429 research outputs found
Sort by
Laporan Eksplorasi Flora ke Kawasan Kepulauan Kengean Kab. Sumenep Madura Jawa Timur
Dalam melaksanakan kegiatan Eksplorasi Flora Nusantara Indonesia, maka tim Cabang Balai Kebun Raya Purwodadi melakukan perjalanan ke kawasan Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur selama 20 hari dari tanggal 3 sampai dengan 22 September 1993. Kawasan hutan di daerah ini di bawah Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Kepulauan Kangean terdiri dari beberapa pulau diantaranya yang besar seperti P. Kangean, P. Paliat, P. Saobi, P. Sabunten, P. Sepanjang, sedangkan pulau yang kecil al. : P. Mamburit, P. Salarangan, P. Sapeken, P. Banginyarap dll. Berdasarkan penelusuran dari beberapa pustaka dan Informasi di kawasan ini masih banyak terdapat jenis-jenis tumbuhan yang khas al. : Myristica guatteriifolia ( Tetel), Strychnos lucida (Bidara gunung) dll. Daerah-daerah yang dikunjungi adalah hutan lindung Patapan, Hutan lindung Kangayan keduanya di Pulau Kangean, hutan lindung di P. Paliat dan Taman Nasional P. Saobi dengan ketinggian antara 0 - 210 m. dpl. Hasil koleksi yang diperoleh dari eksplorasi dikawasan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 33 suku, 71 marga, 104 nomor antara lain koleksi anggrek 7 nomor, koleksi lain-lain 97 nomor dan koleksi Herbarium 10 nomor, yang pada umumnya merupakan koleksi baru untuk Cabang Balai Kebun Raya Purwodadi misalnya : Ardisia sp. (Burni), Codiaeum sp. (Panaitan), Myristica guatteteriifolia (Tetel), Dysoxylum sp. (Geruh), Mitrephora sp. (Janglot), Strychnos lucida ( Bidara Gunung), Cordia subcordata ( Purnamasada), Horsfieldia sp. ( Bunga2an), Citrus sp., Glycosmis sp., Syzigium sp. dll. Dari observasi di P. Kangean dan P. Paliat menunjukan bahwa secara umum keadaan vegetasi masih baik, Sedangkan di P. Saobi kurang baik. Hutan Patapan dan Kangayan dengan indeks keragaman pohon berkisar 4.53 dan P. Paliat dengan indeks keragaman pohon berkisar 4.29. Sedangkan di Taman Nasional P. Saobi tidak melakukan analisa vegetasi karena terbatasnya waktu hanya inventarisasi dan koleksi.21 hal
Laporan Kemajuan: Bagian Proyek Pelestarian Penelitian dan Pengembangan Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur Triwulan I dan II 1993/1994
i, 21 ha
Laporan Eksplorasi, Inventarisasi, Penelitian dan Pengembangan Flora di Kabupaten Sumbawa Gunung Batulante (Tgl 2 s.d. 22 Juni 1993)
Perjalanan eksplorasi, inventarisasi, dan penelitian flora Nusa Tenggara Barat di hutan batulante Sumbawa Besar merupakan tugas yang berkelanjutan guna mendukung program Cabang Balai Kebun Raya Eka Karya Bali. Perjalanan ini berlangsung selama 21 hari, mulai dari tanggal 2 s.d. 22 Juni 1993. Daerah yang dikunjungi adalah hutan batulate, Kabupaten Sumbawa Besar, pada ketinggian 650 m sampai 1250 m dari permukaan laut. Komposisi hutan Batulate mempunyai keanekaragaman jenis tidak terlalu banyak, terdiri atas 164 jenis pohon, 158 jenis seedling dan 168 jenis sapling. kerapatan vegetasi pada kawasan hutan ini tercatat 5.744 individu pohon (1541 pohon, 2.118 seedling dan 2.085 sapling/ 2 ha.). Dilokasi ini didominasi oleh pohon-pohon berdiameter 10 20 cm dan miskin dengan pohon yang berdiameter diatas 51-60 cm. Dari lokasi ini diperoleh 111 nomor koleksi tumbuhan berupa anak pohon, anggrek, biji, stek dan herbarium, beberapa diantaranya merupakan koleksi baru untuk kebun raya bali. Koleksi baru untuk kebun raya bali diperkirakan 5% dari hasil seluruh koleksi. Dari pengamatan sepel nampaknya keanekaragaman jenis sedikit baik pohon maupun tumbuhan bawah, yang banyak mendominasi kawasan ini kebanyakan dari suku Cluseraceae, Myrtaceae, Lauraceae dan famili lainnya. Tumbuhan diameter diatas 51-60 cm seperti Duabanga molucana Bl., Erythrina sp., Meliosma ferruginia Bl., Michelia ohampace linn., Ficus variegata Bl., dan Syzygium sp. Tanaman maskot untuk Nusa Tenggara Barat yang disebut Klicung atau nama botaninya Diospiros ebenum roen., kayunya sangat diminati oleh masyarakat termasuk klas 1 di hutan batulante tidak bisa kami dapati, sehingga perjalanan dilanjutkan ke hutan rhee dengan ketinggian 500 m dpl. Di hutan ini pohon kelicung dapat kami temui, namun populasinya mulai mengalami penurunan terbukti pohon ini ditebang secara liar oleh penduduk sekitar hutan Rhee, kanyunya dimanfaatkan untuk mebel, dan bahan lainya. Dari perjalanan tersebut satu jenis tanaman yang menjadi maskot NTB dapat dikoleksi atau diselamatkan berupa anakan dan bijinya telah dicoba disemaikan di kebun raya. Menurut informasi biji kelicung sulit ditumbuhkan sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut.iii, 21 hal
Laporan Teknis Proyek Pelestarian Flora Indonesia Tahun Anggaran 1993/1994: Tolok Ukur Penelitian dan Pengembangan Pelestarian Flora Kebun Raya Bogor dan Cibodas, Jawa Barat
65 hal