Biocelebes
Not a member yet
310 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale Var. Rubrum) DALAM MENINGKATKAN MOTALITAS DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA MENCIT (Mus musculus L.)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak jahe Merah dalam meningkatkan motilitas dan morfologi spermatozoa pada mencit jantan (Mus musculus L.). Ekstrak jahe dikenal mengandung senyawa-senyawa aktif yang memiliki potensi untuk meningkatkan fungsi reproduksi. Ekstrak Jahe juga dilaporkan memiliki aktivitas androgenik karena mampu meningkatkan konsentrasi hormon testosteron dalam serum. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain acak lengkap. Sebanyak 15 mencit jantan dewasa dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan, Pada penelitian ini, kelompok pertama digunakan sebagai kontrol yang diberi air putih sebagai perlakuan normal. Kelompok kedua dan ketiga diberikan perlakuan dengan ekstrak jahe merah dengan dosis berbeda yaitu 300 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB selama 15 hari. Perhitungan motiltas menggunakan analisis Guest sedangkan morfologi dengan mengamati spermatozoa di bawah mikroskop. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jahe dosis rendah dan dosis tinggi berpengaruh pada motilitas dan morfologi spermatozoa mencit. Sehingga disimpulkan pemberian ekstrak jahe merah dengan dosis 300 mg/KgBB meningkatkan motilitas dan morfologi sedangkan pada dosis 600 m/KgBB menurunkan motilitas spermatozoa mencit
ANALISIS PENGARUH TINGKAT FREE FATTY ACID (FFA) TERHADAP KUALITAS CRUDE PALM OIL (CPO) PADA PABRIK INDUSTRI KELAPA SAWIT PT. Agro Muko Po. Mill
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi yang besar didalam sektor pertanian dan perkebunan, salah satu jenis tanaman yang saat ini dijadikan sebagai komoditas perkebunan yaitu kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan dan industri sebagai penghasil berbagai minyak seperti minyak industri, minyak masak, serta minyak bahan bakar atau biodiesel. Proses produksi nya dimulai dengan melakukan buah kelapa sawit sampai berubah menjadi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. Salah satu parameter utama dalam menentukan kualitas dari CPO adalah kadar free fatty acid (FFA) yang terkandung didalam nya. FFA merupakan asam yang di bebaskan pada hidrolisa dari lemak yang ada pada kelapa sawit. Peningkatan kandungan FFA pada minyak kelapa sawit disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya yaitu terjadinya kerusakan morfologi dan mikroorganisme pada buah kelapa sawit. Semakin tinggi presentase kandungan FFA pada CPO maka semakin rendah pula kualitas CPO tersebut, hal ini karena kadar FFA dapat menyebabkan banyak perubahan pada CPO.
