KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Not a member yet
140 research outputs found
Sort by
PENDEKATAN PSIKOTERAPI ISLAM DAN KONSELING SUFISTIK DALAM MENANGANI MASALAH KEJIWAAN
Kehidupan modern yang materialistis dan hedonistik hanya menekankan aspek-aspek lahiriyah semata, yang mengakibatkan kehidupan manusia mengalami kegersangan spiritual dan dekadensi moral serta stres menjadi fenomena yang lumrah. Pada titik jenuhnya, manusia akan kembali mencari kesegaran rohaniah untuk memenuhi dahaga spiritualnya dan yang menarik bagi mereka adalah kehidupan yang memberikan ketentraman hati dan kebahagiaan rohani. Oleh karena itu banyak diantara mereka yang melirik ke dunia mistisisme. Maka William James, seorang filosuf dan ahli jiwa dari Amerika Serikat, mengemukakan tentang pentingnya terapi keagamaan atau keimanan, ia mengatakan bahwa tidak diragukan lagi terapi terbaik bagi kesehatan adalah keimanan kepada Tuhan, sebab individu yang benar-benar religius akan selalu siap menghadapi malapetaka yang akan terjadi. Sedangkan Carl Gustav Jung (Tokoh Psikologi Analistik), sebagaimana dikutip Amir, menyatakan bahwa gangguan psikis pada dasarnya bersumber dari masalah religius. Hal ini juga dapat dilihat dari ungkapan “psikoneurosis” harus dipahami sebagai penderitaan yang belum menemukan artinya, penyebab dari penderitaan ini adalah Stagnasi (penghentian) sepiritual atau Sterisas psikis”. Psikoterapi merupakan pengobatan alam pikiran atau lebih tepatnya pengobatan dan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Istilah ini mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi berbagai gangguan emosinya, dengan cara memodifikasi prilaku, pikiran dan emosinya, sehingga individu tersebut mampu mengembangkan dirinya dalam masalah psikis. Dalam psikoterapi Islami, terdapat 3 metode inti, yaitu sentuhan tangan, penggunaan lisan, dan ajakan kepada hati. Dalam tulisan ini akan diungkap tentang pendekatan psikoterapi Islam dan konseling sufistik dalam menangani masalah kejiwaan
AKHLAK KONSELOR SOSIAL UNTUK PEKERJAAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM
Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengeksplorasi akhlak konselor sosial pada pekerjaan sosial dalam pandangan psikologi Islam. Artikel ini merupakan hasil dari eksplorasi literatur sumber bacaan berkaitan dengan konseling sosial, pekerjaan sosial dan psikologi Islam. Metode analisis yang digunakan dalam mengkaji literatur menggunakan metode deduktif induktif. Akhlak konseling sosial perspektif psikologi Islam artikel ini hasil dari mengkaji firman Allah dalam al-Qur'an al-Imran ayat 159. Hasilnya menunjukan bahwa akhlak konselor sosial dalam melaksanakan tugas, apabila ingin berhasil sebaiknya meniru akhlak Rasulullah saw. Akhlak yang melekat pada konselor sosial berdasarkan kajian psikologi Islam ada pada Rasulullah yang tertera dalam firman Allah surat al-Imran ayat 159. Pertama konselor sosial senantiasa berdoa ketika dia hendak menjalankan tugas agar mendapatkan rahmat dari Allah. Yang kedua konselor sosial memiliki kepribadian lemah lembut. Ketiga konselor sosial tidak memiliki akhlak yang kasar. Keempat konselor sosial memiliki akhlak selalu memaafkan klien apabila klien bersalah dengannya. Kelima konselor sosial selalu mengadakan musyawarah bersama klien ketika akan memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan klien. Keenam apabila konselor sosial memiliki tekad selalu bekerja dan berusaha dengan keras disertai dengan tawakal kepada Allah
BIMBINGAN KONSELING AGAMA UNTUK MASYARAKAT MODERN
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kondisi masyarakat yang masuk pada era modern. Ciri modern yaitu cepatnya akses informasi karena kecanggihan teknologi serta wawasan yang luas karena ada kebebasan berpikir (padahal manusia memiliki keterbatasan kondisi fisik). Meskipun pemahaman tentang tentang perubahan senantiasa terjadi dalam kehidupan masyarakat, karena individu wajib mengikuti perubahan (yang membuat individu “dipaksa” untuk mengikuti dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada pada manusia), yang tidak boleh berubah adalah keyakinan. Namun bagi individu yang “kurang tegas” dalam mengambil sikap di era modern ini akan menimbulkan penyimpangan dalam berbagai aspek kehidupan, sebagai akibat negatif dari laju modernism yang memiliki kecenderungan