Idea Nursing Journal
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS OLAHRAGA PERNAPASAN TERHADAP PENURUNAN GEJALA ASMA PADA PENDERITA ASMA DI LEMBAGA SENI PERNAPASAN SATRIA NUSANTARA CABANG MEDAN
ABSTRAKAsma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tapi dapat dikendalikan. Asma dapat dikendalikan dengan pengelolaan yang dilakukan secara lengkap, tidak hanya dengan pemberian terapi farmakologis yaitu dengan cara pemberian obat-obatan anti inflamasi tetapi juga menggunakan terapi nonfarmakologis yaitu dengan cara mengontrol gejala asma. Olahraga pernapasan merupakan salah satu cara untuk mengontrol gejala asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas olahraga pernapasan terhadap penurunan gejala asma pada penderita asma di Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan. Desain penelitian adalah quasi eksperimen one group. Sampel sebanyak 7 orang, pengambilan sampel dengan teknik perposive sampling yaitu sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7 Juni 2009 sampai 5 Juli 2009. Olahraga pernapasan dalam penelitian ini dilakukan secara teratur selama 120 menit per sesi dengan frekuensi 2-3 kali seminggu selama 1 bulan. Pada seluruh responden dilakukan observasi gejala asma mingguan dan bulanan sebelum dan sesudah olahraga pernapasan. Berdasarkan hasil analisa data dengan uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan gejala asma mingguan dan bulanan sebelum dan sesudah olahraga pernapasan. Hasil penelitian adanya penurunan gejala asma yang signifikan setelah olahraga pernapasan secara teratur.Kata kunci: Olahraga pernapasan, gejala asma, asma.ABSTRACTAsthma is an uncurable but controllable disease. Asthma can be controlled with comprehensive management, not only by giving farmacologic therapy i.e. antiinflamation drugs but also use non farmacology therapy i.e. controlling asthma symptoms. Respiratory exercise is one way to control asthma symptoms. The study aims to identify respiratory exercise effectivity for decrease of asthma symptom in Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara Cabang Medan (Art of Institute of Respiratory Satria Nusantara branch Medan). the research design is one group quasy experiment. The sample was 7 people with sampling technique used purposive sampling according to research inclusion criterion. The study was conducted between 7th June and 5th July 2009. The respiratory exercise in the study was regularly implemented for 120 minutes each session and 2-3 times weekly for a month. It was implemented weekly and monthly observation of asthma symptom for all respondents pre and post respiratory exercise. According to the result of data analysis with paired t-test show the difference monthly and weekly asthma symptom pre and post respiratory exercise. The result of the study shows significant reduction of asthma symptom after regularly respiratory exercise. Keywords: Respiratory exercise, asthma symptom, asthm
JARAK RUMAH DENGAN KANDANG TERNAK TERHADAP KECENDRUNGAN BALITA MENDERITA PENYAKIT PNEUMONIA
Pneumonia merupakan salah suatu masalah kesehatan global yang sangat penting pada anak balita khususnya pada negera-negara berkembang. Saat ini pneumonia merupakan salah satu kasus penyebab kematian pada anak terbesar terutama pada periode baru lahir. Banyak faktor yang menjadi penyebab dari penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jarak kandang hewan ternak dengan kecendrungan balita menderita penyakit pneumonia pada balita di Desa Lambatee Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar. Sampel penelitian ini adalah ibu dan balita yang berjumlah 47 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 3-14 Agustus 1975 dengan cara wawancara dan obeservasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara jarak kandang hewan ternak dengan kecendrungan balita menderita penyakit pneumonia pada balita di Desa Lambatee Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar, sehingga perlu diteliti lebih lanjut faktor lain yang menyebabkan terjadinya Pneumonia pada balita di Desa Lambatee Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar.Kata Kunci : Jarak Rumah, Kandang Ternak, Balita, PneumoniaABSTRACTPneumonia is a global health problem that is very important in Undefive, especially in the developing countries in world. Currently pneumonia is one case of the biggest causes of death in children, especially in the newborn period. Many of the factors that cause this disease. This study aims to determine the relationship between distance house with cage of animals toward trends in underfive suffering diseases pneumonia in the village lambatee darul kamal sub district, aceh besar district. Samples were mothers and infants who totaled 47 people. The research was conducted on 3-14 august 1975 by interview and observation. The results showed that there was not relationship between the distance cage farm animals with the tendency of infants suffering from pneumonia in children under five in the village lambatee district of darul kamal aceh besar district, so it needs to be further investigated other factors that cause pneumonia in children under five in the Lambatee Village District of Darul Kamal Aceh Besar Regency.Keywords: Space house, Cage, underfive, Pneumoni
