429 research outputs found
Sort by
Eksplorasi dan Penelitian Flora di Kawasan Suaka Alam Maninjau Utara-Selatan Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat
viii, 46 hal
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Studi Ekologi dan Eksplorasi Kantong Semar di Cagar Alam Kersik Luway Kalimantan Timur
vi, 21 hal
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Studi Ekologi, Inventarisi dan Eksplorasi Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kawasan Hutan Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur
vi, 27 hal
Laporan Eksplorasi: Kajian Reintroduksi dan Recovery Tumbuhan Langka Indonesia yang Terancam Kepunahan Rotan Manau (Calamus manan Miq.) di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi
v, 13 hal
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara Taman Nasional Bukit TigaPuluh Provinsi Jambi
vi, 25 hal
Laporan Kajian Status Konservasi Tumbuhan di Pulau Jawa: 20 Jenis Tumbuhan Obat Langka, Lokasi : Kawasan Hutan Konservasi Cagar Alam /Twa Plawangan Turgo , Resort sleman Dan Daerah Sekitarnya
iv, 13 ha
Laporan Eksplorasi Flora Nusantara: Ekplorasi Flora di Kawasan Konservasi PT. Wirakarya Sakti, Jambi
47 hal
Laporan eksplorasi: Kajian Reintroduksi dan Recovery Tumbuhan Langka Indonesia yang Terancam Kepunahan "Rotan Manau" di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi
Rotan manau (Calamus manan Miq.) merupakan komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Saat ini permintaan pasar masih tetap tinggi namun persedian sumber rotan di alam sudah sangat menurun. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak terkait untuk segera melakukan usaha pelestariannya. PKT Kebun Raya Bogor dengan program reintroduksinya tengah melakukan usaha ke arah tersebut. Salah satu tim eksplorasi tahun 2004 telah melakukan pengamatan keberadaan populasi rotan manau di daerah jambi yang dahulu dikenal sebagai sumber rotan manau. Kegiatan difokuskan di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi bagian utara. Selama 2 minggu pengamatan di daerah tersebut, rotan manau sangat sulit ditemukan. Pertumbuhan manau soliter atau tidakmerumpun, walupun ada, jarak satu batang manau dan lainya sangat berjauhan sekitar 1-3 km. Umumnya manau yang ditemukan dalam kondisi seedling, Populasi manau yang ada tersebut merupakan kebiasaan masyarakat setempat yang selalu menyisakan 1-2 tanaman manau muda hingga bisa berbuah dan memperbanyak diri.iii, 20 hal
Laporan Eksplorasi Studi Ekologi, Inventarisasi dan Eksplorasi Kantong Semar ( Nepenthes spp. ) di Kawasan Hutan Tanjung Harapan dan Pesalat, T.N. Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
33 hal
Studi Autekologi dan Biologi Konservasi Sebagai Basis Ilmiah Untuk Melakukan Reintroduksi dan Recovery Pinang Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun
Kegiatan studi autekologi dan biologi konservasi pinang jawa dilakukan sebagai basis ilmiah untuk melakukan reintroduksi dan pemulihan pinang jawa (Pinanga Javana) dengan bertujuan untuk melestarikan keberadaan pinang jawa di habitat alaminya untuk pemanfaatanyang berkelanjutan. Harapan yang diperoleh adalah dapat mengetahui penyebaran dan kelimpahan P. javana serta faktoryang berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 - 28 Juni 2004 digunung Kendeng Utara, Taman Nasional Gunung Halimun yang merupakan koridor gunung Salak. Metode pencarian pinang jawa dilakukan dengan metode acak. Hasil yang diperoleh dapat dinyatakan bahwa P.javanadi lokasi ini sudah jarang ditemukan, pada ketinggian di atas 1000 m dpl tidak ditemukan namun di tepi sungai atau parit pada ketinggian 900 - 965 m dpl ditemukan sekitar 1177 pohon. pada tempat itu pinang jawa berasiosiasi dengan sekitar 43 jenis tanaman yang berdiri dari 5 liana, 16 pohon, dan 22 semak. Jenis-jenis yang sering ditemukan adalah Pinanga coronata, Dinochloa scandens, Begonia dan Homalomena. Pinang jawa menjadi langka disebabkan oleh masyarakat belum mengetahui fungsinya yang lebih luas.vi, 18 Hal