JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Not a member yet
172 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Menggunakan Animaker Pada Materi Gelombang Cahaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi menggunakan animaker pada materi gelombang cahaya untuk siswa kelas XI SMA. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa di SMA Negeri 7 Palu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan. Dari hasil validasi ahli media, diperoleh skor rata-rata 4,63 dengan kategori "Sangat Baik". Validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 4,61 dengan kategori "Sangat Baik", dan validasi ahli praktisi menghasilkan skor rata-rata 4,85 dengan kategori "Sangat Baik". Kepraktisan media pembelajaran, berdasarkan hasil respon siswa, menunjukkan rata-rata skor 3,60, dengan kategori “Baik”. Uji coba tes hasil belajar menunjukkan bahwa rata-rata nilai n-gain score sebesar 64%, yang termasuk dalam kategori "Sedang". Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi menggunakan animaker pada materi gelombang cahaya yang dikembangkan efektif meningkatkan pemahaman siswa dan layak digunakan
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV
Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media audio visual pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 22 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pre-experimental design dengan bentuk one-grup pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV A dan B tahun ajaran 2024/2025 berjumlah 57 orang. Sampel yang digunakan yaitu kelas IV A SD Negeri 22 Palu yang
Berjumlah 24 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik penarikan sampel acak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar,lembar observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial. Dengan hasil yang diperoleh nilai rata-rata pretest yaitu 55,88 dan nilai rata-rata posttest yaitu 81,46. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPAS. Hal ini ditunjukkan oleh perhitungan menggunakan jasa computer SPSS versi 30 dimana nilai sig (2-tailed)=0,001<0,05 sehingga hipotesis H0 ditolak dan menerima Ha artinya terdapat pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV
Pengaruh kemandirian belajar siswa di rumah terhadap hasil belajar siswa di sekolah SMP Negeri 6 Sigi
Tujuan di lakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kemandirian belajar siswa dirumah terhadap hasil belajar siswa di sekolah SMP Negeri 6 Sigi. Jenis penelitian ini di gunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini ada seluruh siswa kelas VIII A dan kelas VIII B. untuk melihat keberhasilan dari penelitian ini, dilakukan pengumpulan data menggunakan angket dan tes dalam bentuk pilihan ganda. Analisis data menggunakan bantuan SPSS 21 terdiri dari data analisis awal yaitu uji Normalitas dan uji linearitas regresi dan data analisis akhir akhir menggunakan uji koefisien korelasi. Di lihat dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa di sekolah SMP Negeri 6 sigi dapat dilihat dari hasil belajar para siswa dari 48 orang siswa hanya 12 orang atau 25% siswa mendapat nilai tuntas dan 36 orang atau 75% lainnya tidak tuntas dengan nilai rata-rata pada pada angket 58,79 sedangkan pada tes 27,85. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terdapat pengaruh kemandirian belajar siswa di Sekolah SMP Negeri 6 Sigi namun relative sanagt rendah
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbantuan Simulasi PhET Pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET, mengetahui validitas terhadap modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET, mengetahui respon guru dan siswa terhadap modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET. Materi yang digunakan dalam modul pembelajaran yaitu elastisitas dan hukum Hooke. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Model ini memiliki 5 tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Modul yang dikembangkan divalidasi oleh validator ahli materi dan validator ahli media, kemudian modul diberikan kepada guru mata pelajaran dan 25 siswa untuk mengetahui respon terhadap modul yang telah dikembangkan. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian menggunakan angket/koesioner dengan skala Likert 1-5. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI. Hasil validasi ahli materi mendapatkan rata-rata skor penilaian sebesar 4,03 dengan kategori “Baik”, validasi ahli media mendapatkan rata-rata skor penilaian sebesar 4,18 dengan kategori “Baik”, rata-rata skor penilaian respon guru mata pelajaran sebesar 4,55 dengan kategori “Sangat Setuju” dan hasil penilaian respon siswa didapatkan rata-rata skor penilaian sebesar 4,47 dengan kategori “Sangat Setuju”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbantuan simulasi PhET pada materi elastisitas dan hukum Hooke yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan ajar siswa
Perbandingan Kapabilitas Respons Chatgpt Dan Gemini Terhadap Pertanyaan Konseptual Tentang Optik
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan respons ChatGPT dan Gemini dengan pertanyaan konseptual tentang optik. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus komparatif. Subjek penelitian ini adalah ChatGPT dan Gemini, yang juga bertindak sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah 25 pertanyaan esai tentang optik. Penilaian didasarkan pada empat kriteria utama: Kejelasan Konseptual, Akurasi Konseptual, Pemahaman Konseptual, dan Konsistensi dalam Penjelasan. Hasilnya menunjukkan bahwa ChatGPT mengungguli Gemini dalam semua kriteria yang dinilai. ChatGPT memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan jawaban yang jelas, akurat, dan konsisten atas pertanyaan konseptual tentang optik dibandingkan dengan Gemini. Di sisi lain, Gemini cenderung memberikan jawaban yang kurang akurat dan kurang mendalam, dengan variasi konsistensi penjelasannya
Analisis Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Pada Konsep Kalor Di SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu
