DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment)
Not a member yet
3762 research outputs found
Sort by
Analisis Tipografi dalam Konten Instagram @disbudparkotasemarang sebagai Penguatan City Branding Semarang “Simpul Ekonomi Jawa”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kesesuaian antara branding yang dicanangkan dengan proses branding yang diaplikasikan melalui tipografi pada desain visual tampilan unggahan @disbudparkotasemarang. Data diambil dari akun Instagram yang diunggah sejak city branding Semarang, “Simpul Ekonomi Jawa”, dimunculkan. Analisis dilakukan dengan melihat pada jumlah bentuk huruf yang digunakan dan jenis tipografi yang ada di dalamnya. Hal ini kemudian dikaitkan dengan bentuk tipografi yang ada di dalam logo city branding Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah kesesuaian antara bentuk huruf dan jenis tipografi dengan bentuk dan jenis tipografi yang ada pada logo city branding Semarang “Simpul Ekonomi Jawa”. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembuatan standarisasi penggunaan tipografi dan huruf pada unggahan Instagram untuk memperkuat city branding Semarang “Simpul Ekonomi Jawa”
Analisis Desain Karakter dan Worldbuilding pada Game “Juragan Kost” sebagai Representasi Visual Budaya Kos-Kosan di Indonesia
Permainan seringkali dibuat dengan merepresentasikan kehidupan sehari-hari agar pemain dapat merasakan pengalaman dari kegiatan dalam game tersebut dan memunculkan identitas suatu hal. Pada game “Juragan Kost”, desain karakter dan worldbuilding tersebut dapat berperan untuk merepresentasikan visual budaya kos-kosan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis representasi visual budaya kos-kosan yang muncul dengan menganalisis tiga kategori karakter menggunakan metode Manga Matrix dan worldbuilding menggunakan teori dari The Kobold Guide to Worldbuilding. Melalui analisis yang dilakukan, karakter dan worldbuilding di dalam Game Juragan Kos dirancang dengan matang menggunakan visual budaya kos-kosan yang ada di Indonesia sebagai referensi dan ditunjukkan melalui visual game
Implementasi Photovoice dalam Komunitas Tuli: Fotografi sebagai Medium Komunikasi Visual
Individu dalam komunitas tuli menghadapi tantangan unik dalam berkomunikasi karena memiliki keterbatasan komunikasi verbal. Komunikasi verbal seringkali tidak memadai untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan, sehingga dibutuhkan sarana bagi individu tuli menyampaikan pengalaman melalui medium visual yakni fotografi. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian fotografi sebagai medium komunikasi visual pada kegiatan photovoice dalam komunitas Tuli, serta melihat bagaimana fotografi dapat menjadi ekspresi bagi yang tuli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian partisipatif dan eksploratif untuk memahami bagaimana pengimplementasian photovoice dalam komunitas tuli. Photovoice merupakan metode untuk individu mengidentifikasi, mempresentasikan dan memperkuat komunitas melalui teknik fotografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan photovoice yang diimplementasi dapat disesuiakan dengan kebutuhan penelitian dan dapat digunakan secara lebih luas dan menciptakan peluang partisipasi yang lebih inklusif. Disimpulkan, bahwa pengimplementasian fotografi dalam kegiatan photovoice memberikan kontribusi positif sebagai medium komunikasi visual bagi komunitas tuli dan dapat menciptakan narasi yang kuat yang mungkin sulit diungkapkan melalui kata-kata verbal
Ragam Hias Majapahit sebagai Alternatif Desain Motif
Masa kejayaan sampai keruntuhan Majapahit meninggalkan beragam budaya berwujud cerita dan ragam hias yang tersebar di beberapa daerah, khususnya di Mojokerto, Jawa Timur. Ragam hias peninggalan kerajaan majapahit sebagai kekuatan budaya yang khas dan harus dilestarikan, salah satunya dengan cara menelaahnya, sehingga ragam hias tersebut dapat diadaptasi ke dalam produk-produk sekarang. Dengan meneliti artefak tersebut dan menghasilkan beberapa desain motif, maka motif tersebut dapat diterapkan pada berbagai desain perhiasan, motif kain, dan lain lain. Telaah digunakan metode kualitatif dengan hasil, antara lain: beberapa ragam hias majapahit yang akan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: ragam hias utama, ragam hias isin-isin dan ragam hias pengisi. Lambang kerajaan Majapahit dan beberapa ragam hias lain berbentuk geometris dan organik sebagai perwujudan dari buah Maja (asal nama kerajaan Majapahit), banyak ditemui di ragam hias peninggalan kerajaan Majapahit. Komposisi desain motif akan diwujudkan dengan tiga teknik menurut teori dari Welianto. Beberapa desain motif tersebut dapat diterapkan dalam pembuatan produk, antara lain : pola motif pada kain dengan teknik batik dan motif pada desain perhiasan
Representation of Home: Negotiating Indonesian Identity through Vlogs of Indonesian Women in Transnational Marriage
As the transnational marriages rise among Indonesians, family vlogs on transnational marriages perform as an indicator of their existence on YouTube. Through daily vlogs, it captures the complexity of transnational family’s life. The mixed culture and identity have become a great challenge for spouses to perform their everyday life, especially for Indonesian woman, who come as a migrant to follow their partners abroad. As a migrant who live in a foreign country, they have to adjust to the environment but as a part of transnational marriage they are carrying a responsibility to pass over both her and her husband’s culture and identity to the family. This paper will examine two YouTube accounts of transnational marriage families which are Kimbab Family and Pita’s Life. Through vlogs, the women negotiate their Indonesian identity in practicing the family. This study uses a textual approach to explain the construction of Indonesian identity in transnational marriages based on their everyday life captured from the vlogs. The result of this research is both Kimbab Family and Pita’s Life representing Indonesian identity through the articulation of nationalism by participating on Indonesian events, vlogs as a ‘translanguaging space’, and finally through food as the articulation of Indonesian diversity. It shows that the identity of transnational marriages are fluid and continues to go through negotiation process
