KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Not a member yet
140 research outputs found
Sort by
KRITIK PSIKOLOGI SUFISTIK TERHADAP PSIKOLOGI MODERN: STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN AL-GHAZALI DAN DESCARTES (UPAYA MEMPERKUAT BANGUNAN KONSELING ISLAM)
Membahas tema yang didasarkan pada tujuan dalam upaya membuat psikologi sufi sebagai bangunan integralistic (ruh/ roh, qalb/hati, aql/alasan, dan nafs/keinginan) dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Oleh itu, tema yang dapat digunakan untuk membuat menyeimbangkan dari kepribadian seseorang dalam perspektif spiritual, intelektual, emosional, dan sikap. Selain itu, tema ini dapat diidentifikasi pengembangan arus utama psikologi (aspek kognitif, Behavioristic, Psychoanalysis, Humanistik), dan hubungan dengan bimbingan dan konseling. Kata Kunci: psikologi sufistik, cartesian dualisme, arus utama psikologi, potensi manusiaPSYCHOLOGY SUFISTIK CRITICISM AGAINST MODERN PSYCHOLOGY: COMPARATIVE STUDY THOUGHT AL- GHAZALI AND DESCARTES (EFFORTS TO STRENGTHEN THE BUILDING OF ISLAMIC COUNSELLING). Discussing the theme is based on purpose in effort to make sufi psychology as integralistic building (ruh/spirit, qalb/heart, aql/reason, and nafs/ desire) in activity of guidance and counseling. Thus, the theme can be used to create balancing of individual personality in perspective of spiritual, intellectual, emotional, and attitude. Moreover, this theme can be identified development of mainstream of psychology (Cognitive, Behavioristic, Psychoanalysis, Humanistic), and the relation with guidance and counseling.Keywords: psychology sufistik, cartesian dualisme, mainstream of psychology, human potentia
PERAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PENCAPAIAN KEBERMAKNAAN HIDUP
Kehendak untuk maksud kehidupan adalah motivasi fundamental hadir dalam setiap individu. Pemenuhan kebutuhan ini berpunca dari tiga nilai-nilai which termasuk: nilai- nilai kreatif, nilai- nilai experiental, dan nilai-nilai sikap. Sumber makna nilai-nilai hidup akan actualized dengan bantuan peran kualitas spiritual yang berpotensi hadir dalam setiap individu sebagai quetion shape spiritual. Dengan mengadopsi logoanalisis dasar teoretis dikembangkan oleh Victor E. Frankl dalam metode terapis meaningfulness kehidupan, di mana Frankl percaya bahwa semua aspek-aspek arti hidup menyimpan. Arti hidup untuk dapat dicapai akan diwujudkan dengan bantuan quetion rohani yang melekat pada setiap individu. Justru itu, quetion rohani berkontribusi terhadap pencapaian meaningfulness kehidupan, dalam peran yang dia dapat menjadi media, control dan petunjuk bagi individu dalam dinamika kehidupan, sehingga masing- masing dalam keadaan apa pun dengan tetap menjaga kualitas keberadaan manusia sebagai intelektual, emosi dan rohani agar ia dapat mencapai maksud kehidupan. Kata Kunci: Peran, Kecerdasan Spiritual, Kebermaknaan HidupTHE ROLE OF THE SPIRITUAL INTELLIGENCE IN THE ACHIEVEMENT OF MEANINGFULLNESS. The will to meaning of life is the fundamental motivation present in every individual. The fulfillment of these need system from the three valueswhich include: the creative values, experiental values, and attitudinal values. The source of the meaning of life values that will be actualized with the help of the role of spiritual qualities that are potentially present in every individual as a shaper of spiritual quetion. By adopting the theoretical basic logo analysis developed by Victor E. Franklin therapeutic methods meaning fulness of life, where Frankl believes that all aspects of the meaning of life saving. Meaning of life to be achieved will be realized with the help of spiritual quetion inherent in each individual. Thus, spiritual quetion is contributing to the achievement of the meaning fulness of life, in which role he was able to become the media, control and guidance for individual sindynamics of life, so that individual under any circumstances while maintaining the quality of humanexistence as intellectually, emotionally and spiritually so that he able to achieve the meaning of life. Keywords: Role, Spiritual Quetion, Meaning of Lif
KONTRIBUSI KEPRIBADIAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ISTERI DALAM MENGHADAPI PERCERAIAN
