JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik
Not a member yet
271 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN PELAKSANAAN PELAYANAN PUSKESMAS DI KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR
One form of health care facilities to the public organized by the government is a publichealth center. HCF is central to the development of public health in fostering publicparticipation also provides a comprehensive and integrated services to the public. PHChas the authority and responsibility for the maintenance of public health in the workingarea. Health services provided puskesmas is comprehensive health services whichinclude services: curative (treatment), prevention (prevention), promotion (healthimprovement) and rehabilitative (health recovery). The service is addressed to allresidents, not differentiates the sexes and ages, from conception in the womb until theage cap. The formulation of the problem in this research, How to influence the planning,coordination, human resource development and performance assessment ofmanagement performance PHC?, Among the variables of planning, coordination,human resource development and performance assessment Which dominant influenceon the performance of the health center management? The method used is quantitative.The results of a study showing the planning variables have high standardized betacoefficients of the three variables To improve management of health centers need to dogood planning health center level, coordination between health centers should be carriedout human resource development and health center performance assessment. This wasdone shines the efforts that promote independence Keywords: planning, coordination,human resource development, performance assessment, performance managementclinic, Jomban
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM NTB-BSS DI LOMBOK TENGAH
Penelitian ini fokus pada  Analisis Faktor-Faktor Pengaruhi Keberhasilan Program NTB – BSS di kabupaten Lombok Tengah. Rumusan masalah penelitian adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan Program NTB-BSS di kabupaten Lombok Tengah. Pendekatan teoretis yang digunakan untuk menganalisis yaitu implementasi kebijakan Publik menurut model George C. Edward III, yaitu analisis melalui empat faktor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan suatu kebijakan yaitu faktor sumber daya, komunikasi, disposisi dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan dengan cara dari Miles dan Huberman. Hasil peneltian bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Program NTB-BSS di kabupaten Lombok Tengah yaitu faktor sumber daya bahwa perlunya penambahan SDM, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan pengembangan, perlunya penambahan sarana dan prasarana yang didukung dengan fasilitas lapangan.  Perlunya semakin diintensifkan sosialisasi dengan keterlibatan pemangku kepentingan, perlunya kejelasan tupoksi, juklak dan juknis pelaksanaan program dan terakhir kejelasan leading sector penanggugjawab pelaksanaan program.Kata kunci:  Kebijakan Program NTB-BSS, pelaksanaan program, keberhasilan progra
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA INSTRINSIK PEGAWAI DAN MOTIVASI KERJA EKSTRINSIK DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN TABANAN
Research on the productivity of employees working in the Department of Populationand Civil Registration of Tabanan Regency is based on the promise that publicorganizations today must run a really professional job functions as well as increasedefforts to public service more accountable and transparent. The most fundamentalissue related to human resources in the public sector is the low level of employees’productivity so there is an impression that the public sector is currently seem morelikely to be served rather than serving. This study uses a quantitative approach totest the relationship between the variables studied, where the specifics of this studyexamined the relationship of intrinsic and extrinsic work motivation with theproductivity of employees working in the Department of Population and CivilRegistration of Tabanan Regency. Number of employees used as sample in this studywas 50 employees, who all served in the Department of Population and CivilRegistration of Tabanan Regency. The sampling technique is done by using arandom sampling technique. The results showed that the productivity of employeesin the Department of Population and Civil strongly related to intrinsic job motivationand extrinsic work motivation. To improve the level of employee discipline, effortsto increase employee motivation and productivity seems very important to do.Judging from the increase in work motivation aimed at productivity levels ofemployees in achieving organizational performance. In terms of motivation, theawards system for employee’s job performance is also very important to note. Theseefforts need to be done as soon as possible so that the productivity of employeesworking in the Department of Population and Civil Registration of Tabanan Regencycan be improved, which is of course in the end it will be able to give a positiveimpact in terms of improving organizational performance
PENINGKATAN PEROLEHAN PENDAPATAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA KAUMAN KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO (Studi Tentang Peran Perangkat Desa Dalam Meningkatkan Kesadaran Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan Di Desa Kauman Kecamatan
