Teknik Sipil dan Arsitektur
Not a member yet
    350 research outputs found

    EVALUASI KUALITAS UDARA PADA PEKERJAAN TEROWONGAN PENGAMBILAN (STUDI KASUS K3 PROYEK BENDUNGAN JLANTAH KARANGANYAR)

    No full text
    Angka kecelakaan kerja di Indonesia cukup tinggi, pada tahun 2018 data BPJS menunjukan angka 157.313 kasus, salah satunya kasus kecelakaan kerja pada pekerjaan area ruang terbatas. Pelaksanaan pekerjaan ruang terbatas harus dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur keselamatan kerja yaitu pengendalian kualitas udara seperti kandungan O2, CO, H2S, dan gas pemicu ledakan (LEL), dipastikan tidak melebihi nilai ambang batas sesuai peraturan agar terhindar dari accident. Penelitian ini dilakukan di PT Waskita Karya-Adhi Karya, KSO, pada pekerjaan terowongan pengambilan Proyek Bendungan Jlantah yang terletak di kecamatan Jatiyoso kabupaten Karanganyar. Objek yang diteliti sendiri merupakan salah satu pekerjaan konstruksi yang merupakan pekerjaan beresiko tinggi yaitu pekerjaan pembangunan terowong pengambilan yang dikategorikan sebagai ruang terbatas atau confined space. Data-data diperoleh dari data riwayat pengukuran kualitas udara menggunakan alat Gas Detector pada saat pekerjaan galian terowong intake pada rentang waktu November 2020. Hasil pengukuran kadar O2 didalam area kerja menunjukan fluktuasi antara 20,8% – 21% namun tidak signifikan dan masih dalam ambang batas normal 19,5% - 23%. Hasil pengukuran kadar CO selama masa penelitian terdapat beberapa kali peningkatan diatas ambang batas sampai dengan 38 ppm dan 40 ppm dari nilai ambang batas yang diijinkan sebesar 35 ppm. Hasil pengukuran gas H2S dan LEL tidak terdeteksi adanya gas tersebut. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kecelakaan Kerja, Terowongan Pengambilan, Bendungan Jlanta

    PENGARUH PEMBERIAN SILICA FUME TERHADAP KEKUATAN TEKAN GROUT MORTAR DENGAN PENDEKATAN PRACTICAL MIXED DESIGN

    Full text link
    Penelitian mengenai pereduksi atau bahkan pengganti semen terus dikerjakan demi memperoleh material binder beton yang lebih ramah lingkungan. Silica fume adalah salah satunya karena kaya akan kandungan silika yang menyusun ikatan beton pada tingkatan molekuler. Sebagai tahap awal penelitian digunakan substansi yang lebih simpel daripada beton namun masih tersusun dari komposisi yang identik, yaitu grout mortar. Pendekatan practical mix design juga ditambahkan untuk menaksir kekuatan mortar di umur 7 dan 28 hari. Sedangkan prosentase silica fume digunakan pada rentang yang umum, yaitu 5%, 10%, 15%, dan 0% sebagai kontrol. Setelah dilakukan pengujian, hasil kuat tekan teoritis menunjukkan angka 33,43 MPa untuk umur 7 hari, dan 42,79 MPa pada umur 28 hari, yang mana mendekati hasil uji aktual, yaitu 30,2 MPa untuk 7 hari, dan 47,7 MPa untuk 28 hari. Sedangkan semua variasi silica fume menunjukkan penurunan kuat tekan yang konsisten baik di umur 7 maupun 28 hari. Adapun yang paling mendekati spesimen kontrol hanyalah variasi 5% pada umur 7 hari, dengan nilai sebesar 29,7 MPa. Kuat tekan terendah pada umur akhir pengujian didapat oleh proporsi 15%, dengan hanya mencapai 39,2 MPa. Kata kunci: grout mortar, silica fume, mix disain praktis, kuat teka

    EVALUASI BANGUNAN PENGAMAN LERENG SUNGAI CILIWUNG RUAS KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BERDASARKAN LOAD RESISTANCE FACTOR DESIGN

