Jurnal MIPA
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
Kebisingan Di Rumah Sakit Siloam Manado Sebagai Fungsi Jumlah Kendaraan Yang Melewati Jl, Sam Ratulangi Manado
Telah dilakukan penelitian untuk mengukur dan menganalisis tingkat kebisingan yang ada di lingkungan Rumah Sakit Siloam jalan Sam Ratulangi Manado. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Sound Level Meter DB 200 pada dua lokasi pengukuran (5 titik). Data yang diperoleh adalah nilai tingkat intensitas kebisingan pada masing-masing titik pengukuran. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi di lokasi 1 yaitu 74,5 dB dan 59,01 dB untuk lokasi 2. Hasil ini menunjukkan Rumah Sakit Siloam Manado memiliki tingkat kebisingan yang melebihi batas kebisingan yang diperkenankan di Rumah Sakit yaitu sebesar 55 dB Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996.The Research was conducted to measure and analyze the level of noice in Siloam Hospital at Sam Ratulangi street. The collection of data are made by using the Sound Level Meter DB 200 on two locations of measurement (5 points). The result of data is the value level of noise intensity on each measuring point. The analysis show that the highest noise level in the first location is 74.5 dB and 59.01 dB for the second location. These results indicate that the noise level of Siloam Hospital Manado exceeds noise limits that are allowed for the hospital equal to 55 dB according to the decision of the Minister of Environment No. 48 of 1996
Aktivitas Ekstrak Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Sebagai Penstabil Oksigen Singlet Dalam Reaksi Fotooksidasi Asam Linoleat
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan aktivitas ekstrak buah tomat apel dan tomat biasa sebagai penstabil oksigen singlet terhadap fotooksidasi asam linoleat dengan menggunakan cahaya dan eritrosin. Sampel yang digunakan adalah buah segar dari tomat apel dan tomat biasa. Penelitian ini dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut air panas dan etanol selama 2x24 jam. Ekstrak tomat apel dengan pelarut etanol (ETA) dan air (ATA) memiliki peroksida berturut-turut sebesar 5.738 dan 6.228 mek/kg, sedangkan ekstrak tomat biasa dengan pelarut etanol (ETB) dan air (ATB) memiliki nilai peroksida sebesar 8.677 dan 7.024 mek/kg. Ekstrak tomat apel dengan pelarut etanol (ETA) memiliki potensi penstabil oksigen singlet yang paling besar dan potensi yang paling kecil adalah ekstrak tomat biasa dengan pelarut etanol (ETB). Semakin kecil angka peroksida dari ekstrak tomat apel dan tomat biasa, semakin besar potensi penstabil oksigen singlet yang dimiliki
Estimasi Densitas Tangkasi (Tarsius tarsier) di Luar Kawasan Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah Sulawesi Utara Berdasarkan Sampling Duet Call
Telah dilakukan penelitian tentang densitas tangkasi (Tarsius tarsier) di luar kawasan hutan tropis dataran rendah Sulawesi Utara berdasarkan sampling duet call dengan tujuan untuk membandingkan densitasnya pada beberapa tipe habitat. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Batuputih untuk habitat pertanian, mangrove, dan semak; serta Gunung Klabat untuk habitat hutan dataran tinggi. Waktu penelitian dari bulan Mei sampai Juli 2013. Metode penelitian didasarkan pada sampling berdasarkan duet call dengan plot berbentuk lingkaran. Hasil penelitian menunjukkan densitas tangkasi ialah: 2,94 ekor/ha pada hutan dataran tinggi; 1,60 ekor/ha pada areal pertanian; 7,66 ekor/ha pada mangrove; dan 8,17 ekor/ha pada semak.A research about density of tangkasi (Tarsius tarsier) at the outside of lowland forest habitat in North Sulawesi has conducted to compare their density at several habitats based on the duet call. Research was done in Batuputih for farming area, mangrove, and shrub habitats and in Klabat Mountain for highland forest habitat. Time of research was May to July 2013. Method used was based on duet call sampling with circle plots. Results of this research were: density of tangkasi was 2.94 individuals/ha at highland forest, 1.60 individuals/ha at farming area, 7.66 individuals/ha at mangrove; and 8.17 individuals/ha at shrub
Analisis Medan Magnet Bumi Sebelum dan Sesudah Kejadian Gempa (Studi Kasus: Gempa 18 November 2014 di Sabang)
Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan medan magnet bumi sebelum dan sesudah kejadian gempa 18 November 2014 di Sabang yang dapat dikenali sebagai prekursor gempa bumi. Metode yang digunakan adalah perbandingan residu medan magnet komponen Z dan H. Untuk memastikan anomali yang diperoleh bukan berasal dari gangguan eksternal, data diverifikasi dengan Indeks Dst. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa anomali medan magnet terjadi pada 2 dan 8 hari sebelum gempa. Anomali diduga kuat berasal dari aktivitas litosfer yang berkaitan dengan retakan yang terjadi pada batuan yang dialiri cairan yang mengandung material bersifat magnet yang menyebabkan kenaikan nilai rasio medan magnet Z/H.A research has been done to identify and analyze earth’s magnetic field change before and after November 18th, 2014 earthquake in Sabang that can be recognize as an earthquake precursor. Method that used ini this research was comparison of Z and H residu of magnetic’s field. To ensure that anomaly identified were not of due to external disturbances that records, data were examined by Dst Index. The result of this research showed that magnetic’s field anomaly were identified in 2 and 8 days before earthquake event. This anomaly was predicted from lithosphere that associated with rock’s crack that flow by liquid that contains magnetic material cause increased of magnetic’s field Z/H rasio
Konsentrasi Klorofil pada Beberapa Varietas Tanaman Puring (Codiaeum varigatum L.)
