Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA HEALTHY LIFESTYLE DENGAN SELF-ESTEEM SISWA SMA DI BANTUL, YOGYAKARTA
Self-esteem merupakan perasaan seseorang tentang diri sendiri terkait pentingnya prestasi, hubungan interpersonal yang positif, dan kesejahteraan psikologis. Rendahnya self-esteem saat remaja merupakan prediktor kesehatan fisik dan mental yang buruk. Self-esteem yang rendah ditemukan pada individu yang memiliki gangguan psikiatris seperti depresi, gangguan makan, gangguan kecemasan, dan penyalahgunaan zat. Healthy lifestyle adalah kegiatan individu untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya yang terbentuk dari aktivitas fisik secara teratur, rutin, serta menjaga pola makan yang seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara healthy lifestyle dengan self-esteem siswa SMA di Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik stratified random sampling. Sampel berjumlah 354 siswa berasal dari 6 SMA di 6 Kecamatan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kriteria inklusi: 1) Siswa SMA berstatus aktif di Kabupaten Bantul; 2) Usia 15 -20 tahun; 3) Bersedia menjadi responden, dan kriteria eksklusi: 1) menggunakan obat antidepresan atau narkotik. Instrumen yang digunakan yakni Kuesioner the Healthy Lifestyles Beliefs Scale (HLB), terdiri 16 item pertanyaan dan kuesioner Rosenberg self-esteem scale (RSES) terdiri dari 10 item pertanyaan. Data dianalisis menggunakan Spearman Rank dengan aplikasi SPSS. Mayoritas responden memiliki pola hidup sehat sebanyak 201 siswa (57%) dan harga diri rendah 199 siswa (56%). Hasil uji spearman rank menunjukkan nilai p-value 0.005 (<0.05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara healthy lifestyle dan self-esteem dan nilai r = 0.148 menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan antara kedua variabel adalah lemah
EFEKTIVITAS SENAM HIPERTENSI DALAM MENJAGA TEKANAN DARAH PADA KOMUNITAS LANSIA
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada lansia, dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Berbagai metode telah digunakan untuk mengendalikan tekanan darah, salah satunya melalui aktivitas fisik seperti senam hipertensi. Senam ini bertujuan meningkatkan elastisitas pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi darah, serta mengurangi resistensi perifer yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Selain itu, senam hipertensi juga dapat meningkatkan kapasitas aerobik, mengurangi stres, serta membantu regulasi hormon yang berperan dalam keseimbangan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah jurnal, buku, dan dokumen akademik yang membahas efektivitas senam hipertensi dalam mengontrol tekanan darah pada lansia. Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melakukan senam hipertensi selama 60 menit sekali seminggu selama 4 minggu mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan. Senam hipertensi terbukti sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mengontrol tekanan darah, terutama jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam hipertensi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah jika dilakukan dengan durasi dan intensitas yang sesuai, serta didukung pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Senam ini dapat menjadi alternatif yang mudah diterapkan dalam pengelolaan hipertensi secara nonfarmakologis
Penerapan Therapy Massage Eating Difficulties Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan
Stunting describes less non-nutritional status or in the period of growth and development since the beginning of life is from the nutrition of less pregnant women (kek) and in pregnancy until children are born. The incidence of stunting state is presented with a high-level Z-Score on the growth standards according to WHO. Therapy MassageIt is part of the traditional healing methods that are classified in the oldest and the most oldest and the most popular tape therapy is known to man.Eating DiffiCultiesIt can occur in all child age groups, but the type of difficulty eating and the cause is different, as well as the degree and duration. Causes of Events Difficulty May be due to a particular disease or abnormalities, but also some kind of disease or factor together. This study aims to apply the therapy massageing of tied difictiones with stunting events in children 0-12 months in the work area of the Sungai Limau of 2023. TypeThis study included quantitative research where the research design used isdesignquasi ecperimental,withOne Group Pretest and Post Test Design.This research was conducted in the Limau River Puskesmason the date of August 30- 12 September 2024. The population in this study is family with stunting children, with 11 samples. The results of the implementation of the implementation of the implementationTherapy Massage Eating DiffiStiesWith the stunning event on child 0-12 months daded p value = 0,000 & 0,001 <0,05 which means there is a relationship betweenTherapy Massage Eating DiffiStiesWith the stunning event on child 0-12 months.It is expected that the active role of the government, especially health workers to cope with the stunting events in children because children are the successor and the world of dunians. It is expected to parents to apply the massage therapeuts inhabitati child in order to trigger eating napsu in children
PENGARUH PEMBERIAN OAT LOTION TERHADAP PENGURANGAN SKALA PRURITUS PADA PASIEN HEMODIALISA
Pruritus merupakan salah satu keluhan kulit yang sering dialami oleh pasien hemodialisis akibat akumulasi toksin uremik dan gangguan keseimbangan elektrolit. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang potensial untuk mengurangi pruritus adalah penggunaan oat lotion, yang memiliki sifat antiinflamasi, antipruritus, dan pelembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas oat lotion dalam menurunkan skala pruritus pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis rutin dua kali seminggu di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Intervensi berupa aplikasi oat lotion dua kali sehari selama dua minggu yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dievaluasi selama empat kali pertemuan. Terdapat penurunan skor pruritus dari skor 7 menjadi 5, serta perbaikan kondisi kulit kering berskala 9 menjadi 5. Hal ini menunjukan pemberian oat lotion efektif dalam menurunkan skala pruritus.Kata kunci : Oat lotion, Pruritus, Hemodialisis, Terapi Non-Farmakologi
Profil Interaksi Obat Antidiabetes pada Pasien Geriatri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penyakit Komorbid di Instalasi Rawat Inap RSI Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2024
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit atau gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah akibat sekresi insulin yang tidak normal. Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang memiliki angka morbiditas, komplikasi, dan mortalitas yang lebih tinggi pada populasi usia lanjut dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih muda. Pada usia lanjut, seseorang umumnya menderita lebih dari satu penyakit kronis yang memerlukan penanganan khusus. Pasien yang mengalami komplikasi seringkali memerlukan terapi dengan banyak jenis obat yang meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil pola pengobatan dan interaksi obat yang terjadi pada pasien geriatri diabetes melitus tipe 2 dengan penyakit penyerta di Instalasi Rawat Inap RSI Siti Rahmah Kota Padang. Sampel yang digunakan sebanyak 62 rekam medis. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan data retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien rawat inap RSI Siti Rahmah Kota Padang. Hasil studi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan menunjukkan keparahan sedang sebanyak 42 kasus (59,15%), keparahan ringan sebanyak 28 kasus (39,44%), dan keparahan berat sebanyak 1 kasus (1,41%).Kata Kunci: Obat antidiabetik, Komorbid, DM tipe 2, Interaksi Oba
Studi Kecelakaan Kerja Akibat Kelelahan Kerja Pada Pakerja Sektor Maritim
kelelahan pada awak kapal (ABK) menurunkan kewaspadaan dan meningkatkan risiko kesalahan operasional, sehingga berkontribusi pada kecelakaan kerja di koridor pelayaran pesisir sungai Balikpapan Samarinda.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat kelelahan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada ABK klotok di Pelabuhan Klotok Balikpapan dan Pelabuhan Sungai Kunjang, Samarinda. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan sampel anak buah kapal penyeberangan. Instrumen penelitian berupa kuesioner alat ukur perasaan kelalahan kerja (KAUPK2) dan pertanyaan kejadian kecelakaan kerja selama 12 bulan terakhirData dianalisis menggunakan uji statistik kuesioner.Hasil: Mayoritas responden mengalami kelelahan sedang (55,9%), diikuti ringan (36,0%) dan berat (8.1%), dimana sebanyak 67.6% responden pernah mengalami kecelakaan kerja. Kesimpulan: hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan kelelahan dengan kejadian kecelakaan kerja pada awak kapal penyeberangan
PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA SANTRI
Skabies dapat terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah kebersihan diri yang kurang terjaga. Skabies menduduki peringkat ke 2 dari 5 penyakit terbanyak yang terjadi di Pondok Pesantren Fathul Huda dengan angka kejadian skabies di Pondok Pesantren Fathul Huda setiap bulannya cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan diri dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Fathul Huda Rimbo Ulu Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pemeriksaan Burrow Ink Test dengan jumlah sampel 113 responden dengan teknik stratified random sampling. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji Chi square. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara higiene perorangan dengan kejadian skabies pada santri dengan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa higiene perorangan dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Fathul Huda Rimbo Ulu memiliki hubungan yang signifikan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi santri dalam pencegahan skabies, diharapkan pihak Pondok Pesantren dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan kepada santri dengan cara bekerja sama dengan pihak Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan memberikan penyuluhan terkait skabies dan higiene perorangan sebagai dasar kebutuhan manusia pada santri. Kata Kunci : Personal Hygiene; Santri; Skabie
