VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Not a member yet
467 research outputs found
Sort by
PERILAKU ADIKSI PADA PEMAIN GAME ONLINE DI DINUSTECH SEMARANG DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN
Game online merupakan permainan games yang dapat diakses oleh banyak pemain. Di Indonesia penggemar game online mencapai 6 juta orang dan remaja menduduki kelompokusia terbesar pada pemain game online yaitu 40% yang ternyata memberi dampak pada mereka yang tidak mampu berhenti bermain (adiksi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku adiksi pada pemain game online, meliputi sangsi sosial yang diterima, ketidakmampuan mengontrol untuk bermain, bermain secara berlebihan dan aktifitas lain yang tergantikan akibat bermain game online.Penelitian ini dilakukan terhadap 100 responden. Sebagian besar (40%) responden adalah remaja. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling. Analisis datadilakukan secara kuantitatif deskriptif terhadap variabel penelitian meliputi gambaran adiksi pemain game online, perilaku teman, tekanan teman, kepercayaan terkena dampak,kepercayaan tentang pengorbanan, dan kepercayaan tentang keuntungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemain game online adalah mahasiswa (80%), kepercayaan terhadap pengorbanan sedang sebesar (53%), kepercayaan yang tinggiterhadap keuntungan bermain game online sebesar (46%), tingkat kepercayaan yang sedang terhadap perilaku teman sebesar (40%), dan kepercayaan yang sedang terhadap dampak adiksi sebesar (40%).Berdasarkan hasil analisa menunjukkan bahwa pemain game online di Dinustech adalah mahasiswa. Disarankan bagi Dinustech hendaknya memberikan batasan waktu, agar tidakmenimbulkan adiksi yang tinggi. Dan bagi mahasiswa sendiri, hendaknya membatasi permainan game, karena game pada dasarnya hanya sebuah permainan yang dapat mengakibatkan banyak masalah yang terkait dengan aktifitas sehari-hari. Oleh sebab itu banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari bermain game online dengan cara, kuliah teratur, belajar, membuat tugas, atau menyibukkan diri dengan aktivitas positif yang berkaitan dengan kegiatan sebagai seorang mahasiswa supaya dapat menjalani hidup dengan lebih terarah dan teratur.Kata kunci : adiksi, game online, perilak
TINJAUAN ASPEK KEAMANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING PUSKESMAS LEBDOSARI SEMARANG
Rekam medis adalah bukti dari layanan yang diberikan oleh dokter dan tenaga medis untuk pasien tertulis. Rekam medis dimiliki oleh Puskesmas Lebdosari Semarang dan isinya adalahmilik pasien. Di Puskesmas Lebdosari Semarang tidak dapat melakukan perawatan medis kepada pasien secara efektif ketika dokumen rekam medis rusak atau hilang karena kurangnyakontinuitas informasi medis. Fungsi dokumen sebagai memori utama dan sumber informasi dalam rangka melakukan kegiatan perencanaan, analisis, pengambilan keputusan, pelaporan, penilaian, kontrol dan akuntabilitas juga. Dalam rangka mendokumentasikan rekam medis diPusat Kesehatan Masyarakat Lebdosari Semarang aman dari aspek fisik dan kimia dari kerusakan, untuk mendukung terciptanya keberhasilan penyimpanan, keamanan danpemeliharaan catatan medis yang diperlukan untuk mendokumentasikan tempat, pemeliharaan fasilitas dokumen rekam medis yang mencakup bahaya kerusakan dari aspek fisik dan kimia.Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah dokumen rekam medis di ruang filing Puskesmas Lebdosari Semarang dengan 99sampel dokumen. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara dan observasi, dengan sumber data primer dan sekunder. Pengolahan data adalah editing dan penyajian data, data dianalisis secara deskriptif.Berdasarkan pengamatan dalam menjaga keamanan dokumen rekam medis di ruang filing Puskesmas Lebdosari Semarang belum menetapkan prosedur dan kebijakan peminjamancatatan medis dan penyimpanan catatan medis tidak melarang orang lain selain petugas masuk Rekam medis. Rekam medis seharusnya tidak mengijinkan dokumen keluar dari ruang filing kecuali untuk pengobatan, dengan izin dari pihak berwenang. Dokumen rekam medis hanya berupa kertas yang sewaktu-waktu bisa rusak oleh kelembaban, ketidakstabilan suhu, dan karena itu perlu alat yang diatur untuk mempertahankan kelembabannya.Untuk menjaga keamanan dokumen rekam medis juga membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, sarana dan prasarana yang memadai dan ruang cukup aman dan baikuntuk menjaga kerahasiaan dokumen rekam medis.Kata kunci : keamanan, rekam medis, filin
KONSELING PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI PUSKESMAS MANGKANG SEMARANG