Perceraian adalah kondisi yang sering digunakan untuk mengakhiri perkawinan. Keputusan ini biasanya salah satu cara akhir untuk menghindari konflik antara mereka. Namun, keputusan ini digunakan untuk diikuti oleh kecemasan dan stress. Ia dapat terjadi karena perceraian akan membuat beberapa perubahan dan kondisi buruk, terutama untuk isteri. Perubahan- perubahan ini melibatkan pemenuhan keuangan, mengubah pandangan masyarakat yang membuat mereka merasa bersalah, sebuah khawatir bahwa mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri, sebuah khawatir anak-anak mereka di masa depan, mendapat malu dan putus asa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan dukungan sosial (2)ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan kepribadian. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, dan kepribadian dalam Lima Besar Teori Kepribadian, termasuk neuroticism personaliti, extrovert, agreeableness, conscientiousness dan buka untuk pengalaman, dengan subjek terdiri dari 60 isteri yang dalam pemrosesan perceraian di pelataran Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Mahkamah Agama di Kabupaten Sleman). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Mudah-mudahan hasil penelitian akan salah satu bahan consellor/phsychologists dalam memberikan bimbingan dan konseling iringan kepada klien yang mengalami masalah perceraian. Kata Kunci: Kecemasan, Dukungan Sosial, Perceraian THE CONTRIBUTION OF PERSONALITY AND SOCIAL SUPPORT TO THE LEVEL OF THE ANXIETY OF THE WIFE IN THE FACE OF DIVORCE. Divorce is a condition that often used to end marriage. This decision is usually one of final ways to avoid conflicts between them. However, this decision used to followed by anxiety and stress. It can be happen because the divorce will make some changes and bad condition, especially for the wife. These changes involve financial fulfillment, the change of people’s view that make them feel guilty, a worry that they can’t fulfill their own needs, a worry of their children’s future, shame and hopeless. This research is aimed to find (1) is there any relationship between anxiety divorce of wife and social support (2)is there any relationship between anxiety divorce of wife and personality. Independent variable in this research are social support and personality in the Big Five Personality Theory, including personalities of neuroticism, extrovert, agreeableness, conscientiousness and open to experience, with the subject consist of 60 wives who in processing the divorce in the court of Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Religion Court in Sleman District). The data analysis uses regression analysis technique. Hopefully the result of research wil be one of material for consellor/phsychologists in giving accompaniment guidance and counseling to clients who experienced problem divorce. Keywords: Anxiety, Social Support, Divorc
KARAKTERISTIK KONSELOR BAGI MAHASISWA ( PROGRAM STUDI LANGKA PEMINAT )
Berkaitan dengan respon pengguna jasa pada perguruan tinggi dikenal PT ekstrapeminat dan langka peminat. Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang statusnya negeri atau swasta juga terpilah prodi gemuk dan kering (langka peminat). Prodi gemuk antara lain prodi yang mencetak calon guru agama. Dalihnya, calon pengguna jasa beranggapan bahwa sarjana pendidikan lahan kerjanya dianggap jelas yakni menjadi pendidik lapangan kerjanya di madrasah/sekolah. Berbeda dengan sarjana ilmu tafsir, ilmu aqidah, atau ilmu dakwah yang lapangan kerjanya dianggap masih bias. Anggapan ini menjadi penyebab semakin menurunnya minat calon mahasiswa sehingga perlu peran ekstra sosok konselor yang diperankan dosen dan pejabat struktural bagi mahasiswa pada prodi langka peminat. Peran utama konselor tersebut untuk meyakinkan pada mahasiswa untuk tetap optimis menyelesaikan studi untuk mendapatkan gelar sarjana. Konselor berperan dalam perkuliahan dan di luar perkuliahan diharuskan melaksanakan tiga hal mendasar meliputi mengenalkan tentang optimisme di Jurusan Dakwah, luasnya prospek alumni sarjana Jurusan Dakwah, dan prinsip pelayanan konselor yang prima. Modal dasar yang dijadikan bahan penyuluhan oleh konselor adalah membangun hubungan saling percaya dan penuh kasih antara konselor dengan klien, menumbuhkan rasa diperhatikan bagi klien oleh konselor, memahami dan mengenali perasaan emosi klien, berusaha membantu menyelesaikan masalah, dan memberi pertimbangan dalam hal solusi yang tepat.kata kunci: Modal Dasar, Konselor, dan Prodi Langka Peminat.Related with the user response services at the college known rare Program registrants. College of Islamic Religion (PTAI) the public or private status is also disaggregated fat