Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Pengembangan instrumen pembelajaran fisika dengan model penemuan terbimbing berbantuan simulasi interaktif dan dampaknya terhadap keterampilan proses sains siswa
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dengan Guided Discovery Model Assisted by Interactive Simulation (GDM-IS) untuk mengidentifikasi dampaknya terhadap keterampilan proses sains siswa pada konsep fluida statis. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan 4D untuk menghasilkan perangkat pembelajaran namun hanya dilakukan 3 tahap yaitu Define, Design, dan Development. Pada tahapan development, dilakukan validasi terhadap perangkat pembelajaran GDM-IS yang telah dikembangkan yang meliputi RPP, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Media Pembelajaran serta lembar pengamatan keterampilan proses sains. Uji coba terbatas menggunakan desain penelitian One Shoot Case Study. Dalam desain ini instrumen pembelajaran yang telah dikembangkan digunakan dalam satu kelas sebagai sampel sebanyak 38 peserta didik. Data keterampilan proses sains diambil melalui observasi oleh dua orang pengamat. Berdasarkan analisis hasil validasi penilaiant terdadapi RPP, LKPD dan media berada pada persentasi diatas 80% yang masuk dalam kategori valid (baik). Selain itu data keterampilan proses desain siswa berada pada persentase di atas 80% dengan kategori sangat. Abstract. This study aims to develop a learning tool with Guided Discovery Model Assisted by Interactive Simulation (GDM-IS) to identify its impact on students' science skills processes on the concept of statistical fluids. This research uses the 4D development method to produce learning tools, but only 3 stages are carried out, namely Define, Design, and Development. At the development stage, validation is carried out on the GDM-IS learning tools that have been developed which include RPP, Student Worksheets (LKPD) and Learning Media. Limited trial using the One Shoot Case Study research design. The learning instrument design that has been developed in one class is a sample of 38 students. The process of science data skills is taken through observation by two observers. Based on the analysis of the results of the validation of the assessment against RPP, student worksheets and media are at a percentage above 80% which is included in the valid (good) category. In addition, the data on the design process skills of students were in the proportion above 80% in the very category
Keterampilan Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika dalam mengembangkan media pembelajaran
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran fisika. Keterampilan pengembangan media pembelajaran perlu dimiliki mahasiswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui kegiatan observasi atau pengamatan oleh 3 (tiga) observer. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester V yang mengikuti mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian perancangan media pembelajaran meliputi aspek ACTION dan VISUALS dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian diperoleh keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran pada kategori sangat baik dengan skor 3,2. Keterampilan mahasiswa perlu ditingkatkan lagi pada aspek Organization (organisasi), Novelty (kebaruan), Accurate (dapat dipertanggungjawabkan), Legitimate (masuk akal), dan Structure (terstruktur). Keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran sudah baik namun perlu disesuaikan dengan kondisi dilapangan mencakup sarana prasrana di sekolah dan perkembangan IPTEK.Kata kunci: Keterampilan, media pembelajaran, fisika. Abstract. The purpose of this study was to determine student skills in developing physics learning media. Learning media development skills need to be had by students in teaching and learning activities in class. The research method used was descriptive qualitative research through observation or observation by 3 (three) observers. The sample of this research is the fifth-semester students who take the Learning Media Development course. The sampling technique uses purposive sampling. Collecting data using learning media design assessment instruments covering aspects of ACTION and VISUALS using a Likert scale. The results were obtained by students' skills in developing learning media in the excellent category with a score of 3.2. Students' skills need to be further improved in the aspects of Organization, Novelty (novelty), Accurate (can be accounted for), Legitimate (reasonable), and Structure (structured). Students' skills in developing instructional media are good but need to be adjusted to the field's conditions, including infrastructure in schools and the development of science and technology.Keywords: Skill, learning media, physic
Pengembangan penuntun praktikum kapasitor sebagai perangkat pembelajaran fisika berbasis keterampilan proses sains
