Jurnal MIPA
Not a member yet
355 research outputs found
Sort by
Sistem Kontrol Atap Otomatis Tempat Penjemuran Berbasis Mikrokontroler Arduino UNO dan Node Sensor
Telah dilakukan penelitian untuk simulasi dan realisasi node sensor system control atap otomatis tempat penjemuran berbasis mikrokontroler. Node sensor yang dibangun terdiri atas mikrokontroler ArduinoUNO yang dirangkai denganbeberapa sensor seperti sensor suhu dan kelembaban, sensor hujan, sensor cahaya, dan motor servo. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yakni dengan merancang perangkat lunak dan membangun perangkat keras. Pembacaan sensor hujan dan sensor cahaya dijadikan penentu untuk menutup dan membuka atap otomatis. Kinerja node sensor telah dianalisis dan dibandingkan dengan alat ukur terstandar. Hasil pengujian menunjukan node sensor sistemkontrol bekerja sesuai yang diharapkan. Node sensor mampu menutup dan membuka atap secara otomatis pada kondisi hujan dan/atau gelap dan kipas dinyalakan saat kondisi kelembaban melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan.Research had been conducted to simulate and realize an automatic roof control system for drying warehouse based on microcontroller and sensor node. The sensor node is consisted of Arduino UNO microcontroller that is strung together with sensors for temperature and humidity, rain sensor, light sensor and motor servo. The research method was experimental with designing the software and constructing the hardware. The rain sensor and the light sensors reading were fed to the microcontroller as an input to close and open the roof automatically. Sensor node performance then was analyzed and compared with the standardized instrument. The test result showed that sensor node was working as expected in which the sensor node can opened and closed the roof automatically when it was raining in the dark condition. Moreover,  the fan was turned on when the humidity condition exceed the threshold value.Telah dilakukan penelitian untuk simulasi dan realisasi node sensor system control atap otomatis tempat penjemuran berbasis mikrokontroler. Node sensor yang dibangun terdiri atas mikrokontroler ArduinoUNO yang dirangkai denganbeberapa sensor seperti sensor suhu dan kelembaban, sensor hujan, sensor cahaya, dan motor servo. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yakni dengan merancang perangkat lunak dan membangun perangkat keras. Pembacaan sensor hujan dan sensor cahaya dijadikan penentu untuk menutup dan membuka atap otomatis. Kinerja node sensor telah dianalisis dan dibandingkan dengan alat ukur terstandar. Hasil pengujian menunjukan node sensor sistemkontrol bekerja sesuai yang diharapkan. Node sensor mampu menutup dan membuka atap secara otomatis pada kondisi hujan dan/atau gelap dan kipas dinyalakan saat kondisi kelembaban melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan
Rendemen Dan Total Fenolik Santan Kelapa Dalam Pada Berbagai Tingkat Kematangan
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan rendemen santan dan total fenolik santan kelapa dalam pada berbagai tingkat kematangan. Santan kelapa dibuat dengan cara kelapa dikupas, dibuang kulit coklat yang menempel pada daging kelapa, selanjutnya daging kelapa diparut, ditimbang, diperas, dan disaring. Penentuan kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Dari hasil pengujian menunjukkan rendemen santan kelapa dalam tua merupakan nilai yang paling tertinggi sebesar 28.57 g/mL dan total nilai fenolik yang tertinggi terdapat pada santan kelapa dalam tua sebesar 143.9 mg/kg.Research has been conducted to determine coconut content and total phenolic from coconut milk in various level of maturity. Coconut milk made by coconut peeled, discarded brown skin attached to coconut meat, then coconut meat grated, weighed, squeezed, and filtered. Determination of total phenol content using Folin-Ciocalteu method. The results showed that coconut milk content in the oldest was the highest value of 28.57 g / mL and the highest total phenolic value was found in coconut milk in old age of 143.9 mg / kg
Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Etnis Sahu dan Loloda Di Halmahera Barat, Maluku Utara
Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang menghasilkan satu atau lebih komponen aktif yang dipercaya berkhasiat obat dan berguna untuk pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies tumbuhan yang berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh etnis Sahu dan Loloda di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara pemanfaatan tumbuhan obat dengan Pengobat Tradisional (Batra) dan meminta Batra untuk menujukan secara langsung tumbuhan obat yang digunakan. Mencatat seluruh informasi yang didapat dan tumbuhan yang obat yang digunakan diidentifikasi. Hasil didapatkan bahwa spesies tumbuhan yang dimanfaatkan oleh suku Sahu dan Loloda di Kabupaten Halmahera Barat sebanyak 59 spesies, yang terdiri dari 42 famili. Malvaceae, Euphorbiaceae dan Zingiberaceae merupakan famili yang paling banyak jumlah spesiesnya digunakan sebagai tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat adalah daun. Semak merupakan habitus tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan. Spesies tumbuhan obat yang digunakan umumnya tanaman yang dibudidayakan secara sederhana oleh masyarakat dan beberapa diantaranya diambil dari hutan kemudian ditanam di rumah dan juga tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan yang dikembangkan dengan teknik budidaya sederhana.Medicinal plants are plants that produce one or more active components that are believed to be nutritious and useful for the treatment. This study aims to identify the species of medicinal plants that are used by Sahu and Loloda ethnic groups in West Halmahera Regency, North Maluku Province. Data collection was done through interviews of the use of medicinal plants with Traditional Medicine (Batra) and asked Batra to directly address the herbs used. Record all information obtained and the medicinal plants used are identified. The result showed that plant species utilized by Sahu and Loloda in Halmahera Barat Regency were 59 species, consisting of 42 families. Malvaceae, Euphorbiaceae and Zingiberaceae are the families with the greatest number of species used as medicinal plants. Part of the plant is widely used as a medicine is a leaf. Bush is the most widely used plant habitus for treatment. Species of medicinal plants used are generally cultivated plants simply by the community and some of them are taken from the forest then grown in the home and also the medicinal plants grown in the yard developed by simple cultivation techniques.Â
Investigasi Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipol-dipol Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Alam di Kabupaten Minahasa
Kondisi geografis Kabupaten Minahasa merupakan pegunungan dan perbukitan, jalan utama sebagai sarana akses transportasi yang menghubungan daerah bagian selatan dengan ibukota Provinsi Manado berada di lereng-lereng pegunungan ini. Telah terjadi longsor di beberapa tempat dan menutupi jalan utama. Salah satu faktor penyebab longsoran yang sangat berpengaruh adalah bidang gelincir atau bidang geser. Guna mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor maka sangat penting untuk dilakukan eksplorasi geolistrik untuk inventarisasi data dan informasi potensi terjadinya bencana tanah longsor. Telah dilakukan eksplorasi untuk mengetahui potensi tanah longsor dengan menginvestigasi keberadaan bidang gelincir di Jalan Manado Tomohon. Eksplorasi menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi dipol-dipol. Pengukuran dilakukan menggunakan resistivitymeter MAE X612 EM pada 4 lintasan, lintasan 1-4 menggunakan 24 elektroda dan spasi 10 m dengan panjang lintasan 240 m. Data pengukuran diolah menggunakan software RES2DINV, hasil pengolahan berupa tampang lintang resistivitas 2 dimensi. Bidang gelincir diidentifikasi dengan resistivitas (30 - 215) Ωm, yang merupakan lapisan lempung pasiran. Bidang gelincir ditemukan pada semua lintasan, pada lintasan 1, 3 dan 4 terdapat 2 lapisan dengan kedalaman sampai 23 m. Lintasan 2 bidang gelincir teridentifikasi tersebar pada 3 lokasi dengan kedalaman mencapai 20 m.The geographical conditions of Minahasa Regency are mountains and hills, the main road as a means of transportation access that connects the southern region with the capital of Manado Province on these mountain slopes. Landslides have occurred in several places and covered the main road. One of the most influential factors for landslides is the slip surface or shear surface. To anticipate landslides, it is very important to explore geoelectricity for an inventory of data and information on potential landslides. Exploration has been carried out to determine the potential of landslides by investigating the existence of slip surface on Jalan Manado Tomohon. Exploration using geoelectric resistivity method dipole-dipole configuration. Measurements were made using MAE X612 EM resistivitymeter on 4 lines, line 1-4 using 24 electrodes and 10 m spacing with 240 m line length. Measurement data is processed using RES2DINV software, the results of processing are 2-dimensional resistivity crossection. The slip surface is identified by resistivity (30 - 215) Ωm, which is a layer of sandy clay. The slip surface is found on all lines, on lines 1, 3 and 4 there are 2 layers with a depth of up to 23 m. Slip surface at line 2 are identified spreading over 3 locations with depths reaching 20 m
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Biji Aren (Arenga pinnata MERR.)
