Jurnal MIPA
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
Analisis Distribusi Frekuensi-Magnitudo Gempabumi Di Wilayah Sulawesi Utara
Analisis Distribusi Frekuensi-Magnitudo Gempa Bumi di Wilayah Sulawesi Utara telah dilakukan. Analisis Distribusi Frekuensi-Magnitudo Gempa Bumi menggunakan metode maximum likelihood merupakan upaya mitigasi dalam menentukan nilai parameter gempa (nilai ɑ-b), perulangan gempa merusak, serta daerah berpotensi gempa merusak. Hasil data ANSS menunjukan bahwa pada timur (dalam arah utara-selatan) mempunyai nilai ɑ-b yang lebih rendah dibandingkan barat wilayah SULUT, dengan nilai masing-masing sekitar 7-7,8 dan 0,8-1,5. Hasil perhitungan perulangan gempa merusak (Magnitudo Mw = 7) sekitar 15-20 tahun. Daerah berpotensi gempa merusak adalah : Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sitaro, kota Bitung (terutama kecamatan Lembah Utara dan Selatan).Analysis of Frequency-Magnitude Distribution of earthquakes in North Sulawesi region has been performed. Analysis of Frequency-Magnitude Distribution of earthquakes using the maximum likelihood method in determining the value of mitigating earthquake parameters (values ​​ɑ-b), recurrence earthquake damage, as well as the potential area of ​​earthquake damage. Data of ANSS is showed that in east (in the direction north-south) has lower than of a-b that that in the western area of ​​North Sulawesi, with each value of around 7 to 7.8 and from 0.8 to 1.5. Calculation of recurrence earthquake damage (Magnitude Mw = 7) resulted in a period of 15-20 years old. Areas with potential earhquake damage are: District Sangihe Islands, Islands District Sitaro, Bitung city (especially north and south valley districts)
Pengaruh Penambahan Emulsifier dan Stabilizer Terhadap Kualitas Santan Kelapa
Santan merupakan emulsi minyak dalam air yang diperoleh dengan cara memeras daging buah kelapa segar yang telah dihaluskan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan waktu penyimpanan santan. Beberapa teknik yang digunakan adalah asteurisasi, variasi kecepatan putar maupun pengaruh suhu dingin untuk menambah waktu simpan santan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan emulsifier dan stabilizer terhadap kualitas santan kelapa. Kualitas yang diukur yaitu stabilitas emulsi pada berbagai perbandingan kelapa parut:air, jenis emulsifier serta konsentrasi stabilizer. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa krim santan yang diperoleh dari ekstraksi kelapa parut:air dengan perbandingan 4:1 memiliki stabilitas emulsi terbaik hingga jam ke-10. Pemakaian emulsifier sintetik polyoxyethylene (20) sorbitan monostearat dengan konsentrasi 1.00% dan stabilizer guar gum dengan konsentrasi 0.75% dapat meningkatkan stabilitas emulsi hingga mencapai 100% pada pengamatan sampai hari ke-13.Coconut milk is an oil-in-water emulsion obtained by squeezing fresh coconut meat. Several studies have been done to improve coconut milk storage time. Several techniques used to increase storage time of coconut milk are pasteurization, rotational speed variation and the use of low temperature. This study was aimed to determine the effect of emulsifier and stabilizer to the quality of coconut milk. Quality measured was the stability of emulsion at several ratio of cocout to water, type of emuslifier, and stabilizer concentration. The result revealed that coconut milk cream obtained from the extraction of coconut:water ratio of 4:1 has the best emulsion stability up to 10 hours. The use of 1.00% synthetic emulsifier polyoxyethylene (20) sorbitan monostearate and 0.75% stabilizer guar gum increased the stability of the emulsion up to 100% at day 13
Kinetika Adsorpsi Gas Benzena Pada Karbon Aktif Tempurung Kelapa