Digital Amnesia in Indonesia Generation Z on Instagram Advertisement Information Absorption
Digital Amnesia is the experience of forgetting information that you trust a digital device to store and remember for you. The researcher uses four indicators of digital amnesia: remember without looking up, emotional impact of losing data or access to data, behavior related to internet searches, and install IT securities on devices. This research will find out the level of digital amnesia in Indonesia Generation Z on Instagram advertisement information absorption. The research is using quantitative descriptive approach and online survey method. The questionnaire was distributed to 100 respondents using purposive sampling method. The theories used by the researcher include the S-O-R (Stimulus-Organism-Response) theory, Marketing Public Relations theory, Digital Amnesia theory and Consumer Behavior theory. The research shows that Generation Z experiences digital amnesia the most when they see Story Ads, and the least when they see Reels Ads. This is supported by the data showing that Generation Z is categorized as having high levels in all four indicators (remember without looking up, emotional impact of losing data, behavior related to internet searches, and install IT security on devices)
Konstruksi Prahara Sambo: Jurnalisme Viral dalam Bingkai Media Online
Penelitian ini berangkat dari pengamatan bahwa logika media massa dan logika berbagi di media sosial, telah mengaburkan perbedaan antara profesional dan amatir. Tujuan penelitian ini adalah mengurai keterkaitan antara framing media dan berita berstandar viral dalam peristiwa kasus Ferdy Sambo di media online dengan engagement media sosial tertinggi. Penelitian ini menggunakan content tools Buzzsumo untuk menarik data dengan pencarian words trends “Ferdy Sambo” dan “Putri Candrawathi” dengan metode analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukan dua bingkai utama. Pertama, pembunuhan Brigadir J sebagai bentuk menjaga kehormatan keluarga oleh Ferdy Sambo. Kedua, Putri Candrawathi meskipun berstatus sebagai tersangka, cenderung ditampilkan media sebagai tokoh protagonis yang menjadi korban kekerasan seksual. Sementara itu, berdasarkan identifikasi elemen berita viral, ditemukan elemen elite people, negative, conflict/violence dan shocking mendominasi kedua words trens. Adapun elemen sexuality mendominasi dalam words trends ‘Putri Candrawathi’. Hasil penelitian juga menunjukan unsur sensasi untuk menciptakan rasa emosional pembaca, dominan dalam bingkai teks media. Kesimpulannya, obsesi media terhadap viralitas membuat penggunaan diksi atau frasa cenderung digunakan untuk memanipulasi emosi pembaca. Akibatnya, narasi media cenderung abai untuk menyampaikan informasi yang utuh dan komperhensif
Axiomatization of Transit Flow Estimation
Transit flows between stations are typically estimated indirectly using fare collecting data rather than through direct measurement. Traditional methods approximate transit flows by adapting Origin-Destination (OD) trip estimation techniques. However, these approaches have two significant limitations. First, transit link flows represent the number of passengers remaining within the transit vehicles between stations, while OD flows specifically represent passengers entering at one station and exiting at another station. Second, traditional methods rely on the assumption that a cost function is necessary without providing mathematical justification. Consequently, there lacks a robust theoretical foundation explicitly tailored for transit flow estimation. This paper addresses this gap by developing an axiomatic framework based on the Ideal Flow Network. Through systematic mathematical derivations, we identify key balance conditions and necessary constraints to achieve more accurate transit flow estimation
Implementasi Pendekatan Arsitektur Permakultur Pada Perancangan Lanskap Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunung Kidul
Gereja Katolik Santo Yusuf di Singkil, Gunungkidul, Yogyakarta, memiliki kebutuhan dasar pengembangan ruang ibadah baru akibat pelebaran Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa. Selain kebutuhan pengembangan ruang, gereja menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan sosial, terutama kekeringan akibat kondisi geologi kawasan karst, kebisingan dari Jalur Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa, serta keterbatasan ekonomi masyarakat. Pendekatan arsitektur permakultur yang berorientasi pada keberlanjutan, produktivitas, dan kemandirian komunitas diterapkan sebagai solusi permasalahan. Perwujudan pendekatan melalui integrasi sistem rainwater harvesting guna mengatasi keterbatasan sumber air, pengembangan kebun hortikultura produktif untuk meningkatkan perekonomian lokal, serta strategi pengendalian kebisingan menggunakan elemen alami seperti taman vertikal dan fitur air. Selain itu, pengelolaan lahan gereja dilakukan dengan pendekatan holistik, termasuk pembangunan greenhouse untuk hortikultura yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Implementasi konsep permakultur dalam desain arsitektur dan lanskap gereja ini tidak hanya menjadi solusi atas tantangan lingkungan, tetapi juga menciptakan hubungan harmonis antara bangunan dan ekosistem sekitarnya. Melalui penerapan prinsip permakultur, desain gereja tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual jemaat, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem yang lebih lestari dan mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, Gereja Katolik Santo Yusuf tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, ketahanan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi. Melalui strategi yang diterapkan, proyek ini diharapkan dapat menjadi model arsitektur ekologi yang dapat diterapkan pada permalahan perancangan serupa