Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    282 research outputs found

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Kemampuan berpikir kreatif sangatlah penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Kemampuan tersebut dianggap sebagai kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh anak di era digital seperti saat ini. Oleh karenanya, pengembangan kemampuan berpikir kreatif perlu dilakukan. Penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kewirausahaan terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun. Subjek pada penelitian sebanyak 30 anak, pada kelompok eksperimen sebanyak 15 anak dan kelompok kontrol sebanyak 15 anak di BA Aisyiyah Jamalan. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental berbentuk Non Equivalen Control Group Design. Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya treatment. Pengujian diawali dengan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dengan Shapiro Wilk Levene dan uji homogenitas menggunakan Test For Equality Of Variance, kemudian dilanjutkan pada tahap uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Tes pada nilai hasil pretest dan posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai rata-rata posttest pada kelompok eksperimen sebesar 20.33 dan pada kelompok kontrol memiliki rata-rata sebesar 17.20, yang kemudian didapat besar signifikansi 0.000 dimana nilai signifikansi tersebut kurang dari 0.05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun

    HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN STEAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran STEAM. Penelitian dilakukan di Surakarta dengan subjek penelitian adalah guru PAUD yang telah menerapkan STEAM dikelasnya. Jenis penelitian merupakan kuantitatif korelasi menggunakan dua instrument kuesioner yaitu kuesioner kompetensi pedagogik dan kuesioner pembelajaran STEAM sebagai teknik pengumpulan data. Hasil yang diperolah pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antar hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD dan penerapan pembelajaran STEAM dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Tingkat hubungan berada pada kategori sedang dengan nilai pearson correlation sebesar 0,446 dan bersifat positif yang dapat disimpulkan apabila guru dengan kompetensi pedagogik semakin tinggi maka telah menerapan pembelajaran STEAM dikelas yang semakin baik dan sebaliknya jika guru dengan kompetensi pedagogik rendah maka belum menerapkan pembelajaran STEAM secara baik

    PENGARUH METODE PROYEK SPIN WATER TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Keterampilan proses sains merupakan proses sains yang meliputi keterampilan dalam mengamati, membandingkan, mengklasifikasikan, mengukur, dan mengkomunikasikan. keterampilan proses sains penting dilakukan anak agar memiliki kemampuan mengamati berbagai perubahan yang terjadi. Metode proyek spin water memberikan pengetahuan dan keterampilan anak dalam bereksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya pengaruh metode proyek spin water terhadap keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun yang dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun dengan sampel berjumlah 23 anak. Instrumen penelitian yang diamati ada empat, yakni kemampuan mengetahui cara mengamati suatu benda, kemampuan mengetahui cara bereksperimen, kemampuan mengetahui cara mengukur suatu benda, dan kemampuan mengetahui cara mengkomunikasikan hasil proyek. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Match and Pairs melalui program komputer IBM SPSS 25. Hasil analisis penelitian sangat signifikan yaitu diketahui Asymp. Sig (2- tailed) sebesar 0,001 bahwa nilai tersebut lebih kecil dari nilai 0,05, (0,001 <0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode proyek spin water terhadap keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun

    HUBUNGAN KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA DENGAN HOTS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

    Full text link
    Perkembangan kecerdasan logika matematika dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah pada anak. Kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu komponen dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan membuat keputusan. Kecerdasan logika matematika dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada anak tidak terlepas dari faktor yang mempengaruhi baik internal maupun external. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan logika matematika dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Gugus V Aster Laweyan Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasi dengan sampel penelitian yaitu anak kelompok A di TK Gugus V Aster Laweyan Surakarta berjumlah 95 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan kuisioner capaian perkembangan kecerdasan logika matematika dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) anak yang dibagikan kepada guru kelas. Hasil uji hipotesis korelasi menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,833 sehingga terdapat hubungan yang sangat kuat atau tinggi antara kecerdasan logika matematika dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada anak kelompok A