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dari Biji Aren (Arenga pinnata Merr.) dan menentukan toksisitas dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol dari biji aren mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin sebagai hasil uji fitokimia. Uji toksisitas terhadap indikator larva udang Artemia salina Leach. Menunjukkan nilai LC50 bersifat toksik. Nilai LC50 yang diperoleh sebesar 50, 64 ppm yang ditentukan dengan analisis regresi menggunakan MS Office Excel 2007The research aimed to recognize the phytochemical screening and to determine the toxicity on sugar palm (Arenga pinnata Merr.) seed using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) . Ethanol extract of palm sugar seed contained some compounds secondary metabolites such as flavonoid, triterpenoid, saponin, and tannin as a result of phytochemical test. The toxicity test against animal indicator shrimp Artemia salina Leach showed LC50 values were obtained at 50,64 ppm determined by regression analysis using MS Office Excel 2007
Penerapan Model ARIMA-GARCH Untuk Memprediksi Harga Saham Bank BRI
Model time series yang dapat mengakomodasi sifat heteroskedastik adalah model ARCH atau GARCH. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model ARIMA-GARCH dalam memprediksi harga saham bank BRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada harga saham bank BRI terdapat unsur heteroskedastik. Model terbaik yang didapat pada harga saham bank BRI yaitu ARIMA(2,1,1)-GARCH(2,2). Model tersebut memiliki nilai koefisien determinasi atau  (R-squared) yaitu sebesar 0.99916 atau 99,91%Time series model which can accommodate heteroscedasticity is the ARCH or GARCH model. This study aims to apply and determine the ARIMA-GARCH models in predicting stock prices of bank BRI. The result of this research show that in bank BRI stock price there is heteroscedasticity element. The best model obtained in bank BRI stock price that is ARIMA (2,1,1)-GARCH (2,2). The model determination or (R-squared) 0.99916 or 99.91
Rancang Bangun Alat Pengukur Suhu Tanah Secara Multi Lateral Berbasis Mikrokontroler Untuk Pertumbuhan Benih Tanaman
Suhu merupakan sifat tanah yang amat penting. Kebutuhan suhu tanah bagi tanaman berbeda-beda bergantung kepada jenis tanaman dan juga tingkat pertumbuhannya. Oleh karena itu telah dikembangkan sebuh alat pengukur suhu yang dapat mengontrol suhu tanah secara update dan real time sebaran suhu bawah permukaan. Alat yang dibangun ini terdapat 20 sensor suhu yang menggunakan IC LM35 yang membentuk sebuah elettroda. Sensor suhu ini dihubungkan ke sistem pengkondisi sinyal. Sinyal ini kemudian proses ke sistem akusisi data dengan menggunakan mikrokontroler AVR ATmega8 yang berfungsi untuk akuisisi data. Sistem yang bangun terintegrasi dengan personal computer (PC), yang berfungsi kontrol dan data base. Alat ini telah aplikasikan pada lahan pertanian dan data yang telah diperoleh, digunakan sebagai parameter fisis dalam memantau suhu tanah baik sebelum penanaman bahkan sampai tanaman bertumbuh.Temperature is an important soil properties. Soil temperature requirements for plants varies depending on the type of plant and its growth rate also. Therefore has developed a temperature measuring device that can control the temperature of the soil in the update and real time distribution of subsurface temperature. This tool was built there were 20 temperature sensors that use the IC LM35 which form an electrode. This temperature sensor is connected to the signal conditioning. The signals are processed by the data acquisition system using microcontroller AVR ATmega8. The system was built with integrated personal computer (PC), which serves to control and data base. This tool has been applied on agricultural land and the data that has been obtained is used as a physical parameter in monitoring the temperature of the soil well before planting even until the plants grow
Analisis Anisotropi Suseptibilitas Magnetik Batuan Beku Lengan Utara Sulawesi
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan pola anisotropi suseptibilitas magnetik dan status singkapan batuan beku dari pola yang diperoleh. Pengukuran anisotropi suseptibilitas magnetic dilakukan pada lima sampel batuan beku dari Sulawesi Utara menggunakan Bartington MS2B. Arah pengukuran sampel disesuaikan dengan desain Tauxe. Hasilnya menunjukkan bahwa suseptibilitas maksimum terdistribusi disekitar arah utara dan timur. Sedangkan suseptibilitas intermediet dan minimum terdistribusi disekitar Utara-Timur dan Timur-Selatan. Elipsoida suseptibilitas cenderung prolate atau lebih lonjong. Batuan beku yang dianalisis merupakan kelompok batuan terobosan yang mekanisme lelehannya terjadi secara vertikal.A research has been conducted to determine the anisotropic pattern of magnetic susceptibility and the status of igneous rocks exposure from the obtained pattern. We have measured the anisotropy of magnetic susceptibility on five samples of igneous rock from North Sulawesi by Bartington MS2B. The position of samples were adjusted according to the Tauxe’s design. The result shows that the maximum susceptibility is distributed around northward and eastward, while the intermediate and minimum susceptibility are distributed around nortward-eastward and eastward-southward. The susceptibility ellipsoid tends to be prolate or more oval. This shows that the igneous rocks that have been analyzed are group of intrusive rocks which melting mechanism occurs through vertical fracture.eneti