Riska Handayani Tokio, 2024. “Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Konsep Kalor di SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu” Skripsi. Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Pembimbing Dr. Darsikin, M.Si.Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan berpikir kreatif siswa pada konsep kalor di SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi kualitatif, dimana penggunaan teori masih di mungkinkan sebagai alat penelitian sejak menemukan masalah, pengumpulan data, sampai pada analisis data. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri ModelTerpadu Madani Palu pada kelas VII dengan jumlah subjek 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitan yaitu tes kemampuan berpikir kreatif berbentuk open-ended yang mencakup konsep kalor berupa pemberian tes esai sebanyak 4 butir soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu tergolong dalam kategori rendah yaitu cukup kreatif. Pada aspek berpikir lancar 35 %, aspek berpikir luwes 75 %, aspek berpikir orisinal 78,75 %, dan aspek berpikir memperinci memperoleh nilai tertinggi yaitu 76,25 %. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa disebabkan kurangnya pengalaman siswa mengerjakan soal mengenai konsep-konsep kalor yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif, kalo
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL)Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Pengukuran
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi pengukuran di kelas X SMA Negeri 1 Balinggi. Jenis penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen (Eksperimen Semu) dengan desain The Nonequivalent pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas XC dan XE. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung atau Direct Learning. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa tes dan lembar pengamatan/observasi. Tes hasil keterampilan proses sains yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 70,00 dan kelas kontrol 65,00. Sedangkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 81,29 dan kelas kontrol 76,33. Hasil uji hipotesis, diperoleh nilai thitung 2,68 dan ttabel 2,00 dengan keputusan H1 diterima karena thitung > ttabel. Pada hasil lembar pengamatan dengan persentase nilai rata-rata pada kelas eksperimen 88,75% dan kelas kontrol 75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi pengukuran dikelas X SMA Negeri 1 Balinggi
Pemberian Remedial Teaching Berdasarkan Tes Diagnostik Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bambalamotu
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah Remedial Teaching dapat mengurangi kesalahan konsep fisika siswa pada materi suhu dan kalor di kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Bambalamotu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatf dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 1 Bambalamotu yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes yang berupa tes diagnostik berbentuk pilihan ganda berasalan Two Tier Multiple Choice Test) yang berkaitan dengan materi suhu dan kalor. Analisis data dilakukan dengan mencari persentase pemahaman konsep siswa, tidak paham konsep dan miskonsepsi dari masing-masing indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa SMA Negeri 1 Bambalamotu dikelas XI MIPA 2 pada materi suhu dan kalor masih tergolong rendah Pada penelitian ini diperoleh rata-rata nilai siswa yang diberikan tes diagnostik sebelum dilakukan remedial teaching itu tidak mencapai KKM dimana miskonsepsi siswa masih sangat tinggi namu setelah diberikan remedial teaching nilai rata-rata siswa sangat meningkat dan mencapai KKM dan miskonsepsi siswa menurun. Dapat disimpulkan bahwa remedial teaching dapat mengurangi miskonsepsi pada siswa
Pembelajaran Modul Fisika Berbasis Inkuiri di Masa Pandemi di Kelas XI SMA Negeri 1 Tinombo
This research aims to find out: (1) students' interest in learning with inquiry-based modules during the pandemic, (2) the effect of inquiry-based physics modules on student learning outcomes. This type of research is descriptive research obtained by using a combination approach. The population of this study were all students of class XI MIPA SMA Negeri 1 Tinombo. The sample in this study were 34 students of class XI MIPA 3 as many as 34 students. The instruments used to collect data in this study include learning outcomes tests and interest questionnaires. The learning outcomes test obtained showed that the posttest average score was 22,21, which was higher than the pretest average score, which was 5,94. Hypothesis testing (t-test) obtained the value of tcount > ttable or 21.36 > 2.034 at the level of significance = 0.05. This means that the value of tcount is outside the H0 acceptance area. The data obtained from the N-Gain test, namely the average value of the N-Gain percentage of 0.5 is included in the moderate criteria because it meets the N-Gain percentage > 0.3. The results of the interest questionnaire data analysis showed that the percentage of interest of all students was 86.42% who were in the very interested category. Therefore, it can be concluded that students' interest in learning is very good and there is an effect of using an inquiry-based module on learning outcomes
Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Media Video Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Smp Negeri 1 Lemboraya
This study aims to determine the effect of the use of interactive multimedia based on video media on physics learning outcomes for students of SMP Negeri 1 Lemboraya. The research method used is a quasi-experimental method that seeks to reveal a causal relationship by involving the control group and the experimental group, taking into account the difficulty of controlling all the variables that have the variables studied. The test results on this hypothesis test obtained data analysis results show
tcount> ttable or 5,81> 1,68 . This means, the value of tcount is outside the reception area H0 . Thus, H0is rejected and H1 is accepted. Based on these data it can be concluded that there is an effect of learning outcomes between the experimental class using interactive multimedia based on video media on student learning outcomes of physics, with the control class using conventional learning models. The data from the results of this study can be concluded that student learning outcomes in the experimental class are better than the control class