Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi
Not a member yet
123 research outputs found
Sort by
STRATEGI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS ANGGOTA BAITUL MAAL WAT TAMWIL AMANAH 99 BOJONEGORO
IMC merupakan bagian dari Marketing Departement yang secara umum bertugas untuk memasarkan produk, jasa dan fasilitas, memperoleh opini publik yang menguntungkan serta mempertahankan citra positif. Untuk mendukung berhasilnya tugas IMC dibutuhkan informasi dan komunikasi dua arah, serta hubungan baik dengan semua pihak, baik pihak internal maupun eksternal. Pengelolaan IMC yang baik, akan menghasilkan keuntungan bagi lembaga terutama dari sisi terjaganya citra baik performance. Oleh karena itulah dalam penelitian ini akan dianalisis Strategi Integrated Marketing Communication (IMC) manakah yang paling efektif dalam meningkatkan loyalitas anggota BMT Amanah 99 Bojonegoro.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif, dengan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi terus terang atau tersamar, wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling digunakan untuk mencari data strategi pemasaran yang digunakan BMT, jadi yang paling mengerti tentang strategi pemasaran adalah pimpinan, manajer marketing dan anggota marketing.           Dari kelima elemen strategi IMC terdapat satu elemen yang paling efektif digunakan untuk meningkatkan loyalitas nasabah yaitu strategi personal selling. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa personal selling menjadi sumber informasi yang paling banyak didapat oleh anggota BMT. Hal ini dibuktikan dari sebesar 21 anggota atau 56,8 %. Sedangkan faktor lokasi menjadi sumber informasi yang paling sedikit yaitu dari 7 orang atau sebesar 18,9 %. Strategi personal selling dapat meningkatkan loyalitas anggota karena langsung berinteraksi dengan BMT. Marketing BMT langsung mendatangi anggota dengan memberikan pelayanan yang baik sehingga dapat menciptakan hubungan yang baik dengan anggota. Hal ini dapat menjadi hubungan yang erat antara anggota dan BMT sehingga akan menciptakan loyalitas. Dengan demikian strategi personal selling paling efektif untuk meningkatkan loyalitas anggota BMT.Kata kunci: Integrated, Marketing, Communication
PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN IPS
Pembelajaran IPS diperlukan untuk membentuk karakter generasi muda. Generasi muda adalah ujung tombak masa depan suatu negara, sehingga mereka harus memiliki karakter dalam kehidupan bermasyarakat. Peranan pembelajaran IPS adalah untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis peserta didik terhadap kondisi sosial masyarakat. Pokok permasalahan yakni belum maksimalnya penanaman karakter di sekolah-sekolah di kota Singkawang karena pembelajaran IPS masih bersifat teori. Padahal inti dari pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik yang diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini telah meninjau literatur jurnal yng sama dan artikel tentang kaitannya pembelajaran IPS dengan pembentukan karakter. Bagian pertama dalam studi ini akan memperkenalkan tentang hakikat dari pembelajaran IPS. Bagian kedua, akan membahas peranan pembelajaran IPS dalam pembentukan karakter. Bagian akhir dari tulisan ini akan menjelaskan tentang pembentukan karakter di sekolah-sekolah melalui pembelajaran IPS
Pengaruh Pendekatan Saintifik Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Analisis Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi
Pembelajaran di sekolah hingga saat ini masih kurang menuntut siswa untuk mengembangkan kemampuan kognitif analisis, siswa cenderung dilatih untuk menjawab soal dengan menghafal, sehingga keaktifan dan daya pikir tingkat tinggi seperti kemampuan kognitif analisis kurang berkembang, maka dalam pembelajaran perlu menerapkan model pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa yang belajar menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuiri dan perbedaan kemampuan analisis siswa yang menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuri dengan model pembelajaran yang konvensional pada mata pelajaran ekonomi.Berdasarkan pengolahan hasil angket siswa pada kelas eksperimen, secara umum siswa memberikan respon yang positif terhadap penggunaan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuiri. Sedangkan, untuk hasil posstest pada uji t dua sampel independen (Independent Sample T Test) kelas eksperimen dan kelas kontrol diketahui bahwa nilai thitung = 8,42, diperoleh ttabel = 2,00. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan analisis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.. Dimana rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 85,00 dan rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 68,95. Jadi, simpulan penelitian ini adalah respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran inkuiri baik, serta kemampuan analisis kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Kata  Kunci:  Penelitian  Kuasi  Eksperimen,  Pendekatan  Saintifik  Model Pembelajaran Inkuiri, Kemampuan Analisi
