Idea Nursing Journal
Not a member yet
    388 research outputs found

    PENGETAHUAN DIABETES MELLITUS DAN UPAYA PENCEGAHAN PADA LANSIA DI LAM BHEU ACEH BESAR

    No full text
    ABSTRAKMeningkatnya prevalensi diabetes mellitus di beberapa negara berkembang akibat peningkatan kemakmuran di negara yang bersangkutan dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain peningkatan pendapatan per kapita dan perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan diabetes mellitus dengan upaya pencegahan pada lansia di Desa Lam Bheu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang tidak mengalami penyakit diabetes mellitus yang berada di Desa Lam Bheu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar yang berjumlah 797 lansia, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara terpimpin menggunakan kuesioner dalam bentuk skala dichotomous choice yang terdiri dari 31 item pernyataan. Analisis data bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Ada hubungan antara pengetahuan diabetes mellitus dengan upaya pencegahan pada lansia di Desa Lam Bheu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Tahun 2012. Berdasar hasil analisis data dapat diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang pengertian diabetes mellitus dengan upaya pencegahan pada lansia dengan p-value 0,001, ada hubungan antara pengetahuan tentang tanda dan gejala diabetes mellitus dengan upaya pencegahan pada lansia dengan p- value 0,009, ada hubungan antara pengetahuan tentang faktor resiko diabetes mellitus dengan upaya pencegahan pada lansia dengan p-value 0,001, ada hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan diabetes mellitus dengan upaya pencegahan pada lansia di Desa Lam Bheu Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Tahun 2012 dengan p-value 0,009. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pada lansia agar tetap meningkatkan upaya pencegahan diabetes mellitus.Kata kunci: pengetahuan, diabetes mellitus, upaya, pencegahan dan lansia.ABSTRACTThe increasing prevalence of diabetic mellitus in developing countries due to increasing affluence in that country which influenced by many factors including the increase of per capita income and lifestyle changes. This study aimed to know the relationship between diabetic mellitus knowledge with the prevention of the elderly in Lam Bheu village Darul Imarah districts of Aceh Besar. The population of this study is all of the elderly who did not suffer from diabetic mellitus in Lam Bheu village Darul Imarah districs of Aceh Besar as much as 797 elderly, the purposive sampling technique was used with a total sample of 89 elderly. The data was collected by interview using a questionnaire in the form of dichotomous choice scale consists of 31 items. Bivariate data analysis was used Chi Square test. There is relationship between knowledge and the prevention of diabetic mellitus of the elderly in Lam Bheu village Darul Imarah districts of Aceh Besar, 2012. Based on data analysis, it found that there is a relationship between knowledge about definition of diabetic mellitus with the prevention among elderly with p-value 0.0001, there is a relationship between knowledge about the sign and symptom of diabetic mellitus with the prevention among elderly with p-value 0.009, there is a relationship between knowledge about risk factors of diabetic mellitus and the prevention among elderly with p-value 0.001, there is a relationship between knowledge about diabetic mellitus prevention with the prevention among elderly in Lam Bheu village Darul Imarah districts of Aceh Besar, 2012 with p-value 0.009. Based on the results, it expected for the elderly in order to keep improving the prevention of diabetic mellitus.Keywords: knowledge, diabetic mellitus, effort, prevention, and elderly

    HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI BANDA ACEH

    Get PDF
    Kecerdasan emosional adalah suatu kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati dan berdoa. Kecerdasan Emosional Meliputi: Kesadaran Diri, Mengelola Emosi, Memotivasi Diri, Empati dan Keterampilan Sosial. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi akademik pada mahasiswa PSIK-FK Unsyiah Banda Aceh. Jenis penelitian studi korelasi, desain penelitian cross sectional study, jumlah sampel sebanyak 77 orang tehnik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2012 dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk pernyataan. Analisa data dilakukan dengan penentuan nilai patokan sebagai dasar kategori. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Indek Prestasi Akademik pada mahasiswa PSIK-FK Unsyiah dengan nilai P-Value 0,003 ; = 0,05. Hasil setiap subvariabel juga tidak memiliki hubungan antara kesadaran diri (P-Value=0,002), Mengelola Emosi (P-Value=0,379), Memotivasi Diri (P-Value=0,003), Empati (P-Value= 0,000), Keterampilan sosial (P-Value= 0,088) dengan Indek Prestasi Akademik. Rekomendasi kepada PSIK-FK Unsyiah agar dapat memberikan saran dan masukan kepada seluruh staf pengajar untuk meningkatkan keterampilan sosial antar sesama mahasiswa keperawatan dan sesama individu dalam bentuk tugas-tugas kelompo