yaitu dapat menyebabkan ketengikan, perubahan rasa pada minyak, serta warna pada minyak yang dihasilkan. Selain itu tingginya kadar FFA didalam minyak kelapa sawit juga dapat menyebabkan menurunnya nilai jual pada CPO sehingga akan mengakibatkan kerugian perusahaan
PEMETAAN WILAYAH POTENSI LONGSOR DESA CUKILAN KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI: Faktor pemicu, Faktor pendukung dan potensi longsor
Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang merupakan desa dengan dominasi penggunaan lahan untuk pertanian karena memiliki curah hujan yang tinggi dan sesuai untuk beberapa tanaman. Curah hujan yang tinggi dapat menguntungkan petani namun beberapa kondisi dapat merugikan masyarakat sekitar karena sering mengakibatkan bencana alam salah satunya adalah longsor. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peta persebaran potensi longsor di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur pendugaan longsor dan pelaksanaan survey lapangan. Studi literatur dilakukan unutuk mengetahui peta persebaran potensi longsor yang dibuat oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/DVMBG dengan menggunakan data curah hujan, kelerengan, geologi, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Pelaksanaan survey lapangan dilakukan untuk mendukung keadaan lapangan berdasarkan pendugaan peta potensi longsor dengan melalukan pengambilan contoh tanah dengan sistem bebas atau random sampling pada tiap wilayah dengan menganalisis beberapa parameter yaitu permeabilitas tanah, tekstur tanah, bobot isi, kedalaman solum, dan kebatuan permukaan. Hasil penelitian ini berupa peta yang menunjukkan bahwa Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang memiliki beberapa daerah tingkat klasifikasi potensi longsor yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah
POPULASI & POLA DISTRIBUSI Buchanania arborescens (Blume) Blume (Anacardiaceae) PADA TANAH ULTRA- MAFIK DESA PODI, KECAMATAN TOJO, KABUPATEN TOJO UNA-UNA, SULAWESI TENGAH
This study aims to determine the distribution pattern and population density of Buchanania arborescens (Blume) Blume in Ultramafic Soil, Podi Village, Tojo District, Tojo Una-Una District, Central Sulawesi. Observations were made using the purposive sampling method by establishing five (5) transects 50x10 m in size which there were subplots with size 10x10 m to observe tree (DBH >10 cm), 5x5 m for the sapling and 2x2 m for seedling with a distance of 20 m between transects. The distribution pattern of Buchanania arborescens at the study site was determined by calculating the morbidity index with the results of calculations on seedling phase Id (0.04), sapling Id (0.05) and tree Id (-1.00). The highest density of Buchanania arborescens is in the seedling phase with a value of 200 individuals/Ha, the sapling phase is 176 individuals/Ha and the lowest value is in the tree phase with a total density of 40 individuals/Ha. The results showed that the distribution pattern of Buchanania arborescens for the seedling and sapling phases were clumped, while the tree phase was uniform. The density of Buchanania arborescens was rare density category
FORMULASI MEDIA PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus (Jacq.) P. Kumm.) BERBAHAN DASAR DEDAK PADI DAN LIMBAH KOPI
Rice bran and coffee waste as a medium and source of nutrients needed for the growth of the white oyster mushroom mycelium (Pleurotus ostreatus (Jacq.) Kumm.). This research has been carried out at Microbiology Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Tadulako University. This study has almed : (1) To determine the growth of white oyster mushrooms (P. ostreatus (Jacq.) Kumm.) in the formulation of rice bran and coffee waste media. (2) Knowing the ratio in the media formulation of rice bran waste and coffee waste that can provide the best growth of white oyster mushroom (P.ostreatus (Jacq.) Kumm.). Data analysis research used in a completely randomized design (CRD), consisting of seven treatments and three replications, namely P1 (100% rice bran), P2 (95% rice bran + 5% coffee waste powder), P3 (90% rice bran + 10% coffee waste powder), P4 (85% rice bran + 15% coffee waste powder), P5 (80% rice bran + 20% coffee waste powder), P6 (75% rice bran + 25% coffee waste powder), P7 (sawdust 70% + rice bran 20% + corn flour 10% (positive control). The results showed that the best mycelium of growth were P7 and P1. The highest number of colonies were at treatment P7 1,26x1012CFU/gr and the lowest was P1 0,26x1012CFU/gr. The fastest incubation time was found in P7, which was 25 days and the lowest was in treatment was P6, 48 days
PROFIL DARAH PASIEN KUCING (Felis catus ) YANG TERKENA LEUKOPENIA DAN ANEMIA DI UPTD RUMAH SAKIT HEWAN SUMATERA BARAT: BLOOD PROFILE OF CATS (Felis catus) PATIENTS AFFECTED BY LEUKOPENIA AND ANEMIA AT UPTD ANIMAL HOSPITAL, WEST SUMATRA
ABSTRACT
Cats are animals that are often kept either kept in the house or left free in the yard of the residence. Cats are often attacked by viruses which can cause the body to become weak and lethargic, so blood tests are needed. The aim of this study was to determine the blood profile of cat (Felis catus) patients affected by leukopenia and anemia at the UPTD of the West Sumatra Veterinary Hospital. The research method used was data collection from the results of hematological examinations of the blood of cat patients at the West Sumatra Veterinary Hospital Laboratory starting from 19 June - 21 July 2023. Cat blood samples taken came from various breeds and genders without age restrictions. Based on the research carried out, the results showed that there were 8 cats affected by leukopenia and 8 cats affected by anemia. This disease is caused by a virus, where anemia is caused by the Feline Infectious Peritonitis (FIP) virus and the virus that causes leukopenia is the feline panleukopenia virus.