Pajak merupakan alat bagi pemerintah dalam mencapai tujuan untuk mendapatkan penerimaan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung dari masyarakat guna membiayai pengeluaran rutin serta pembangunan nasional dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perangkat desa kepada masyarakat dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti telah melakukan surfei dan penelitian di Desa Kauman baik dari perangkat desa maupun dari masyarakat wajib pajak. Hasil dari penelitian baik dari sisi perangkat desa sebagai pemungut pajak dan masyarakat desa sebagai pembayar pajak. Penelitian ini lebih menitik beratkan pada Peran Perangkat Desa dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak bagi masyarakat Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori dari Herzberg yaitu dengan memberi hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan berprestasi, bertanggung jawab, kemajuan, dapat menikmati pekerjaan itu sendiri dan adanya pengakuan atas semua itu. Dengan memaparkan secara deskriptif kualitatif dengan didukung dari sumber wawancara dan studi lapangan, Sedangkan lokasi penelitian ini adalah pada masyarakat Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro. Dari hasil penelitian ini, penulis menemukan beberapa faktor utama faktor yang mempengaruhi realisasi PBB yaitu kurang pengetian masyarakat terhadap kewajiban pembayaran PBB, kurangnya penyuluhan dari aparat, dan tidak mempunyai kesadaran membayar PBB karena kemiskinan. Dan juga seharusnya terobosan-terobosan agar pendapatan terpenuhi baik dari perangkat maupun masyarakat Desa Kauman Kecamatan Bojonegoro. Kata Kunci : Faktor Yang Mempengaruhi Realisasi Pajak Bumi dan Banguna
BUDAYA ORGANISASI, EFEKTIVITAS ORGANISASI, DAN EKSISTENSI ORGANISASI DESA ADAT DALAM PEMBANGUNAN (KASUS DESA ADAT SESEH DAN DESA ADAT GERANA, KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI)
Indigenous village as a community organization in Bali has its own character which isdifferent than other organizations. Organization customary village has a goal: jagadhitasarwa sami Hita (Prosperous Spiritual Material), and sukerta Prahyangan governance,governance sukerta Palemahan Pawongan and sukreta governance. Organizationcustomary village has a position that is very important and strategic in dealing withvarious problems of development. The research problems, a. How can organizationalculture indigenous villages were able to maintain the existence of indigenous villagesunder construction in the traditional village and Gerana Badung Seseh? b. How can theeffectiveness of customary village organizations in development in indigenous villagesand indigenous villages Gerana Seseh Badung? c. How the existence of the traditionalvillage and village customs Seseh Gerana under construction in Badung? Penelianqualitative research method used. Results pelitian, organizational culture, organizationaleffectiveness, and the existence of customary village organizations and indigenousvillages Gerana Seseh almost no difference. But because of geographical differencesthat indigenous villages Seseh is located in the southern area (beach) which is the areaof tourism, while the indigenous villages Gerana located in the northern area(mountains) is still an agricultural area so that the indigenous villages Seseh andindigenous villages Gerana there is little difference namely: (1) the traditional villageSeseh: organizational culture is strong, the effectiveness of optimal organization, theleadership, the village board custom, fully held by the younger generation, the processof democratization, rationalization goes well, the activities of traditional village entirelyhandled together with impeccable manners (residents) indigenous villages. (2) Thetraditional village Gerana: strong organizational culture, optimal organizationaleffectiveness, leadership, traditional village board, has not yet held by the youngergeneration. The process of democratization, rationalization enough to run well, and therole of parents, traditional leaders still dominant with the traditional village activities.Keywords: Organizational Culture, Organizational Effectiveness, and the existence ofthe Organization of Indigenous Village, Seseh, GeranaÂ
KUALITAS PELAYAANAN PENERBITAN DOKUMEN SURAT KETERANGAN TINGGAL SEMENTARA (SKTS) DI KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA TAHUN 2014
Judul penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan Penerbitan Dokumen Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) Di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Fokus penelitian ini berangkat dari banyaknya penduduk pendatang dari luar Kota Surabaya khususnya mahasiswa yang belum memiliki SKTS, dikarenakan rumit dan kurangnya kualitas dalam pelayanan pembuatan SKTS. SKTS ini berguna untuk mengetahui seberapa banyak jumlah penduduk musiman yang datang disurabaya. Penelitian ini dilakuakan dalam rangka memenuhi persyaratan penyelesaian program sarjana pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik universitas 17 Agustus 1945. Tujuan penelitian ini adalah ingin mendiskripsikan Kualitas Pelayanan Penerbitan Dokumen SKTS di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dilaksanakan melalui wawancara dengan para informan dan serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelayanan penerbitan dokumen SKTS dikecamatan rungkut mengenai kualitas pelayanan bahwa kebijakan tersebut cukup berkualitas dalam pelaksanaanya karena sesuai dengan keputusan Menpan Nomor 63 Tahun 2003Â yang menggunakan 10 indikator pedoman penilaian yang terdiri dari kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggungjawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan,dan kenyamanan dapat ditarik kesimpulan bahwa indikator tersebut sudah berjalan dengan baik, pelayanannya tidak menyulitkan dan berbelit-belit serta tidak di pungut biaya retribusi dalam pengurusan pembuatan SKTS. Namun penulis menyarankan sebaiknya dalam pelaksanan ini pemerintah Kecamatan Rungkut harus lebih peduli terhadap masyarakat untuk mensosialisasikan sarana dan prasaranan baru yang ada di pelayanan kecamatan melalui Ketua RT yang ada di Kecamatan Rungkut. Sedangkan disisi lain Kota Surabaya mewajibkan warga pendatang untuk memiliki SKTS demi keamanan dan kenyamanan Kota Surabaya.Kata Kunci : Kualitas, Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS), Pelayanan, Kecamatan Rungkut
ANALISIS KEBIJAKAN PENENTUAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI JAWA TIMUR
