Jurnal MIPA
Not a member yet
    355 research outputs found

    Uji Stabilitas dan Aktivitas Sabun Mandi Cair Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.)

    Full text link
    Alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan seperti tannin, alkaloid, saponin, alfa tokoferol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula, evaluasi stabilitas fisik dan menguji aktivitas antibakteri dari sediaan sabun mandi cair dari ekstrak etanol daun alpukat. Formula sediaan dibuat dalam 3 konsentrasi ekstrak yaitu F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%).  Uji stabilitas menggunakan metode penyimpanan dipercepat  selama 6 siklus (1 siklus = 1x24 jam disuhu 4oC dan 1x24 jam disuhu 40oC), sedangkan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan bakteri uji Staphylococcus aureus. Hasil uji stabilitas menunjukkan F1, F2, dan F3 secara organoleptis memiliki bentuk yang cair, bau yang khas, dan warna hijau tua. Pada uji stabilitas menunjukkan tidak terjadi perubahan secara organolpetik dan homogenitas baik sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat. Perubahan nilai pH terjadi pada F2 dan perubahan tinggi busa terjadi pada F1. Meski demikian, perubahan yang terjadi pada F1 dan F2 masih memenuhi syarat SNI.  Secara keseluruhan stabilitas yang paling memadai adalah F3 karena tidak terjadi perubahan di setiap parameter uji stabilitas sediaan.  Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa zona hambat rata-rata yang terbentuk dari  kontrol negatif, F1, F2, F3 dan kontrol positif terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aurreus berturut-turut 0; 6,67 mm; 8,33 mm; 10,43 mm dan 14,57 mm. Dapat disimpulkan bahwa formula terbaik adalah F3 karena memiliki stabilitas yang paling baik dan aktivitas antibakteri yang paling kuat dibandingkan F1 dan F2. Jadi, semakin tinggi konsentrasi ekstrak pada formula semakin stabil dan tinggi pula zona hambat yang dihasilkan Avocado (Persea americana Mill) is a plant that contains tannin, alkaloid, saponin, alpha tocopherol and flavonoid. This study aims to make a formula, evaluate physical stability and antibacterial activity test of a liquid body wash made from ethanol extract of avocado leaves. The preparation formula was made in 3 extract concentrations, namely F1 (10%), F2 (15%), and F3 (20%). The stability test used the accelerated life testing for 6 cycles (1 cycle = 1x24 hours at 4oC and 1x24 hours at 40oC), while antibacterial activity test used the diffusion method with Staphylococcus aureus as bacteria agent. Stability test results showed that organoleptic of F1, F2, and F3 had a liquid form, a characteristic odor, and a dark green color. The stability test showed no changes in organoleptic and homogenity both before and after accelerated life testing. Changes in pH values ​​occur in F2 and changes in foam height occur in F1. However, the changes that occur in F1 and F2 still appropriate with value of SNI. Overall the most adequate stability was F3 because there was no change in any of the stability test parameters of the preparation. The results of the antibacterial activity test showed that the average inhibition zone formed from negative controls, F1, F2, F3 and positive controls on the growth of Staphylococcus aurreus bacteria was 0; 6.67mm; 8.33mm; 10.43mm and 14.57mm. It can be concluded that the best formula is F3 because it has the best stability and the strongest antibacterial activity compared to F1 and F2. So, the higher the concentration of the extract in the formula, the more stable and the higher the inhibition zone produce

    Perbandingan Aktivitas Analgesik Infusa Kelopak Bunga Rosella Varietas Merah dan Ungu pada Tikus Putih

    Full text link
    Data dunia menunjukkan 20% dari populasi dunia menderita nyeri kronis. Penggunaan antinyeri dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek samping pada saluran pencernaan dan ginjal. Kelopak bunga rosella diketahui memiliki banyak manfaat dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas analgesik dari infusa kelopak bunga rosella merah dan ungu. Pengujian aktivitas dilakukan dengan metode geliat menggunakan 6 kelompok hewan yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan yang diberi infusa rosella merah 25% dan 50%(P1 dan P2), infusa rosella ungu 25% dan 50% (P3 dan P4), kontrol negatif, dan kontrol positif. Asam asetat 2% (i.p) digunakan sebagai penginduksi nyeri. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata geliat yang paling rendah dan persen proteksi analgesik (PPA) yang paling tinggi ditunjukkan oleh kelompok P2. Uji statistic menggunakan ANOVA one way dan uji lanjut LSD menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan nilai (PPA) antara kelompok P1, P3 dan P4, sedangkan kelompok P2 tidak berbeda signifikan dengan kelompok kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas analgesik infusa rosella merah 50% lebih baik dibandingkan infusa rosella merah 25%, rosella ungu 25 dan 50%

    Efek Pemberian Ekstrak Buah Salak (Salacca zalacca) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikus model Diabetes melitus

    Full text link
    Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by elevated blood glucose levels. Diabetes Mellitus is a global disease that affects 536.6 million people in the world and is predicted to increase to 643 million people in 2030 and 783.2 million people in 2045. Snake fruit is one of the fruits in North Sulawesi that has the potential to be developed. be an alternative to treatment. The aims of this study is was to examine the effect of snake fruit extract in rats with diabetes mellitus model. The study used 5 groups, negative control group was given NaCMC solution, the positive control group was given metformin and the treatment group was given snake fruit extract with concentrations of 10%, 20% and 40%. The parameters observed in this study were body weight and blood glucose profile. The study showed that the administration of snake fruit extract had a significant effect on blood glucose profiles and body weight with p < 0.05 and there were significant differences between each treatment group both in the glucose profile parameters and body weight of rats

    KARAKTERISASI KARBON AKTIF YANG TERBUAT DARI TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN TEKNIK PIROLISIS DENGAN AKTIVASI FISIKA DAN KIMIA

    Full text link
    Karbon aktif dihasilkan dari tempurung kelapa melalui aktivasi fisika dan kimia. Teknik pirolisis digunakan untuk aktivasi secara fisika dengan suhu aktivasi optimal 600oC dan untuk aktivasi kimia direndam menggunakan zat pengaktif ZnCl2 10% dan Na2Ca3 10%. Karbon aktif (KA) dianalisis menggunakan metode  Fourier Transform  Infred FTIR dan X-Ray Difraction (X-RD). Hasil FTIR menunjukkan bahwa tempurung kelapa berhasil dikonversi menjadi karbon. Hasil X-RD menunjukkan adanya beberapa fase kristal berjenis grafit disekitar puncak 36o dan 44o, terdapat dua puncak difraksi yang luas dan dapat dikaitkan dengan keberadaan karbon dan grafit. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan morfologi SEM dari struktur mikro dengan perbesaran 3000 kali, ukuran gambar 5 µm, nampak ukuran pori yang terbentuk dan terdapat porositas yang menjelaskan bahwa hasil aktivasi karbon berhasil

    Inventarisasi Jenis Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria s.) di Desa Ongkaw, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara

    Full text link
    Tanaman Sansevieria yang dikenal sebagai tanaman hias ini memiliki keindahan pada warna dan bentuk daun, tergantung varietasnya. Ciri khas tanaman ini daunnya yang menjulur panjang seperti lidah. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis tanaman Sansevieria yang dibudidayakan di Desa Ongkaw, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan metode penjelajahan secara langsung. Morfologi Sansevieria yang ditemukan difoto dan diamati. Hasil penelitian di Desa Ongkaw menunjukkan adanya 11 jenis tanaman Sansevieria yang terdapat di tiga titik lokasi penelitian, yaitu diantaranya Sansevieria trifasciata laurentii, Sansevieria trifasciata, Sansevieria cylindrica, Sansevieria hahnii, Sansevieria stuckyi, Sansevieria pinguicula, Sansevieria kirkii, Sansevieria ehrenbergii, Sansevieria dracaena trifasciata moonshine, Sansevieria golden flame, Sansevieria mansoniana. Sansevieria trifasciata laurentii paling banyak ditemukan dibandingkan dengan jenis Sanseviera lainnya. The color and shape of the leaves of the Sansevieria plant, which is known as an ornamental plant, vary depending on the variety. This plant is distinguished by the length of its leaves, which resemble a tongue. The purpose of this study was to identify the different types of Sansevieria plants that are grown in Ongkaw Village, Sinonsayang District, South Minahasa Regency. The direct exploration method was used to collect data. The morphology of the discovered Sansevieria was photographed and observed. The results of research in Ongkaw Village showed that there were 11 types of Sansevieria plants found at three research locations, namely Sansevieria trifasciata laurentii, Sansevieria trifasciata, Sansevieria cylindrica, Sansevieria hahnii, Sansevieria stuckyi, Sansevieria pinguicula, Sansevieria kirkii, Sansevieria ehrenbergii, Sansevieria dracaena trifasciata moonshine , Sansevieria golden flame, Sansevieria mansoniana. When compared to other types of Sansevieria, Sansevieria trifasciata laurentii was the most commo

    ANALISIS PERBANDINGAN DAYA LISTRIK SAAT SEBELUM DAN SESUDAH VARIASI KAPASITOR PADA BEBAN LISTRIK RUMAH TANGGA

    Full text link
    Kapasitor dapat digunakan sebagai alat yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk medan magnet dengan mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengukur data beban listrik tipe R (rumah tangga) dengan alat ukur power monitor 6 in 1 AC 20A yang terhubung langsung dengan MCB yang secara otomatis dapat mengukur frekuensi (Hz), tegangan (volt), arus (ampere), faktor daya (cos phi), daya (watt) dan jumlah kWh yang terpakai selama penggunaan beban listrik di rumah sehingga dari data pengukuran tersebut dapat dibandingkan nilai daya listrik yaitu daya aktif (watt), daya reaktif (VAR) dan daya semu (VA) serta dapat diketahui besarnya kompensasi daya reaktif (VAR). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai pengurangan atau penghematan tertinggi pada daya aktif (W), daya semu (VA) dan daya reaktif (VAR) tertinggi terjadi pada variasi kapasitor 4µF yaitu nilai daya aktif (P) sebesar 331,4 watt, nilai daya semu (S) yaitu sebesar 353,6 VA dan nilai daya reaktif (Q) yaitu sebesar 185,5 VAR serta pada kompensasi daya reaktif (Qc) terlihat bahwa hasil kompensasi daya reaktif tertinggi setelah dilakukan perbaikan cos phi sebesar 0,97 terjadi pada kapasitor 10µF sebesar 105,0 VAR. Dengan nilai kompensasi Qc yang tinggi maka konsumen tidak terkena denda kVAR

    Keanekaragaman Lamun Di Pesisir Pulau Mentahage Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara

    Full text link
    Padang lamun merupakan ekositem laut dangkal yang memiliki peran ekologis yang penting bagi kawasan ekosistem pesisir. Padang lamun berfungsi sebagai tempat mencari makan, tempat pemijahan, tempat pengasuhan bagi berbagai jenis ikan dan Echinodermata serta berperan sebagai stabilisator perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan menganalisis keanekaragaman spesies lamun di Pulau Mantehage Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadrat yang dimodifikasi dari metode Seagrass Watch, dengan menarik transek sepanjang 25m ke arah tubir dengan 3 kali ulangan pada 5 lokasi berbeda, dengan menggunakan frame kuadrat ukuran 50cm x 50cm dengan jarak antara kuadrat satu dengan yang lainnya adalah 5 m. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa di Pulau Mantehage pada lima lokasi penelitian ditemukan tujuh spesies lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Thalassodendron ciliatum, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii dan Halophila spinulosa. Indeks keanekaragaman diperoleh bahwa di Desa Tangkasi merupakan lokasi dengan indeks keanekaragaman tertinggi dengan nilai 1.36, dan di Pulau Paniki dengan indeks keanekaragaman terendah dengan nilai 0.6

    Rancang Bangun Oksimeter Pulsa yang Diintegrasikan dengan EKG sebagai Alat Ukur Multimodal untuk Analisis HRV