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS: PENGALAMAN PASIEN SUKU BATAK TOBA
ABSTRAKKanker seviks menimbulkan masalah tersendiri bagi perempuan yang mengalaminya karena kanker ini berhubungan dengan perubahan pada organ reproduksi perempuan sehingga akan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna kualitas hidup pasien kanker serviks: pengalaman pasien suku Batak Toba. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview dan fieldnote. Patisipan berjumlah 12 orang suku Batak Toba yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Wawancara dilakukan di rumah sakit, peneliti terlebih dahulu melakukan kontrak. Hasil wawancara dianalisis dengan metode pendekatan Colaizzi. Hasil analisis penelitian ditemukan 6 tema yaitu: perubahan aktivitas fisik, efek samping terapi, perubahan psikologis, perubahan interaksi sosial, dampak budaya, dan kegiatan spiritual. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan bagi perempuan yang menderita kanker serviks untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan memperhatikan faktor budaya karena budaya dapat mempengaruhi aspek harapan, kesehatan dan penyakit.Kata kunci: kualitas hidup, kanker serviks, suku Batak Toba.ABSTRACTCervical cancer has a specific problem in women who undergo it because of the change in their reproductive organ which will eventually influence their life quality. The objective of the research was to analyze the meaning of life quality in Batak Toba cervical carcer patients. The research was a descriptive phenomenological study. The data were gathered by conducting in - depth interviews and field notes. There were 12 Batak Toba participans, taken by using purposive sampling technique. Interviews were conducted in the hospital by having cantract before the interviews took place. The result of interviews was analyzed by using Collaizzi approach. The result of the research showed that there were six themes: change in physical activity, side effect of the therapy, psychological change, social interaction change, cultural change and spiritual activity. It is commended that nurses provide nursing care for cervical cancer women in order to increase their life quality by paying attention to cultural factor because culture can influence the aspects of hope, health and sickness.Keywords: Quality of Life, Cervical Cancer, Batak Toba Ethnic Grou
TUJUAN YANG DIGUNAKAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA BANDA ACEH
ABSTRAKRumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh, Akademi Keperawatan Ibnu Sina (AKIS) Kota Sabang dan Hedmark University College (HUC) melakukan kerja sama mengembangkan pengetahuan lokal tentang terapi lingkungan, melalui penelitian berbasis aksi (cooperative inquery). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai perawat dalam memberikan layanan kesehatan jiwa pada pasien psikotik. Pengajaran berbasis dialog merupakan intervensi penting dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara kelompok fokus dan dianalisa menggunakan qualitative content analysis. Hasil penellitian teridentifikasi lima tujuan perawat dalam memberikan layanan kesehatan jiwa, yaitu meningkatkan wawasan dan pemahaman pasien, meningkatkan kemandirian pasien, meningkatkann kerja sama dengan keluarga pasien, meningkatkan kerja sama lintas profesi, dan ingin memperbaiki paktek pelayanan. Tujuan ini akan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan terapi lingkungan. Para perawat percaya bahwa terapi lingkungan dapat memperbaiki kualitas layanan kesehatan jiwa melalui penyediaan lingkungan terapeutik yang aman, penuh dukungan, memberi kepastian, meningkatkan kapasitas pasien, sehingga dapat menjamin peningkatan kesehatan pasien.Kata kunci: Terapi lingkungan, kesehatan jiwa, tujuan perawatABSTRACTBanda Aceh mental hospital in collaboration with Nursing School of Sabang and Hedmark University College will develop local knowledge about milieu therapy. This project is conduct by co-operative inquiry research to identify goals used by nurses in patient care delivery with psychotic. Dialog-based teaching is an important intervention in the study. Data was collected with multi-step focus group interviews and analysed by using qualitative content analysis. The study has identified five goals controlling nurses in their nursing care delivery, nemely: to improve understanding and knowledge of patient, to increase independency of patient, to improve family coorperation, to enhance interdisciplinary collaboration, and to improve care delivery of patient. The goals will be used as first step in developing of milieu therapy. The nurses believe that milieu therapy can be a therapeutic modality for improving mental health services in the hospital by creating therapeutic environmet that is safe, full support, pedictable, develop patients capacity, that focused on the patients healing.Keywords: Environmental therapy, mental health, nursing purpose