Karakterisasi Bahan Selulosa Dengan Iradiasi Pretreatment Gelombang Mikro Terhadap Serbuk Kayu Cempaka Wasian (Elmerillia Ovalis) Di Sulawesi Utara
Kayu cempaka (Elmerrillia ovalis) adalah salah satu jenis tanaman kayu yang dipakai dalam pembuatan rumah adat/rumah panggung dan paling banyak dijumpai di Sulawesi Utara. Industri pembuatan rumah ini menghasilkan limbah kayu dari proses pengergajian. Kayu memiliki komponen kimia utama yaitu selulosa, hemi-selulosa dan lignin yang mana dua komponen pertama dapat dikonversi menjadi gula dan etanol. Modifikasi struktur lignoselulosa yaitu dengan melakukan perlakuan/pretreatment lewat pemanasan dari gelombang mikro (microwave) supaya pemanasan bahan merata/homogen. Keberhasilan modifikasi struktur selulosa dapat dilihat berdasarkan hasil karakterisasi X-RD memperlihatkan bahwa terjadi penurunan kristalinitas ketika dilakukan pretreatment dengan iradiasi gelombang mikro, untuk analisis SEM mengalami perubahan morfologi permukaan struktur, dan untuk analisis gugus fungsi lewat analisis FT-IR yang menunjukkan adanya gerak vibrasi.Wood ofcempaka (Elmerrillia ovalis) is one of woody plants used in making traditional house/stage house and most often found in North Sulawesi. Home-making industry produced wood waste from sawing process. Wood has main chemical components i.e. cellulose, hemi-cellulose and lignin which the first two components can be converted into sugar and ethanol. Modification of lignocellulosic structure was by the microwave pretreatment for homogeneous heating. The successful modifications of cellulose ware analysed by X-RD showed decreasing of crystallinity; by SEM showed surface morphological changing, and by FT-IR showed vibration motion
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tumbuhan Suruhan (Peperomia pellucida [L.] Kunth) Pada Asam Linoleat
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antioksidan eksrak tumbuhan suruhan Peperomia pellucida (L.) Kunth pada asam linoleat. Tumbuhan suruhan diekstrak dengan pelarut etanol 80% dan n-heksana dengan cara maserasi selama 48 jam. Ekstrak etanol dan n-heksana dari tumbuhan suruhan diukur kandungan total fenoliknya dengan metode Folin-ciocalteu, serta diuji aktivitas antioksidannya pada asam linoleat menggunakan metode Ferric Thiocyanate untuk menghitung persen penghambatan peroksida, dan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance untuk mengukur persen penghambatan pembentukan malonaldehida. Hasil penelitian kandungan total fenolik dalam ekstrak etanol dan n-heksana tumbuhan suruhan berturut-turut adalah 53.469 mg/kg dan 22.755 mg/kg. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol tumbuhan suruhan dengan konsentrasi 100 dan 200 µg/mL dalam menghambat pembentukan peroksida berturut-turut sebesar 83.74% dan 88.80%, serta pembentukan malonaldehida sebesar 93.07% dan 93.96% pada asam linoleat.Sedangkan Aktivitas antioksidan dari ekstrak n-heksana tumbuhan suruhan dengan konsentrasi 100 dan 200 µg/mL dalam menghambat pembentukan peroksida berturut-turut sebesar 67.96% dan 73.18%, serta pembentukan malonaldehida sebesar 90.98% dan 92.00% pada asam linoleat.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kandungan total fenolik ekstrak etanol tumbuhan suruhan lebih tinggi daripada ekstrak n-heksana, serta aktivitas antioksidan ekstrak etanol adalah yang terbaik dalam menghambat pembentukan peroksida dan malonaldehida pada asam linoleat.This reaserchwas aimed to study the antioxidant activity of Peperomia pellucida (L.) Kunth on linoleic acid. The plant was extracted with 80% ethanol and n-hexane solvent by maceration for 48 hours. The content of total phenolic was measured using the Folin-Ciocalteu method and the antioxidant activity of Peperomia p. wastested on linoleic acid using Ferric Thiocyanate method to calculate the percent inhibition of peroxide and using Thiobarbituric Acid Reactive Substance method for measuring the percent inhibition of malonaldehyde. Total phenolic content of the ethanol extract and the n-hexane extract of Peperomia p. were 53,469 mg/kg and22.755 mg/kg respectively. The antioxidant activities of ethanol extract of Peperomia p. with concentration of 100 and 200 μg/mL in inhibition of peroxide formation were 83,74% and 88,80%, and for malonaldehyde were 93,07% and 93,96% respectively. Whereasthose of n-hexana extracts with the same concentration inhibited 67.96% and 73.18% of peroxide formation, and 90.98% and 92.00% of malonaldehyde formation. Thus,Total content of phenolics of ethanol extract is higher than that of n-hexane extract, similarly the antioxidant activity of ethanol extract is the better in inhibiting the formation of peroxide and malonaldehyde in linoleic acid than that of n-hexana extract