    MANAJEMEN WAKTU MAHASISWA KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    Get PDF
    ABSTRAKWaktu merupakan sumber daya yang unik. Secara relatif manajemen waktu telah menjadi konsep baru dalam perkembangan individu dan profesional. Mahasiswa yang baru memasuki tahap perkuliahan di Universitas Syiah Kuala akan mengalami masa transisi dari pendidikan SMA sehingga membutuhkan penyesuaian diri dan kemampuan mengatur diri yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen waktu mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling, merupakan alat ukur berbentuk kuesioner dengan metode menggunakan angket. Populasi merupakan seluruh mahasiswa tahun masuk 2014 reguler A yang aktif pada Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, dengan jumlah 56 dari 106 responden. Hasil peneitian dapat disimpulkan bahwa manajemen waktu mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi berada pada kategori baik yaitu 33 mahasiswa (58,9%) dimana secara umum semua sub variabel juga berada pada kategori baik yaitu membuat perencanaan dan menentukan prioritas 33 mahasiswa (58,9%), menyelesaikan dengan prioritas tertinggi 39 mahasiswa (69,6%)dan memprioritaskan kembali berdasar pada tugas yang tersisa 38 mahasiswa (67,9%) serta Dari hasil penelitian diharapkan mahasiswa dapat memamfaatkan waktunya secara optimal untuk meningkatkan kualitas dan profesioalitas mahasiswa Kurikulum Berbasis Kompetensi kedepannya.Kata kunci: Manajemen Waktu, Kurikulum Berbasis KompetensiABSTRACTTime is generally considered as a pecular resource. Time management, relatively, has inevitably become a new concept within individual and professional development. Freshgraduate from highschool who just studied at Syiah Kuala University will experience the transition period so that they will need to adjust themselves to university level and are expected to be able to manage their time well. The purpose of this research was to find out time management of Competency Based Curriculum students at Faculty of Nursing of Syiah Kuala University. The research design used in this study was descriptive explorative, with cross sectional study. The samples were selected through simple random sampling; the data were collected by using questionnaire. The research population was all students of Regular A, especially those who enrolled in 2014 at Faculty of Nursing of Syiah Kuala University; and the subjects of the research were 56 students from the total of 106 respondents. The results revealed that the time management of Competency Based Curriculum students is in good category, 33 students (58.9%). Then, all sub-variables are also in good category, namely making plans and determining priorities are 33 students (58.9%); completing the highest priority 39 students (69.6%); and reprioritizing the remaining tasks 38 students (67.9%). Hence, based on the findings, it is strongly expected that every Competency Based Curriculum student should be able to manage and spend their time optimally in order to improve their quality and professionalism.Keywords: Time Management, Competency Based Curriculu