PENGARUH PERUBAHAN FISIOLOGIS IBU HAMIL TERHADAP ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR DI ACEH BESAR
ABSTRAKKondisi bayi baru lahir dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu, kadar Hb, tinggi fundus uteri, peningkatan berat badan di akhir kehamilan, kualitas pemeriksaan kehamilan, and sakit yang di derita ibu selama kehamilan. Selain kondisi tersebut, status anthropometri bayi baru lahir sangat terkait dengan karakteristikibu hamil seperti ketebalan lemak pada dinding perut ibu, kepadatan plasenta dan cairan ketuban. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh dari perubahan fisiologi ibu terhadap antropometri bayi baru lahir di rumah bersalin kecamatan Kuta Baro Aceh Besar 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah korelatif untuk memperoleh keterkaitan antara variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan cross sectional study. Sampel penelitian ini yaitu ibu dengan usia kehamilan 38-40 minggu dengan totalsampel 57 orang. Pengambilan sampel dimulai dari 16 Juni sampai 28 Agustus 2011 dengan teknik total sampling. Analisis regresi linear digunakan untuk mengukur asosiasi antara variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak ada pengaruh antara penambahan berat badan ibu hamil dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruhantara peningkatan berat badan ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh antara kadar Hb ibu hamil dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh antara kadar Hb ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada hubungan antara tinggi fundus uteri dengan panjang badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05), tidak ada pengaruh antara tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi baru lahir ( P value 0.05, alpha 0.05). Diharapkan ibu hamil dapat memonitor berat badan lebih awal, tinggi fundus uteri, dan Hb untuk mendeteksi kemungkinan berat badan rendah pada bayi baru lahir.Kata Kunci: ibu hamil, berat badan, haemoglobin, antropometriABSTRACTThe condition of new born babies are related to the condition of mother health, the density of Hb, height uterine fundus , weight increasing at the end of pregnancy, quality of antenatal control and illness sufferedby mother during pregnant. Besides those conditions, anthropometry status of new born babies is very related to pregnant mother characteristic such as fat thickness at abdomen wall, density of plasenta and fetal membrane liquid. The purpose of this research is to find out the influence of fisiology changing of pregnant mother toward anthropometry of new born babies in maternity hospital at Kuta Baro Subdistrict Aceh Besar 2011. Research design used in this study is correlative that is to gain the relationship between independentand dependent variable by using cross sectional study. The sample for this research are pregnant mothers with 38-40 weeks of pregnancy with total sample 57 person. sample taking was started from june 16 toaugust 28, 2011 by applying total sampling tehnique. Lineir Regression Analysis is used to measure the association between independent vaiables with dependent variables. The result of this research shows that there is no relationship between the increasing of pregnant mother weight with new born babies weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the increasing of pregnant mother weight with baby weight of low born weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the density of Hb of pregnant mother with with new born babies weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between the density of Hb of pregnant mother with baby weight of low born weight ( P value 0.05, alpha 0.05), there is no relationship between height uterine fundus with baby height of low born weightP value 0.05, alpha 0.05), there is relationship between height uterine fundus with baby weight of new born babies weight ( P value 0.05, alpha 0.05). It is expected to toward pregnant mother to monitor earlier for weight, height uterine fundus, and Hb to detect possibility of low weight of new born babies.Keywords: pregnant mother, weight, haemoglobin, anthropometr
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN GIZI DENGAN STATUS GIZI LANJUT USIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH
Masalah gizi adalah masalah yang mungkin terjadi pada lansia yang erat kaitannya dengan masukan makanan dan metabolisme tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hal ini disebabkan oleh terjadinya proses degradasi yang berlangsung sangat cepat yang mengakibatkan terjadinya perubahan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh Tahun 2011. Desain penelitian yang digunakan deskriptive corelative dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 26 - 29 Oktober 2011 di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh dengan jumlah responden 49 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk dikotomi. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan total sampling, analisa bivariat dengan mengunakan uji statistik chi-square test (x2). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dengan status gizi lanjut usia, diantaranya aktivitas fisik, depresi dan kondisi mental, pengobatan, penyakit dan kemunduran biologis dengan status gizi lanjut usia dengan nilai p-value 0,05. Kesimpulan hasil penelitian didapatkan bahwa status gizi lansia sudah berada dalam kategori normal, maka peneliti menyarankan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh agar dapat mengoptimalkan perhatian terhadap makanan yang dikonsumsi lansia guna mencapai status gizi yang normal dan dalam memberikan obat kepada lansia agar lebih memperhatikan daya penyerapan obat tanpa mempengaruhi status gizi lansia, dan peneliti selanjutnya dapat menjadikan referensi untuk melihat lebih lanjut tentang hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dengan status gizi lanjut usia
PENGETAHUAN PERAN PROFESIONAL PERAWAT DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PSIK-FK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Pengetahuan peran profesional perawat yang mencakup sebagai pemberi pelayanan kesehatan, pendidik, pengelola dan peneliti diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa baik secara internal dan eksternal yang sedang menjalani proses pendidikan untuk perubahan tingkah laku. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan peran profesional perawat dengan motivasi belajar mahasiswa PSIK-FK Unsyiah Banda Aceh. Jenis penelitian Deskriptif Korelasi dengan desain cross sectional study teknik pengambilan sampel random sampling. Penentuan jumlah menggunakan rumus Slovin, jumlah sampel 91 responden melalui teknik undian (lottery technique) untuk menentukan sampel setiap angkatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk soal Multiple Choice Question dan Skala Likert. Analisa data menggunakan chi-square test. Hasil penelitian peran profesional perawat dengan motivasi belajar P-value (0,010); peran profesional sebagai pemberi pelayanan kesehatan dengan motivasi belajar P-value (0,010); sebagai pengelola P-value (0,004); sebagai pendidik P-value (0,017). Sebagai peneliti P-value (0,209) yang berarti tidak memiliki hubungan yang berarti. Rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengajar agar lebih memfokuskan pengetahuan mahasiswa tentang peran perawat sebagai peneliti dengan cara mengikut sertakan mahasiswa dalam setiap penelitian dan mengadakan pelatihan-pelatihan tentang penelitian agar pengetahuan mahasiswa dibidang penelitian semakin baik
HUBUNGAN PERUBAHAN ELIMINASI URINE DENGAN GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA DI GAMPONG LAMBARO SUKON, DARUSSALAM, ACEH BESAR
ABSTRAKInkontinentia urine merupakan Geriatric Giant yaitu masalah yang sering diderita oleh lansia dan akanmengganggu kenyamanan lansia termasuk gangguan tidur. Penelitelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan perubahan eliminasi urine dengan gangguan tidur pada lansia di Gampong Lambaro Sukon. Desainpenelitian adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling denganjumlah sampel 62 orang lansia. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 18-25 September 2010 diGampong Lambaro Sukon Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Alat pengumpulan datamenggunankan kuesioner dengan 23 item pertanyaan dengan teknik wawancara terpimpin . Analisa datadengan menggunakan rumus chi square dengan confidence interval 95% dan (0,05). Hasil analisis datamenunjukkan bahwa sebanyak 30 (48,3%) lansia mengalami perubahan eliminasi urine dan sisanya 13 lansia(20,9%) tidak mengalami perubahan eliminasi urine. Lansia yang mengalami gangguan tidur (insomnia)sebanyak 43 orang (69,4%) dan sebanyak 19 lansia (30,6%) tidak mengalami insomnia. Terdapat hubunganantara perubahan eliminasi urine dengan gangguan tidur pada lansia di Gampong Lambaro Sukon KabupatenAceh Besar. Keluarga agar dapat mengoptimalkan dukungan dalam perawatan lansia dengan perubahaneliminasi.Kata kunci: Gangguan tidur, lansia, eliminasi urine.ABSTRACTInkontinentia urine is a problem that often affects the elderly and would interfere with the elderly includingsleep disorders. This study aims to determine the relationship changes with the urinary elimination of sleepdisorders in the elderly in Gampong Lambaro Sukon. The study design was a cross sectional study. Samplingtechnique with simple random sampling with a sample of 62 elderly people. Data collection was conductedon 18 to 25 September 2010 at Gampong Lambaro Sukon Darussalam Aceh Besar district. Means of datacollection using a questionnaire with 23 items with questions guided interview technique. Data analysisusing chi square formula with 95% confidence interval and (0,05). Results of data analysis showed that 30(48.3%) elderly experience changes urinary elimination and the remaining 13 elderly (20.9%) did notchange urinary elimination. The elderly who experience sleep disturbances (insomnia) as many as 43 people(69.4%) and as many as 19 elderly (30.6%) did not experience insomnia. There is a relationship betweenchanges in urinary elimination with sleep disorders in the elderly in Gampong Lambaro Sukon Aceh Besardistrict. Family support in order to optimize the care of the elderly with the change of elimination.Keywords: Sleep disorders, elderly, urinary elimination
