Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

library.upnvj.ac.id
Not a member yet
    25084 research outputs found

    Time November 20, 2023: Hard Power Prime Minister Sheikh Hasina......

    No full text

    Mahkamah konstitusi dari negative legislature ke positive legislature

    No full text
    Mahkamah Konstitusi (MK) menunjukkan eksistensi sekaligus perannya dalam pembaharuan hukum dan peradilan di Indonesia. Secara prinsip, dalam memutus perkara pengujian undang-undang, MK hanya dapat berperan sebagai negative legislature. Artinya, MK hanya dapat menyatakan pasal, ayat, bagian atau seluruh norma undang-undang bertentangan dengan UUD 1945, dan dinyatakan tidak lagi memiliki kekuatan hukum mengikat.Namun dalam perkembangannya, MK membuat beberapa putusan yang tidak sekadar membatalkan norma, melainkan juga membuat putusan yang mengatur (positive legislature). Dalam perspektif yuridis normatif, tindakan aktivisme yudisial yang mengarah pada kedudukan positive legislature tersebut tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang dan terkesan melampaui batas.Sekalipun demikian, apabila ditelaah, beberapa putusan MK yang bersifat positive legislature justru menunjukkan dan menjadi bukti sebuah penegakan hukum yang progresif. Meskipun putusan yang demikian tersebut menimbulkan problematika dan dinamika dalam implementasinya.Dalam penegakan hukum yang progresif, hukum tidak hanya dilihat dari kacamata teks undang-undang saja, melainkan menghidupkan kemaslahatan dalam kontekstualitasnya.Salah satu hal penting yang dikemukakan dalam buku ini adalah dirumuskannya konstruksi baru mengenai self-executing putusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat positive legislature oleh jaringan sosial, sebagai instrumen yang efektif dengan didasarkan pada kebutuhan masyarakat akankeadilan substantif.Kebaruan dalam edisi revisi ini khususnya adalah penambahan dua putusan MK sebagai objek kajian, sehingga penulis sampai pada kesimpulan bahwa dasar pertimbangan MK dalam membuat beberapa putusan yang bersifat positive legislature, di antaranya adalah menyelaraskan kembalitatanan kehidupan masyarakat (socio-equilibrium)

    Perbandingan hukum tata negara ( filsafat, teori, dan praktik )

    No full text
    Perbandingan Hukum Tata Negara (Comparative Constitutional Law), merupakan pendekatan kajian hukum yang sangat penting bagi pemerhati dan calon Sarjana Hukum karena mampu mencandra aspek ius constituendum (hukum yang seharusnya) yang tentunya sangat berguna dalam ikhtiar reformasi hukum di Indonesia. Namun, sayangnya literatur hukum tata negara dalam bahasa Indonesia kurang mengelaborasi isu perbandingan hukum. Buku ini menjawab kekurangan referensil dalam ranah perbandingan hukum secara umum dan perbandingan hukum tata negara pada khususnya.Buku ini setidaknya memiliki 2 (dua) keistimewaan. Pertama, buku ini memberi perspektif filosofis yang sangat kuat karena sejatinya, salah satu jalan metodologis' filsafat hukum adalah lewat perbandingan hukum dan vice versa, sebagaimana telah dilakukan oleh filsuf Yunani Aristoteles, ahli hukum Prancis Baron Montesquieu, dan Alexis de Tocqueville. Kedua, buku ini berperspektif inter-disipliner atau socio-legal yang menginsyafi bahwa kajian-kajian teks hukum yang bersifat normatif-doktrinal juga memerlukan tambahan perspektif dari ilmu-ilmu di luar ilmu hukum, semisal politik ketatanegaraan yang kental dalam buku ini. Dengan kata lain, buku ini berargumen bahwa kajian hukum (legal research) dan kajian-kajian nonhukum dapat saling melengkapi (complementary).Mirza Satria Buana, S.H., M.H., Ph.D. dilahirkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menempuh pendidikan S1 Sarjana Hukum (S.H.) di Fakultas Hukum, Universitas Lambung Mangkurat (2001-2006). Jenjang S2 Magister Hukum (M.H.) diselesaikan di Program Magister Ilmu Hukum, Universitas Islam Indonesia (2008-2010). Kemudian menyelesaikan S3 Doktor Hukum (Ph.D.) di TC. Beirne School of Law, University of Queensland (2012-2017), dengan dibiayai oleh Australia Leadership Awards Scholarship (ALAS) dari Ausaid. Penulis menjadi dosen di Fakultas Hukum, Universitas Lambung Mangkurat sejak 2006 sampai sekarang, mengampu beberapa mata kuliah: Hukum Tata Negara, Perbandingan Hukum Tata Negara, Ilmu Negara, Hukum dan Hak Asasi Manusia, Filsafat dan Teori Hukum, dan Sosiologi Hukum

    Family constellation : menyembahkan luka batin dengan menelusuri akar permasalahan keluarga

    No full text
    Family Constellation adalah sebuah buku yang wajib dibaca oleh semua orang yang ingin mencari akar solusi dari permasalahan atau konflik antar pasangan, orang tua dan anak, dan antar saudara. Juga bagi seseorang yang ingin move on dari mantan dan memutus rantai pola siklus “toxic” pada hidup. Buku ini pun ditujukan untuk para pembaca yang mengalami perasaan atau kondisi tidak nyaman contohnya depresi, kecemasan, kesedihan, kemarahan, keputusasaan, apatis, kecewa, perasaan bersalah, malu, dan tidak cukup. DIharapkan, pembaca juga akan sadar pentingnya peran bibit bebet dan bobot yang mempengaruhi perilaku kita, pekerjaan kita, pilihan pasangan dan keturunan kita–melalui pewarisan trauma keluarga dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya–dan apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi pemutus rantai trauma generasi tersebut. Konstelasi keluarga menyembuhkan luka emosional lebih dalam dan ringkas dibanding luka “inner child”, atau diri kecil kita yang berakar pada “inner child” milik orang tua dan leluhurmu, entah yang disadari atau yang tidak. Buku ini membina pengasuhan ulang diri dan sistem keluarga secara menyeluruh dengan mengidentifikasi akar luka dan pola perilaku yang terulang, yang memberatkan atau merugikan diri, pasangan, dan keluarga. Terinspirasi oleh ajaran Bert Hellinger, Konstelasi keluarga atau family constellation adalah sebuah metode terapeutik yang efektif dan kuat yang menggunakan sejarah keluarga sebagai alat untuk memahami dan menyelesaikan masalah ke akarnya. Baik itu masalah dengan pasangan, keluarga, anak, pekerjaan atau hidup pada umumnya. Terapi ini telah dipraktikkan di 35 negara di seluruh dunia dan populer karena sifatnya yang cepat dapat mengidentifikasi sebuah masalah ke akarnya dan mencari solusi yang lebih permanen

    Forbes Asia September, 2023: Master Planer

    No full text

    Gatra 24-30 Agustus 2023: Koalisi tersandra Cawapres

    No full text

    Bloomberg Businessweek , September 25, 2023 : Hate your job? Try working here

    No full text

    A brief history of intelligence : why the evolution of the brain holds the key to the future of AI

    No full text
    in A Brief History of Intelligence, Bennett bridges the gap between neuroscience and AI to tell the brain’s evolutionary story, revealing how understanding that story can help shape the next generation of AI breakthroughs

    299

    full texts

    25,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    library.upnvj.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