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.BANK CENTRAL ASIA , TBK CABANG KARAWANG
ABSTRAKPenelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada bank BCA. Dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif berupa analisis statistik, di mana datanya bersumber dari data primer maupun sekunder yang berasal dari bank BCA Kabupaten Karawang. Analisis kuantitatif dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil analisis menunjukan bahwa kontribusi peningkatan kinerja di PT. Bank Central Asia, Tbk cabang Karawang sebesar 35,8% dipengaruhi oleh motivasi kerja. Sedangkan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain, diantaranya yaitu, personal factor,  leadership factor, team factor, system factor, situasional factors. Regresi sederhana didapatkan persamaan Y = 27.327 + 0.575 X, dimana sebesar 27.327 konstanta dan variabel motivasi 0.575. Hasil pengujian hipotesis menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara  variabel motivasi kerja dengan variabel kinerja karyawan Kata Kunci : Motivasi kerja, kinerja karyawa
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING YANG DIDUKUNG METODE RESITASI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS DI MTS ABU DARRIN BOJONEGORO
This study aim to find out whether there is a difference in the use of probing prompting learning model that supported by recitation methods on the learning outcomes of eight grides students in social studies subjects at MTs Abu Darrin Dander Bojonegoro in the academic year 2017/2018 compared to confessional models or lectures. This research is a type of experimental research, since this study directly examines the influence among variables to test the cause and effect of variables by giving treatment of the experimental group or class. Based on the results of analysis, the average value of the experimental class is 76.56 and the average value of the control class is 68.48. From the activites between the experimental class and the control class also proved with probing prompting learning model supported by the student recitation method the experimental class more focused on learning that was 75% compared to the control class with the lecture learning model which only 45%. So it can be concluded that there was an effect of probing prompting learning models supported by recitation methods to the learning outcomes of VIII classes in social studies subjects at MTs Abu Darrin Dander Bojonegoro 2017/2018.Keywords: probing prompting learning model, recitation method, social studies, learning outcomesÂ
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN MOTIVASI HIDUP SEHAT DENGAN PERILAKU MEMELIHARA KEBERSIHANLINGKUNGAN (Studi pada Ibu Rumah Tangga RW 05 Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dan motivasi hidup sehat; hubungan motivasi hidup sehat dengan perilaku ibu rumah tangga memelihara kebersihan lingkungan; hubungan status sosial ekonomi dan motivasi hidup sehat dengan perilaku ibu rumah tangga memelihara kebersihan lingkungan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya ibu rumah tangga di RW 05 Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sebanyak 400 ibu rumah tangga. Sampel dalam penelitian ini diambil 20% dari populasi. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 ibu rumah tangga. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda.Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data, analisis data dan pengujian hipotesis maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dengan perilaku dalam memelihara kebersihan di RW 05 Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,661 yang termasuk kategori kuat dan memberikan kontribusi sebesar atau 43,7%, terdapat hubungan antara motivasi hidup sehat dengan perilaku dalam memelihara kebersihan lingkungan di RW 05 Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,755 dan memberikan kontribusi sebesar 57%,terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dan motivasi hidup sehat dengan perilaku dalam memelihara kebersihan lingkungan di RW 05 Kelurahan Setiaratu Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dengan nilai korelasi sebesar 0,782 yang termasuk kategori kuat dan memberikan kontribusi sebesar atau 61,2%.Kata kunci: sosial ekonomi, motivasi, perilaku, kebersihan lingkunga