Konseling adalah suatu bentuk wawancara untuk membantu orang lain mendapatkanpemahaman yang lebih baik dari dia dalam usahanya untuk memahami dan mengatasipermasalahan yang dihadapi. Banyak wanita mengalami kesulitan dalam menentukan ataumemilih alat kontrasepsi bukan hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia,tetapi juga karena metode ini mungkin tidak dapat diterima. Dalam survei awal pada bulan Oktober 2010, persentase KB di Puskesmas Mangkang paserta periode dari Agustus sampai Oktober 2010 dari 162 peserta KB adalah nonkontap : Syringe (68 %), pil (29 %), kondom (3%), sedangkan yang menggunakan Kontap : nol (0 %). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritaspeserta perencanaan lebih suka menggunakan nonkontap Kontrasepsi. Di PuskesmasMangkang belum pernah dilakukan penelitian tentang konseling KBJenis penelitian ini adalah penelitian Explanatory, yang bertujuan untuk mengeksplorasihubungan antara pemilihan konseling kontrasepsi pada wanita dari pasangan usia subur.Pendekatan yang digunakan adalah metode cross sectional survey. Pengambilan sampeldilakukan secara purposive sampling, dengan kriteria peserta baru (d†3 bulan), untukmendapatkan sampel dari 30 peserta KB. Analisis data menggunakan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70 % berusia 21-30 tahun, telah pendapatan >UMR, SMA 50 % berpendidikan dan memiliki anak baru, dan 36,7 % bekerja sebagai buruhtani. Sebagian besar penggunaan alat kontrasepsi nonkontap oleh 86,7 %, di mana dulu ada jarum suntik (53,3 %). Mereka berpendapat bahwa konseling dilakukan oleh staf konselingyang baik (73,3 %). Berdasarkan uji statistik, tidak ada hubungan antara pemilihan konseling kontrasepsi pada wanita pasangan usia subur (p.value 0,935 > á 0,05).Upaya untuk meningkatkan kualitas keluarga berencana dan sosialisasi petugas konseling faktor penentu dalam memilih alat kontrasepsi, diharapkan dapat meningkatkan kemampuanpotensi akseptor KB dalam menentukan pilihan yang tepat.Kata kunci : konseling, alat kontrasepsi
PERBEDAAN KAPASITAS VITAL PARU KARYAWAN BERDASARKAN KONSENTRASI PARTIKULAT PM DI UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
Kualitas udara partikulat PM2,5 di lingkungan kerja akan berpengaruh terhadap konsentrasi debu dan akhirnya mempengaruhi kapasitas vital paru karyawan. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh AQM pada tahun 2011 dengan sampel di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, rata-rata konsentrasi PM2,5 di ruang dosen Fakultas Teknik adalah 23,23 μg/m3, Fakultas Kesehatan 27,55 μg/m3, Fakultas Komputer 113,11 μg/m3 dan TVKU 51,42 μg/m3. Hasil ini menunjukkan bagaimana tingkat PM2.5 sebagai salah satu partikulat mampu menyusup ke paru-paru dan mengganggu nilai kapasitas vital paru-paru. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan kapasitas vital paru-paru karyawan berdasarkan konsentrasi partikulatPM2,5 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode observasi dan pengukuran kapasitas vital paru dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 34karyawan UDINUS yang memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik untuk menentukan perbedaan antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah uji Mann-Whitney.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kapasitas vital paru-paru responden masing-masing kategori, yaitu Restriksi Berat 11,8 %, 35,3 % Restriksi Sedang,Restriksi Ringan 14,7% dan normal 38,2%. Sedangkan konsentrasi PM2,5 memenuhi satandar 32,4% dan tidak memenuhi standar 67,6%. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kapasitas vital paru yang signifikan bagi karyawan yang berada di tempat kerja dengan kualifikasi konsentrasi PM2,5 memenuhi standar dan tidak memenuhi standar nilai p = 0.938.Dari hasil penelitian, diketahui bahwa tidak ada perbedaan kapasitas vital paru karyawan berdasarkan konsentrasi PM2,5 di tempat kerja. Dianjurkan agar pemeriksaan konsentrasiPM2,5 dan kapasitas vital paru karyawan dilakukan secara bersamaan. Disarankan untuk melakukan pengukuran konsentrasi PM2,5 pada ruangan yang beresiko tinggi terpapar debu dan asap rokok.Kata kunci : kapasitas vital paru-paru, Particulate PM2,
PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK DAN OLAH RAGA TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU (STUDI PADA KARYAWAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG TAHUN 2010)
oai:publikasi.dinus.ac.id:article/465Background: One indicator of the health workforce is the lung function as an oxygen supplier organ for energy supply and metabolism. The presurvey show many employees smoke indoor, while campus must be a smoke free area. Therefore, this research will explain how the influence of smoking habits and exercise of pulmonary vital capacity of Udinus employees.Method: this is survey with cross sectional approach, conducted in May-July 2010 with measurement by spyrometre and interviews. The sample is Udinus employee, amount of 33 respondents. Data analysis using chi-square test.Result: there is no correlation between smoking status with pulmonary vital capacity (pvalue 0.188), because non-smoking employees exposed environmental tobacco smoke from the indoor smoker and there is no correlation between exercise habits with pulmonary vital capacity (p-value 0.465) because the sports habit is inadequate