ABSTRAK
Kucing merupakan hewan yang sering dipelihara baik dipelihara dalam rumah maupun dibiarkan bebas di pekarangan tempat tinggal. Kucing seringkali terkena serangan virus yang dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah dan lesu sehingga perlu dilakukannya pemeriksaan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil darah pasien kucing (Felis catus) yang terkena leukopenia dan anemia di UPTD Rumah Sakit Hewan Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan berupa pengumpulan data dari hasil pemeriksaan hematologi darah pasien-pasien kucing di Laboratorium Rumah Sakit Hewan Sumatera Barat mulai dari tanggal 19 Juni – 21 Juli 2023. Sampel darah kucing yang diambil berasal dari berbagai ras dan jenis kelamin tanpa batasan umur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa terdapat 8 ekor kucing yang terkena leukopenia dan 8 ekor kucing yang terkena anemia. Penyakit ini disebabkan oleh virus, dimana anemia disebabkan virus Feline Infectious Peritonitis (FIP) dan virus yang menyebabkan leukopenia adalah Feline panleukopenia virus
DISKRIPSI DAN MANFAAT TANAMAN OBAT DI PEDESAAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN APOTIK HIDUP (STUDI KASUS DI KELURAHAN IJOBALIT)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui manfaat jamu yang ada di desa sebagai sumber pengobatan tradisional dan mencari desa-desa yang memiliki potensi tinggi untuk cadangan kebun herbal. Metodologi penelitian adalah survey dengan proporsiv random sampling di kelurahan ijobalit, Kabupaten lombok timur. Sampel penelitian adalah 10 % dari lingkungan sebagai populasi. Mereka adalah lingkungan ijobalit lauq, Makmur, daya dan selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 5 spesies tumbuhan obat yang biasa di manfaatkan oleh masyarakkat sebagai sumber obat tradisional. Herbal ini dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit, seperti: Gatal, Radang, Flu, Ginjal, Diabetes, Liver, Maag, Reumatik, Menurunkan Lemak, Tinggi ketegangan, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain. Namun pemanfaatan jamu sebagai obat tradisional sudah belum dimanfaatkan oleh penduduk desa. Jamu tersebut jarang di gunakan sebagai alternatif dikarenakan banyak masyarakat untuk memilih ke dokter, tetapi desa ini memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan kebun herbal
KEANEKARAGAMAN DAN PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT DI KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER
Tumbuhan obat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Kecamatan Umbulsari, masyarakat memiliki pengetahuan yang bervariasi mengenai tumbuhan obat yang memungkinkan ditemukannya manfaat yang sama pada tumbuhan berbeda. Selain itu terdapat permasalahan mengenai masyarakat yang tidak sadar dengan potensi tumbuhan obat di sekitar, tumbuhan obat belum teridentifikasi secara lengkap, terdapat ancaman berupa pola pikir masyarakat yang ingin instan serta cepat dalam pengobatan dengan menggunakan obat kimia, mudahnya mendapatkan obat-obatan kimia, dan rendahnya minat generasi muda terhadap tumbuhan obat di Kecamatan Umbulsari. Penelitian dilaksanakan bulan Januari-Februari 2022, tujuannya untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat dan manfaat tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling melalui wawancara semi terstruktur, pengamatan langsung dan dibantu dengan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 67 jenis tumbuhan obat dari 33 famili dengan famili terbanyak yaitu Zingiberaceae yang terdiri dari 8 jenis tumbuhan obat. Bagian tumbuhan obat yang paling banyak dimanfaatkan yaitu daun, dan cara pemanfaatan yang paling banyak digunakan yaitu perebusan. Manfaat tumbuhan obat yang paling banyak digunakan yaitu sebagai obat hipertensi, masalah pencernaan, batuk dan kolesterol
