Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Tahi Ayam (Lantana camara L.) Sebagai Herbisida Alami Terhadap Perkecambahan Biji Akasia Berduri (Acacia nilotica (L.) Willd. ex Delile)
Penelitian tentang “Uji Efektivitas Ekstrak Daun Tahi Ayam (Lantana camara L.) sebagai Herbisida Alami Terhadap Perkecambahan Biji Akasia Berduri (Acacia nilotica (L.) Willd. ex Delile)” telah dilaksanakan pada bulan April sampai Desember 2016 di Laboratorium Jurusan Biologi Unit Bioteknologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi pemberian ekstrak daun L. camara yang paling efektif sebagai herbisida alami dan bagaimana pengaruhnya terhadap perkecambahan biji A. nilotica. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan dengan konsentrasi ekstrak P0= 0%, P1= 5%, P2= 10%, P3= 20%, P4= 30%. Variabel pengamatan meliputi daya kecambah (persentase perkecambahan), hari munculnya kecambah, panjang hipokotil, dan berat basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun L. camara berpengaruh nyata menghambat perkecambahan biji A. nilotica, semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka akan semakin berpotensi menghambat perkecambahan yang ditunjukkan dengan menurunnya persentase perkecambahan dan melambatnya munculnya kecambah serta rendahnya nilai pengukuran panjang hipokotil dan berat basah. Terdapat efektivitas herbisida alami ekstrak daun L. camara pada konsentrasi 30% yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menghambat perkecambahan dan anakan A. nilotica
Potensi Tumbuhan Melastoma malabathricum L. Sebagai Bahan Antibakteri Salmonellosis
Penelitian tentang potensi tumbuhan Melastoma malabathricum L. sebagai bahan antibakteri Salmonellosis telah dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2016. Tujuan penelitian ini yaitu a) untuk mendeskripsikan morfologi tumbuhan M. malabathricum L. yang berasal dari Desa Lero, b) mengetahui efektivitas ekstrak daun M. malabathricum L. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan c) mengetahui konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi. Metode survei digunakan untuk memperoleh tumbuhan, metode deskriptif digunakan untuk determinasi tumbuhan dan metode eksperimental untuk melihat kemampuan antibakteri yang disusun berdasarkan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dengan pemberian konsentrasi ekstrak daun 10%, 20%, 40%, 60% serta antibiotik amoxicillin 2% sebagai kontrol positif dan Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan M. malabathricum L. yang berasal dari Desa Lero merupakan tumbuhan yang sejenis dengan tumbuhan yang dideskripsikan oleh Van Valkenburg and Bunyapraphatsara (2002), dengan perbedaan morfologi pada tumbuhan M. malabatricum L. meliputi tinggi batang dan ukuran daun. Pada uji daya hambat, konsentrasi ekstrak daun 60% menghasilkan zona hambat dengan diameter paling besar yaitu 20,6 mm, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun M. malabathricum L. memiliki daya hambat yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi ekstrak daun 10%, 20% dan 40
Sifat Fisiko-Kimia Edible Film Agar – Agar Rumput Laut (Gracilaria sp.) Tersubtitusi Glyserol
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan gliserol pada pembuatanedible film dari agar – agar rumput laut (gracilaria sp.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisiko-kimia terbaikedible film berbasis agar dengan plasticizer gliserol. Penelitian ini menerapkan variasi konsentrasi gliserol antara lain 30, 35, 40, 45, dan 50%terhadap massa agar-agar atas dasar (b/b). Sifat fisiko-kimia Edible filmyang diuji antara lain ketebalan menggunakan micrometer, laju transmisi uap air, kuat tarik dan elongasi masing-masing diuji dengan Universal Testing Machine. Konsentrasi gliserol terbaik diperoleh pada penambahan gliserol 45% yang memiliki ketebalan 0,0167 mm, laju transmisi uap air sebesar 57,18 g/24jam.m2, kuat tarik sebesar 14,23 MPa, dan elongasi sebesar 12,75