    MANAJEMEN PERSALINAN OLEH PERAWAT DAN BIDAN DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT PEMERINTAH ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKIbu yang menghadapi persalinan akan mengalami rasa takut, cemas dan bercampur bahagia saat proses persalinan. Ibu yang akan menghadapi proses persalinan akan memberikan respon positif, risiko komplikasi akan kurang apabila dipersiapkan, dikelola (manage) dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen persalinan oleh perawat dan bidan di Ruang Bersalin Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pemerintah Aceh dan Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2015. Jenis Penelitian ini jenisnya berbentuk deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Juni s/d 10 Juli 2015. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu 33 orang perawat dan bidan di Ruang Bersalin Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pemerintah Aceh dan Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa sebagian besar fungsi manajemen dari aspek perencanaan persalinan berada pada kategori efektif (66,7%), pengorganisasian persalinan berada pada kategori efektif (72,7%), penggerakan dan pelaksanaan persalinan berada pada kategori efektif (54,5%), pengawasan dan pengendalian persalinan berada pada kategori efektif (63,6%) dan fungsi manajemen persalinan berada pada kategori efektif sebanyak 19 responden (57,6%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan agar dapat melakukan sosialisasi tentang manajemen persalinan dalam bentuk workshop, sehingga dapat mencegah terjadinya penyulit persalinan dan lebih baik lagi manajemen persalinan di masa yang akan datang.Kata kunci: Kualitas, Manajemen, persalinanABSTRACTMother who are dealing with giving birth will experience fear, anxiety, and happy together with happiness. They will give positive respond that will reduce risk of complication if it is well prepared and maintained. The aim of this research is to know the delivery and birth management performed by nurse and midwife in obstetric ward at Ibu dan Anak Hospital and Meuraxa Hospital located in Banda Aceh in 2015. This is a descriptive explorative research which was conducted from 29th June to 10th July 2015. The technique of sampling used was total sampling in which involved 33 nurses and midwifes in obstetric ward at Ibu dan Anak Hospital and Meuraxa Hospital in Banda Aceh. The result of this study shows that most of the management function of delivery and birth is effective (66,7%), and from the organization of delivery and birth is effective (72,7%), the aspect of activating and implementing is also effective (54,5%), and the supervising and controlling aspect is effective as well (63,6%), and last from the management function of delivery and birth is in effective level which involved 19 respondents (57,6%). It is expected that the result of study will provide comprehensive input for medical staff to socialize the management function for delivery and birth including workshop in order to prevent difficulties that might occur during delivery and also improve the existing management to be better in the future.Key Words: Quality, Management, Diliver

    KHASIAT MADU DALAM MENURUNKAN MUKOSITIS AKIBAT KEMOTERAPI

    Get PDF
    ABSTRAKMukositis merupakan peradangan pada mukosa dan submukosa mulut yang terjadi akibat efek samping kemoterapi. Salah satu tindakan yang direkomendasikan untuk mencegah dan menurunkan derajat mukositis adalah melakukan perawatan mulut menggunakan madu. Penelitian ini bertujuan menganalisis khasiat madu dalam menurunkan mukositis pada pasien kanker akibat kemoterapi. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen non equivalent control group pretest-post test, sampel sebanyak 98 responden diambil dengan tehnik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi derajat mukositis dan instrument Assesment Guide yang yang direkomendasikan oleh United Kingdom Cancer Care Study Group (UKCCSG). Analisis data dengan regresi logistic ordinal diperoleh hasil bahwa perawatan mulut menggunakan madu bermanfaat menurunkan mukositis akibat kemoterapi pada pasien kanker (kelompok intervensi) (p=0.000). Perawatan mulut menggunakan madu bersama-sama dengan variabel usia, jenis kelamin, status gizi, jenis kanker dan jenis kemoterapi secara simultan berkontribusi terhadap penurunan derajat mukositis sebesar 77,9% pada hari ketiga dan 81% pada hari ke enam. Disarankan kepada pasien kanker agar mengaplikasikan perawatan mulut menggunakan madu selama terapi kemoterapi untuk mencegah dan menurunkan derajat mukositis.Kata kunci: kemoterapi, madu, mukositis. ABSTRACTMucositis is the respond of inflammation and ulceration on the mucous membrane in the mouth and sub mucosa that happened because the side effect of chemotherapy. One of the suggested actions to prevent and decrease the degree of mucositis is by starting oral care using honey. This researchs purpose is to find out the effectiveness of the honey in decrease the degree of mucositis on cancer patients undergo are doing the chemotherapy in a general hospital in Medan. This research is a quasi experiment with designed of non-equivalent control group pre test-post test. Sampling method with total sampling technique is consist of 2 groups; an intervention group who get the oral care using honey (76 correspondent), and a group who get oral care using chlorhexidine 0.2% (22 correspondent). Regression of ordinal logistic are used to analyze the data. The result of the analysis shows that the oral care using honey is effective to decrease the degree of mucositis on cancer patients (P=0.000). The oral care using honey statistically effective to decrease the degree of mucositis, so it is recommemded to the hospitals to implement the oral care using honey in their standard of nursing treatment towards cancer patient who are doing chemotherapy.Key words: honey, chemotherapy, mucositis

