429 research outputs found
Sort by
Eksplorasi dan Studi Keragaman Flora Cagar Alam Pulau Salawati Utara, Papua Barat
x, 47 hal
Laporan kegiatan analisa vegetasi tumbuhan di lokasi bakal Kebun Raya Sambas di Desa Sabung Setangga, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat: Program monitoring tolok ukur pembangunan Kebun Raya
Analisa vegetasi pada lokasi bakal Kebun Raya Sambas di Kampung Tomong Desa Sabung Setangga Kecamatan Subah Kanupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan dengan metode transek dengan mengumpulkan data nama lokal dan nama Latin Tumbuhan yang berdiameter besar dan juga mencatat koleksi tumbuhan yang unik dan langka, ketinggian tempat, koordinat lokasi beserta kondisi habitatnya, tumbuhan yang berasosiasi dan kegunaannya bagi masyarakat. Tujuan analisa vegetasi adalah untuk mendata pohon-pohon besar dan tumbuh-tumbuhan yang berpotensi unik, endemik, langka dan tua untuk tetap dipertahankan. Lahan seluas 300 hektar terdapat pada ketinggian - 7 m dpl sampai dengan 64 m dpl. Kondisi ini menyebabkan beberapa lokasi terendam air dan mengering bila air sungai surut sehingga dikenal dengan habitat Riparian dengan jenis tanah podsolik merah kuning dan latosol. Vegetasi meliputi tumbuhsn rsws-rsws stsu tumbuhsn air yaitu keladi air (Cyrtosperma sp.), Donax sp., Homalomena so. dll. Sedangkan tumbuhan pasang surut yaitu Dillenia sufruticosa, Barringtonia macrocarpa, Lepisanthes amoena, Pandanus helicopus, dll; tumbuhan unik dan yang langka seperti anggrek meskipun hanya 5 jenis tapi untuk jenis kantong semar ada lebih dari 3 jenis yaitu Nepenthes gracilis, N. ampullaria, N. mirabilis, N spp. Tumbuhan dataran rendah lebih didominasi oleh tumbuhan kayu dari Famili Dipterocarpaceae dan Myrtaceae. Jadi jumlah tumbuhan besar yang terdaftar sementara sebanyak 433 nomor yang terdiri dari 41 suku, 86 marga, 113 jenis, dan 68 nomor dari 25 nama daerah masih belum teridentifikasi.20 hal
Laporan Teknis Monitoring lll Reintroduksi dan Pemulihan Calamus manan di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi: 5-15 Maret 2007
14 hal
Laporan Kegiatan Reintroduksi dan pemulihan Tumbuhan yang Terancam Kepunahan: Eksplorasi dan Koleksi Tumbuhan Terancam Kepunahan di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
Keberadaan sumber plasma nutfah tumbuhan Indonesia mengalami ancaman yang hebat akibat eksploitasi yang berlebihan dan tidak terkendali, Sehingga populasinya menurun bahkan diantaranya sudah punah. Program reintroduksi bertujuan untuk menyelamatkan plasm nutfah tersebut dari kepunahan. Program ini akan dilakukan di Taman Nasional Ujung kulon, Banten karena merupakan salah satu kawasan yang masih memiliki dan melindungi beberapa jenis tumbuhan Indonesia yang terancam kepunahan seperti Alstonia Scholaris, Heliciopis Lanceolata, Diospyros macrophylla, Heritiera percoriacea, Instia Bijuga, Stelechocarpus Burahol, dan vatica Bantamensis. Studi lapang dilakukan guna mengetahui keberadaan tumbuhan yang akan direntroduksi. Studi lapang berupa eksplorasi dan koleksi dilakukan di Kawasan taman Nasional Ujung Kulon pada 11-21 Juni 2007. Kawasan yang dituju diantaranya adalah jalur Kelejetan, Karang Ranjang, Cimahi, Cibiuk, Cilimus, Cibanua, dan Gunung Pariuk. Tim Eksplorasi menemukan empat jenis tumbuhan terancam kepunahan di kawsan tersebut yaitu Alstonia Scholaris, Diospyros Mancrophylla, Stelehocarpus Burahol, dan Intsia Bijuga denagan jumlah individu masing-masing adalah 18, 35, 4, dan 3 pohon. Koleksi Tanaman berupa seedling ditanam di Pembibitan Resort Legon Pakis. Tanaman yang di Koleksi terdiri dari 65 seedling Diospyros macrophylla, 13 seedling Stelechorcarpus burahol, dan 14 stekan Intsia bijuga.iii. 22 hal
Eksplorasi dan Studi Keragaman Flora Cagar Alam Pulau Waigeo Timur dan Taman Wisata Alam Sorong, Papua Barat
xi, 100 Hal
Laporan Perjalanan Eksplorasi Proyek Penelitian: Pemanfaatan dan Pengembangan Tumbuhan Berpotensi Buah dari Kalimantan di Daerah Kalimantan Tengah : Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Katingan dan Kota Palangkaraya (15 Januari - 4 Februari 2007)
vi, 62 hal
Laporan Monitoring lV Pertumbuhan Rotan Manau di Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi
Hasil pengamatan pada pertumbuahan dan perkembangan rotan manau diketahui bahwa daya tumbuh tanaman tertinggi dicapai oleh bibit yang ditanam di Singosari (37, 14%) dan terendah ditunjukan oleh bibit yang ditanam di sungai Senamo Kecil (26,49%). Tinggi tanaman di bukit Suban rata-rata 34-209 cm,di Sungai Senamo kecil 39-188 cm, dan di Singosari rata-rata 33-203 cm. Jumlah daun pada bibit yang ditanam di tiga lokasi terendah 1 satu daun dan terbanyak 8 daun. Ukurn daun tua pada bibit yang ditanam di bukit Suban panjangnya 16-146 cm dan lebar 13-88 cm, di Sungai Senamo Kecil, panjangnya 30-116 cm dan lebar 18-66 cm, di Singosari panjangnya 31-141 cm dan lebar 10-94 cm. Ukuran daun muda pada bibit yang ditanam di Bukit Suban panjang 18-176 cm dan lebar dan lebar 8-58 cm, di Sungai Senemo Kecil panjang 26-164 cm dan lebar 17-63 cm, di Singosari Panjangnya 8-177 cm dan lebar 16-155 Cm.v, 15 hal