and dried (rare enthusiasts) study program. Fat Study Program among others study program scored a religion teacher candidates. He argued, potential service users assume that undergraduate education is considered clear his land that is to be educators their employment at the madrasah / school. In contrast to the scholars of Tafsir, the science of faith, or the science of da’wa that their employment is still considered biased. This assumption becomes the cause of the decline in student interest so need extra role played counselor figure lecturers and ranking officials for the students at the department of rare registrants. The main role of the counselor to convince the students to remain optimistic completed the study to get a degree. Counselors play a role in the course and outside the lecture are required to carry out three fundamental things include introducing about optimism in the Department of Da’wa, the extent of the prospect of undergraduate alumni of Da’wa, and the principle of excellent service counselors.Keywords:Basic Capital, Counselor Characteristics and the study program rare registrants
KONSELING ISLAMI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL DALAM ISLAM PADA REMAJA
Tulisan ini memberikan informasi yang tepat tentang kondisi kebutuhan remaja yang sesuai dengan tugas perkembangannya yaitu: mengenal fungsi perbedaan jenis kelamin, organ reproduksi dan persiapan pernikahan agar dapat mengenali fungsi anatomi tubuh sesuai dengan nilai-nilai Islam, misalnya tentang kesehatan seksual dalam Islam. Meskipun data yang ditemukan terdapat beragam problematika remaja tentang seksual, sehingga dibutuhkan profesi konseling Islami untuk membantu remaja tumbuh kembang secara optimal dalam berprestasi dibidang kognitif-afektif-psikomotorik. Kemampuan kognitif dengan diupayakannya pengayaan pengetahuan tentang alam semesta beserta fenomena alam, kemampuan afektif dengan terampilnya mengolah dan mengendalikan emosi ke arah positif kepada sesama makhluk hidup, sedangkan kemampuan psikomotorik dengan adaptifnya manusia dalam bersikap ketika berinteraksi di lingkungan dengan keragaman budaya Bhineka Tunggal Ika. Dengan berdasar pada nilai-nilai pendidikan Islam maka manusia dapat mengoptimalkan 3 daya dengan berdasarkan pada Al Qur’an yang memberikan keselamatan dan kebahagiaan pada remaja untuk memahami kesehatan seksual dalam Islam.Kata Kunci: Konseling Islami Pendidikan Kesehatan Seksual, RemajaTHROUGH THE ISLAMIC COUNSELLING SEXUAL HEALTH EDUCATION IN ISLAM IN ADOLESCENT. This paper provides precise information about the conditions in accordance with the needs of adolescent development tasks are: to know the function of gender, reproductive organs and wedding preparations in order to identify the function of anatomy of the body in accordance with Islamic values, eg about sexual health in Islam. Although the data were found to contain a variety of sexual problems of adolescence, so it takes the counseling profession Islami to help teens grow and develop optimally in achievement in the field of cognitive-affective-psychomotor. Cognitive abilities with the enrichment begun all the knowledge of the universe and natural phenomena, affective ability to skillfully manage and control their emotions in a positive direction to our fellow beings, whereas the adaptive human psychomotor abilities in attitude when interacting in an environment with a diversity of cultural unity. One based on the values of Islamic education then humans can optimize power to 3 based on the Qur’an that provide the safety and happiness of the youth to understand sexual health in Islam.Keywords: Islamic Counseling Sexual Health Education, Yout
KONSELING KELUARGA ISLAMI (SOLUSI PROBLEMATIKA KEHIDUPAN BERKELUARGA)
Artikel ini membahas tentang konseling keluarga Islami yang akan mengarah kepada konseling keluarga Islami. Pembahasan awal dimulai degan pengertian, tujuan dan macam-macam konseling Islami. Pembahasan selanjutnya tentang konsep keluarga, konseling keluarga dengan menitik beratkan kepada berbagai problematika yang dihadapi keluarga dan bagaimana cara mencari solusinya. Hal ini merujuk arti dan fungsi dari konseling keluarga yang merupakanproses pemberian bantuan dan bimbingan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk melakukan bimbingan. Di akhir bagian dari artikel ini dibicarakan tentang Islam dan kebahagiaan keluarga. Pasangan ideal dari kata keluarga adalah bahagia, sehingga ideomnya menjadi keluarga bahagia. Ini berarti bahwa tujuan dari setiap orang membina mahligai rumah tangga adalah mencari kebahagiaan hidup. Hampir seluruh masyarakat menempatkan kehidupan keluarga sebagai ukuran kebahagiaan yang hakiki. Bangunan keluarga yang ideal adalah dilandaskan atas dasar sakinah, mawaddah dan rahmah. Yang dimaksud dengan rasa kasih (mawaddah) dan sayang adalah rasa tenteram dan nyaman bagi jiwa raga dan kemantapan hati menjalani hidup serta rasa aman dan damai, cinta kasih bagi kedua pasangan.Kata Kunci: Konseling, Hukum Islam, Keluarga Islami.ISLAMIC FAMILY COUNSELLING (FAMILY PROBLEM SOLUTION). This article discuss about Islamic family counselling that will lead to the Islamic family counselling. The initial discussion begins with understanding the purpose and various kinds of Islamic counselling. Further discussion about the concept of the family, family counselling by focusing on various problems faced by the family and how to find the solution. This refers to the meaning and the function of the konseling family which is the process of assistance and guidance to the individual in a sustainable and systematic, conducted by an expert who has received special training to perform guidance. At the end of the section of this article talked about Islam and the happiness of the family. The ideal candidate from the family is happy, so ideomnya become a happy family. This means that the purpose of each of the build household edifice is looking for the happiness of life. Almost all people put family life as the size of the real happiness. Building an ideal family is based on the basis of the sakinah, mawaddah and rahmah. What is meant by the taste of love (mawaddah) and compassion is a sense of safety and comfort for the soul of sport and the stability of the heart of living and a sense of safety and peace, love for both partners.Keywords: Counseling , Islamic Law and the Family
KONSELING ISLAM BAGI INDIVIDU BERPENYAKIT KRONIS MORBUS HANSEN
Penderita kusta atau morbus hansen secara umum mengalami cacat ganda yaitu cacat fisik dan cacat psikososial. Komplesitas problem yang dihadapi penderita kusta ditangani melalui program lintas terpadu, yang meliputi rehabilitasi medik, rehabilitasi mental psikologik, pendidikan kekaryaan dan rehabilitasi sosial. Bentuk rehabilitasi mental psikologis salah satunya bisa dilakukan melalui pemberian layanan konseling Islam sebagaimana yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo sebagai pusat rujukan kusta di Jawa Tengah. Berangkat dari fenomena tersebut, kajian ini mencoba menjawab dua permasalahan penting yaitu bagaimana kondisi psikologis dan bagaimana pelaksanaan konseling Islam bagi individu kronis morbus hansen di RSUD Tugurejo Semarang. Hasilnya kondisi psikologis pasien kusta sangat beragam antara mulai dari shock, stres, stigmatisasi diri, isolasi diri, keinginan bunuh diri, dan gangguan konsep diri. Sedangkan pelayanan konseling Islam diberikan secara rutin baik individu maupun kelompok, dan menerapkan model hikmah, mauidzah hasanah dan mujadalah.Kata Kunci: Konseling Islam, Individu, Penyakit Kronis Morbus Hansen.ISLAMIC COUNSELLING FOR THE INDIVIDUAL DISEASED CHRONIC MORBUS HANSEN. Patients with leprosy or morbus hansen in general experience a double disability namely physically and psychosocial disability. Complex ecology problem faced by patients with leprosy handled through integrated traffic program that includes medical rehabilitation, mental rehabilitation psychological, public works education and social rehabilitation. The form of mental rehabilitation psychological one only can be done through the gift of Islamic counselling service as was done in the Regional General Hospital Tugurejo as referral center of leprosy in Central Java. Journeyed from the phenomena the study attempts to answer two important issues that is how the psychological condition and how the implementation of Islamic counselling for the individual chronic morbus hansen in RSUD Tugurejo Semarang. As a result the psychological condition of leprosy patients very varied between the start of the shock, stress, stigmatisasi himself self isolation, desire suicide, and disruption of the concept of self. While counseling services Islam given routinely both individuals and groups and apply the model of wisdom, mauidzah hasanah and mujadalah. Keywords: Counseling Islam, the individual Diseased Chronic Morbus Hansen
ZIKIR DALAM AL-QUR’AN SEBAGAI TERAPI PSIKONEUROTIK (ANALISIS TERHADAP FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM)