    Full text link
    ABSTRAK Dinding penahan tanah merupakan struktur yang biasa digunakan untuk menahan tanah dengan kemiringan lereng yang lebih curam melebihi yang dapat ditahan oleh tanah itu sendiri. Metode tersebut diterapkan pada lereng Sungai Ciliwung Ruas Kalibata yang menggunakan dinding penahan tanah tipe non gravitasi. Namun konstruksi tersebut mengalami longsor saat terjadi banjir, sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis konstruksi penahan tanah yang dapat digunakan, serta stabilitas masing – masing jenis konstruksi penahan tanah. Analisis dilakukan pada potongan dengan kode P.07 menggunakan data tanah berupa hasil bor dengan kode BH-24, dan data laboratorium hasil pengujian dari bor tersebut pada tiga kedalaman sampel yang berbeda. Analisis menggunakan metode Load Resistance Factor Design dengan bantuan software GEO5.  Hasil analisis pada semua kombinasi beban menunjukkan jenis dinding penahan tanah tipe semi gravitasi kantilever tidak dapat digunakan karena tidak memenuhi stabilitas geser, eksentrisitas dan daya dukung pada semua kombinasi beban. Untuk jenis non gravitasi kantilever tidak memenuhi terhadap kombinasi Layan 1 dikarenakan nilai perpindahan horizontal yang besar, sehingga digunakan perkuatan angkur. Pada kombinasi Kuat 1 dengan angkur, memberikan hasil kedalaman penetrasi sebesar 18.4 meter dengan angkur dipasang pada kedalaman 2.5 meter dari permukaan, dan perpindahan horizontal sebesar 2.7 centimete

    PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MUTU SEDANG 21 MPA BERDASARKAN 03 2834:2000,SNI 7656:2012 DAN AHSP 2023

    Full text link
    Desain campuran beton di Indonesia mengacu pada standar nasional yang telah mengalami perubahan, dari 03 2834:2000, SNI 7656-2012, hingga AHSP 2023. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi dan mutu beton yang dihasilkan dari ketiga standar tersebut. Beton, sebagai material konstruksi utama, memiliki kualitas yang bergantung pada komposisi campurannya. Ketiga standar ini mengatur proporsi campuran beton dengan pendekatan berbeda, yang dapat mempengaruhi jumlah semen dan kuat tekan. Menggunakan metode eksperimen komparatif, penelitian ini membuat sampel beton silinder berdasarkan ketiga standar, kemudian menguji dan membandingkan hasilnya, terutama dalam hal kuat tekan beton. Hasil pengujian pada umur 28 hari menunjukkan bahwa 03 2834:2000 menghasilkan kuat tekan tertinggi (27,956 MPa), SNI 7656-2012 menunjukkan konsistensi terbaik dengan kuat tekan 27,552 MPa dan deviasi standar terendah (2,93%), sementara AHSP 2023 menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah namun paling mendekati target 21 MPa (24,590 MPa). Ketiga metode mencapai kuat tekan di atas 21 MPa pada umur 28 hari, memenuhi syarat mutu beton sedang dengan masing-masing keunggulan berbed

    The WUJUD BANGUNAN ARSITEKTUR BALE SAKENEM: (STUDI KASUS: DESA WISATA PENGLIPURAN, KECAMATAN KUBU, KABUPATEN BANGLI, BALI)

    No full text
    Bale Sakenem is one of the many buildings of traditional Balinese architecture which function to accommodate traditional ceremonial activities.  Its specific function is to prepare and carry out religious ceremonies for Hindus. Basically, this architectural building has a wall structure that has six pillars or six saka, therefore this architectural bulding is named Bale Sakenem. The contruction ans structure of this building uses wood materials. Bale Sakenem is owned by all residents’ houses in the Panglipuran Tourism Village, Kubu District, Bangli Regency, Bali. Basically, it still maintains itsshape, structure, contruction and ornaments, but there are changes that have occuredin the materials. This reseach uses a qualitative descriptive method with an ase study approach. Research data was obtained from direct observation in the Panglipuran Tourism Village. The research conclusion shows that the materials used in the Bale Sakenem architectural buildings still use wood materials with changes in wood types nowadays

    MODEL REGRESI LINIER PENGARUH STANDAR TEKNIS JALAN TERHADAP KECELAKAAN LALU LINTAS PADA JALAN PROVINSI (STUDI KASUS : RUAS JALAN PEMALANG – PURBALINGGA)

    No full text
    In the 2016-2021, there were 12 accidents with 22 deaths and 107 injuries on the Pemalang – Purbalingga road section. One of the factors causing accidents is the lack of attention to infrastructure that meets safety aspects. Even though the number of accidents caused by infrastructure is relatively small when compared to the human error (human) and vehicle (facility) factors, serious attention must still be paid. Traffic accidents caused by a lack of road infrastructure are generally caused by an inaccurate road geometric design, poor road surface conditions, lack of visibility and so on. Therefore the research aims to find accident-prone locations, the causes of accidents from the standard values of road technical requirements and accident regression models. The results of this study. Segments that are categorized as accident-prone locations are STA 32+000, 34+000, 36+000, 47+000 and 48+000. Substandard grades will be the cause of traffic accidents based on road technical requirements. The regression model that can be used to predict the number of accidents on provincial roads according to the variables examined in this study is: Y = -2.618 + 0.049 Grade – 0.019 X Slope – 0.008 H Curv – 0.417 V Curv + 0.264 road width + 0.081 condition IRI roads + 0.014 PCI Road Condition

    SISTEM OPERASIONAL BENDUNG BARAN DITINJAU DARI KETERSEDIAAN AIR

    Full text link
    Sebagian besar penduduk Indonesia bergantung pada pertanian sebagai sumber pangan, ketersediaan air irigasi dari suatu bendung dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan sektor pertanian serta menentukan tingkat ekonomi nasional. Bendung Baran mengairi daerah irigasi (D.I) dengan luas area 179 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem operasi Bendung Baran terhadap ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi. Metode yang digunakan yaitu metode FJ.Mock untuk menghitung ketersediaan air, metode KP-01 untuk menghitung kebutuhan air irigasi, dan metode imbangan air untuk menghitung simulasi operasi. Data hujan yang digunakan adalah Stasiun Waduk Cengklik selama 10 tahun (2013-2022), data klimatologi, data teknis Bendung Baran, dan skema/layout jaringan irigasi. Hasil perhitungan ketersediaan air mampu melayani kebutuhan air irigasi dengan debit bulanan rerata sebesar 2,73 m3/detik, dimana debit terbesar dibulan Januari sebesar 5,495 m3/detik dan debit terendah dibulan Agustus sebesar 0,93 m3/detik. Hasil perhitungan kebutuhan air irigasi menunjukkan debit rerata bulanan sebesar 0,44 m3/detik, dimana debit terbesar diperoleh sebesar 0,60 m3/detik pada periode kedua bulan Juni dan debit terendah diperoleh sebesar 0,21 m3/detik yaitu pada periode pertama bulan Maret. Hasil perhitungan simulasi operasi Bendung Baran menunjukkan ketersedian air dan kebutuhan air irigasi pada masa tanam padi tidak memenuhi pada bulan Juli dan Agustus. Hal ini dikarenakan minimnya curah hujan, terdapat beberapa jaringan irigasi yang rusak, dan adanya penimbunan sampah, sehingga hasil perhitungan perubahan volume tampungan ditambah dengan volume tampungan awal Bendung Baran berada dibawah tampungan minimum Bendung Baran

    PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME TERHADAP CAMPURAN BETON MEMADAT SENDIRI (SELF COMPACTING CONCRETE) MUTU TINGGI

