Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Jenis-Jenis Tumbuhan Suku Fabaceae, Subfamili Caesalpinioideae Di Areal Kampus Universitas Tadulako, Palu
Research on the species of Plants of the Fabaceae Tribe Subfamili Caesalpinioideae at the area of Tadulako University Campus has been conducted from January to April 2019. This study aims to record, describe and determine the invasive status of plant species Fabaceae subfamili Caesalpinioideae. The research was based on botanical exploration method. The results showed there were 10 species from subfamily Caesalpinioideae including Acacia farnesiana (L.) Willd., Albizia saman (Jacq.) Merr., Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw., Cassia javanica L., Delonix regia (Hook.) Raf., Desmanthus virgatus (L.) Willd., Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit, Mimosa pigra L., Mimosa pudica L., Senna siamea (Lam.) H.S.Irwin & Barneby. Number of Species have been used as protective plants (5 species), as ornamental plants (2 species) and potentially as invasive species (3 species)
Hubungan Tingkat Kalsifikasi Dengan Densitas Optik Pada Film Foto Thorax Pasien Atherosclerosis
Penelitian tentang hubungan antara tingkat kalsifikasi terhadap densitas radiograf film pada pemeriksaan foto thorax pasien atherosclerosis telah dilakukan dengan menggunakan film radiograf hasil foto thorax pasien atherosclerosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kalsifikasi terhadap densitas radiograf film. Pengukuran tingkat kalsifikasi dilakukan dengan menggunakan viewer box dan pengukuran nilai kalsifikasi dilakukan dengan menggunakan software DiCom sedangkan untuk pengukuran densitas radiograf film foto thorax dilakukan dengan menggunakan alat densitometer. Hubungan antara tingkat kalsifikasi terhadap densitas film dapat dilihat dengan menggunakan uji statistik chi square dan korelasi spearman. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai hasil uji statistik chi square yaitu X2 hitung < X2 tabel (4,956 < 14,067), dan untuk hasil uji statistik korelasi spearnan diperoleh nilai r sebesar -0,937. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi negatif yang sangat kuat antara tingkat kalsifikasi terhadap densitas radiograf film foto thorax pasien atherosclerosis di RSUD I Lagaligo Wotu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai adanya hubungan antara tingkat kalsifikasi pasien atherosclerosis terhadap densitas radiograf film yang dihasilkan dari penyinaran foto thorax pasien
Deskripsi dan Preferensi Habitat Udang Air Tawar Macrobrachium rosenbergii (De Man, 1879) dari Sungai Maraja, Toli-Toli, Sulawesi Tengah
Macrobrachium rosenbergii (De Man, 1879) is a freshwater prawn species that have a high economic value because of its relatively large size compared to the other freshwater prawn species. Exploration to find this species in the Maraja River, Toli-Toli, Central Sulawesi was carried out in January 2019. Sample collected using tray net. Two male specimens of M. rosenbergii were found in the river, with maximum size of carapace length reaching 45.94 mm. Macrobrachium rosenbergii has been found in habitats with clay substrate and slow flowing current. This record extended the distribution of M. rosenbergii, whose spread in Sulawesi has been known only in the southern part of the island, such as in Makassar, Bone, Pinrang, Wajo and Luwu. In this paper, the morphological characters and line drawing of some character M. rosenbergii from the Maraja River were provided
Pengelola Natural Science: Journal of Science and Technology
Pengelola Natural Science: Journal of Science and Technolog
Pola Distribusi dan Kerapatan Pandanus sarasinorum Warb., Pandan Endemik Sulawesi di Hutan Pegunungan sekitar Danau Kalimpa’a Taman Nasional Lore Lindu
Penelitian ini berjudul “Pola Distribusi dan Kerapatan Pandanus sarasinorum Warb., pandan endemik Sulawesi di hutan pegunungan sekitar danau Kalimpa’a Taman Nasional Lore Lindu” yang dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2018. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola distribusi dan kerapatan Pandanus sarasinorum Warb. di hutan pegunungan sekitar danau Kalimpa’a Taman Nasional Lore Lindu. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan 7 buah transek yang berukuran 50 x10 m beserta plot kecil 10 x10 m di dalamnya. Hasilnya menunjukan pola distribusi Pandanus sarasinorum Warb. adalah pola mengelompok. Kerapatan tertinggi untuk tingkat dewasa, terdapat pada transek kelima dengan nilai kerapatan 340 dan kerapatan relatif 25,37%, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada transek ketujuh dengan nilai kerapatan 100 dan kerapatan relatif 7,47%. Kerapatan tertinggi untuk tingkat anakan, terdapat pada transek keempat dengan nilai kerapatan 60 dan kerapatan relatif 37,5%, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada transek ketiga dengan nilai kerapatan 20 dan kerapatan relatif 12,5%
Komposisi Jenis Udang Air Tawar di Sungai Batambean, Pulau Labobo, Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Indonesia
