produksi Sewing

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang menyebabkan turunnya produktivitas pada proses produksi Busana Muslim Rabbani Line 4A di CV. Y. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode OMAX (Objective Matrix), FTA (Failure Tree Analysis) untuk mengidentifikasi faktor dominan yang meyebabkan turunnya produktivitas karena adanya pergantian desain produk, dan perbaikannya dengan metode SMED (Single Minute Exchange Of  Die). Hasil dari penelitian ini didapatkan faktor dominan penyebab turunnya produktivitas yaitu faktor jam kerja, dimana karena adanya pergantian desain menyebabkan semua mesin harus ada proses set-up. Berdasarkan metode SMED sebagai metode untuk perbaikan diketahui waktu set-up setiap mesin pembuatan busana muslim mengalami penurunan sebesar 7 menit/mesin dengan memisahkan internal set-up (kegiatan yang hanya dilakukan pada saat mesin berhenti)  dan eksternal set-up (kegiatan set-up yang dapat dilakukan saat mesin berjalan), waktu set-up sebelum penerapan SMED sebesar 551 menit/line (19 mesin), sedangkan waktu set-up sesudah penerapan SMED dapat diturunkan sebesar 133 menit/line, maka penurunan waktu set-up sebesar 24% setiap ada proses set-up mesin

    Rancangan Perbaikan Prosedur Pengelolaan Limbah Kulit di Sukaregang Kab. Garut

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang terjadi pada pengolahan limbah kulit di sukaregang kab garut, agar perusahaan tersebut memiliki standar operasional prosedur dalam proses produksinya. Metode yang akan digunakan untuk mengidentifikasi bahaya tersebut dengan menggunakan metode HAZOP (Hazard and Operability Study). Hasil yang didapatkan pada metode HAZOP menunjukan bahwa risiko bahaya bahaya (ekstrim) adalah faktor pencemaran lingkungan pengolahan limbah kulit, faktor tersebut meliputi perendaman (soaking), pengapuran (liming), pembuangan kapur (deliming), pengasaman (pickling), penyamakan (tanning), dan penyamakan (retanning). Alternatif perbaikan untuk perbaikan untuk keenam bahaya limbah tersebut menggunakan analisis pengendalian risiko yang meliputi eliminasi, substitusi, perancangan, administrasi, dan Alat Pelindung Diri (APD). Berdasarkan hasil pengendalian risiko terdapat beberapa alternatif solusi dan kemudian dilakukan analisis dengan metode Risk Assesment untuk terjadinya frekuensi kemungkinan terjadinya bahaya dan metode Risk Matrix untuk dievaluasi berdasarkan seberapa besarnya atau seberapa tingginya tingkat risiko. Sedangkan untuk implementasi keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan dengan pembuatan prosedur kerja yang aman dalam menunjang aktivitas pengolahan kulit

    Strategi Pengembangan Usaha Petani Kentang Berbasis Agroindustri dalam Upaya Meningkatkan Nilai Tambah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah dan strategi pengembangan usaha petani kentang dengan mengolahnya menjadi kerupuk kentang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2019, sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer yang diambil melalui observasi dan wawancara langsung kepada petani kentang di Kecamatan Pasirwangi. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan dan nilai tambah, analisis kelayakan bisnis dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan dari pengolahan kentang menjadi kerupuk kentang memberikan nilai tambah sebesar Rp. 4.548,09/ Kg, sedangkan dari pengolahan kerupuk kentang dari hasil panen kentang semi/sedang (PL/DN) dan kentang kecil (Ares) pada saat harga kentang naik memberikan nilai tambah sebesar Rp. 7.991,85/ Kg, sedangkan dari pengolahan kerupuk kentang dari hasil panen kentang semi/sedang (PL/DN) dan kentang kecil (Ares) pada saat harga kentang turun memberikan nilai tambah sebesar Rp. 4.200,19/ Kg. Proses pengolahan kerupuk kentang layak dan menguntungkan untuk didirikan. Strategi pengembangan usaha petani kentang ialah melakukan pengolahan kerupuk kentang dengan bahan baku yang dimiliki dengan memasarkannya ke pasar-pasar yang ada disekitar Kabupaten Garut dengan didukung dengan penggunaan media online dan dengan terus meningkatkan inovasi baik itu rasa maupun kemasan agar produk kerupuk kentang ini berbeda dengan produk-produk pesainganya

    Analisis Keputusan Pembelian Mesin Rajut Otomatis dengan Menggunakan Metode AHP dan SAW

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui alternatif terbaik dalam pembelian mesin rajut otomatis berbasis komputer dan mengetahui kriteria-kriteria yang harus dipertimbangkan mesin tersebut, sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di PD Fauzi Perdana Abadi yaitu terjadinya turnover karyawan yang sangat berpengaruh terhadap proses produksi yang dilakukan. Pemecahan masalah ini menggunakan dua pendekatan dalam sistem pendukung keputusan antara lain Metode Analytical Hierarchy Process dan Simple Additive Wieghting, dengan metode AHP sendiri memiliki kelebihan yaitu dapat mengakomodir pendapat-pendapat dari stakeholder, akan tetapi dari sisi lain mesin rajut otomatis sendiri memiliki spesifikasi teknis dari mesin – mesin yang ditawarkan tersedia, alangkah lebih baik jika pada proses pemilihanya melibatkan model pengabilan keputusan yang berbasis kuantitatif, model pengambilan keputusan yang relevan untuk digunakan yaitu  adalah SAW. Hasil yang didapat bahwa urutan faktor-faktor pendukung untuk pembelian mesin rajut otomatis ini berdasarkan bobot terbesar hingga terkecil adalah harga, biaya perawatan, kapasitas produksi, daya listrik dan usia pakai. Kemudian dari lima alternatif mesin rajut otomatis yang dapat dibeli, berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SAW dengan perolehan bobot terbesar adalah alternatif ke 5 (A5)