Telah diteliti kinetika adsorpsi gas benzena pada karbon aktif tempurung kelapa yang diaktivasi dengan NaCl dengan tujuan menentukan model kinetika yang dapat diaplikasikan untuk adsorpsi gas benzena pada karbon aktif tempurung kelapa. Data adsorpsi dianalisis dengan menggunakan empat model persamaan laju adsorpsi yaitu (1) persamaan laju order pertama pseudo Lagergren, (2) persamaan laju order kedua pseudo Ho, (3) persamaan Elovich, dan (4) persamaan Ritchie. Hasil kajian menunjukkan bahwa model kinetika dengan persamaan laju order ke-2 pseudo Ho adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi gas benzena pada karbon aktif tempurung kelapa. Dari model kinetika order ke-2 pseudo Ho diperoleh konstanta adsorpsi benzena sebesar 1,63x10-4 g mg-1 min-1. Nilai energi adsorpsi menunjukkan bahwa benzena teradsorpsi secara fisik pada adsorben.Kinetics of gaseous benzene adsorption on coconut shell NaCl-activated carbon had been studied. The research was aimed to determine the appropriate kinetic model applied to gaseous benzene adsorption on the adsorbent. Adsorption data was analyzed using four kinetic models of adsorption rate equation, which were (1) Lagergren’s pseudo first order rate equation, (2) Ho’s pseudo second order rate equation, (3) Elovich‘s equation, and (4) Ritchie’s equation. The results showed that the Ho’s pseudo second order rate equation was best applied to gaseous benzene adsorption on coconut shell activated carbon. The second order rate constant for benzene adsorption was 1.63x10-4 g mg-1 min-1. The value of adsorption energy showed that benzene was physically adsorbed on the adsorbent
Karakteristik Kualitas Pengajar Berdasarkan Faktor Mutu Pelayanan di Jurusan Matematika FMIPA UNSRAT Menggunakan Analisis Biplot
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor penentu mutu pelayanan tenaga pengajar di Jurusan Matematika FMIPA UNSRAT menggunakan analasis biplot. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari 377 peserta 28 matakuliah untuk 18 dosen (DS1, DS2, DS3, DS4, DS5, DS6, DS7, DS8, DS9, DS10, DS11, DS12, DS13, DS14, DS15, DS16, DS17, DS18) pada semester genap TA 2011/2012. Data diambil pada Bulan Mei di Jurusan Matematika FMIPA UNSRAT. Hasilnya menunjukkan bahwa dosen-dosen yang dikategorikan memiliki mutu yang relatif sama unggul terhadap faktor mutu pelayanan adalah DS1, DS2, DS3, DS4, DS6, DS11, dan DS12. Objek-objek yang memiliki mutu yang relatif sama tidak unggul terhadap faktor mutu pelayanan adalah DS5, DS7, DS8, DS9, DS10, DS13, DS14, DS15, DS16, DS17 dan DS18.The objective of this research was describe service quality factor of lectures at department of mathematics FMIPA UNSRAT using biplot analysis. The data used primary data collected from 377 students of 28 subjects for 18 lecturers (DS1, DS2, DS3, DS4, DS5, DS6, DS7, DS8, DS9, DS10, DS11, DS12, DS13, DS14, DS15, DS16, DS17, DS18) in the second semester 2011/2012. Data were taken in May at department of mathematics FMIPA UNSRAT. The results showed that lecturer who categorized relatively superior quality to service quality factors are DS1, DS2, DS3, DS4, DS6, DS11 and DS12. Then the lecturer who categorized relatively not superior quality to service quality factors are DS5, DS7, DS8, DS9, DS10, DS13, DS14, DS15, DS16, DS17 and DS18
Keanekaragaman Serangga Air di Sungai Pajowa Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara
Serangga air merupakan kelompok Arthropoda yang sebagian siklushidupnya berada di perairan. Serangga ini berperan penting dalam rantaimakanan pada suatu ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kelimpahan, kekayaan, keanekaragaman dan kemerataaanspesies serangga air di Sungai Pajowa, Kabupaten Minahasa, SulawesiUtara. Pengambilan sampel menggunakan surber sampler dan handcollection. Jumlah serangga air yang ditemukan sebanyak 22 spesies, 14famili dan 5 ordo. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Gerrisremigis, sedangkan ordo yang memiliki spesies paling banyak adalahEphemeroptera. Kelimpahan dan kekayaan spesies serangga air tertinggiterdapat pada bagian tengah aliran sungai, sedangkan keanekaragamandan kemerataan spesies tertinggi di bagian hulu sungai. Kelimpahan,kekayaaan dan keanekaragaman spesies serangga air berbeda nyataantar stasiun pengamatan, sedangkan kemerataan spesies tidakmenunjukkan perbedaan yang nyata.Arthropods are a group of aquatic insects whose life cycles are partlyin the water. These insects play an important role in the food chain in anaquatic ecosystem. This research is aimed to analyze the abundance,richness, diversity and evenness of species of insects in the river waterPajowa, Minahasa regency, North Sulawesi. Surber sampler and handcollection are used in Sampling. Number of aquatic insects found as manyas 22 species, 14 families and 5 orders. The most commonly foundspecies is Gerris remigis, while orders that have the most species areEphemeroptera. Abundance and species richness of aquatic insects ishighest in the middle of the river, while the highest species diversity andevenness in the upper reaches of the river. Abundance, species richnessand diversity of aquatic insects were significantly different between thestations of observation, whereas species evenness did not showsignificant differences
Aktivitas Antioksidan dari Tepung Pisang Goroho Yang Direndam Dengan Lemon Kalamansi
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan dari pisang goroho yang direndam dengan lemon kalamansi. Pisang goroho segar mula-mula direndam dengan lemon kalamansi dengan kadar 25, 50, 75 dan 100%. Selanjutnya pisang goroho dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50-60 oC kemudian digiling dan diayak dengan ayakan 65 mesh. Ekstraksi tepung pisang menggunakan metode maserasi selama 24 jam. Analisis kandungan total fenolik dan penentuan aktivitas penangkal radikal bebas menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak tepung pisang dengan perendaman lemon kalamansi 75% memiliki kandungan total fenolik lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tepung pisang yang direndam dengan lemon kalamansi 100, 50, 25 dan 0%. Kandungan total fenolik berturut-turut adalah 74,80; 58,18; 45,82; 34,90 dan 20,70 µg/mL. Ekstrak tepung pisang yang direndam dengan lemon kalamansi 100% memiliki aktivitas antioksidan yang tidak berbeda nyata dengan perendaman 50 dan 75% (p>0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa pisang goroho yang direndam dengan lemon kalamansi memiliki kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan.This research was aimed to determine the total phenolic content and antioxidant activity of banana goroho marinated in lemon kalamansi. Fresh banana Goroho was first marinated in 25, 50, 75, and 100 % lemon kalamansi. The product was dried in an oven at 50-60 °C and then was milled and sieved to 65 mesh. Banana flour extraction was conducted through maceration for 24 hours. The total phenolic content was analyzed and the free radical scavengers activity was determined using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil). The results of this study showed that extracts of banana flour obtained by soaking in 75% lemon kalamansi had total phenolic content higher than that in 100, 50, 25, and 0% lemon kalamansi. Total phenolic content were 74.80, 58.18, 45.82, 34.90, and 20.70 mg/mL respectively. Extract of banana flour obtained by soaking in 100% lemon kalamansi have antioxidant activity which is not significantly different from that in 50 and 75% (p> 0,05). The research obtained that banana goroho soaked in lemon kalamansi had phenolic compounds and antioxidant activity
Profil Lipida Plasma Tikus Wistar yang Hiperkolesterolemia pada Pemberian Gedi Merah (Abelmoschus manihot L.)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh daun gedi merah (Abelmoschus manihot L.) terhadap kadar lipida dari plasma darah hewan uji yang menderita hiperkolesterolemia. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus jantan, strain Wistar berumur 2-3 bulan dengan berat 120-250 g, dan dibagi dalam 3 tahap perlakuan. Tahap pertama, tikus diadaptasikan terlebih dahulu selama 8 hari dengan pemberian pakan standar, dan diakhiri masa adaptasi, sebanyak 3 ekor tikus dibedah untuk dianalisis kadar lipida plasmanya (Baseline). Tahap ke-2, tikus diberi pakan aterogenik selama 14 hari untuk meningkatkan kadar kolesterol plasmanya, dan diakhiri tahap ini sebanyak 3 ekor tikus dibedah untuk dianalisis kadar lipida plasmanya (kelompok Aterogenik). Tahap ke-3, tikus dibagi menjadi dua perlakuan, yakni: tikus yang diberi pakan standar (kelompok PS), dan tikus yang diberi pakan standar mengandung 36% pasta daun gedi merah (kelompok PG). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor tikus dan diakhiri tahap perlakuan ini, semua tikus dibedah untuk dianalisis kadar lipida plasmaya menggunakan metode enzimatik kolorimetri. Pemberian pakan sebanyak 20 g per ekor per hari dan air minum dilakukan secara ad libitum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok PG secara signifikan memiliki kadartotal plasma cholesterol (TPC) yang lebih rendah daripada baseline, kelompok aterogenik dan PS, kelompok PG juga memiliki kadar kolesterol dalam partikel low density lipoproteins (k-LDL) lebih rendah daripada kelompok aterogenik, dan kelompok PG memiliki kadar trigliserida (TG) yang lebih rendah daripada kelompok aterogenik dan