Analisis Nilai Toksisitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Saat ini penggunaan produk alami sebagai pengobatan pada berbagai macam penyakit sedang menjadi gaya hidup hampir di seluruh masyarakat dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Banyaknya tumbuhan obat yang tumbuh di Indonesia, salah satunya adalah pepaya. Namun selama ini kajian-kajian kesehatan yang menggunakan pepaya lebih banyak mengkaji khasiat dari daun dan buahnya, sedikit yang mengkaji bijinya. Oleh karenanya tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji efek toksisitas dari ekstrak biji pepaya matang dan ekstrak biji pepaya muda. Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) digunakan untuk mengetahui efek toksisitas dari ekstrak tersebut. Hasil penelitian menunjukan nilai LC50 dari ekstrak biji pepaya matang sebesar 302 ppm dan ekstrak biji pepaya muda sebesar 1256 ppm. Perbedaan nilai LC50 itu menunjukan bahwa ekstrak biji pepaya matang lebih toksik daripada ekstrak biji pepaya muda sehingga ekstrak biji pepaya matang lebih berpotensi untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka. Selain itu, kedua ekstrak tersebut mengandung senyawa alkaloi
Kesesuaian Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Farmasi Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Undata Palu
This study aims to determine the suitability of the implementation of the Pharmacy Minimum Service Standards in the hospital at pharmacy section that includes: the length of service waiting time of compounded and available drugs, no error incident of drug administration and prescribing in refer to the formulation at the pharmacy installation, outpatient unit, in Undata Hospital, Palu. This study is a descriptive with quantitative data retrieval. Samples were prescription entered at the Undata hospital in the period from February to May 2016 including 12 sheets of cash prescription, 10 sheets of cash compounded prescription, 188 sheets of guarantee prescription and 187 sheets of guarantee compounded prescription. The results showed that the average length of services waiting time of cash prescriptions was 06 minutes 12 seconds, guarantee prescriptions was 07 minutes 01 seconds, cash compounded prescriptions was 17 minutes 02 seconds, guarantee compounded prescriptions was 16 minutes 05, no error incidence of drug administration was 100% and prescribing in refer to the formularium was 66.2%. These were in accordance to the standard of Kepmenkes RI No. 129 year 2008, except for prescribing in refer to the formularium. Therefore, it is suggested for drugs order should follow the hospital formularium
Dye Sensitized Solar Cell Nanokristal TiO2 Menggunakan Ekstrak Antosianin Melastoma malabathricum L
Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya generasi baru yang berkembang karena kebutuhan akan sel surya yang murah dan ramah lingkungan. DSSC bekerja berdasarkan prinsip fotoelektrokimia dengan dye sebagai agen penyerap cahaya dan semikonduktor sebagai tempat separasi muatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat serta menganalisis pemanfaatan ektrak dye antosianin Melastoma malabathricum L sebagai sensitizer pada sel surya DSSC berbasis nanopartikel semikonduktor TiO2. Metode penelitian meliputi proses pembuatan nanopartikel TiO2, ekstraksi antosianin Melastoma malathricum L, perangkaian sel surya dan pengujian karakteristik I-V dari sel surya DSSC yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan sel surya DSSC berbasis TiO2 berbahan dye antosianin Melastoma malabathricum L memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi listrik. Nilai parameter karakteristik I-V yang dihasilkan ialah yakni Voc sebesar 125 mV, kuat arus Isc sebesar 1,3 µA, daya maksimal 0,049 mW/cm2, fill factor sebesar 31% dan tingkat efisiensi sebesar 0,4%
Purifikasi dan Karakterisasi Silika (SiO2) Berbasis Pasir Kuarsa dari Desa Pasir Putih Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso
Purifikasi dan karakterisasi silika berbasis pasir kuarsa dari Desa Pasir Putih Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso telah dilakukan pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemurnian silika (SiO2) menggunakan metode purifikasi dengan mencampur sampel dalam larutan HCl 2 M kemudian dititrasi dengan aquades hingga PH 7 (netral). Sampel dikarakterisasi dengan menggunakan XRF dan XRD. Kandungan senyawa silika (SiO2) berdasarkan hasil analisis XRF sebelum pemurnian yaitu 99,51% dan setelah pemurnian diperoleh 99,89%. Hasil analisis XRD diperoleh bidang difraksi yaitu 3,26 dan sudut difraksi 27,31o. Pencocokan hasil analisis XRD dengan Software Search Match diperoleh konstanta kisi yaitu a = b = 4,8915 dan c = 5,3885 , bidang difraksi 3,33 , sudut difraksi 27,29o, orientasi bidang [011] dan grup ruang P 32 21 (154). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa sampel teridentifikasi berbentuk fasa kuarsa dengan struktur Kristal trigonal (heksagonal axes)
Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun hantap (Sterculia coccinea Jack.)