APLIKASI KOMPOS CAIR AEROB DAN ANAEROB PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG: Application of Aerobic and Anaerobic Liquid Compos on Corn Plant Growth
The price of chemical fertilizers and potential environmental risks are the reasons for using compost. Liquid compost extracted from compost has many advantages that a compost. Liquid compost is available quickly and has a higher concentration compared to compost. The effectiveness of liquid compost depends on the aeration treated in the production process. The study aimed to determine the growth of corn plants fed with either aerated liquid compost or an aerated liquid compost. This study was conducted by a Complete Randomized Design with two factors. The first factor is the type of liquid compost, aerobic and anaerobic liquid compost. The second factor is the dose of a liquid compost, 100 ml and 200 ml of liquid compost. The growth medium was drenched with aerobic or anaerobic liquid compost in the first and third weeks after planting. The results showed that plants fertilized by aerobic or anaerobic liquid compost increased plant growth. The plant fertilized by anaerobic liquid compost had higher plant growth than it fertilized by aerobic liquid compost.
Key words: aerobic, anaerobic, corn plants, liquid compost
Harga pupuk kimia dan potensi resiko lingkungan merupakan alasan penggunan kompos. Kompos cair merupakan ekstrak dari kompos memiliki keuntungan yang tidak dimiliki oleh kompos yaitu tersedia dengan cepat dan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kompos. Efektifitas kompos cair tergantung dari aerasi yang diberikan pada proses pembuatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman jagung yang diberi kompos cair yang dibuat secara aerob dan anaerob. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acal Lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis kompos cair yaitu kompos cair aerob dan anaerob. Faktor kedua adalah dosis pemberian kompos cair yaitu 100 ml dan 200 ml. Media tanam tanaman jagung diberi kompos cair aerob atau anaerob di minggu pertama dan ketiga setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos cair aerob atau anaerob meningkatkan pertumbuhan tanaman. Peningkatan pertumbuhan tanaman lebih tinggi terjadi pada tanaman yang diberi kompos cair anaerob dibandingkan dengan yang diberi kompos cair anaerob.
Kata kunci : aerob, anaerob, pupuk cair, tanaman jagun
INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT LERENG GUNUNG KAWI MALANG
Tumbuhan obat sudah dikenal dan dimanfaatkan sejak dahulu. Namun kini zaman telah berkembang lebih modern dan pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat kian tergantikan oleh obat kimiawi ditambah dengan kurangnya minat dari anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat lereng Gunung Kawi Kabupaten Malang dan untuk mengetahui cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat. Sampel dalam penelitian ini adalah tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar lereng Gunung Kawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang dilaksanakan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi kepada masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi kepada masyarakat sekitar lereng Gunung Kawi dapat disimpulkan bahwa terdapat 36 spesies tumbuhan dari 23 famili berbeda yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat dengan famili paling banyak adalah Zingiberaceae (7 spesies) diikuti oleh Acanthaceae, Rutaceae, dan Apiaceae (3 spesies) serta Malvaceae, Lamiaceae, dan Piperaceae (2 spesies). Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat dilakukan dengan berbagai cara seperti direbus, dihaluskan, diperas, maupun dibuat jamu dengan berbagai cara konsumsi seperti diminum maupun dimakan. Berbagai organ dari tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu seperti daun, rimpang, buah maupun seluruh bagian tumbuhan tersebu