429 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Flora di Kawasan Konservasi Rejang Lebong, Bengkulu
Pelaksanaan kegiatan eksplorasi flora Indonesia pada periode ini dilakukan di kawasan Konservasi Rejang Lebong, Bengkulu. Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat, yang oleh para ahli biologi dikenal sebagai kawasan yang cukup kaya akan keanekaragaman sumber daya hayati. Daerah yang dikunjungi adalah kawasan Bukit Kelam, Padang Ulak Tanding, Bukit Durian Daun, Bukit Bubung dan Muara Kelumbu, Lebong Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Kedua kawasan ini cukup menarik untuk diteliti, mengingat keduanya memiliki kondisi lingkungan yang berbeda. Bukit Kelam relatif belum banyak diganggu oleh penduduk sedangkan Bukit Durian, Bukit Bubung dan Muara Kelumbu merupakan arcal pertambangan emas yang telah dieksploitasi sejak jaman Belanda. Observasi vegetasi di Bukit Kelam menunjukkan adanya variasi jenis yang cukup tinggi, yaitu dengan indeks keragaman berkisar antara 4,65 dan 6,29. Di lokasiini masih banyak ditemukan jenis-jenis pohon dengan diameter yang lebih dan 1 m. Dari lokasi ini diperoleh 259 nomor koleksi tumbuhan hidup,dan beberapa diantaranya merupakan koleksi baru bagi Kebun Raya. Observasi di hutan Bukit Durian Daun, Bukit Bubung dan Muara Kelumbu menunjukkan bahwa secara umum kawasan ini merupakan hutan sekunder tua yang berhasil dengan baik mengalami suksesi secara alami. Tampaknya keberhasilan seksesi ini tidak terlepas dari kegiatan penduduk di kawasan ini sebagai buruh tambang, jarang yang melakukan usaha tani. Telah terkumpul sebanyak 255 nomor koleksi hidup, diantaranya 16 jenis merupakan koleksi baru dari Kebun Raya.23 hal
Laporan Hasil Eksplorasi Tanaman Ke Cagar Alam/ Suaka Margasatwa Leuweung Sancang - Kabupaten Garut
19 hal
Laporan Eksplorasi di Kawasan Hutan Bali Barat 2: 19 - 7 September 1991
Selama 20 hari melaksanakan tugas lapangan dapat menyelesaikan 21 transek yang terdapat di Gunung Sangiang dan Gunung Mesehe Kabupaten Jambrana - Bali. Pada seluruh transek yang diamati diperoleh ringkasan data struktur dan komposisi flora sebagai berikut:A. Gunung Sangiang terdiri atas: Flora pohon sebanyak 27 suku, 42 marga, 53 jenis dan 775 pohon. Flora sapling sebanyak 27 suku, 41 marga, 47 jenis dan 1256 pohon. Flora seedling sebanyak 31 auku, 45 marga, 50 jenis dan 1009 pohon.B. Gunung Mesehe terdiri atas: Flora pohon sebanyak 39 suku, 56 marga, 73 jenis, dan 2799 pohon. Flora sapling sebanyak 40 suku, 59 marga, 71 jenis dan 3133 pohon. Flora seedling sebanyak 50 suku, 83 marga, 99 jenis dan 6026 pohon. Dari 775 pohon flora Gunung Sangiang terdaftar dapat dilihat kisaran diameter batang yang ada sebagai berikut: diameter 10-20 cm sebanyak 536 pohon, diameter 21-30 cm sebanyak 127 pohon, diameter 31-40 cm sebanyak 62 pohon, diameter 41-50 cm sebanyak 21 pohon, diameter 51-60 cm sebanyak 6 pohon, diameter 61-70 cm sebanyak 4 pohon dan diameter diatas 71 cm sebanyak 19 pohon.Di Gunung Mesehe flora pohon yang terdaftar sebanyak 2799 pohon memiliki kisaran diameter batang sebagai berikut: diameter 10-20 cm sebanyak 1485 pohon, diameter 21-30cm sebanyak 666 pohon, diameter 31-40 cm sebanyak 406 pohon, diameter 41-50 cm sebanyak 137 pohon, diameter 51-60 cm sebanyak 46 pohon, diameter 61-70 cm sebanyak 20 pohon dan diameter di atas 71 cm sebanyak 37 pohon. Suku-suku yang mendominasi Flora Gunung Sangiang adalah Duku-dukuan (Meliaceae), Jarak-jarakan (Euphorbiaceae), Beringin-beringinan (Moraceae), Medang-medangan (Lauraceae) dan Jambu-jambuan (Myrtaceae).Sedangkan di Gunung Mehese floranya didominasi oleh suku-suku Kelumpang-kelumpangan (Sterculiaceae), Manggis-manggisan (Clusiaceae), Senduduk-sendudukan (Malastomataceae), Pandan-pandanan (pandanaceae), Lempeni-lempenian (Myrsinaceae), Paku-pakuan (Polypodiaceae) dan Kopi-kopian (Rubiaceae). Selama eksplorasi dapat dikumpulkan material (di luar jamur) sebanyak 130 nomor terdiri atas 47 suku, 78 marga, 99 jenis, diantaranya 7 suku, 38 marga, 62 jenis. merupakan koleksi baru (lampiran 17).Dalam gambar 4 dapat kami sajikan Histogram 10 suku terbesar yang telah dikoleksi. Diantara 130 nomor tanaman yang dikumpulkan sebanyak 34 nomor yang terdiri atas 23 suku, 30 marga, 34 jenis mempunyai fungsi untuk upacara adat Hindu (lampiran 18) dan sebanyak 37 nomor yang terdiri atas 23 suku, 32 marga, 37 jenis berfungsi sebagai tanaman obat-obatan tradisional (lampiran 19). Tanaman koleksi yang jumlahnya Kritis di Kebun Raya Bali, penambahanya juga kami usahakan dari eksplorasi ini seperti :Astronia spectabilis Bi. , Dendrobium-spurium (B1.) J.J.S. , Pomatocalpa sp. , Rynchostylis retusa BI. , dan lain-lain.Begitu juga terhadap tanaman yang terancam kepunahan seperti Majegau (Bysoxylum caulostaohyum Miq.), Kuanitan (Dysoxylum sp.) serta Macodes javanica (BI.) Hook. , Corybas sp. , dan Menyan termasuk tanaman langka yang berhasil di kumpulkan. Secara menyeluruh keterdapatan jenis flora di Gunung Sangiang dan Gunung Mesehe adalah sebanyak 60 suku, 129 marga dan 183 jenis tertera pada lampiran 13.vii, 146 hal
Eksplorasi Flora Indonesia: Bengkulu II
Kebun Raya adalah wahana konservasi flora eksitu di indonesia, dan merupakan pusat penelitian flora hasil eksplorasi. Dalam rangka pengumpulan bahan-bahan penelitian dan penyusunan konsep strategi konservasi flora serta menambah jumlah koleksi tanaman, Kebun Raya Indonesia secara berkala mengirim tim-tim ekspedisi ke berbagai daerah. Tim Bengkulu II antara tanggal 20 agustus dan 5 september 1991 melakukan eksplorasi di dua lokasi :1. Di desa Linau, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Bengkulu Selatan, yang merupakan kawasan hutan konsesi PT Bengkulu Raya Timber. Pengumpulan contoh tanaman dilakukan dari daerah pantai sampai ketinggian Kurang Lebih 500 m dpl. Tanaman koleksi yang berhasil dikumpulkan meliputi 115 jenis anggrek, 7 jenis temu-temuan, 5 specimen rotan manau, dan 310 nomor tanaman yang lainnya yang totalnya 437 nomor. Dari hasil ini 12 jenis merupakan dubius (gendub.) atau belum diketahui termasuk famili apa. Daftar koleksi tanaman selengkapnya hasil eksplorasi ini terlampir.2. Di desa Pagargunung, kecamatan Kapahiang, kabupaten Rejang Lebong. Di lokasi ini terutama mengamati bunga Rafflesia arnoldi, dan memotretnya. Tim ini tidak berhasil melihat bunga yang langka ini dalam keadaan mekar, karena dua hari sebelumnya telah dirusak penduduk setempat. Dekat lokasi Rafflesia ini terdapat pohon kemenyan (Sytrax benzoin Dryand.). Getah pohon ini disebut kemenyan, beraroma khas terutama bila dibakar. Getah kemenyan inilah yang bernilai ekonomi, antara lain digunakan untuk campuran memproduksi rokok klembakmenyan. Di masyarakat jawa tradisional kemenyan ini digunakan sebagai sesaji.12 Hal