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KADER JUMANTIK DI PUSKESMAS GAYAMSARI SEMARANG
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebarkan oleh virus dengue oleh nyamuk Aedes aegypti. Hasil survei di Puskesmas Gayamsari Semarang pada 2 tahun terakhir kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan. Mengingat kader sebagai tenaga sukarela dari masyarakat maka perlu keikutsertaan kader untuk memecahkan permasalahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya. Kemampuan yang dimiliki oleh kader Jumantik dalam pemecahan masalahpenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) diharapkan mampu menurunkan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah DBD oleh kader Jumantik.Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan menggunakan metode survei dan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 111 orang, melalui Proportional Random Sampling. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Rank Spearman dan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kemampuan pemecahan masalah DBD oleh kader jumantik memiliki kemampuan kurang baik (50,5 %). Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa tingkat pendidikan (p=0,003 rho=0,278), akumulasi pelatihan (p=0,0001 rho=0,894), lama kerja (p=0,0001 rho=0,804) menunjukkan ada hubungan dengan kemampuan pemecahan masalah DBD oleh kader jumantik, umur (p=0,305), status pekerjaan (p=0,209) menunjukkan tidak ada hubungan dengan kemampuan pemecahan masalah DBD oleh kader jumantik.Peningkatan kemampuan kader melalui pelatihan, pemantauan dan pengarahan dari pihak Puskesmas secara rutin dan berulang-ulang diharapkan kader mampu menjalankan tugas dan fungsinya.Kata Kunci : kader jumantik, kemampuan pemecahan masala
HUBUNGAN ANTARA SPESIFITAS PENULISAN DIAGNOSIS TERHADAP AKURASI KODE PADA RM 1 DOKUMEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG
Rumah sakit Bhayangkara Semarang merupakan rumah sakit tipe C yang telah menggunakan ICD-10 sebagai pedoman koding, di rumah sakit tersebut belum pernah diadakan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan antara spesifisitas penulisandiagnosis utama terhadap akurasi kode diagnosis utama pada lembar RM 1 dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit Bhayangkara Semarang periode 2011.Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan crossectional dan jenis penelitian analitik, sedangkan populasi dari penelitian ini adalah 3.833 berkas rekam medis rawat inap periode 2011 sehingga diperoleh sampel sebanyak 98 berkas yang diambil dengan menggunakan tekhnik sampel random sampling sedangkan untuk pengolahan data menggunakan rumus Chi-Square (x²).Hasil pengamatan jumlah penulisan diagnosis utama yang spesifik pada dokumen rekammedis rawat inap sebanyak 78,57 % dokumen rekam medis rawat inap, sedangkanakurasi kode penyakit pada diagnosis utama yang spesifik sebanyak 94,80 % dokumen, dan akurasi kode penyakit pada diagnosis utama yang tidak spesifik sebanyak 28,57 %dokumen rekam medis rawat inap. Dari hasil pengolahan data diperoleh hasil X² tabel = 2,71 dan X2 hitung = 46,31 jadi X2 hitung > X2 tabel maka maka Ho ditolak dan Ha diterima yangartinya ada hubungan antara spesifisitas diagnosis utama dan akurasi kode penyakit. Maka kesimpulan yang diperoleh yaitu, bahwa untuk mendapatkan akurasi kode penyakit, tidak hanya dipengaruhi oleh penulisan diagnosis utama yang spesifik saja tetapi dipengaruhi juga oleh ketelitian petugas koding serta factor-faktor lain yang mempengaruhi.oleh karena itu petugas koding sebaiknya aktif dalam mencari informasi jika menemukan diagnosis utama yang tidak spesifik serta perlu adanya peningkatan pengetahuan petugas koding dengan diikutkan dalam pelatihan koding ICD-10.Kata kunci : spesifitas diagnosis utama, akurasi kode penyakit menurut ICD-1
ADIKSI ROKOK MILD/LIGHT PADA MAHASISWA
Merokok adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dari mengambil rokok dari pak, meletakkannya di antara bibirnya, menyulut dan mengisapnya. Persepsi merupakanproses yang kompleks yang melibatkan faktor struktural atau efek dari stimulasi fisik dan faktor fungsional atau efek psikologis organism. Ketergantungan didefinisikan penggunaan zat psikoaktif atau substansi berulang kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap biaya dan manfaat dari merokok dengan tingkat adiksi rokok mild/light pada mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro.Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan dengan metode survei dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 100 mahasiswa yang terdiri dari 50 mild/light mahasiswa perokok dan 50 mahasiswa non perokok mild/light. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling dan analisis data yang digunakan adalah uji Rank Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia antara 20-24 tahun (84%), duduk di tingkat 3 dan 4 (50%), tidak memiliki pekerjaan sampingan (64%), uang sakuantara Rp.100.000 - Rp. 400.000 (45%), mulai merokok pada usia 15-19 tahun (62%), jenis rokok yang pertama kali dikonsumsi adalah non mild/light (65%), dan persepsi perilaku orang tua yang baik (56%). Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden menganggap bahwa merokok memberikan cukup manfaat (71%), memiliki cukup uang untuk membeli rokok (48%), memiliki tingkat adiksi rendah (60%). Hasil uji Rank Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi manfaat dan tingkat adiksi (p-value 0,022) dan tidak ada hubungan antara persepsi biaya dengan tingkat adiksi (p-value 0,757). Peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya kecanduan rokok pada kesehatan diharapkan dapat mengurangi perilaku merokok siswa.Kata kunci: mahasiswa, merokok, adiks
HUBUNGAN ANTARA TEKNIK MENGANGKAT BEBAN DENGAN KELUHAN NYERI PINGGANG PADA BURUH GENDONG DI PASAR BUAH JOHAR SEMARANG 2012
Background Lifting technique is a way to lift the loads with a shoulder and the loads are in appropriate capacity. Haul labors in 2nd floor of Yaik Permai in Johar fruits market in Semarangare informal workers who work manually in lifting goods using shawl and did not use other equipments so there would be risks of accident on workers such as aches or injuries to the lower back. The purpose of this research is to figuring out correlation between lifting technique and complaints of lower back pain on haul labor in Yaik Permai in Johar fruits market in Semarang 2012.Method: This research is an Explanatory Research with survey method and Cross Sectional study design. The populations of this research are 62 haul labors 2nd floor of Yaik Permai in Johar fruits market in Semarang. The samples are 27 haul labors that taken by using Purposive Sampling, with inclusion criteria aged 27-40 years old, 1-year service, female, and exclusion criteria did not have lower back pain record before, in a healthy condition during the data collection, and there is a history of sprains prior to working.Result: The study showed that 88,9% haul labors had complaints of lower back pain while working, 77,8% experiencing lower back pain due to lifting jobs, 70,4% experiencing pain when returning home, 59,1% sprained on hip area while working, 70,4% transporting on over the knees bellow the shoulders and close to the body, 88,9% who put their body closer between two legs if the loads are on the floor. There is correlation between lifting technique and complaints of lower back pain with p value 0,012 and correlation coeficiency (r) 0,479 which indicates that there is a significant correlation.Conclusion:Therefore, it is suggested to haul labors to do the lifting jobs correctly, in accordance with lifting techniques and using tools to reduce the heavy burden such as cart orstroller.Keywords : Lifting Technique, Complaints of Lower Back Pain, Haul Labor
KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI PADA PEREMPUAN PEDESAAN DI KELURAHAN POLAMAN KECAMATAN MIJEN SEMARANG
Background: Women have a susceptibility to transmission of sexually transmitted infections because of anatomical-biological condition of the female reproductive organs causing pelvic structure of women in a position to “hold†and the female reproductive organs are “entered intoâ€. Cleanliness of the reproductive organs become of vital importance to women in order to avoid reproductive tract infections and cervical cancer. In fact women always put their interests on the final sequence, in which increasingly scarce family resources led to a woman sacrifice their health at the expense of sacrificing time, energy, physical and material to support his family. This is particularly noticeable in rural women are always identified with low education, knowledge and skills. This study aims to describe the behavior of the female reproductive organ hygiene in the rural village of Polaman-Mijen Semarang city.Method: This research is qualitative exploration of research using a case study approach, where data collection is done through in-depth interviews to 10 women in the village. Triangulation of sources used for data validity: peers, parents and health cadres. Furthermore, the data analyzed by thematicResult: Most village women use betel soap to clean their reproductive organs, by the way from back to front, use sanitary napkins during menstruation production from the factory withan average frequency of replacement 2-3 times a day. In the selection of underwear, they have considered the comfortable and absorb perspiration. However, it turns out there are stillcomplaints of vaginal discharge, from which does not disturb until the disturbing comfort. In fact there are some village women who frequently experience vaginal discharge that causediscomfort (itching).Conclusion: The need for increased knowledge about reproductive health for rural women and their mothers, as the people closest to young people through the use of media that is often used by those.Keywords: hygiene, reproductive organ, Woma