HUBUNGAN KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI REMAJA
ABSTRAKKomunikasi merupakan elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untukmenetapkan, mempertahankan, dan meningkatkan kontak dengan orang lain. Komunikasi keluarga adalahsuatu proses simbolik, transaksional untuk menciptakan dan mengungkapkan pengertian dalam keluarga.Konsep diri didefinisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorangmengetahui tentang dirinya dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Konsep diri seseorang tidakterbentuk sewaktu lahir tetapi dipelajari sebagai hasil dari pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiridengan orang terdekat dan dengan realita dunia. Sikap keluarga yang terbuka mengembangkan komunikasiefektif seperti menghargai pendapat remaja, pikiran remaja, memberi kesempatan mengekspresikan dirisebagai sahabat bagi remaja akan membantu remaja mendapatkan identitasnya. Komunikasi keluarga yangefektif akan membuat remaja merasa dapat diterima dan dihargai sebagai manusia sehingga dapatterbentuknya konsep diri yang positif. Sebaliknya bila tidak ada komunikasi yang efektif dalam keluargamaka remaja tersebut cenderung mempunyai konsep diri yang negatif terhadap dirinya.Kata Kunci: Komunikasi, remaja, keluarga, konsep diri.ABSTRACTCommunication is a basic element of human interaction that allows a person to establish, maintain, andimprove contact with others. Family Communication is a symbolic process, transactional to create andexpress understanding in the family. Self-concept is defined as thoughts, beliefs, and the trusts that make aperson aware about himself and affect relationships with others. The self concept is not formed since theybirth but learned as a result of a person's unique experience in itself with the people and the reality of theworld. Family attitudes that can accept other opinion will develop the effective communication which consistof the opinions of teenager, teenage minds, giving the opportunity to express themselves as companions forteens will help teens get their credentials. Effective family communication will make the teen feel acceptedand valued as a human being so as to formation of a positive self-concept. Conversely, if there is no effectivecommunication within the family that teens tend to have a negative self-concept against him.Keywords: Communication, teen, families, the self-concept
TINJAUAN PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN PADA PASIEN DENGAN BUNUH DIRI
ABSTRAKBunuh diri yakni suatu upaya yang disadari dan bertujuan untuk mengakhiri kehidupan individusecara sadar berhasrat dan berupaya melaksanakan hasratnya untuk mati. Perilaku-perilaku bunuh diri dapatberupa isyarat -isyarat, percobaan atau ancaman verbal yang mengakibatkan kematian, luka atau menyakitidiri sendiri. Bunuh diri merupakan salah satu masalah yang perlu mendapatkan penanganan yang intensifoleh karena efek yang ditimbulkan dari perilaku bunuh diri dapat menyebabkan kerusakan integritas diribahkan kematian. Bunuh diri juga satu dari penyebab utama kematian pada usia 15-34 tahun selain faktorkecelakaan. Tujuan penulisan ini adalah ingin menggambarkan tentang penatalaksanaan keperawatankegawatdaruratan pada pasien dengan bunuh diri. Tujuan utama dari intervensi keperawatan adalah untukmelindungi, meingkatkan harga diri dan penguatan coping mechanism. Intervensi yang dibuat dandilaksanakan terus mengacu pada etiologi, diagnosa keperawatan serta sesuai dengan tujuan yang akantercapai sehingga diharapkan perawat dapat senantiasa memahami penatalakasanaan keperawatankedaruratan pada pasien dengan bunh diri.Kata kunci: bunuh diri, penatalaksanaan, kegawatdaruratan.ABSTRACTSuicide is an intentional effort that aims to end individual life with desire and try to apply the desire todie. Suicide behaviors can be signals, trials, or verbal threats that cause death, wound, or self-hurting.Suicide is one of the problems that need intensive treatment due to its effects that can cause self-integritydamage and even death. It is also one leading cause of death of age 15-34 year besides accident factors. Theobjective of this paper is to describe the emergency nursing treatment for the suicidal patients. The mainobjective of this treatment is to protect, improve self-esteem, and strengthen coping mechanism. The createdintervention is done considered by its etiology, nursing diagnosis, and is suitable with the purpose that willbe achieved. It is expected that nurses can understand the emergency nursing treatment for the suicidalpatients.Keywords: suicide, treatment, emergency