Tanaman puring memiliki varietas yang sangat banyak dan terdapat sekitar 260 varietas puring yang ada di Indonesia. Puring merupakan tanaman yang memiliki warna dan bentuk daun yang beragam seperti kuning, hijau, merah dan coklat sehingga tanaman puring dimanfaatkan sebagai tanaman hias warna-warni tersebut disebabkan karena adanya bermacam-macam pigmen warna didalam daun. Dalam proses fotosintesis klorofil atau pigmen hijau daun sangat diperlukan sehingga setiap daun sangat membutuhkan klorofil. Belum ada data yang menunjukkan apakah perbedaan dominansi warna pigmen daun juga mengandung perbedaan kandungan klorofilnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh perbedaan warna daun pada 9 varietas dan perbedaan umur tanaman terhadap kandungan klorofil tanaman puring (puring cobra, puring spageti lokal, puring bor merah, puring jengkol, puring jempol, puring jet merah, puring kura-kura moncolor, puring bor cristata, puring lele) dan perbedaan umur daun tanaman terhadap kandungan klorofilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pada umur 3 bulan kandungan klorofilnya sama pada semua varietas baik kandungan konsentrasi klorofil total, klorofil a maupun klorofil b. Pada 3 varietas (puring cobra, puring spageti lokal dan puring bor merah) daun yang telah berumur 8 bulan mengandung konsentrasi klorofil total dan klorofil a yang berbeda antara daun muda dan daun tua sedangkan konsentrasi korofil b tidak berbeda pada semua varietas.Croton plants has so many varieties. Around 260 varieties of Croton plants are found in Indonesia. Croton plant is a plant with various color leaves such as yellow, green, red and brown which make Croton plant is used to be a house-plant. Those colors exist because of many color pigment in leaf. Every leaf needs chlorophyll or green pigment in photosynthesis process. There is no data that shows different color leaves contain different amount of chlorophyll. This research is done in order to find out the effects of difference in color leaves and plants age towards chlorophyll contents in Croton plants (puring cobra, puring spageti lokal, puring bor merah, puring jengkol, puring jempol, puring jet merah, puring kura-kura moncolor, puring bor cristata, puring lele) and different leaves age towards chlorophyll contents. The results showed that the leaf at the age of 3 months has the same chlorophyll contents whether in total chlorophyll, a chlorophyll ad b chlorophyll with the other varieties. The leaf in the age of 8 months in 3 varieties (puring cobra, puring spageti lokal dan puring bor merah) contains different consentration of total chlorophyll and a chlorophyll between young leaves and older leaves while the concentration of b chlorophyll does not differ at all varieties
Metode Geolistrik Konfigurasi Dipol-dipol untuk Identifikasi Daerah Patahan Manado di Kecamatan Singkil Kota Manado
Evaluasi potensi bencana gempa bumi membutuhkan data daerah sumber gempa yaitu daerah batas lempeng dan patahan-patahan aktif intra-lempengnya.Hambatan utama dalam evaluasi bahaya gempa yang bersumber di darat adalah keterbatasan data dari patahan aktif sebagai sumber gempa.Patahan Manado merupakan salah satu patahan di Sulawesi Utara, patahan ini menurut peta geologi melalui Kota Manado. Keberadaan patahan memerlukan identifikasi lebih lanjut menggunakan survei geofisika bawah permukaan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi sifat Patahan Manado.Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Singkil yang merupakan wilayah yang dilalui Patahan Manado. Eksplorasi dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi dipol-dipol. Data diolah dengan menggunakan perangkat lunak Res2dinv, dan dihasilkan tampang lintang resistivitas 2 dimensi bawah permukaan bumi. Patahan Manado di identifikasi sebagai rekahan dengan nilai resistivitas Ï â‰¤ 26 Ωm. Pada lintasan 1 rekahan terletak di posisi elektroda 1 – 14, yaitu pada meter ke 5 – 70 dengan kedalaman 0 – 20 m. Pada lintasan 2 rekahan dijumpai pada elektroda 17 – 22,5 yaitu pada posisi meter ke 85 – 115 dengan kedalaman 0 - 16 m.TEvaluation of potential earthquake needs data source area which is the area of ​​plate boundaries and active inter-plate faults. The main problem in the evaluation of seismic hazard that originates on land is limited data on active faults as the source of earthquake. Manado Fault is one fault in North Sulawesi, this fault according to the geological map through the city of Manado. The existence of a fault requires further identification using subsurface geophysical surveys. The research aims to identify the character of Manado fault. Location of research conducted in the District Singkil which is a region traversed Manado Fault. Exploration conducted by using geoelectric resistivity dipole-dipole configuration. The data were processed using the RES2DINV software, and the resulting cross section of the two-dimensional resistivity of the subsurface of the earth. Manado Fault identified as fractures or joint to the value of resistivity Ï â‰¤ 26 Ωm. In path 1 fractures located at the position of electrodes 1-14, ie the meter to 5-70 with a depth of 0-20 m. In path 2, fractures encountered in the electrode 17 to 22.5 meters that is in a position to 85-115 at a depth of 0-16 m
Analisis Senyawa Toksik Tepung Pelepah Batang Aren (Arenga pinnata) dengan Spektroskopi UV-Vis dan Inframerah
Telah dilakukan penelitian mengenai analisis senyawa toksik tepung pelepah batang aren (A. pinnata) dengan spektroskopi UV-Vis dan inframerah dengan tujuan untuk mengisolasi senyawa toksik dari tepung pelepah batang aren dan menganalisis senyawa toksik tersebut dengan spektroskopi UV-Vis dan inframerah. Tepung pelepah batang aren diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol hasil redestilasi cap tikus. Ekstrak diuji dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk menentukan jenis eluen terbaik untuk dipisahkan dengan kromatografi kolom sehingga diperoleh fraksi-fraksi. Fraksi hasil kromatografi kolom diuji KLT ulang, noda sama dari beberapa fraksi digabungkan. Fraksi yang hanya memiliki 1 noda dilakukan uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva udang Artemia salina L. dan dianalisis menggunakan spektroskopi UV-Vis dan inframerah. Hasil pengujian KLT diperoleh 6 noda dengan nilai Rf yaitu noda (a) 0,961; (b) 0,857; (c) 0,779; (d) 0,714; (e) 0,623; (f) 0,376. Fraksi A hasil kromatografi kolom dengan noda tunggal yang dilakukan uji KLT Rf = 0,961. Fraksi A yang diuji toksisitas menunjukkan fraksi bersifat toksik dengan nilai LC50 sebesar 269,15 ppm. Analisis spektrofotometer UV-Vis dan Inframerah menunjukkan bahwa fraksi memiliki gugus fungsi –C=O, -C-O ester, -C=C alkena, serta C-C dan C-H alkana. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa yang diisolasi dari tepung pelepah batang aren bersifat toksik dengan nilai LC50 sebesar 269,15 ppm dan merupakan senyawa nonpolar yang memiliki gugus fungsi –C=O, -C-O ester, -C=C alkena, serta C-C dan C-H alkana.A research has been done about Analysis of Toxic Compounds Sugar Palm Stem Midrib Flour (A. Pinnata) using UV-Vis and Infrared Spectroscopy, aimed to isolated of toxic compounds sugar palm stem midrib flour and analyze using UV-Vis and infrared spectroscopy. Sugar palm stem midrib flour extracted by maceration using ethanol as solvent results from redistillation cap tikus. The extract was tested by Thin Layer Chromatography (TLC) to determine the best eluent for separated with column chromatography to obtained fractions. Fractions column chromatography results were tested using KLT, the same spot of fractions were combined. Fraction having 1 spot was toxicity test performed by the method of Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) using Artemia salina L. larvae and analyze using UV-Vis and infrared spectroscopy. Results KLT testing obtained six spots with Rf is (a) 0,961; (b) 0,857; (c) 0,779; (d) 0,714; (e) 0,623; (f) 0,376. Fraction A column chromatography results having one spot by KLT test with Rf = 0,961. The results of toxicity test showed fraction A was toxic with LC50 269,15 ppm. Analysis spectrophotometer UV-Vis and inframerah showed that fraction had functional group like –C=O, -C-O esther, -C=C alkene, C-C and C-H alkane. This research concludes compound of sugar palm stem midrib flour isolated sugar palm stem midrib flour and nonpolar compound with functional group like –C=O, -C-O esther, -C=C alkene, C-C and C-H alkane