    MEKANISME KOPING PADA PASIEN DM TIPE II DENGAN GANGREN DIABETIK DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUDZA BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan penyakit kronik menahun yang dapat menimbulkan stres sehingga memerlukan mekanisme koping yang adaptif untuk dapat mempertahankan kualitas hidup. Koping didefinisikan sebagai usaha kognitif dan perilaku yang dilakukan untuk mengatur kebutuhan eksternal dan internal tertentu yang membatasi sumber seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik di Ruang Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2011. Desain penelitian ini adalah deskriptif exploratif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling pada 32 pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk dichotomous yang terdiri dari 20 item pernyataan. Data di analisa secara deskriptif dengan menentukan persentase dengan kategori adaptif dan maladaptif. Hasil penelitian diperoleh mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik untuk prilaku menyerang berada pada kategori adaptif sebanyak 32 responden (100%), menarik diri pada kategori adaptif sebanyak 23 responden (71,9%),kompromi kategori adaptif sebanyak 29 responden (90,6%), kompensasi pada kategori adaptif sebanyak 31 responden (96,9%), dan menyangkal pada kategori adaptif sebanyak 29 responden (90,6%). Secara umum mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus tipe II dengan gangren diabetik berada pada kategori adaptif yaitu 27 orang (84,4%). Diharapkan kepada perawat agar dapat memberikan interaksi yang lebih baik kepada pasien, karena perlakuan tersebut akan menumbuhkan mekanisme koping positif dan harapan hidup yang lebih baik.Kata kunci: mekanisme koping, adaptif, maladaptif, diabetes mellitus tipe II, gangren diabetik.ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease which can induce stress so that it needs the adaptive coping mechanism to maintain the quality of life. Coping is defined as cognitive effort and behavior undertaken to manage the specific external and internal needs that restrict the human resource. This study aimed to knowthe description of coping mechanism in type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene in the endocrine clinic room of the District General Hospital dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh, 2011. The study design is descriptive explorative study with Cross Sectional Study approach. Sampling techniques is purposive sampling in 32 type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene. Data collection technique was used questionnaire with dichotomous form consisting 20 items of statement. The data was analyzed in descriptive with determine the percentage of adaptive and maladaptive categories. The results showed thecoping mechanism of type II diabetes mellitus patient with diabetic gangrene for behavior attack in adaptive category was 32 participants (100%), retire in adaptive category was 23 participants (71.9%), compromise in adaptive category was 29 participants (90.6%), compensation in adaptive category was 31 participants (96.9%), and deny in adaptive category was 29 participants (90.6%). Generally, coping mechanism in type IIdiabetes mellitus patient with diabetic gangrene in adaptive category was 27 people (84.4%). It is expected to nurses in order to give better interaction for the patients because such treatment will lead to positive coping mechanism and expectation of a better life. Keywords: coping mechanism, adaptive, maladaptive, type II diabetes mellitus, diabetic gangren

    PENGARUH EFEKTIFITAS KONSELING TERHADAP DUKUNGAN SUAMI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KB DAN PEMILIHAN KONTRASEPSI