    Full text link
    Analisis variabilitas denyut jantung (HRV) berdurasi panjang berguna sebagai teknik noninvasif untuk asesmen terhadap aktivitas sistem saraf otonom. Analisis Ini menginformasikan banyak faktor fisiologis dan patologis yang memodulasi detak jantung normal. Namun performa sistem analisis HRV sangat bergantung pada keakurasian pendeteksian R-peak dari QRS complex. Detak yang disebabkan oleh kesalahan deteksi dapat menggangu hasil HRV, yang mengakibatkan masalah signifikan dalam interpretasinya. Terutama sifatnya yang berdurasi panjang, maka diperlukan sistem deteksi R-peak yang andal. Penelitian ini bertujuan membangun sistem akuisisi data multimodal dari data EKG dan data pulsa SPO2 untuk mendapatkan hasil deteksi R-peak yang lebih reliabel dibanding dengan hanya menggunakan data EKG saja. Namun demikian, hasil akhir sistem keseluruhan ditentukan oleh metode pendeteksian yang nantinya digunakan

    PENGARUH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP NILAI INDEKS ATEROGENIK PLASMA (IAP) DAN INDEKS RISIKO KORONER (IRK) PADA MENCIT HIPERKOLESTEROLEMIA

    Full text link
    Hiperkolesterolemia yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total >200 mg/dL. Hiperkolesterolemia dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis yang merupakan penyebab utama Penyakit Jantung Koroner (PJK). Indeks Aterogenik Plasma (IAP) dan Indeks Risiko Koroner (IRK) merupakan parameter yang baik untuk melihat risiko terjadinya aterosklerosis dan PJK. Virgin Coconut Oil (VCO) telah diketahui memiliki potensi antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian VCO terhadap nilai IAP dan IRK pada mencithiperkolesterolemia. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur DDY dibagi menjadi 5 kelompok yaitu (1) Kontrol negatif diberi saline 0,9%; (2) Kontrol positif diberi minyak trans/MT 200 mg/kgBB; (3) MT+VCO 200 mg/kgBB; (4) MT+VCO 400 mg/kgBB; dan (5) MT+VCO 600 mg/kgBB. Perlakuan diberikan selama 56 hari. Darah diambil secara non invasif pada hari ke-57 melalui vena lateral ekor mencit untuk mengukur profil lipid plasma yaitu kolesterol total, trigliserida (TG), High Density Lippoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL) plasma  menggunakan alat uji cepat Lipid Pro®. Nilai Indeks Aterogenik Plasma (IAP) yaitu log (TG/HDL) dan Indeks Risiko Koroner yaitu Kolesterol Total/HDL. Nilai IAP pada mencit yang diberi VCO adalah 0,08-0,22 (kategori risiko=rendah) berbeda nyata dari kelompok kontrol positif sebesar 0,82±0,078 (kategori risiko=tinggi). Nilai IRK pada mencit yang diberi VCO adalah 1,4-2,4 (kategori risiko=rendah) berbeda nyata dari kelompok kontrol positif 5,3±0,67 (kategori risiko=tinggi) (sig<0,05). Dosis VCO 600mg/kgBB adalah dosis optimal menurunkan risiko IAP dan IRK mencit hiperkolesterolemia dengan kategori risiko rendah. Pemberian VCO selama 8 minggu mampu menurunkan nilai IAP dan IRK pada mencit hiperkolesterolemia

    Uji Aktivitas UV Protektif Secara In Vivo pada Krim dari Bahan Aktif Cangkang Telur Ayam Ras Menggunakan Hewan Coba Kelinci Betina

    Full text link
    Previously, an in vitro study of the SPF value of a cream formulation with active ingredients from broiler eggshells was conducted using UV-vis spectrophotometry at a wavelength of 290-320 nm and obtained an SPF value of 8.335 at a concentration of 9000 ppm. This study aims to continue testing the UV protective activity in vivo on creams from these active ingredients with combination of adding 5% titanium dioxide. The experimental animals used consisted of 12 female rabbits divided into 4 groups, namely (1) positive control: market product spf 15, (2) Negative control: cream base, (3) Formula I: (15% egg shell), and (4 ) Formula II: (a combination of 15% eggshell and 5% titanium dioxide). The activity test was carried out by determining (SPF) against UV-B rays in vivo in 4 groups of experimental animals by comparing the Minimum Erythema Dose (MED) value on protected skin with those not protected by sunscreen. The test results were then analyzed based on the category of sunscreen uv protection. The results showed the SPF value of Group 1; 2; 3 and 4 respectively 15.3; 0 ; 8.55 and 12.37. Group 4 has the same activity as group 1 and has better activity than group 3

    335

    full texts

    355

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal MIPA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