AdMathEdu : Mathematics Education, Mathematics, and Applied Mathematics Journal
Not a member yet
204 research outputs found
Sort by
MODEL PEMBELAJARAN HYPOTHETICAL LEARNING TRAJECTORY: DAMPAK KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS BERBASIS GENDER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran HLT (Hypothetical Learning Trajectory) terhadap kemampuan representasi matematis ditinjau dari perbedaan gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experimental Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 3 Tumijajar Tulang Bawang Barat. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak kelas, sehingga kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dan pembahasan perhitungan uji anava dua jalan dengan sel tak sama, diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran HLT dan model pembelajaran konvensional terhadap representasi matematis peserta didik. Berdasarkan perhitungan analisis data terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis peserta didik ditinjau dari gender. Berdasarkan perhitungan analisis data terlihat bahwa tidak terdapat intaraksi antara model pembelajaran dan perbedaan gender terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik
PROFIL HIGHER ORDER THINKING SKILL SISWA DALAM MENYELESAIAKAN MASALAH ARITMATIKA SOSIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui Profil Higher Order Thinking Skill Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Aritmatika Sosial. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga siswa. Subjek ditentukan berdasarkan kemampuan matematika yang diperoleh melaluli nilai raport dan atas rekomendasi guru matematika. Kemampuan matematika ketiga subjek yang dipilih berbeda satu dengan yang lain yakni subjek berkemampuan matematika tinggi, subjek berkemampuan matematika sedang dan subjek berkemampuan matematika rendah. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara semiterstruktur terhadap setiap subjek untuk memperoleh data yang valid. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi mencapai HOTS pada tahap menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah belum mampu mencapai HOTS baik pada tahap menganalisis, mengevaluasi dan mencipta
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA MENGGUNAKAN SOAL LIMIT FUNGSI BERBASIS HOTS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa calon guru matematika menggunakan soal limit fungsi berbasis HOTS. Aspek-aspek kemampuan yang dianalisis meliputi: (1) menggeneralisasi masalah, (2) mengidentifikasi masalah, (3) merumuskan masalah ke dalam model matematika, (4) mendeduksi dengan menggunakan prinsip serta memberikan kesimpulan dari permasalahan, dan (5) memberikan penjelasan lanjut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan sembilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Ahmad Dahlan Kelas B Tahun Akademik 2019/2020 sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes berpikir kritis matematis dan wawancara tak terstruktur pada materi limit fungsi. Data dianalisis dengan melakukan reduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian mahasiswa mampu menggeneralisasi dan mengidentifikasi masalah pembuktian limit fungsi dua pihak, namun masih banyak yang belum mampu merumuskan masalah ke dalam model matematika; (2) sebagian mahasiswa mampu menggeneralisasi dan mengidentifikasi masalah pembuktian limit fungsi satu pihak, namun masih banyak yang belum mampu memahami konsep dasar limit fungsi satu pihak dan merumuskan masalah ke dalam model matematika; (3) banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan masalah non pembuktian, menerapkan prosedur dan menarik simpulan pemecahan masalah, namun hanya sebagian mahasiswa yang mampu menyelesaikan masalah pembuktian limit fungsi satu pihak, melakukan generalisasi, dan menggunakan simbol dengan tepat
ANALISIS PROSES BERPIKIR LATERAL PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR ACAK KONKRET DAN ACAK ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir lateral peserta didik dalam menyelesaikan soal open ended ditinjau dari gaya berpikir acak konkret dan gaya berpikir acak abstrak. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksploratif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal open ended, angket gaya berpikir Gregorc dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari empat orang peserta didik dari kelas XI SMK Karya Nasional Sindangkasih Ciamis dengan dua subjek gaya berpikir Acak Konkret (AK) dan dua subjek gaya berpikir Acak Abstrak (AA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses berpikir peserta didik dengan gaya berpikir Acak Konkret (AK) memenuhi semua aspek berpikir lateral. 2) Proses berpikir peserta didik dengan gaya berpikir Acak Abstrak (AA) memenuhi semua aspek berpikir lateral
PENGARUH MINAT BELAJAR DAN SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan self-regulated learning terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Makassar dengan jumlah 280 peserta didik, sedangkan sampelnya sebanyak 98 peserta didik yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner minat belajar, kuesioner self-regulated learning, dan dokumentasi hasil belajar matematika. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa minat belajar dan self-regulated learning secara bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Makassa