meninggalkan nilai-nilai spiritual berdampak pada “kehampaan” dan keterasingan dengan diri sendiri. Sehingga untuk mengembalikan manusia pada fitrahnya maka butuh konseling agama yaitu membantu manusia agar mencapai derajat “kecerdasan qalbiah”, artinya: menggambarkan sejumlah kemampuan diri secara cepat dan sempurna untuk mengenali kalbu dan aktivitas-aktivitasnya, mengelola dan mengekspresikan jenis-jenis kalbu secara benar, memotivasi kalbu untuk membina hubungan moralitas dengan orang lain dan hubungan ubudiyah dengan Tuhan agar kebutuhan manusia yaitu bio-psiko-sosio-religius terpenuhi secara seimbang untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akherat.RELIGIOUS COUNSELING GUIDANCE TO MODERN SOCIETY. This paper aims to provide information about the condition of the people who entered the modern era. Modern characteristic is the speed of access to information because of technological sophistication and broad insight as freedom of thought (even though humans have limited physical condition). Although understanding of the changes always occur in people’s lives, because the individual is obliged to follow the changes (which makes people “forced” to follow by optimizing the existing potentials in humans), which should not be changed is confidence. But for individuals who are “less strict” in taking a stance in the modern era will lead to irregularities in various aspects of life, as the negative impact of the rate of modernism that has a tendency to leave spiritual values have an impact on the “void” and alienation with yourself. So as to restore the human being by nature then need counseling religion that helps people to achieve the degree of “intelligence qalbiah”, meaning : describe a number of capabilities more rapidly and perfectly to recognize the heart and its activities, manage and express the types of heart correctly, motivate heart to build relationships with other people’s morality and ubudiyah relationship with God so that human needs are bio-psycho-socio-religious are met in a balanced manner to obtain world-happiness hereafter
SHALAT SEBAGAI TERAPI BAGI PENGIDAP GANGGUAN KECEMASAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOTERAPI ISLAM
Manusia pada hakikatnya terdiri dari dua substansi, yaitu fisik dan psikis. Berdasarkan hal itu, manusia merupakan mahluk yang memiliki kesadaran. Kesadaran manusia berpusat pada psikis atau jiwa, dan bersifat langsung. Tabiat jiwa adalah mengenal Allah swt. dan senantiasa ingin mendekat kepada Allah swt. Melupakan Allah swt. berarti penyimpangan dari tabiatnya, dan hal ini menjadi sumber gangguan jiwa (psikis). Oleh karena itu orang yang terganggu jiwanya perlu dibantu melalui layanan psikoterapi Islam. Layanan psikoterapi Islam dilakukan dengan mendudukkan semua persoalan yang dihadapinya pada tempatnya sehingga ia dapat mengukur dirinya dimana posisinya berada, dapat merencanakan sesuatu untuk meluruskan yang tidak benar, dan mengharapkan ampunan serta petunjuk Allah. Salah satu terapi yang digunakan adalah terapi shalat. Ritual shalat memiliki faidah yang sangat besar. Ibadah tersebut mampu menciptakan rasa tenang dan tenteram dalam jiwa, menghilangkan perasaan berdosa pada diri seseorang, menyingkirkan perasaan takut, gelisah, dan cemas, memberikan kekuatan spiritual yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit fisik maupun psikis.THE PRAYER AS THERAPY FOR FOWL ANXIETY DISORDERS IN THE PSYCHOTHERAPY PERSPECTIVE OF ISLAM. Men are essentially composed of two substances, namely physical and psychological. Accordingly, humans are creatures who have awareness. Human consciousness is centered on psychic or soul, and direct. The character of the soul is knowing about God and always want to draw closer to Allah swt. Forget Allah mean deviation of its sort, and it is a source of mental disorder (psychic). Therefore, the mentally ill need to be helped through Islamic psychotherapy. Islamic psychotherapy is performed by putting all the problems it faces in place so that he can measure himself where the position is, can plan something for rectifying incorrect, and expect forgiveness and God’s instructions. One therapy that used is a Shalat. Shalat gives many advantages. It’s worship is able to create a sense of calm and peace in the soul, eliminating the sense of sin in a person, get rid of feelings of fear, anxiety, and gives a spiritual power that can help the healing process of various physical ailments and psychological
KONSELING LINTAS BUDAYA MENUJU KEMANDIRIAN KARAKTER PESERTA DIDIK
AbstrakSekolah adalah salah satu tempat tumbuh berkembangnya peserta didik dalam perkembangan hidupnya. Hampir separuh dari hari-hari semasa usia sekolah, mereka habiskan di sekolah. Sebagian peserta didik yang pergi ke sekolah dan masuk ruang kelas melalui berbagai perjuangan, mulai dari memahami pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu, sampai bersosialisasi dengan teman-teman sebaya maupun lintas budaya atau budaya hidup sehari-hari. Setiap peserta didik diusia sekolah harus berjuang untuk mengelola emosi, perilaku dan permasalahan di rumah agar ia mampu menjalani harinya dengan baik di sekolah. Kondisi semacam ini membawa dampak timbal balik baik bagi sekolah, maupun peserta didik serta orang tua mereka. Oleh karena itu, tidak jarang hal ini membawa dampak yang tidak menyenangkan seperti ketertinggalan pelajaran, maupun keterlambatan penyesuaian diri dan pengelolaan emosi.Sekolah menjadi salah satu lingkungan terdekat, atau menjadi mikrosistem dari peserta didik. Pada mikrosistem inilah seorang individu berinteraksi langsung dengan agen-agen sosial, yaitu dengan teman sebaya atau guru. Kisah-kisah sukses peserta yang berprestasi di sekolah membawa nama harum nama sekolah dalam berbagai kompetisi baik di dalam maupun di luar negeri juga tidak sedikit. Hal ini menggambarkan bahwa ada lingkungan sosial yang kondusif walaupun berbeda watak dan karakter lintas budaya tidak lain hanyalah untuk pengembangan prestasi peserta didik tersebut. Secara umum kondisi ini menggambarkan dua sisi yang kontradiktif dari dunia persekolahan kita. Di satu sisi, sekolah dapat menjadi lingkungan yang suportif bagi perkembangan anak dan remaja, di mana pengembangan dan aktualisasi potensi siswa dapat optimal. Namun di sisi lain sekolah dapat menjadi lingkungan yang justru menimbulkan masalah emosi dan perilaku pada peserta didik yang menjadi siswa. Kata Kunci : Konseling Lintas Budaya, Kemandirian Karakter, Peserta DidikAbstractCROSS CULTURAL COUNSELLING TOWARD INDEPENDENCE STUDENTS CHARACTERS. School is one of the growing development of learners in the development of his life. Nearly half of the days during the school age, they spend in schools. Some of the students that go to school and go into the classrooms through various struggle, start from understanding the lesson given by the teacher on that day, to socialize with peers and cross-cultural or culture of everyday life. Each of the learners at the school must strive to manage emotions and behavior and the problems in the house so that he is able to live the day with either in schools. Such a condition is brought the impact of reciprocity is good for schools and learners and their parents. Therefore, not rarely this brought the impact that is not enjoyable as our outdated lessons, or delays in the adjustment of themselves and the management of emotions.schools to become one of the closest environment, or become mikrosistem from learners. On an individual is mikrosistem interact directly with the social agents, namely with peers or teachers. The story of the success stories of participants who have achievement in schools bring perfume name school name in various competitions both within and outside the country is also not a little. This illustrates that there is a conducive social environment although different characters and characters across cultures is not only for the development of the achievements of the learners. In general the condition of this describes the two sides of a contradictory from the world of schooling us. On the one hand, schools can be supportive environment for the development of children and adolescents, where the development and actualisation of potential students can be optimal. But on the other side of the school can become an environment thus causing emotional problems and behavior at the learners who become students. Keywords : Cross-cultural counselling, Independence characters, Learner
EFEKTIVITAS TEKNIK KONSELING DENGAN MENULIS JURNAL BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR (PERSPEKTIF KONSELING LINTAS BUDAYA)
AbstrakMenulis Jurnal Belajar (Writing learning journal) dalam teknik konseling termasuk dalam salah satu media yang dapat membantu peserta didik meningkatkan kemandirian dalam belajarnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan rancangan true experiment pretest-posttest control group design. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan teknik analisis wilcoxon signed-rank non-parametric test dan wilcoxon signed-rank non-parametric test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang berbunyi “kemandirian belajar mahasiswa setelah diberi perlakuan (posttest) dalam kelompok eksperimen, lebih tinggi daripada kemandirian belajar mahasiswa sebelum diberi perlakuan (pretest)” berhasil secara signifikan terbukti. Tidak seperti pada hipotesis yang pertama, hipotesis kedua, dan ketiga dalam penelitian ini, ternyata tidak secara signifikan terbukti. Analisis hasil yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori-teori yang dikembangkan terkait wrtiting learning journal (menulis jurnal belajar), teknik konseling Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT), self regulated learning (kemandirian belajar), dan konseling lintas budaya.AbstractTHE EFFECTIVENESS OF WRITING-LEARNING JOURNAL COUNSELLING IN ENHANCING SELF-REGULATED LEARNING (THE PERSPECTIVE OF CROSS-CULTURAL COUNSELLING). Counselling by means of writing learning journal is a medium through which to help students enhance their self-regulated learning. The current research tested this idea using true experiment pretest-posttest control group design. Hypotheses in the current research were examined on the basis of wilcoxon signed-rank non-parametric test and wilcoxon signed-rank non-parametric test. The results supported the first hypothesis stating that “in the experimental group, students’ post-test self-regulated learning were significantly higher than students’ pre-test self-regulated learning. However, the second hypothesis and third hypothesis in the current research were unsupported. Theoretical and practical implications of the current research were discussed through the lens of theories on writing-learning journal, a counselling technique of rational emotive behavioral therapy, self regulated learning, and cross-cultural counseling
TAHSINU AL-SALAH SEBAGAI MEDIA SPIRITUAL BIMBINGAN KONSELING PERSPEKTIF MULTIKULTURAL
AbstrakKeberagaman dalam lapisan masyarakat terkadang melahirkan problem sosial yang sangat kompleks hingga mengakibatkan adanya penyakit kejiwaan pada setiap individu. Hal ini tentunya memerlukan adanya pemecahan solusi. Salah satu metode yang digunakan untuk meminimalisir tingkat kerawanan penyakit jiwa yaitu dengan bimbingan konseling yang disesuaikan ajaran Islam. Konseling Islam adalah sebuah layanan bantuan bagi individu dari seorang konselor dengan menggunakan teknik-teknik tertentu yang berupaya untuk membantu ketidak mampuannya dalam menghadapi permasalahan. Sebagai bagian dari media spiritual konseng Islami shalat merupakan salah satu kewajiban yang diamanahkan kepada umat muslim. Di dalamnya terdapat gerakan dan bacaan yang sangat dalam maknanya. Pelaksanaan konsep shalat yang benar serta sanggup menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu menjadikan umat muslim yang muhsinin disertai dengan akhlaq mulia. Melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan tulisan ini membahas tentang model pendidikan moral menggunakan terapi tahsinu al-salah (memperindah shalat) yang berimplikasi pada pembenahan perilaku kehidupan seseorang. Dengan tertatanya paradigma berpikir individu, solusi yang sebelumnya menjadi sebuah harapan akan hadir untuk mengatasi problem yang ada.Kata kunci: implementasi, tahsinu al-salah, bimbingan konseling, multikultural.AbstractTAHSINU AL-SALAH AS A SPIRITUAL MEDIA GUIDANCE COUNSELING MULTIKULTURAL PERSPECTIVE. Diversity in society has sometimes spawned very complex social problems that have caused several mental illnesses in individuals. This is certainly in need of resolving solutions. One method used to minimize the vulnerability of mental illnesses is counseling tailored to the teachings of Islam. Islam is a counselor-to-individual assistive consultation service; utilizing certain techniques seeking to assist a person's inability to deal with problems. As part of a spiritual medium, consent Islamic prayer is one of the duties mandated to Muslims. There are movement