Natural Science: Journal of Science and Technology
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Penerapan Analisis Multidimensional Scaling (MDS) Pada Pemetaan Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah Berdasarkan Indikator Tenaga Kesehatan
Health workers is any person who dedicates theirself in the health sector and have knowledge, skills and authority to make health efforts. The lack number of health workers or the univen distribution of health workers is a problem that often occurs in each region. This research will use the method of multidimensional scaling in mapping districts / cities in Central Sulawesi Province based on indicators of health workers. The results obtained are formed in to 4 groups of districts/cities that have similarities among its members but different from other groups. In the group 1 is Palu, Group 2 contained Parigi Moutong districts. In the group 3 consists of Banggai, Poso, Sigi and Toli-Toli Districts. In the group 4 consist of Tojo Una-una, Morowali, Donggala, Morowali Utara, Banggai Laut, Buol, and Banggai Islands. Stress value obtained is 4.354% and the value of R^2 is 99.568%, which indicates that the data used can be mapped properly
Daftar Isi Natural Science: Journal of Science and Technology
Daftar Isi Natural Science: Journal of Science and Technolog
Kajian Etnobotani Pandanaceae Pada Suku Moma Di Ngata Toro, Kulawi, Sulawesi Tengah
Penelitian ini mengenai kajian etnobotani Family Pandanaceae pada Suku Moma di Ngata Toro, Kulawi, Sulawesi Tengahdilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan Family Pandanaceae oleh masyarakat Suku Moma. Metode yang digunakan yaitu metode snowball sampling dengan melakukan wawancara. Identifikasi sampel tumbuhan dilakukan di Laboratoium Biosistematika Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tadulako. Hasil penelitian ini diperoleh 3 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Moma yang ada di Ngata Toro yaitu Pandanus sp. 1, Pandanus sarasinorum Warburg dan Pandanus amaryllifolius Roxb. Pandanaceae dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Moma sebagai bahan makanan, kerajinan tangan, ritual adat, bahan bangunan dan oba
Deskripsi Dan Habitat Mycalesis Perseus Fabricius, 1775 (Rhopalocera: Nymphalidae) Spesies Kosmopolitan Di Gunung Tompotika, Sulawesi
This study aims to describe Mycalesis perseus Fabricius, 1775 and learn its habitat in Mt. Tompotika, Sulawesi. This research was conducted in February-March 2019. The butterflies was collected by using purposive sampling method with sweeping techniques using insect net along the hiking trails. The character of M. perseus is explained by the head, thorax, abdomen and wings. Mycalesis perseus characterized by ocellion the wing which borders with the white line on the postdiscal forewing and hindwing sections. Mycalesis perseus was found in secondary forest habitats and cashew gardens at an altitude of 100-200 meters above sea level
Induksi Kalus Tanaman Kentang Dombu (Solanum tuberosum L.) Secara In Vitro Dengan Penambahan Ekstrak Tomat Dan Air Kelapa
Penelitian Induksi Kalus Tanaman Kentang Dombu (SolanumtuberosumL.) secara In vitro dengan penambahan Konsentrasi Ekstrak Tomat dan Air Kelapa, telah diilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2018 di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak tomat dan air kelapa terhadap pembentukan kalus tanaman kentang (S. tuberosum L.) secara in vitro.Penelitian ini dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. dan Dalam setiap satu botol kultur menggunakan ditanam 2 eksplan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari: T1 (MS0 + ekstrak tomat 10 %),T2 (MS0 + ekstrak tomat 15 %), T3 (MS0 + ekstrak tomat 20 %), T4 (MS0 + air kelapa 20 %), T5 (MS0 + air kelapa 25 %), T6 (MS0 + air kelapa30 %), T7 (Kontrol/MS0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hari pembentukan kalus tercepat, yang terbentuk lebih cepat pada perlakuan T6 dengan rata-rata 1,5 HST. Media yang paling baik digunakan pada pertumbuhan kalus terdapat adalah pada T7 (Kontrol
Induksi Kalus Kentang Asal Desa Dombu (Solanum tuberosum L.) Dengan Zpt Indole-3-Acetic Acid (IAA)