Penyebutan kata dzikir dalam al-Qur’an secara keseluruhan sebanyak seratus sembilan puluh satu kali yang tersebar dalam lima puluh delapan surat dari seratus empat belas ayat yang terdapat dalam al-Qur’an. Setelah melakukan verifikasi terkait ayat-ayat dzikir dalam al-Qur’an yang tersebar dalam lima puluh delapan surat, ternyata pemaknaan kata dzikir tidaklah tunggal tetapi kata ini memiliki sembilan belas macam arti, tetapi dari kesembilan belas tersebut ada dua arti yang lebih dominan adalah “menyebut” sebanyak dua puluh tiga kali dan “ingat” sebanyak sembilan puluh dua kali. Sehingga dengan demikian konsep dzikir yang ditawarkan dalam al-Qur’an sebagai terapi penderita psikoneurotik adalah kata yang bermakna “menyebut” dan “ingat” kepada Allah. Hal ini dikarenakan dengan “menyebut” dan “ingat” kepada Allah, dapat menjadikan hati manusia menjadi tenang. Oleh karena itu, konsep zikir yang ditawarkan al-Qur’an ini dapat dijadikan sebagai salah satu metode bimbingan konseling Islam dengan mengoptimalisasi keempat fungsi bimbingan konseling Islam yaitu preventif, kuratif, preservatif, developmental atau edukatif. kata kunci: Zikir, Penderita Psikoneurotik, Konseling Isla
PESANTREN DAN PUSAT KONSELING BAGI GENERASI MUDA
pesantren memberikan kontribusi besar dalam membentuk akhlak remaja. Di saat negara sedang gencar meyerukan kepada masyarakat untuk bersama-sama membentuk generasi muda yang bermoral, maka sesungguhnya pesantren telah menjadi pionir dalam program pembentukan akhlakul karimah bagi remaja. Melalui nilai-nilai pendidikan pesantren dengan beberapa pola pembelajarannya, bahkan pesantren dapat berperan sebagai pusat kegiatan konseling dalam pembinaan generasi muda yang sedang dalai masa pencarian identitas dirinya.Kata Kunci: Pesantren, Konseling, Generasi MudaBOARDING SCHOOL AS CENTRAL COUNSELING FOR YOUNGS. This article aims to reveal the extent of Islamic boarding schools provide a major contribution in shaping moral adolescents. At a time when countries are incessantly meyerukan to the community to work together to form the young generation that immoral behavior, verily pesantren has become a pioneer in the establishment of the supremacy of karimah program for adolescents. Through the values of education pesantren with some patterns of learning , even pesantren can serve as the center of counseling activities in the construction of the young generation who is the Dalai Lama search time identity. Keywords: Pesantren, Counseling , Young Generatio
PENTINGNYA KECERDASAN SPIRITUAL DALAM MENANGANI PERILAKU MENYIMPANG
Tulisan ini bertujuan untuk membahas pentingnya kecerdasan spiritual dalam menangani perilaku menyimpang. Dekadensi moral bangsa yang terjadi sebagai bukti tidak adanya kseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Salah satu upaya menghindari fenomena tersebut adalah mengintegrasikan antara ketiganya. Membimbing dan membantu menyelesaikan masalah dibutuhkan kecerdasan spiritual. Di mana seorang konselor harus memiliki motivasi spiritual dengan tetap konsisten beribadah kepada Allah dan takwa. Membimbing memerlukan kecerdasan spiritual agar dapat menjadi pendidik sekaligus orang tua bagi klien, sehingga konselor mampu membimbing, membina, mendidik sesuai kaidah-kaidah spiritual religius. Seorang konselor merupakan mitra dan uswah (teladan) bagi anak didik dalam membangun sebuah karakter sehari-hari (caracter building). Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Perilaku Menyimpang, KonselorTHE IMPORTANCE OF SPIRITUAL INTELLIGENCE IN DEALING WITH ABERRANT BEHAVIOR. This article aims to discuss the importance of spiritual intelligence in dealing with aberrant behavior. The decadence of the morality of the nation that occur as evidence lack kseimbangan between intellectual, emotional intelligence and spiritual intelligence. One of the efforts to avoid the phenomenon is to integrate between the three. Guides and help resolve the problem needed spiritual intelligence. Where a counselor must have a spiritual motivation to remain consistent to serve God and piety. Guide requires spiritual intelligence in order to become educators as well as parents for the client so that the counselor is able to guide, build, educate according to the rules of the religious spiritual rule. A counselor is a partner and uswah (EXAMPLE) for students in building a daily character (caracter building).Keywords: Spiritual Intelligence, Deviant behavior, Counselo