PENERAPAN TERAPI MUROTTAL DAN POSISI SEMI FOWLER PADA PASIEN POST KRANIOTOMI STROKE ICH: STUDI KASUS
Post Kraniotomi merupakan tindakan bedah yang dilakukan pada pasien dengan perdarahan intrakranial (ICH). ICH merupakan kondisi kegawatdaruratan yang berisiko menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian jika tidak segera ditangani secara operatif. Studi kasus ini bertujuan untuk melihat perubahan status hemodinamik dan jalan napas dengan pemberian intervensi terapi murottal dan posisi semi fowler. Pendekatan deskriptif, observasi, dan dokumentasi digunakan dalam metode studi kasus ini yang dilaksanakan di ruang ICU RS PKU Yogyakarta pada pasien dengan diagnosis pasca kraniotomi akibat perdarahan intraserebral (ICH). Subjek penelitian, yaitu Tn. I, dipilih berdasarkan kesesuaian dengan karakteristik sampel yang ditetapkan. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan terapi murottal, posisi semi fowler, pemantauan hemodinamik secara berkala, serta pemberian terapi farmakologis dapat berkontribusi terhadap stabilisasi status hemodinamik dan peningkatan kepatenan jalan napas pasien
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSTU LINGGAR JATI PLAJU KOTA PALEMBANG
Becoming elderly is a scientific process that begins at the start of life. Elderly individuals are not always able to live independently; they often require care and seek to remain beneficial to themselves and their surroundings. Aging is a natural process that can cause anatomical and physiological changes, which may affect bodily and psychological functions and capabilities. One common psychological issue among the elderly is anxiety. A non-pharmacological therapy that can be used to reduce anxiety is laughter therapy. This study aims to determine the effect of laughter therapy on anxiety levels among the elderly in the working area of Pustu Linggar Jati Plaju, Palembang City. The research method used is a Pre-Experimental Design with a One Group Pretest-Posttest approach. The sampling technique used is purposive sampling, with a total of 34 respondents. In this study, the anxiety levels of the elderly were measured before and after laughter therapy was administered. The results showed a significant decrease in anxiety levels (p-value < 0.05), with the median value dropping from 26.50 to 15.50. This indicates that laughter therapy can reduce anxiety in the elderly. It can therefore be concluded that laughter therapy has an effect on anxiety levels in the elderly at Pustu Linggar Jati Plaju, Palembang. It is hoped that the implementation of non-pharmacological approaches like laughter therapy can help alleviate anxiety in the elderly
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER (Lavandula Angustifolia) TERHADAP PENGURANGAN MUAL MUNTAH IBU HAMIL TRIMESTER I
Nausea and vomiting are common conditions experienced by pregnant women, which can interfere with the quality of life and the health of both the mother and the fetus. This study aims to analyze the effect of lavender aromatherapy on the reduction of nausea and vomiting in pregnant women during the first trimester (TM I) at PMB Hj. STr. Keb Yetti Latief in 2024. In this study, lavender aromatherapy intervention was applied to a group of pregnant women experiencing nausea and vomiting symptoms, with measurement of symptom intensity before and after the intervention. The method used was a comparative test between the group before receiving lavender aromatherapy and the group after receiving the treatment. The study was conducted at PMB Hj. Yetti Latief, STr. Keb, from September 6-20, 2024. The results showed a significant decrease in nausea and vomiting frequency and intensity in the group that received lavender aromatherapy, with a p-value of 0.001 < 0.005. This indicates that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected, meaning there is a significant effect of lavender aromatherapy on reducing nausea and vomiting intensity in pregnant women. This shows that lavender aromatherapy can be an effective non-pharmacological alternative in managing nausea and vomiting during pregnancy. It is hoped that this study can contribute to the development of non-pharmacological therapies for nausea and vomiting during pregnancy, as well as increase understanding of the benefits of lavender aromatherapy in maternal health care