and recitations involved that evoke a very deep meaning. Implementation of the concept of prayer is rightly able to internalize the values contained in it, making Muslims who are here as muhsinin to be accompanied with a nobler sense of morality. This paper, through quantitative studies, literarily approaches the moral education model used in therapeutic improvement prayers (tahsinu ala al shalah) which implicates an improvement of a person's behavioral life. With a well-organized individual thinking paradigm, a solution which had previously been an expectation, will be present to address many of the existing problems that affect people's mental health.Keywords: Implementation, tahsinu al-salah, counseling guidance, multicultura
KERANGKA DASAR MEMBANGUN KESEHATAN SPIRITUAL MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI ISLAM
Pengaruh perkembangan IPTEK dan ilmu-ilmu eksakta telah membawa perkembangan dan kemajuan cepat di bidang tekonologi dan perindustrian. Seharusnya kondisi dan hasil kemajuan sekarang ini membawa kebahagiaan yang lebih banyak kepada manusia dalam hidupnya. Akan tetapi sesuatu kenyataan yang menyedihkan ialah bahwa kebahagiaan itu ternyata semakin jauh hidup semakin sukar dan kesukaran-kesukaran material berganti dengan kesukaran mental (psychis). Beban jiwa semakin berat, gelisah dan ketegangan serta tekanan perasaan lebih terasa dan lebih menekan sehingga mengurangi kebahagiaan. Psikologi Islam merupakan ilmu yang mempelajari aspek kesehatan spiritual manusia yang normal, dewasa, sehat spiritual maupun sehat berperilaku. Ketika kita mengembangkan kesehatan spiritual, kita akan secara bertahap merasa cukup kuat untuk menjadi diri seutuhnya. Kekuatan yang autentik datang ketika seseorang untuk pertama kalinya dapat hidup berdamai dengan kebenaran tentang, siapa diri kita, di mana kita berada dan kemudian belajar untuk mengendalikan kekuatan tersebut ketika berhadapan dengan orang lain. Sedangkan untuk mewujudkan kerangka dalam mewujudkan kesehatan spiritual ada hal-hal yang perlu diperhatikan lebih jauh lagi yakni memahami kepekaan, bersikap jujur, adanya perubahan pada diri sendiri.BASIC FRAMEWORK TO BUILD SPIRITUAL HEALTH THROUGH PSYCHO-LOGICAL APPROACH ISLAMIC. he influence of science and technology and the exact sciences has brought about the development and rapid progress in the field of technology weapons and industry. Supposedly condition and results of progress has brought more happiness to man in his life. But something sad reality is that it was increasingly distant happiness of life increasingly difficult and changing material difficulties with mental distress (psychis). Increasingly heavy burden of life, anxiety and feelings of tension and pressure felt more and more pressing , thereby reducing happiness. Islamic psychology is the study of human spiritual health aspects of normal, mature, healthy, spiritual and healthy behavior. When we develop spiritual health, we will gradually feel strong enough to be yourself completely. Authentic strength comes when we for the first time be able to live in peace with the truth about who we are, where we are and then learn to control these powers when dealing with others. Meanwhile, to realize a spiritual health in realizing there are things that need to be considered further understand the sensitivity, to be honest, the change in yourself
BIMBINGAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PERUBAHAN PRILAKU
Shalat merupakan salah satu media komunikasi vertikal kepada Allah swt. Yang dapat membangkitkan kesadaran manusia akan jati diri dan hakekat kehidupannya. Artinya shalat dapat menjadi alternatif solusi dalam berbagai persoalan hidup, karena spirit shalat adalah membangunkan kesadaran diri yang paling dalam atas apa saja yang terjadi dan dialami oleh manusia. Di saat manusia merasakan kegalauan diri karena dinamika kehidupan zaman yang cenderung mengalami pergeseran nilai agama dan budaya sehingga dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku yang ada maka sesungguhnya manusia akan mencari-cari penawar hati dari segala keresahan dan kegalauan tersebut. Di sinilah mulai bersemi kembali nilai-nilai spiritualitas yang ingin direguk untuk membasahi dahaga keringnya moralitas yang selama ini dirasakan. Kembali kepada ajaran agama yang begitu banyak menawarkan tentang arti