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT YANG POSITIF
Pemberian reward and punishment dalam pembelajaran harus dilakukan. Reward and punishment merupakan bagian dari reinforcement (penguatan) yang diberikan oleh seorang pendidik untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Reward merupakan reinforcement yang bersifat positif, dimana guru memberikan pujian atau penghargaan kepada siswa saat berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Sedangkan, punishment merupakan reinforcement yang bersifat negatif, dimana guru memberikan hukuman atau sanksi kepada siswa ketika mereka melanggar peraturan saat belajar di kelas. Agar pembelajaran di kelas lebih menyenangkan serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, maka reward and punishment yang diberikan harus merupakan tindakan-tindakan yang positif.Kata Kunci: motivasi, belajar, reward, punishmen
RELEVANSI MANAJERIAL PENDIDIKAN “INDONESIA MENGAJAR†DENGAN KUALITAS PENDIDIKAN DAERAH 3T: STUDI KASUS ROTE NDAO
Rote Ndao sebagai sebuah kabupaten paling selatan di Indonesia memiliki berbagai keterbatasan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Indonesia Mengajar hadir sebagai gerakan untuk memajukan pendidikan di Rote Ndao. Penelitian ini bertujuan untuk melihat relevansi manajerial pendidikan yang dilakukan Indonesia Mengajar dengan kualitas pendidikan di Rote Ndao. Analisis penelitian ini menggunakan metode campuran atau mix-method anatara kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif menggunakan pendekatan ekonometrika dengan model regresi Ordinary Least Square (OLS). Model Ordinary Least Square (OLS) didukung dengan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam atau In-Depth Interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi positif antara Indonesia Mengajar dengan kualitas pendidikan daerah 3T khususnya Rote Ndao. Indonesia Mengajar memiliki manajerial pendidikan yang baik dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Rote Ndao sehingga program serupa dapat diterapkan di daerah 3T lainnya agar ketimpangan pendidikan di Indonesia dapat diatasi.Kata kunci: Rote Ndao, Pendidikan, Indonesia Mengajar, Metode Campura
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PRAKTIKUM AKUNTANSI DENGAN MYOB ACCOUNTING BERORIENTASI PADA METODE DRILL
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain bahan bahan ajar berupa modul praktikum akuntansi, dan untuk mengetahui implementasi desain bahan ajar berupa modul praktikum akuntansi. Desain bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa modul praktikum akuntansi dengan menggunakan aplikasi myob accounting yang berorientasi pada metode drill. Desain modul divalidasi oleh ahli media pembelajaran. Subyek penelitian yaitu mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Unswagati Cirebon. penelitian ini menggunakan penelitian 4D yaitu define, design, development, dan dissemination. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil validasi desain bahan ajar berupa modul ekonomi menunjukan kriteria “Sangat Layakâ€. Implikasi dari penggunaan modul ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan pemahaman dengan kriteria “Sangat Kuatâ€. Sehingga dapat disimpulkan bahwa desain bahan ajar berupa modul ekonomi dalam penelitian ini efektif . Kata Kunci: Desain Bahan Ajar Modul, Myob Accounting, Metode Dril
AKTUALISASI AJARAN KONFUSIUS YANG DIADAPTASIKAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN
Keberhasilan ajaran konfusius yang dianut etnis tionghoa untuk menjalankan wirausaha menjadikan mahasiswa tertarik dalam mempelajari kewirausahaan disamping itu profesi wirausaha yang didoiminasi etnis tionghoa dijadikan sebagai sebagai suatu simbol dari keberhasilan dan kesuksesan. Ajaran konfusius menerapkan kemanusiaan, hubungan, kesopanan, keberanian, kebijaksanaan, dapat dipercaya dan kesetiaan yang diadaptasikan pada kehidupan sehari-harinya dalam berwirausaha. Penelitian ini bertujuan menjadikan ajaran konfusius yang melekat pada etnis tionghoa dalam bidang wirausaha dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pendidikan karakter kewirausahaan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif melalui pendekatan interaksi simbolik dengan teknik pengumpulan data melalui interview, observasi lapangan, dan studi kepustakaan. Hasil penelitiannya mengenai 1) Sumber pembelajaran ajaran konfusius yang diadaptasikan pada kewirausahaan sangat dinamis dan relevan terhadap perkembangan pendidikan kewiraushaan, 2) Ajaran konfusius dipandang sesuai dalam menumbuhkan karakter sejati entrepreneur dan 3) Etnis tionghoa dipandang repersentatif sebagai teladan dalam lingkungan aktivitas ekonomi