Providing education and training of civil servants is always based on a system which isa series of 3 (three) stages, namely 1) determination of educational and training needs;2) the education and training; and 3) evaluation of post education and training. Theineffectiveness of the implementation of policy determination of the needs of educationand technical training as well as functional is affected by 4 (four) factors: a lack ofeffective communication, inadequate resources, disposition or necessary tendency of theparties concerned still needs to be improved and the bureaucratic structure of Board ofEducation and Training East Java Province who have not specified the task ofidentifying the needs of education and training into staff duties. Based on the results ofthe study as stated, so that the implementation of policy determination of the needs ofeducation and technical training as well as functional can achieve maximum resultscompared with the current, then the determination of need for education and trainingwould need to be addressed more effectively based on needs analysis and anyorganization providing education and technical and functional training should be basedon educational needs and appropriate training. Model analysis of the correspondingneed at the moment is T-NAT that can be tested and adapted to conditions of Board ofEducation and Training of East Java province at this time.Keywords: Policy Analysis, Education and Training of Civil Servant
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMKOT SURABAYA DALAM PENANGANAN BANJIR ( Studi di Dinas Bina Marga dan Pematusan )
Terjadinya banjir di Surabaya sudah merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun. Setiap musim penghujan adalah musim banjir. Walaupun demikian, pemerintahan kotamadya Surabaya berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi dan menangani banjir yang selalu terjadi di Surabaya. Oleh karena itu dalam kesempatan ini peneliti ingin mengadakan penelitian yang bertujuan untuk komunikasi dan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintahan kota Surabaya digerakkan untuk mencegah serta menangani banjir yang selalu terjadi di Wilayah Kota Surabaya. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan menggunakan wawancara sebagai alat pengumpulan data kepada sejumlah narasumber. Narasumber bersumber dari anggota masyarakat yang selalu mengalami masalah banjir dan juga dari pegawai Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan. Penelitian dilakukan di awal bulan Desember 2013 sampai dengan pertengahan bulan Januari 2014. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kota Surabaya telah berusaha seoptimal mungkin mendayagunakan aparatnya dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dalam mencegah serta menangani banjir yang terjadi. Demikian juga, anggaran dana telah dikerahkan agar banjir semakin lama semakin terkendali sehingga tidak menjadi masalah yang selalu menyulitkan bagi kebanyakan warga.Kata Kunci: Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan, Kota Surabaya, Banjir
STUDI HUBUNGAN PEMERINTAH DESA DENGAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KONANG, KECAMATAN GLAGAH, KABUPATEN LAMONGAN
Study of village goverment relationship with village conference department in avillage regulation construction in Konang Village, Subdistrict Glagah, LamonganRegency. The relationship between village goverment with village conferencedepartment in a Konang village regulation construction based on each duty, rightauthority, and obligation legally as work partners. This study is conducted toknow the mechanism of village regulation construction in Konang village, therelation between village conference department with Konang village goverment inan arrangement of village regulation and a result of village regulation at 2015 thathave been arranged and assigned by the village conference department in thepartnership with village goverment. Based on the result of the study, themechanism of regulation arrangement in Konang village is devided intopreparation step that includes of planning and preparation, and process thatincludes of formulation step, discussion, and arrangement technique, and assignedstep, invitation, and dissemination. The village conference department with theKonang Headman have good relationship. It happen because the villageconference department and Konang village govertment have carried out their eachduty and right authority in the village regulation arrangement.The villageregulation that have been constructed and assigned by the village conferencedepartment with Konang village goverment have been run well.Key words : relationship, village goverment, village conference department, andvillage regulation
IMPLEMENTASI PROGRAM BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN DI DESA BARENG KECAMATAN NGASEM KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2014
Program Raskin merupakan subsidi pangan sebagai upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin. Tujuan Program Raskin adalah memberikan bantuan dan meningkatkan atau membuka akses pangan keluarga miskin dalam rangka memenuhi kebutuhan beras sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat pada tingkat harga bersubsidi dengan jumlah yang telah ditentukan dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Sasaran Program Raskin tahun 2014 adalah berkurangnya beban pengeluaran 15.530.879 Rumah Tangga Sasaran dalam mencukupi kebutuhan pangan beras melalui pendistribusian beras bersubsidi sebanyak 15Kg/RTS/bulan selama 12 bulan dengan harga Rp 1.600/Kg netto ditempat penyerahan yang disepakati (titik distribusi). Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Implementasi Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro tahun 2014? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Implementasi Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan data primer yaitu dengan kuesioner terbuka dan data sekunder yaitu dengan studi dokumentasi dan kepustakaan. Metode analisis data menggunakan model deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian Implementasi Program Beras Untuk Keluarga Miskin di Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro tahun 2014 menurut teori George Edward III yang dipakai peneliti untuk mengukur implementasi program raskin adalah belum terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan Program Raskin.Kata kunci: implementasi, program raski