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektifitas konseling terhadap dukungan suami dalam pengambilan keputusan KB dan pemilihan kontrasepsi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengaruh dari efektifitas konseling yang diberikan kepada suami dan variabeldependen adalah dukungan suami. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, dengan Pretest-Postest non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah para suami yang mempunyai istri dalam masa postpartum yang di rawat di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jumlah sampel 62 orang, 31 orang kelompok intervensi dan 31 orang kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Chi Square ( )2 dan diolah dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dukungan suami sebelum dan setelah pemberian konseling pada kelompok intervensi P Value= 0,006, terdapat pengaruh dukungan suami antara sebelum dan setelah pemberian konseling pada kelompok intervensi P Value= 0,000, tidak ada pengaruh dukungan suami sebelum pemberian konseling pada kedua kelompok P Value= 0,611, tidak ada pengaruh dukungan suami setelah pemberian konseling pada kedua kelompok P Value= 0,192, ada perbedaan yang signifikan keikutsertaan KB antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol P Value= 1.000. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi berbagai pihak untuk melaksanakan konseling secara efektif khususnya pada masyarakat yang masih menganggap KB adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dan masih adanya pertentangan dalam budaya dan nilai agama.Kata Kunci : Konseling, dukungan suami, keputusan KB, kontrasepsiABSTRACTThe study aimed to know the effect of the effective counseling for the husband support in decision making and selection of contraceptive KB. The independent variable of this study is the impact of effective counseling which is provided for the husband and the dependent variable is the husband support. This study was used quasi experimental design, with Pretest-Posttest non-Equivalent Control Group Design. The population of this study is the husbands which had the postpartum wife and treated in RSUD Dr. Zainoel Abidin of BandaAceh. The sample was 62 people, 31 people in the experimental group and 31 people in the control group. The samples were collected by using purposive sampling technique with using the Slovin formulate. Analysis method used in this study was Chi Square ( ) 2 and it was processed by using SPSS software. The result of the study showed that there is an effect of the husband support before and after giving the counseling in the experimental group with P value= 0.006, there is an effect of the husband support before and after giving the counseling in the experimental group with P value= 0.000, there is no effect of the husband support before giving the counseling in both groups with P value= 0.192, there is significant different of the participationKB between the experimental and the control groups with P value= 1.000. This study can be used as the reference resource for all parties to do the effective counseling especially in the community which still think KB is taboo to talk, and there is still disagreement in the cultural and religious value.Keywords: Counseling, husband support, KB decisions, contraceptive

    PENERAPAN TERAPI KELOMPOK SUPORTIF PADA IBU HAMIL DENGAN ANSIETAS MELALUI PENDEKATAN TEORI MERCER DI KELURAHAN BALUMBANG JAYA, BOGOR BARAT

    No full text
    ABSTRAKKehamilan bagi seorang wanita merupakan salah satu periode kritis dalam kehidupan dan merupakan suatu keadaan yang dapat mempengaruhi kondisi psikologisnya. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok khusus yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan terutama masalah psikososial. Masalah psikososial yang sering dialami oleh ibu hamil adalah ansietas. Asuhan keperawatan terhadap ibu hamil dengan ansietas dapat dilakukan di rumah sakit dan di komunitas. Ansietas pada ibu hamil adalah suatu kondisi psikologis yang mengancam individu selama kehamilan atau menjelang persalinan dimana objek kecemasan itu tidak jelasdikarenakan adanya perubahan-perubahan fisiologis yang menyebabkan ketidakstabilan kondisi psikologis sehingga diperlukan suatu intervensi untuk mengurangi ansietas tersebut. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memaparkan penerapan Terapi Kelompok Suportif dalam manajemen kasus keperawatan spesialis pada ibu hamil dengan ansietas sedang melalui pendekatan konsep adaptasi stress Stuart dan teori Mercer. Jumlah ibu hamil yang dikelola sebanyak 13 orang. Hasil penerapan terapi ini menunjukkan bahwa terapi kelompoksuportif sangat efektif dilakukan pada ibu hamil yang mengalami ansietas sedang. Setelah mengikuti terapi, kelompok ibu hamil tersebut mampu mengontrol ansietas dan mampu memberikan dukungan positif terhadap ibu hamil yang lain serta mampu menyusun rencana tindak lanjut menghadapi persalinan.Kata Kunci: Karakteristik, Kecemasan, MenopauseABSTRACTPregnancy for a woman is one of the critical periods in life and is a condition that can affect the psychological condition. Pregnant women are one of the special groups that are susceptible to a variety of health problems, especially psychosocial problems. A psychosocial problem often experienced by pregnant women is anxiety. Nursing care for pregnant women with anxiety can be done in the hospital and in the community. Anxiety in pregnant women is a psychological condition that threatens individuals during pregnancy or before delivery where the object of anxiety is not clear because of the physiological changes that cause instability psychological condition that required an intervention to reduce the anxiety. This paper aims to describe the application of Supportive Group Therapy in specialist nursing case management in pregnant women with moderate anxiety through the Stuart concepts stress adaptation and theory of Mercer. Number of pregnant women (samples) who managed as many as 13 people. Results showed that the application of the supportive therapy group is very effective performed on pregnant women who experiencewith moderate anxiety. After the therapy, the group of pregnant women is able to control the anxiety and be able to provide positive support to other women who are able to plan and follow-up face of labor.Keywords: group therapy, pregnant women, anxiet