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan dan respon uji coba terbatas penuntun praktikum kapasitor berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) sebagai perangkat pembelajaran fisika. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4-D. Penuntun praktikum ini sebagai perangkat pembelajaran fisika mampu memfasilitasi beberapa kegiatan praktikum yang mana setiap langkahnya berkaitan dengan KPS, diantaranya yaitu praktikum kapasitansi kapasitor keping sejajar, susunan kapasitor (seri-paralel-gabungan) dan pengisian pengosongan kapasitor. Hasil penelitian menunjukan bahwa penuntun praktikum layak digunakan, yaitu dengan nilai kelayakan 81,235% yang dikategorikan menjadi sangat layak serta mendapatkan respon peserta didik dengan kategori sangat baik sebesar 85,2%. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa Penuntun Praktikum Kapasitor dapat memfasilitasi KPS siswa dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran fisika.Kata kunci: Keterampilan Proses Sains (KPS), perangkat pembelajaran, penuntun praktikum kapasitor Abstract. This study aims to determine the feasibility and response of a limited trial of capacitor practicum guides based on Science Process Skills (SPS) as a physics learning tool. The method used is research and development (R&D) with the 4-D model. This practicum guide as a physics learning tool can facilitate several practicum activities in which each step is related to SPS, including the practicum capacitance of parallel pieces of capacitors, an arrangement of capacitors (series-parallel-combined), and charging-discharging of capacitors. The results showed that the practicum guide was feasible, namely with a feasibility value of 81.235%, which was categorized as very feasible and obtained student responses in the very good category of 85.2%. Based on the results obtained, the Capacitor Practicum Guide can facilitate students SPS and is suitable for use as a tool for learning physics.Keywords: Science Process Skills (SPS), learning media, capacitor practicum guide
Korelasi antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pendidikan fisika
Abstrak. Mahasiswa Pendidikan Fisika harus memiliki kompetensi digital dan kemampuan berpikir kreatif abad 21, sehingga kompetensi tersebut harus dilatihkan bagi Mahasiswa Pendidikan Fisika. Salah satu cara untuk melatih kompetensi dan keterampilan tersebut dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dalam penelitian korelasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif. Subjek penelitian terdiri dari 65 Mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengambil mata kuliah Mekanika tahun ajaran 2019/2020 dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi kompetensi digital, lembar observasi keterampilan berpikir kreatif, dan wawancara yang dilakukan oleh tiga orang observer. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang sangat tinggi antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif dengan nilai koefisien korelasi 0,84 dan kontribusi kompetensi digital terhadap keterampilan berpikir kreatif sebesar 71%.Kata kunci: kompetenci digital, keterampilan berpikir kreatif, project based learning Abstract. Physics education students must possess digital competence and creative thinking skills in the 21st century, so these competencies must be trained for Physics Education Students. One way to train these competencies and skills to apply a project-based learning model in physics learning. This research is non-experimental quantitative research in correlational research, aiming to determine the relationship between digital competence and creative thinking skills. The research subjects consisted of 65 Physics Education Students taking Mechanics courses for the 2019/2020 academic year using research instruments, namely digital competency observation sheets, creative thinking skills observation sheets, and interviews conducted by three observers. Based on the data analysis results, it is concluded that there is a very high positive correlation between digital competence and creative thinking skills with a correlation coefficient value of 0.84 and the contribution of digital competence to creative thinking skills by 71%.Keywords: digital comptence, creative thinking skills, project based learnin
Pengaruh variasi luas ujung pipa pada sistem resonansi bunyi kolom udara
Abstrak. Kajian fenomena resonansi kolom udara yang ujungnya terbuka sebagian belum pernah ditemukan dalam materi pembelajaran fisika, menyebabkan pengetahuan konsep mahasiswa tentang resonansi kolom udara tidak utuh. Telah dilakukan perancangan alat sederhana dan penyelidikan resonansi sistem kolom udara berdasarkan variasi luas ujung terbuka untuk mengetahui pola hubungan antara variasi luas ujung pipa terbuka dengan frekuensi. Eksperimen ini dilakukan dengan suling pipa PVC tanpa lubang nada yang ditiup dengan alat sederhana yang dirancang sebagai kompresor balon. Sinyal suara yang dihasilkan direkam dengan software Audacity dan kandungan frekuensi harmonik dianalisis dengan algoritima Fast Fourier Transform (FFT). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa variasi luas ujung pipa terbuka dari sistem kolom udara berpengaruh terhadap frekuensi bunyi secara logarithmic. Implikasi konsep ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan diafragma pengatur luas ujung alat musik tiup sebagai pengatur tuning nada mengingat kebanyakan alat musik tiup tidak memiliki bagian penyetem nada.Kata kunci: Variasi luas ujung kolom udara dan resonansi.Abstract. Studies the resonance phenomenon at the open end partially of a pipe never been found in physics learning material, causing the students conceptual about pipe resonance to be incomplete. Simple apparatus and investigation of resonance pipe systems have been carried out based on the variation of open-end area to know the relationship with the frequency using a PVC flute pipe without tone holes and blown with a simple balloon compressor. Sound signals generated are recorded by Audacity software and to analyze the harmonic frequency content using the Fast Fourier Transform (FFT) algorithm. The results of this study show that the variation wide of the open end of the air column significantly influences the sound frequency as logarithmic. The implication of this concept can be used as a diaphragm to regulates the wide-open end of a wind instrument as a tuning tone.Keywords: Resonance and Variation of the ends of the air column