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEPTUAL MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UINSU MEDAN TERHADAP MATERI GRUP PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual mahasiswa pendidikan matematika terhadap materi grup pada mata kuliah struktur aljabar. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari mahasiswa pendidikan matematika semester 5 yang telah mempelajari materi grup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan wawancara dengan mempertimbangkan indikator pemahaman konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata indikator pemahaman konseptual mahasiswa terhadap materi grup berada pada tingkat menengah. Kemudian dinyatakan bahwa mahasiswa dengan kemampuan matematis yang tinggi akan memiliki pemahaman konseptual yang baik, sedangkan mahasiswa dengan kemampuan matematis yang rendah tidak memiliki pemahaman konseptual yang baik
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA DALAM MATA KULIAH MATEMATIKA DISKRIT PADA MATERI KOMBINATORIKA
This study aims to determine the ability of problem solving in discrete mathematics courses on combinatorics material for the sixth semester students of Mathematics Education at Sultan Ageng Tirtayasa University. This type of research is a qualitative descriptive study. Where this study describes the results of the analysis of problem solving in students. The sample used in this study were 10 students. The instrument used was a test description of the ability to solve problems in combinatorics and interviews. The results in this study indicate that 1) The average level of problem solving abilities of students in combinatorics material is 69, which is included in the classification Good Enough; 2) There are factors that make it difficult for students to solve combinatorics problem solving, namely the factor of forgetting to work with what formulas and the confused factor to identify these combinatorics problems. Combinatorics problem solving skills can be easily resolved if you practice frequently. Keywords : Problem Solving, Combinatorics, Descriptive Qualitative Abilit
MATHEMATICAL MODEL OF TIPHOID FEVER SPREAD USING SATURATED INCIDENCE RATE
Typhoid fever is a bacterial infectious disease caused by Salmonella typhi, transmitted through food or water contaminated by feces or urine of people whowas infected by Salmonella typhi. In this research, mathematical model of typhoid fever with saturated incidence rate that when infected population increase, people more aware and inhibit the spread of the disease. According to model analysis, there was two equilibrium point, free disease and endemic. The basic reproduction number has been computed using next-generation matrix method. We have shown that the disease free equilibrium point of the model is globally asymptotic stable when basic reproduction number is less than unity and endemic equilibrium point is locally asymptotic stable when basic reproduction number is greater than unity. Numerical simulation was shown around equilibrium point. The addition of the saturated incidence rate inhibits the spread of typhoid. When the basic reproduction number is less than 1, typhoid will disappear and if the basic reproduction number is greater than 1, typhoid will remain
PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSEGI MENGGUNAKAN TANGRAM BERDASARKAN LEVEL BERPIKIR VAN HIELE
Creative thinking capability is a capability to deliver a new idea by varied means in solving problem. This research aims to describe creative thinking capability in solving square and rectangle problem reviewed by van Hiele’s thinking level of 4th grade students of SDN Kejayan 1 Bondowoso. This research type is descriptive research with qualitative approach. Data collecting method using test and interview. The used test is van Hiele’s geometry thinking test and creative thinking capability test related to square and rectangle. Research output shows that student at pre-visualization phase has less creative and sufficient creative thinking capability. Student at visualization phase, has sufficient creative and less creative thinking capability. Student at analysis level has sufficient creative thinking capability
MODEL PEMBELAJARAN PACE DAN SELF EFFICACY: DAMPAK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak model pembelajaran Project Activity Cooperative Exercise (PACE) dan self efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian Quasy Eksperimental Design dengan rancangan penelitian faktorial . Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan angket Self Efficacy. Teknik analisis data yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji Anova Dua Jalan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat dampak model pembelajaran Project Activity Cooperative Exercise (PACE) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Tidak terdapat dampak Self Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Project Activity Cooperative Exercise (PACE) dan Self Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis