41066 research outputs found
Sort by
Resiliensi : bagaimana bangkit dari kesulitan & tumbuh dalam tantangan
Dengan landasan psikologi positif, buku ini akan memandu anda membangun resiliensi-kapasitas yang anda perlukan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup atau pekerjaan.Jakartaxxii, 218 halaman : ilustrasi ; 21 c
Super drilling TOEFL booster maximum score 600+
Buku ini membahas kupas tuntas apa itu TOEFL dan apa saja yang diteskan disini dengan runtut dan jelas memberikan arahan berupa latihan dan pembahasan yang disertai tips-tips rahasianya.Yogyakartaviii, 392 halaman ; 26 c
Suara yang merdu : di padang gurun
Buku in adalah kompilasi khotbah yang meneguhkan iman kita untuk tetap berjalan bersama Tuhan.Tidak terindentifikasi87 halaman ; 21 c
Political-religious violence in Indonesia
In the study of social sciences, the case of the destruction of churches in Situbondo is actually, the intersection between violence and religion in the midts of political repression called political-religious violence. The study of political-religious violence is relatively new because all this time it is difficult to find violence literature concerned with the political-religious linkages. Studies of violence are usually linked with only political dimensions or there are also some who relate violence with religion only.Surabayavi, 116 halaman ; 21 c
Basiyo (1916-1979): Maestro lawak dagelan Mataram
Basiyo dikenal sebagai sorang pelawak yang berasal dari Yogyakarta. Dengan menggunakan bahasa Jawa, lawakan Basiyo pada masa hidupnya terkenal di daerah DIY dan Jawa Tengah melalui siaran radio, televisi (TVRI), dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta.Dagelan Mataram adalah pertunjukan humor atau lawak yang dialognya menggunakan bahasa Jawa. Cerita yang dipentaskan dalam Dagelan Mataram biasanya cerita sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat desa. Misalnya, konflik rumah tangga yang kemudian dapat diselesaikan secara adil. Intrik-a• intrik dalam konflik itulah yang dibumbui dengan dagelan segar. Makna dibalik dagelan sederhana itulah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Melalui dagelan, kritik atas sesuatu yang melenceng dapat diungkapkan tanpa menyinggung perasaan seseorang.Selain melawak, Basiyo juga berhasil memopulerkan jenis gending ' Pangkur Jenggleng yakni, cara menyanyi (nembang) Jawa yang bisa diselingi dengan lawakan, tanpa kehilangan irama dari tembang yang sedang dibawakan. Cara memukul gamelan pun, tidak lazim, karena lebih mengandalkan kendang sebagai iringan utama untuk akhirnya pada ketukan (birama) terakhir dipakai sebagai waktu untuk memukul semua alat musik perkusi (terutama saron) sekeras-kerasnya. Basiyo sering juga berkolaborasi dengan nama-nama seniman lainnya, seperti Bagong Kussudihardjo, Ki Nartosabdo, Nyi Tjondrolukito, dan lain-lain. Basiyo meninggal dunia pada tanggal 31 Agustus 1979 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Terban, Yogyakarta.Yogyakartavi, 58 hlm.: ill.; 23x15 c
Serat turunan sejarah Wirasaba: Kajian unsur kesejarahan dan sastra
Serat Turunan Sejarah Wirasaba merupakan karya sastra kesejarahan yang dapat digunakan untuk menelusuri tentang keberadaan Kadipaten Wirasaba. Naskah ini ditulis oleh Mulyareja. Disebutkan bahwa naskah merupakan turunan atau menyalin dari naskah yang lain namun tidak menyebutkan sumber salinannya.Serat Turunan Sejarah Wirasaba mengisahkan hubungan kerajaan Majapahit dengan kerajaan Pajajaran sebagai cikal bakal berdirinya Kadipaten Wirasaba. Cerita kronik dalam Serat Turunan Sejarah Wirasaba diawali dari putra Majapahit yang mengembara ke Pajajaran. Ia kemudian menjadi menantu raja Pajajaran. Putranya yang bernama R Katuhu kemudian mengembara dan menjadi cikal bakal Kadipaten Wirasaba.Cerita menarik lainnya adalah ketika Adipati Warga Utama menjadi korban fitnah saudaranya sendiri. Pucuk pimpinan kemudian diwarisi oleh menantunya karena para putra laki-laki Warga Utama tidak mau menghadap ke Pajang. Sebagai pengganti mertuanya Warga Utama II ternyata tidak serakah sehingga wilayahnya dibagi menjadi empat. Oleh sebab itu is kemudian disebut juga Adipati Mrapat. Kronik sejarah pun berlanjut hingga masa pemerintahan tradisional Yogyakarta.Sebagai karya sastra, tentu saja naskah ini menampilkan pula bumbu-bumbu yang menarik, yang memuat berbagai nilai budaya yang masih relevan.Yogyakartavi, 154 hlm.: ill.; 23x15 cm
Tetap setia dan menjadi berkat
Buku ini dimaksudkan untuk merayakan purna tugas seorang pendeta yang tetap setia melayani sampai akhir dan telah menjadi berkat bagi banyak orang, Pdt. Janti Diredja, S.Th., MA Psi. Tapi buku ini juga ditulis untuk mengkaji secara serius tema-tema teologis psikologis yang selama ini menjadi minat, passion, Pdt. Janti Diredja dalam berbagai dimensi pelayanan yang dilakukannya dengan beragam nuansa dinamika di dalamnya, sebagaimana bisa dilihat dalam sejarah hidup dan pelayanannya hingga masa purna tugas.Yogyakarta239 hlm. : ill. ; 23x16 cm
Pendidikan yang memerdekakan : transformasi Ki Hadjar Dewantara dan Y. B. Mangunwijaya untuk millenial baru.
Buku ini berusaha menguntai dan membuat relevan, mentransformasikan, semangat dan pendekatan Ki Hadjar Dewantara dan tokoh-tokoh perintis pendidikan Indonesia tersebut, untuk generasi millenial baru.Yogyakartaxxx, 518 halaman : ilustrasi ; 21 c
Marketing 4.0 : bergerak dari tradisional ke digital = Marketing 4.0 : Moving from traditional to digital
Buku ini berbagi cara-cara nyata yang bisa digunakan pemasar untuk mempengaruhi orang di berbagai jalur disepanjang perjalanan pelanggan.Jakartaxx, 171 halaman : ilustrasi ; 23 c