Labobo isle is one of the satellite isle located around the mainland of Sulawesi Island. This study aims to determine the species composition of freshwater shrimp in the Batambean Stream located on Labobo Island, Banggai Laut, Central Sulawesi, Indonesia. A purposive sampling method based on the habitat of freshwater shrimps was applied to collect the shrimps. Measurement of abiotic environmental factors is carried out before samples collection. Furthermore, freshwater shrimp are collected using tray net and hand net. Collected specimens were preserved in alcohol 96%. The specimen wasidentified at the Laboratory of Animal Biosystematics and Evolution, Department of Biology, Faculty of Sciences, Tadulako University. The composition of freshwater shrimp species in the Batambean Stream consists of four species, namely Macrobrachium equidens, M. australe, and M. latidactylus and Caridina gracilipes. The first three species belong to the family Palaemonidae while the latter species is a member of the family Atyidae. The brief description and conservation status of each species were also provide
Kerapatan Rotan “TAIMANU” (Korthalsia celebica Becc.) di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi tengah
Penelitian berjudul Kerapatan rotan “Taimanu” ( Korthalsia celebica Becc.) di Ngata Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah telah dilaksanakan dari bulan Juli sampai September 2018. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kerapatan populasi K. celebica Becc. di Ngata Toro Kecamatan KulawiKabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan membuat sebanyak 7 buah transek yang berukuran 50 x10 m beserta plot kecil 10 x 10 m di dalamnya. Hasilnya menunjukkan kerapatan tertinggi untuk tingkat dewasa, terdapat pada transek ketiga dengan nilai kerapatan 380 dan kerapatan relatif 27,9%, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada transek keenam dengan nilai kerapatan 40 dan kerapatan relatif 2,9%. Kerapatan tertinggi untuk tingkat anakan, terdapat pada transek ketiga dengan nilai kerapatan 280 dan kerapatan relatif 35,8%, sedangkan kerapatan terendah terdapat pada transek kedua dan empat dengan nilai kerapatan 140 dan kerapatan relatif 17,9%
Kajian Etnobotani Suku Euphorbiaceae Yang Dimanfaatkan Oleh Suku Pekurehua Di Desa Wuasa Dan Kaduwaa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah
Penelitian mengenai Kajian Etnobotanisuku Euphorbiaceae yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Pekurehua di desa Wuasa dan Kaduwaa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dilakukan dengan metode snowball sampling pada bulan januari sampai Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan jenis tumbuhan suku Euphorbiaceae di desa Wuasa dan desa Kaduwaa Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mewawancarai, memberikan kuisioner dan pengamatan langsung di lapangan. Identifikasi Dilakukan Di Laboratorium Biodiversitas Jurusan Biologi FMIPA UNTAD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 10 genus dari 17 jenis tumbuhan suku Euphorbiaceae yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Pekurehua sebagai bahan pangan, obat-obatan, bahan bangunan, kayu bakar dan sebagai tanaman hias
Distribusi dan Preferensi Habitat Udang Air Tawar Caridina ensifera Schenkel, 1902 pada Dua Inlet Danau Poso, Sulawesi Tengah
The distribution and habitat preference of freshwater shrimps Caridina ensifera Schenkel, 1902 on two inlets of Lake Poso, Central Sulawesi have been studied. Freshwater shrimps samples was collected in two streams, namely the Pomua Palandu Stream and Toinasa Stream. The sampling station on each streams is divided into three locations based on the distance of the stream flow from its mouth at Lake Poso. Sampling is done by purposive sampling method using the tray net tool. The obtained samples were preserved using 96% alcohol and than identification was carried out at the Laboratory of Animal Biosystematic and evolution, Department of Biology, Tadulako University. The results showed that Caridina ensifera was only distributed in the lower reaches of the Pomua Palandu Stream and Toinasa Stream, having habitat preferences between plant roots that dangled into the water with rocky sand and sand substrates and very slow current speeds. According to von Rintelen and Cai (2009) Caridina ensifera is distributed in Lake Poso
Induksi Kalus Tanaman Kentang Dombu (Solanum tuberosum L.) Secara In Vitro Dengan Pemberian ZPT 2,4-D (Dichlorophenoxy Acetid Acid)
This research was aimed to determine the effect of the PGR 2.4-D (Dichlorophenoxy Acetid Acid) in various concentrations on induceing callus of Dombu potato (Solanum tuberosum L.). This research was performed based on Completely Randomized Design (RAL) with 6 treatments and 3 times repetation, so there were 18 experiment units. Each experiment used 3 explants so as there were 54 explants. The combination of concentration of the tested PGR in the culture media were T1 = MS0+ 2.4-D 0 ppm (control), T2 = MS0+ 2.4-D 0.5 ppm, T3 = MS0+ 2.4-D 1 ppm, T4= MS0+ 2.4-D 1.5 ppm, T5 = MS0+ 2.4-D 2 ppm and T6 = MS0+ 2.4-D 2.5 ppm. The results showed that callus induction was appeared in the concentration of 1.0, 1.5, 2.0, and 2.5 ppm. Callus was generally formed on the Day-8 after plantation. Callus color was mostly greenish transparent, callus texture was mostly crumb type, and callus formation percentage was almost 100%. The best media for inducing the callus was in treatment T4 (1.5 ppm 2.4-D), it referred to the formed callus biomas