Efektivitas integrasi asesmen formatif concept checks pada pembelajaran fisika dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa SMA
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa masih banyaknya pendidik yang menerapkan penilaian hanya untuk mengetahui hasil belajar siswa di akhir pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu penilaian yang dapat meningkatkan pemahaman siswa selama pembelajaran yang dikenal dengan asesmen formatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan efektivitas asesmen formatif concept checks dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 59 siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan kognitif yang dianalisis menggunakan uji t dan effect size. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan kognitif siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan nilai effect size yang termasuk dalam kategori sedang. Secara keseluruhan Integrasi asesmen formatif concept checks pada pembelajaran fisika efektif terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa.Kata kunci: Asesmen Formatif, Concept Checks, Kemampuan Kognitif Abstract. This research is motivated by the result of a preliminary study, which shows that there are many educators who apply assessment only to find out the student learning outcomes at the end of learning. Therefore, an assessment is needed that can improve students' understanding during learning, known as a formative assessment. The purpose of this study is to know the effectiveness of formative concept checks on students' cognitive abilities. The research method was used a quasi-experimental design with one group pretest-posttest design. The sample in this study was class X students senior high school in Bandung, an amount of 59 students. The data collection was conducted through a cognitive abilities test. The data were analyzed using the t-test and effect size. The results showed that there was a difference in the increased cognitive ability of students between the experimental class and the control class and the effect size value included in the medium category. This shows that the integration of formative assessment concept checks in physics learning was effective in improving the cognitive abilities of students.Keywords: Formative Assessment, Concept Checks, Cognitive Abilitie
Analisis kemampuan berpikir kritis ditinjau dari keterampilan argumentasi siswa melalui model Argument Based Science Inquiry (ABSI)
Abstrak. Berpikir kritis merupakan proses berpikir untuk menganalisis apa yang dimaksud dibalik informasi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kritis dan keterampilan argumentasi siswa melalui model pembelajaran Argument Based Science Inquiry (ABSI) dan pembelajaran berbasis inkuiri, serta mengetahui interaksi antara model pembelajaran ABSI dan keterampilan argumentasi siswa terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah negeri di Kota Malang pada semester genap 2019/2020. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA dan jumlah sampel terdiri dari enam puluh empat peserta didik yang terbagi dalam dua kelompok kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan mengukur keterampilan argumentasi menggunakan angket. Analisis data menggunakan anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar melalui model pembelajaran ABSI lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis inkuiri, (2) Kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar melalui model pembelajaran ABSI lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis inkuiri, (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran ABSI dan keterampilan argumentasi siswa terhadap kemampuan berpikir kritis.Kata kunci: argument based science inquiry, berpikir kritis, keterampilan argumentasi Abstract. Critical thinking is a thought process to analyze what is meant behind the information conveyed. This study aims to determine students 'critical thinking skills and argumentation skills through the Argument Based Science Inquiry (ABSI) learning model and inquiry-based learning and determine the interaction between the ABSI learning model and students' argumentation skills on critical thinking skills. The research was conducted at one of the public schools in Malang City in the even semester of 2019/2020. The study population was students of class X MIPA, and the sample size consisted of sixty-four students who were divided into two class groups, namely the experimental class and the control class. The data collection technique used critical thinking skills tests and measured argumentation skills using a questionnaire. Data analysis using two-way ANOVA. The results showed that (1) The critical thinking ability of students who learn through the ABSI learning model is higher than students who learn with inquiry-based learning, (2) The critical thinking ability of students who learn through the ABSI learning model is higher than students who learn using the ABSI learning model. Inquiry-based learning, (3) There is no interaction between the ABSI learning model and students' argumentation skills on critical thinking skills.Keywords: argument based science inquiry, critical thinking, argumentation skill
Rekonstruksi media interaktif berbasis kartun pada materi suhu dan kalor Kelas XI SMA