    MAKAN PAGI DAN PRESTASI AKADEMIK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI BANDA ACEH

    Get PDF
    Anak usia sekolah yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar di sekolah, membutuhkan asupan makanan dengan kandungan gizi yang adekuat untuk menunjang aktivitas harian mereka, termasuk kegiatan akademik. Anak yang rutin makan pagi memiliki konsentrasi yang lebih baik saat mengikuti pelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan hubungan antara makan pagi dengan prestasi akademik anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian terdiri atas 179 anak usia 10-12 tahun (55.3% perempuan dan 44.7% laki-laki) yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling pada salah satu sekolah dasar di Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dilakukan pada bulan Mei 2004 dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk multiple choices dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara prestasi akademik siswa dengan kebiasaan makan pagi (p= 0,000), menu makan pagi (p = 0,000), frekuensi makan pagi (p = 0,000), dan lingkungan makan pagi (p =0,009), namun hubungan tersebut tidak signifikan dengan waktu makan pagi (p = 0,053). Untuk itu, perawat komunitas and professional kesehatan terkait lainnya serta pihak sekolah perlu meningkatkan kebiasaan makan pagi pada sisw

    HUBUNGAN LAMA MENDERITA PENYAKIT DENGAN PENGETAHUAN PERAWATAN KULIT DAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG MAMPLAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    Get PDF
    ABSTRAKPengetahuan pasien diabetes mellitus tentang perawatan kulit dan kaki sangat penting dalam hal mencegah komplikasi dari penyakit ini yaitu ulkus pada kaki dan kulit. Angka insiden komplikasi ulkus pada kaki berkisar antara 8-10%. Faktor yang mempengaruhi salah satunya ialah lama menderita penyakit atau pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan lama menderita penyakit dengan pengetahuan pasien diabetes mellitus Tipe 2 di ruang mamplam rumah sakit umum daerah dr. Zaenoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 sebanyak 68 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner, data dikumpulkan melalui wancara dan observasi pada tanggal 1 sampai 14 Februari 2015. Data dianalisa secara univariat dan bivariat, dengan uji statistic chi-square test ( ) dengan tingkat kemaknaan 0,05 (95%). Berdasarkan hasil uji statistic chi-square test ( ) diperoleh nilai hitung = 0,662 nilai tersebut lebih besar dari = 0,05 maka diperoleh ada hubungan antara Lama Menderita Penyakit Dengan Pengetahuan Perawatan kaki dan Kulit Pada Pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Ruang Mamplam RSUD dr. Zaenoel Abidin Banda Aceh. Kepada perawat selalu memberikan informasi tentang penyakit yang diderita oleh pasien meskipun pasien tidak memintanya.Kata Kunci: Lama Menderita Penyakit, Pengetahuan, Diabetes Mellitus.ABSTRACTAbortion is a fetus weighing less than 500 g or having completed less than 20 weeks gestational age at the time of expulsion from the uterus, having no chance of survival. The abortus woman attitude is affected by the support that given by husband, family, friends and health care provider. Many factors assumed as etiology of spontaneous abortion, include mother factor, fetal factor and others eksternal factors. Mother factors such as age, paritas, previous history of abortus, genital infection, chronic disease, unwell uterus, mioma, poor lifestyle, drugs, fear and stress, sex activity and orgasme during pregnant and fatique-induced activity. Fetal factor related to abortion such as abnormality of chromosom. The others eksternal factors include fisical injury, radiation, pollution, pesticides and on overcapacity megnet area. Regarding the rules of maternity nurses as educator, the patients must be given appropriate information and education in order to prevent and know early conditions affected abortus.Keywords: Long Times Illness, Knowledge, Diabetes Mellitus Health polytechnic lecturers RI health department Ace

    280

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Idea Nursing Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