PS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengkonsumsi pakan standar mengandung 36% pasta daun gedi merah dapat menurunkan kadar TPC, k-LDL dan trigliserida berpengaruh nyata terhadap penurunan kolesterol tikus percobaan yang hiperkolesterolemia.The purpose of this research was to study the effect of red gedi (Abelmoschus Manihot L.) leaves on the blood plasma lipid levels of the tested animals suffering from hypercholesterolemia. This study used 16 Wistar strain male rats, 2-3 months old with the body weight of 120 to 250 g. The tested animals were divided into three groups based on the treatments stages. At the first stage, all rats were adapted for 8 days with the standard food and at the end of the treatment 3 rats were dissected for plasma lipid level analysis (the baseline group). At the second stage, all rats were received atherogenic feeding for 14 days to increase the plasma cholesterol levels and at the end of the treatment 3 rats were dissected for plasma lipid level analysis (the atherogenic group). At the third stage, the rats were divided into two groups of treatments: the PS group and the PG group Each group consisted of 5 rats. The rats in The PS group were fed with standard food and the PG group were fed with the standard food containing 36% of red gedi leaf paste. At the end of the treatment, the rats were dissected for plasma lipid level analysis using enzymatic colorimetric methods. During the treatments, each rat was received 20 g of food and drinking water ad libitum. The results showedthat the total plasma cholesterol (TPC), low density lipoprotein cholesterol (LDL-C), and triglyceride levels of the rats receiving red gedi (the PGgroup) were lower compare to the other groups (thebaseline, theatherogenicandPS groups). This studyconcludedthat consumingthe standardfoodcontaining 36% of redgedileaf paste was able to reduce the cholesterol levels of hypercholesterolemiarats
Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Hibrida (Energi Angin Dan Matahari) Menggunakan Hybrid Optimization Model For Electric Renewables (HOMER)
Telah dilakukan penelitian tentang sistem pembangkit listrik hibrida (energi angin dan matahari) menggunakan software HOMER. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pembangkit listrik hibrida (Energi angin dan matahari) menggunakan software HOMER. Pada penelitian ini diperoleh potensi radiasi matahari sebesar 8,073 kWh/m2 setiap hari dan potensi energi angin sebesar 2,3 m/s. Nilai NPC tertinggi sebesar 61,.811. Nilai COE tertinggi sebesar 1.,663 /kWh.A research on hybrid power system (wind and solar energy) had been done. This study was aimed to design hybrid power system (wind and solar energy) by using HOMER software. The research resulted in potential solar radiation of 8.073 kWh/m2 per day and wind energy potential of 2.3 m/s. The highest NPC value was 61,811. The highest COE value was /kWh
Uji Toksisitas dengan Metode BSLT dan Analisis Kandungan Fitokimia Ekstrak Daun Soyogik (Saurauia bracteosa DC) dengan Metode Soxhletasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak daun soyogik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan menentukan kandungan fitokimia daun soyogik (Saurauia bracteosa DC). Ekstrak dibuat dengan cara soxhletasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan larva udang Artemia salina Leach yang berumur 48 jam. Efek toksik ekstrak diidentifikasi dengan presentase kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Kandungan fitokimia meliputi fenolik, flavonoid dan tanin. Penelitian menunjukkan ekstrak daun soyogik bersifat toksik (LC50: 35,4 ppm). Kandungan senyawa fenolik (128 ppm), flavonoid (44,4 ppm), tanin (86,75 ppm).The aims of this research were to determine the toxicity of soyogik (Saurauia bracteosa DC)leaf extract using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) and the content of its compounds. The extraction was carried out ​​by soxhletation using methanol. Toxicity assay used Artemia salina Leach larvae of 48-hours age. Toxic effects of the extract were identified by the percentage mortality of shrimp larvae using probit analysis (LC50). Leaf extract was furthertested to phenolic, flavonoid and tannin contents. The results showed soyogik leaf extract was toxic (LC50: 35,4 ppm). The content of phenolic, flavonoid, and tannin compounds were 128 ppm, 44,4 ppm and 86,75 ppm, respectively