Penerapan Model ARIMA dalam Memprediksi Jumlah Tindak Kriminalitas di Wilayah POLRESTA Manado Provinsi Sulawesi UtaraKlorofil
Tujuan penelitian ini adalah menentukan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk memprediksi jumlah kejadian tindak kriminalitas di Wilayah Kepolisian Resort Kota (POLRESTA) Manado. Data yang digunakan adalah data bulanan jumlah kejadian tindak kriminalitas dari bulan Januari 2010 sampai Mei 2016. Hasil penelitian menunjukan Model ARIMA (1,1,0) cukup baik untuk memprediksi jumlah kejadian tindak  kriminalitas di Wilayah POLRESTA Manado dengan  presentase rata-rata dari nilai selisih antara nilai aktual dan nilai prediksi sebesar 13,81 %. Untuk prediksi jumlah kejadian tindak kriminalitas pada bulan Juni, Juli dan Agustus tahun 2016 menunjukkan pola yang menurun.The purpose of this study was determining the model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) to predict the number of occurrences of crime in the Territory Police Resort City Manado. The data used are the monthly data of the number of occurrences of crime from January 2010 to May 2016. The results showed that the ARIMA (1,1,0) well enough to predict the number of occurrences of crime in the Territory POLRESTA Manado with a percentage of the average of the value of the difference between the actual value and the predictive value of 13.81%. The prediction of the number of incidents of crime in June, July and August 2016 showed a declining patter
Kajian Toksisitas dari Fraksi Heksana, Etil Asetat, dan Etanol Daun Soyogik (Sauraia bracteosa DC)
Telah dilakukan penelitian mengenai Kajian Toksisitas dari Fraksi Heksana, Etil Asetat dan Etanol Daun Soyogik (Saurauia bracteosa DC). Daun Soyogik dikeringanginkan sampai kering dan dimaserasi berturut-turut menggunakan pelarut heksana, etil asetat dan etanol. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), kemudian diidentifikasi presentasi kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Hasil pengujian toksisitas menunjukkan nilai LC50 yaitu : fraksi heksana (181,97), fraksi etil asetat (12,97) dan fraksi etanol (2,82).A research has been about Toxicity of the Fraction Soyogik Leaves (Saurauia bracteosa DC) from Hexane, Ethyl Acetate and Ethanol. Soyogik leaves drying till dunes and maceratied successively using hexane, ethyl acetate and ethanol solvent. Toxicity tests performed using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) methode. Toxicity testing showed the LC50 value is hexane fraction (181,97), ethyl acetate fraction (12,97) and fraction of ethanol (2,82)
Analisis Asam Lemak dalam Minyak Kelapa Murni Menggunakan Derivatisasi Katalis Basa
Telah dilakukan penelitian mengenai analisis asam lemak dari minyak kelapa murni dengan menggunakan teknik derivatisasi basa dan dilanjutkan dengan analisis metil ester asam lemak dengan kromatografi gas. Sampel minyak kelapa diderivatisasi dengan menggunakan larutan NaOH dalam metanol, dipanaskan dan dinetralisir dengan HCl. Hasil analisis menunjukan bahwa metode ini sangat baik oleh karena seluruh minyak terderivatisasi. Kandungan asam lemak yang dilakukan dengan teknik external standard menunjukan bahwa konsentrasi masing – masing asam lemak pada sampel minyak kelapa murni adalah kaprilat 6,11 mg/mL, kaprat 3,85 mg/mL, laurat 25,75 mg/mL, miristat 9,84 mg/mL, palmitat 4,45 mg/mL, stearat 1,36 mg/mL, oleat 3,94 mg/mL, linoleat 0,69 mg/mL.A research had been conducted to analyze the fatty acid in virgin coconut oil using derivatization with base catalizator followed by gas chromatographic analysis. Oil sample was derivatized using NaOH solution in methanol, heated and netralized by HCl. The result showed that this derivatization method was very good because all the oil sample was derivatized. The fatty acid analysis determined using external standard showed concentration of each fatty acids in virgin coconut oil sample is caprylic 6,11 mg/mL, capric 3,85 mg/mL, lauric 25,75 mg/mL, myristic 9,84 mg/mL, palmitic 4,45 mg/mL, stearic 1,36 mg/mL, oleic 3,94 mg/mL, linoleic 0,69 mg/mL