    Full text link
    Self Compacting Concrete (SCC) adalah jenis beton yang memiliki kemampuan untuk mengalir dan memadat sendiri tanpa menggunakan bantuan vibrator. Beton SCC memerlukan pengaturan agregat, proporsi agregat, dan zat admixture superplastiziser agar didapatkan kekentalan yang sesuai tanpa menggunakan bantuan vibrator. Pada kebanyakan kasus bahan pokok campuran beton meliputi agregat kasar, agregat halus, semen, dan air. Namun, dalam beberapa situasi tertentu, sifat campuran beton dapat dipengaruhi oleh admixture dan bahan tambah lainnya, seperti superplasticizer dan bahan tambah lainnya silica fume. Dalam penelitian ini, silica fume digunakan sebagai bahan tambah pada beton SCC yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan silica fume terhadap campuran beton SCC. Penelitian ini dilakukan dengan menambah silica fume dengan persentase 0%, 5%, dan 10% dari berat semen serta superplasticizer dengan persentase 0.5% dari berat semen. Metode rancangan campuran menggunakan metode ACI (American Concrete Institute) dengan kuat tekan rencana 41 MPa diuji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa kuat tekan dengan variasi beton normal  memiliki kuat tekan rata – rata 39.90 MPa pada umur 28 hari. Tetapi, nilai kuat tekan dengan variasi silica fume 5% mengalami penurunan yang signifikan mencapai 30,72 MPa pada umur 28 hari. Nilai kuat tekan dengan variasi silica fume 10% lebih tinggi dibandingkan dengan variasi sebelumnya, rata – rata 36,185 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan silica fume terhadap beton Self Compacting Concrete dapat menyebabkan nilai kuat tekan beton menurun

    ANALYSIS OF CONFIGURATION OF PILE GROUP ON SUPPORTING CAPACITY AND PILE EFFICIENCY IN TANJUNG BALAI FLAT CONSTRUCTION

    Full text link
    In the TanjungBalai Flats creation project, the inspiration used is a mini pile basis with a set pile device. The organization pile device on the inspiration withinside the creation of this flat is deliberate to have a exclusive wide variety of piles, particularly  piles, 3 piles, 4 piles. Therefore, on this look at diverse pile configurations might be completed with the aid of using modelling exclusive configurations with the equal wide variety of piles as the development of this flat. Furthermore, the sporting ability and performance values might be as compared that is the first-class value. Calculations on this look at had been the usage of the direct method (Direct One) and the pile performance component for the evaluation of the pile bearing ability. The calculation is accomplished primarily based totally at the soil statistics received withinside the shape of sondir statistics. The significance of the pile performance value (Eg) in a pile organization is encouraged with the aid of using the pile arrangement, the wide variety of rows, the wide variety of piles in a single row, and the pile distance inclusive of the three pile configuration of the project (V3) has an performance value (Eg) = 0,817 and (Qg) = 205.27 whilst the evaluation of the layout pile (V3-1) has an performance value (Eg) = 0.861 and (Qg) = 216.32. From the calculation effects it could be concluded that the affect of organization pile configuration at the pile bearing ability is encouraged with the aid of using the significance of the pile performance (Eg), the more the pile performance, the more the sporting ability

    ANALISIS PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN BELANJA MODAL DPU KOTA SEMARANG TAHUN ANGGARAN 2019

    Full text link
    Presidential Regulation No. 54 of 2010 concerning Government Procurement of Goods/Services which is relatively more comprehensive is expected to be able to regulate order in the implementation of government procurement of goods and services. The government provides the widest opportunity for small businesses, micro-enterprises and cooperatives to take part in tenders for goods/services procurement work packages. The purpose of this study is divided into 2 (two) which are research stages, namely analyzing the effectiveness of the regional financial performance of the Semarang City Government, analyzing the efficiency of the regional financial performance of the Semarang City Government with variables. The type of research used in this research is research using quantitative methods with SWOT analysis and questionnaire methods, qualitative descriptive analysis by measuring the financial performance of the DPU Semarang City Government through the concepts of effectiveness and efficiency. Measurement is measured through a comparison of actual revenue with revenue budget Based on the results of the analysis using SWOT analysis with IFAS and EFAS scores, it can be seen that the Planning and Budgeting of Capital Expenditures for the DPU for the City of Semarang for the 2019 Fiscal Year is located in Quadrant I. From the calculation of the effectiveness and efficiency of the DPU for the City of Semarang in 2019 it looks effective but not efficient, because it obtained the effectiveness value is 105.53% where the value indicates it is effective, and the efficiency value is 106.7% where the value indicates it is not efficient

    236

    full texts

    350

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknik Sipil dan Arsitektur
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