dari kepribadian yang berakhlak mulia, jauh dari kerusakan dan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.THE GUIDANCE OF PRAYER AS MEDIA CHANGES PRIORITISING Shalat is one vertical communication media to Allah. Can raise awareness of human identity and the essence of life. That means the prayer can be an alternative solution to the various problems of life, because the spirit of prayer was awaken consciousness deepest on what happened and experienced by humans. The current turmoil in humans feel themselves as the dynamics of contemporary life that tend to experience a shift in religious and cultural values that can influence the behavior change that is the real man will seek out bidders hearts of all the unrest and turmoil. This is where budding returned values of spirituality who want direguk to moisten the dry thirst morality that had been perceived. Back to the religious teachings are so many offers on the meaning of the noble personality, far from the damage and irregularities that can harm themselves and others
BIMBINGAN KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN MORAL ANAK
Membahas tentang anak adalah sebuah fase yang masih sangat membutuhkan bantuan bimbingan dan arahan untuk mengetahui banyak hal tentang kehidupan, dengan segala potensi yang sudah dimiliki. Sehingga pemahaman tentang moral anak perlu dilakukan oleh orang dewasa (orang tua, guru, masyarakat) agar sejak dini sudah tertanam tentang batasan boleh dan tidaknya serta kejelasan sanksi “pelanggaran”, sehingga anak siap untuk memasuki tugas perkembangan berikutnya. Dengan ciri khas karakteristik anak adalah awal bersosialisasi dengan lingkungan sosial yang lebih luas maka anak-anak cenderung memiliki keinginan untuk diterima oleh kelompok bermain (peer group), meskipun nilai-nilai keluarga tetap menjadi pedoman perilaku anak karena sudah terjadi pembiasaan.Kondisi tersebut yang memungkinkan bimbingan kelompok dalam upaya membentuk moral anak. Dengan berkelompok (memiliki beberapa kesamaan), maka anak akan saling mencontoh dengan arahan keteladanan dari pembimbing. Selain bimbingan kelompok, lingkungan yang kondusif akan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak untuk mentaati norma yang berlaku, sehingga pembentukan moral anak terhindar dari tekanan ketakutan. Karena untuk memahamkan pada anak bahwa aturan (norma sosial dan norma agama) dalam kehidupan bermasyarakat agar terjadi keteraturan (ketentraman) dan saling membantu mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki oleh seorang anak yang merupakan generasi penerus yang berprestasi dan membanggakan. Dengan moralitas, maka anak-anak akan mampu untuk menjalani tugas-tugas perkembangan dan memenuhi semua kebutuhan sesuai dengan norma yang berlaku.Kata Kunci: BK Kelompok, Moral AnakCOUNSELING GROUP EFFORT AS A MORAL FORMATION OF CHILDREN.Discusses Child is a phase that still need guidance and direction to help determine a lot of things about life, with all the potential that is already owned. So the moral understanding of children needs to be done by adults (parents, teachers, community) that is embedded early on allowed limits and the presence and clarity of sanctions “offense”, so that children are ready to enter the next development task. With the typical characteristics of children is beginning to socialize with the wider social environment, the children tend to have a desire to be accepted by the group play(peergroup),although the family values remain a guideline for the child’s behavior has occurred habituation. The conditions that allowed the guidance of the group in order to form the morals. With the group (has some similarities), then the child will imitate each other with referrals exemplary of the supervisor. In addition to group counseling , an enabling environment will provide an enjoyable experience for the child to obey the norm, so the moral formation of children avoid the pressure of fear. Due to hang on a child that the rules (norms of social and religious norms) in public life to occur regularity (tranquility) and mutual help optimize the potential that has been owned by a child who is the next generation that their achievement. With morality, then the children will be able to undergo developmental tasks and meet all requirements in accordance with norms.Keywords: BK group, Moral Childre