Hantap (Sterculia coccinea Jack) merupakan salah satu tumbuhan di Sulawesi Tengah yang mempunyai potensi sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol daun hantap dengan metode DPPH dan LC50 dengan metode BSLT serta mengetahui kandungan kimianya.Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Penentuan kandungan kimia dilakukan dengan menggunakan pereaksi identifikasi dankromatografi lapis tipis (KLT).Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun hantap diperoleh nilai IC50 sebesar 6,48 ppm dan vitamin C (kontrol positif) 2,71 ppm, sedangkan aktivitas sitotoksiknya dihasilkan nilai LC50 sebesar 591,561 ppm. Hasil identifikasi dengan pereaksi identifikasi dan KLT menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, fenol, saponin, steroid, alkaloid, dan tanin. Berdasarkan hasil uji, ekstrak etanol daun hantap dapat dikatakan memiliki aktivitas antioksi dan yang sangat kuat, sedangkan aktivitas sitotoksiknya masuk kategori sedang
Identifikasi Lapisan Lapuk Bawah Permukaan Menggunakan Seismik Refraksi di Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso
Penelitian tentang identifikasi lapisan lapuk bawah permukaan menggunakan seismik refraksi telah dilakukan di Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon kecepatan gelombang seismik refraksi pada lapisan bawah permukaan dan ketebalan lapisan lapuk dengan menggunakan metode waktu tunda yang merupakan bagian dari metode seismik refraksi. Penelitian ini dilakukan pada 4 lintasan yang berbeda dengan menggunakan 24 buah geophone pada setiap lintasan. Pada lintasan 1,2,3 dan 4 diperoleh kecepatan rata-rata perambatan gelombang secara berturut-turut 1.177 - 2.388 m/s, 690 - 890 m/s, 1.550 - 2.220 m/s dan 1.396 - 2.075 m/s. Penentuan struktur batuan diklasifikasikan dengan kecepatan gelombang P pada berbagai batuan sedimen serta melihat kondisi geologi wilayah penelitian. Struktur lapisan bawah permukaanpada setiap lintasan memiliki 3 batuan penyusun, dimana lapisan pada bawah permukaannya didominasi oleh batuan alluvium, pasir tersaturasi, tanah liat, lapuk berlapis atau sedimen yang tidak terkonsolidasi, dan kerikil tersaturasi. Berdasarkan jenis lapisan batuan tersebut, maka daerah ini diduga mengalami pelapukan pada bawah permukannya
Pemodelan Reservoir Panasbumi Menggunakan Data Magnetik di Desa Toro Kecamatan Kulawi
Penelitian magnetik telah dilakukan di lokasi manifestasi panasbumi Desa Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Tujuan penelitian untuk memodelkan struktur batuan penyusun reservoir panasbumi dan mengestimasi kedalaman reservoir panasbumi. menggunakan data magnetik yang diperoleh di lapangan. Data magnetik yang diperoleh selanjutnya diolah dengan tahapan melakukan beberapa koreksi yaitu koreksi IGRF dan koreksi vairiasi harian guna memperoleh data anomali medan magnet total. Pemodelan kedepan (Forward Modeling) dan Pemodelan kebelakang (Inverse Modeling) digunakan untuk mengetahui batuan penyusun reservoir panasbumi dan kedalamannya. Hasil pemodelan diperoleh bahwa batuan penyusun reservoir berupa batuan yang tersusun atas mineral non magnetik dengan nilai suseptibilitas yaitu: -0,00030125 SI, -0,003413 SI, -0,0084446, SI, -0,05824451 SI dan -0,066777 SI. Reservoir panasbumi berada pada kedalaman 2000-3000 m di bawah permukaa