The research of callus induction in potato (S. tuberosum L.) from Dombu Village with indole-3-acetic-acid (IAA) was conducted from Januari to April 2019 in Laboratory of Tissue Culture, Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Science, Tadulako University. The research was aimed to determine of concentration IAA of the best to induce callus. This study was designed based on Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, 3 replications and 3 explants on each unit. The treatments were P1= MS + 0 ppm, P2= MS + 0.5 ppm, P3= MS + 1.0 ppm, P4= MS + 2.0 ppm, P5= MS + 3.0 ppm. The results showed that the best and the efficient treatments for induction of callus treatment was P4= MS + 2.0 ppm with to induce callus up to 100%, the callus colour was yellow to brown and intermediate texture
Pemodelan IPM Di Kawasan Timur Indonesia Menggunakan Multivariate Adaptive Regression Spline (MARS)
Human Development Index (HDI) is an important issue in designing and strategizing of sustainable development. Multivariate Adaptive Regression Spline (MARS) is a regression approach that produces models with continous character on knots. MARS models are determined based on trial and error for a combination of basis function (BF), maximum interaction (MI), and minimum observation (MO). The determination of knots is based on the minimum Generalized Cross Validation (GCV) value. The results of this study are the combination value of BF = 52, MI = 3, and MO = 2 with a minimum GCV of 0,00049. The factors that influence HDI are average school length (X2) per capita expenditure (X4), life expactancy (X3), persentage of poor woman aged 15-49 who use the birth control tool (X5)
Identifikasi Batuan Megalit Terpendam Menggunakan Metode Geomagnet di Situs Megalitik Tadulako Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso
Penelitian tentang identifikasi batuan megalit terpendam menggunakan metode geomagnet telah dilakukan di Situs Megalitik Tadulako Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi posisi dan kedalaman keberadaan batuan megalit terpendam. Pengambilan data dengan menggunakan metode geomagnet akan memperoleh kontur yang menggambarkan distribusi intensitas medan magnetik di bawah permukaan. Pengolahan data dilakukan dengan koreksi harian dan koreksi IGRF, sehingga diperoleh anomali magnetik total. Interpretasi data magnetik dilakukan dengan pemodelan kedepan 2D menggunakan software GM-SYS yang efektif untuk menentukan posisi dan kedalaman berdasarkan nilai suseptibilitas batuan. Hasil yang diperoleh dari ke 4 lintasan menunjukkan posisi keberadaan batuan beku granit di bawah permukaan yang diduga sebagai batuan megalit berada pada arah Barat Laut, Barat, dan Tenggara lokasi penelitian, dengan nilai suseptibilitas batuan 0,05 SI yang berada pada kedalaman 11-72 m bmt
Analisis dan Model Inversi Gaya Berat 2D untuk Penampakan Sesar Palu Koro Di Sulawesi Tengah Indonesia
Analisis dan modeling mengenai struktur geologi Pulau Sulawesi khususnya wilayah Sulawesi Tengah sangat menarik sebab memiliki kompleksitas yang tinggi sebagai akibat interaksi dinamis dari tiga lempeng utama dunia. Ketiga lempeng tersebut yakni lempeng India Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia yang dalam pergerakannya saling bertemu yang mengakibatkan daerah ini mengalami deformasi kerak bumi yang aktif. Salah satu bentuk deformasi dari gerakan dinamik adalah terbentuknya sesar Palu Koro. Metoda yang digunakan untuk mengkaji sesar tersebut digunakan metoda gayaberat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sesar Palu Koro merupakan sesar geser mengiri dan normal. Model patahan bawah permukaan sesuai dengan penampakan morfologi topografi daerah penelitian. Bagian struktur bawah permukaan telah mengalami deformasi yang kuat dimana semua model strukturnya berbentuk struktur sekunder tidak ditemukan lagi struktur primer. Didapatkan pula batuan intrusi berkisar dari dua sampai tiga intrusi yang terlihat pada sayatan AA’. Formasi batuannya berjumlah enam jenis, yaitu batuan aluvium, formasi pakuli, formasi latimojong, kompleks wana, kompleks gumbasa dan batuan intrusi