    Identifikasi Faktor Pendirian Usaha Bata Merah Berdasarkan BOCR

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak – dampak yang berpengaruh terhadap pendekatan total usaha bata merah di Kabupaten Garut. Sering kali muncul kendala didalam usaha bata merah sehingga mengakibatkan kegagalan dalam menjalankan sebuah usaha. Metode yang digunakan adalah ANP ( Analytic Network Process) dan analisis BOCR (Benefit Opportunities Cost Risk). Hasil yang didapat bahwa dampak – dampak yang berpengaruh terhadap total usaha bata merah adalah nilai stabil dengan bobot tertinggi dalam pendekatan BOCR adalah Cost, Risk, Benefit, Opportunites . Dan untuk penentuan strategi menggunakan analisis SWOT. Dan terdapat penentuan strategi Strength-Opportunities, Sterngth-Treats, Weakness-Opportunities, Weakness-Treats untuk menanggulangi dampak – dampak tersebut

    Penentuan Depot Plastik Menggunakan Metode MDVRP

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan berdasarkan dari masalah distribusi yang dialami perusahaan, dimana lokasi perusahaan yang jauh dengan retailer dan tidak ada rute yang jelas pada saat proses distribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi pendistribusian plastik, lokasi sebaran depot plastik, dan rute optimal pendistribusian didaerah Garut. Variabel utama penelitian ini adalah jarak antar retailer plastik. Metode penelitian yang digunakan pada kali ini adalah metode MDVRP. Tahap penelitian terdiri dari Clustering yaitu dengan menggunakan metode nearest neighbor, routing dengan menggunakan Chebishev’s Theorism dan Scheduling menggunakan metode Genetic Algorithm. Hasil yang diperoleh adalah jumlah depot dengan batasan jarak dan lokasi optimal berdasarkan jarak, serta rute distribusi dari tiap depot dan rute distribusi dari wholeseller ke depot. Penelitian ini dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya mengenai MDVRP yang dapat dilakukan dengan metode yang berbeda pada tiap prosesnya serta dengan perbedaan batasan penelitian yang dilakukan baik dari jumlah retailer, beban angkut, ataupun dengan penambahan waktu

    Jadwal Induk dan Kapasitas Produksi Menggunakan MPS dan RCCP di PT. XYZ

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jadwal induk produksi dan kapasitas produksi pada PT. XYZ . Produk yang dibuat terdiri dari tiga jenis yaitu Produk pintu, kusen dan Pintu geser. Metode yang digunakan untuk penelitian ini manufacturing resousce planning (MRP II) mulain dari dari perencanaan aggregate sampai dengan jadwal induk Produksi dan perhitungan kapasitas produksi atau Rought cut capacity planning (RCCP). Hasil yang diperoleh adalah tersercanakannya jadwal induk produksi dan kapasitas produksi. Analisa dilakukan dengan membandingkan antara kapasitas yang dibutuhkan dalam perencanaan dan kapasitas tersedia diperoleh hasil kapasitas yang tersedia melebihi kapasitas yang dibutuhkan sehingga penyesuainan sumberdaya yang dimiliki. Mengetahui hasil dari perbandingan dari RCCP dengan kapasitas tersedia kemudian adanya perbaikan kapasitas tersedia untuk tidak melebihi kapasitas. dengan menggunakan metode perencanaan kapasitas produksi (RCCP)

    Evaluasi dan Pengembangan Strategi Bisnis Perusahaan Menggunakan Balanced Scorecard

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi, membuat rancangan strategi agar dapat bersaing secara berkelanjutan serta menentukan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Objek penelitian ialah PD. Anggia yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di industri makanan yaitu molen kering mini. Teknik dalam penelitian ini adalah dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan dengan Matrik Internal Factor Evaluation (IFE) dan Matrik External Factor Evaluation (EFE). Kemudian menentukan posisi perusahaan saat ini untuk mencari alternatif strategi dengan Matrik Boston Consulting Group (BCG), Setelah alternatif strategi diketahui disusunlah strategi perusahaan menggunakan Balanced Scorecard (BSC). Dari salah satu perspektif teknik yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 responden dan 14 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan perusahaan dalam lingkungan internal external berada pada sel II yang disebut strategi pertahankan dan pelihara, darihasil matrik BCG diketahui bahwa PD. Anggia berada pada kuadran II (Star) yang berarti PD. Anggi berada pada posisi yang sangat kuat sebagai pemimpin dalam bisnis molen kering. Karena peluangnya sangat besar, maka pilihan terbaik bagi perusahaan adalah melaksanakan ekpansi dan meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap citra produk serta peningkatan kemampuan kinerja karyawan terhadap perusahaan, sehingga strategi perusahaan dapat dikatakan sangat baik

    80

    full texts

    82

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kalibrasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