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media interaktif berbasis kartun, dan mengetahui kelayakan media interaktif berbasis kartun pada materi suhu dan kalor kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menggunakan metode Borg and Gall. Hasil analisis data dari angket validasi ahli materi mendapat persentase 72,8% dengan kriteria valid, validasi ahli media mendapat persentase 81,6% dengan kriteria sangat valid, pendidik mendapat persentase 96,4% dengan kriteria sangat valid dan uji coba peserta didik mendapat persentase 92,3% dengan kriteria sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa media pengembangan valid atau layak untuk digunakan dalam pembelajaran materi suhu dan kalor kelas XI SMA. Harapan untuk media ini agar sumber belajar lebih bervariasi dan memberikan alternatif pemecahan masalah dalam pembelajaran fisika.Kata kunci: media interaktif, kartun, suhu dan kalor Abstract. The purpose of research to produce interactive media based on cartoons to know appropriate interactive media based on a cartoon on temperature and heat material on XI Grade Senior High School. The research design of this research is R & D and the adapted Borg and Gall method. The result of analyzed data by a material expert is 72,8% score with valid criteria, by media expert is 81,6% score with very valid criteria, by teacher expert is 96,4% score with very valid criteria, by response questionnaire of students is 92,3% score with very valid criteria. It is known that media is valid or deserves to be able to learn on temperature and heat material XI Grade Senior High School. This research is R & D. Hope for this media is so that learning resources are more varied and provide alternative problem-solving in learning physics.Keywords: interactive media, cartoon, temperature dan hea
Hambatan guru fisika dalam menerapkan pembelajaran saintifik berbasis kurikulum 2013 di SMA
Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan guru Fisika tentang faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbasis Kurikulum 2013. Jenis penelitian kualitatif ini memiliki dua subjek penelitian yakni guru Fisika di SMA Negeri 6 Sinjai. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam, observasi terbuka, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data yang terkumpul dideskripsikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dialami guru Fisika dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik yakni guru belum sepenuhnya paham dengan Pendekatan Saintifik, format RPP dan format penilaian yang selalu berubah, alokasi waktu yang tidak cocok untuk menerapkan Pendekatan Saintifik, sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai, dan kemampuan peserta didik yang berbeda-beda dalam memahami pelajaran.Kata kunci: pendekatan saintifik, kurikulum 2013 Abstract. The purpose of this research is to know the Physics teacher's views on inhibiting factors in the learning process using a scientific approach based on the 2013 Curriculum. This qualitative research had two research subjects coming from Physics teachers of SMA 6 Sinjai. The data collected thorough deep interviews, open observations, and field notes. Then the data described such as narrative description. The results of the study show that there are obstacles faced by Physics teachers in the learning process using scientific approach namely physic teachers who are not fully recognized scientific approach, formatting of lesson plans and evaluation tend to change frequently, insufficient time inappropriate time to support this approach, inadequate school infrastructure, and the student's different abilities to understand the lesson.Keywords: scientific approach, 2013 curriculu
Pengembangan bahan ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat
Abstrak. Penelitian yang dilakukan didasari oleh belum adanya buku ajar fisika SMA kelas X pada materi pengukuran yang mengaitkan antara kearifan lokal Kalimantan Barat dengan konsep fisika . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap pendeseminasian (disseminate). Intrumen yang digunakan yaitu instrument non test berupa angket validasi menggunakan skala likert dengan rentang skor 1-4. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat memiliki hasil validasi untuk ahli materi dengan skor rata-rata 82,5% dan validasi ahli media dengan skor rata-rata 82,25%. Buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat dengan kriteria sangat baik menurut ahli materi dan ahli media sehingga buku ajar yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran fisika..Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, pengukuran, kearifan lokal Abstract. The research conducted was based on the absence of class X high school physics textbook on measurement material that linked West Kalimantan local wisdom with the concept of physics. Therefore, this study aims to develop physics textbooks on measurement materials based on the local wisdom of West Kalimantan. In particular, this study aims to determine the feasibility of physics textbooks on measurement materials based on the local wisdom of West Kalimantan. The research method used is the research and development (R&D) method using the 4-D model (Four-D Models), which consists of four stages, namely the defining stage, the design stage, the development stage, and the dissemination stage. The instrument used is a non-test instrument in the form of a validation questionnaire using a Likert scale with a score range of 1-4. Based on the results of data analysis, it is known that physics textbooks on measurement materials based on local wisdom of West Kalimantan have validation results for material experts with an average score of 82.5% and validation of media experts with an average score of 82.25%. Physics textbooks on measurement material based on local wisdom of West Kalimantan with very good criteria according to material experts and media experts so that the textbooks developed can be used in physics learning.Keywords: development, teaching materials, measurement, local wisdo