    PENGARUH PERMAINAN MONTESSORI DRESSING FRAME MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

    Full text link
    Kemampuan motorik merupakan salah satu dasar yang perlu untuk dikembangkan untuk mempersiapakan anak menempuh perkembangan pada tahapan usia selanjutnya serta untuk masa depannya. Kemampuan motorik merupakan kemampuan yang ditandai adanya kematangan pada pengelolaan gerakan fisik dan otot sebagai titik fokus gerak. Peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini dapat dilakukan melalui pemberian aktivitas atau kegiatan yang berkaitan dengan koordinasi mata dan tangan, serta kontrol gerak yang menggunakan otot-otot halus sehingga mampu bergerak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan Montessori dressing frame modifikasi terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Aisyiyah 04 Paciran. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif pre-experimental design dengan jenis one group pretest-posttest design terhadap satu kelompok eksperimen tanpa kelompok pembanding atau kontrol. Menggunakan sampel jenuh dengan menyertakan semua polpulasi yang berjumlah 34 anak yang ada dalam kelompok A di TK Aisyiyah 04 Paciran. Uji normalitas menggunakan Kolmogrov Smirnov. Karena hasil uji normalitas berdistribusi normal dengan nilai signifikansi > 0.05, maka pengkajian data penelitian ini menggunakan statistik parametrik. Uji paired samples t-test dengan bantuan SPSS 20 for windows diterapkan untuk mengetahui hasil hipotesis. Perolehan penelitian ini menunjukkan permainan Montessori dressing frame modifikasi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Aisyiyah 04 Paciran

    EFEKTIVITAS METODE TOKEN ECONOMY TERHADAP PERILAKU ASERTIF ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode token economy terhadap perilaku asertif anak usia 5-6 tahun. Perilaku asertif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan diri anak serta memiliki potensi untuk membantu anak menyesuaikan diri di lingkungan dengan baik. Nilai perilaku pada rentang usia 5 - 6 tahun dapat diterima anak berdasarkan konsekuensi yang didapat. Penguat ekstrinsik yang membantu dalam penciptaan perilaku yakni melalui penggunaan hadiah. Token economy merupakan metode modifikasi perilaku yang memanfaatkan hadiah sebagai konsekuensi yang akan didapat. Hadiah adalah sesuatu yang dapat memotivasi anak untuk terlibat dalam perilaku yang ditargetkan. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok B TK ABA Karangasem yang berusia 5 – 6 tahun dengan total keseluruhan 54 anak, sedangkan jumlah sampel penelitian sebanyak 19 anak. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 5 - 6 tahun menggunakan teknik probability sampling dengan pengambilan sampel secara random sederhana (simple random sampling). Metode yang digunakan yakni kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa behaviour ceklis dengan skala Guttman. Analisis data menggunakan uji sample paired t-test dan meghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, artinya metode token economy efektif terhadap pembentukan perilaku asertif pada anak usia 5 - 6 tahun. Penerapan metode token economy dapat membuat anak untuk lebih tertarik berperilaku asertif karena mendapatkan imbalan yang diinginkan, sehingga perilaku asertif yang diinginkan dapat segera terbentuk sebagai perilaku positif dan melekat pada diri anak

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI PAUD MEKARSARI GONDORIYO

    Full text link
    Manajemen memegang peranan sentral dalam mengelola pendidikan. Bagi pendidikan, manajemen bukanlah hal opsional, melainkan fondasi yang vital dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Mutu pendidikan yang dihasilkan sangat bergantung pada seberapa baik manajemen pendidikan diterapkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengevaluasi implementasi manajemen pendidikan di PAUD Mekarsari Gondoriyo. Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok peneliti terdiri dari tiga guru dan seorang kepala sekolah yang juga menjabat sebagai kepala PAUD. Dalam penelitian ini digunakan deskripsi kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan mencakup wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen terkait. Pendekatan yang cermat dan teliti digunakan untuk menggali gambaran yang lebih mendalam tentang bagaimana manajemen pendidikan diterapkan di lembaga ini. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman, beberapa langkah yang dilakukan untuk menganalisis informasi, seperti: menyimpulkan informasi, menampilkan informasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa manajemen pendidikan di PAUD Mekarsari Gondoriyo memiliki cakupan yang luas. Hal ini mencakup perencanaan pembelajaran yang cermat, pelaksanaan pendidikan yang berfokus pada interaksi positif antara guru dan anak-anak, evaluasi pendidikan yang sistematis, serta pemantauan yang berkelanjutan terhadap proses Pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang manajemen pendidikan di PAUD Mekarsari Gondoriyo, dengan mengidentifikasi aspek-aspek positif yang perlu dipertahankan dan hambatan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga ini

    PENERAPAN TEPUNG BERWARNA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KERJASAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dalam penerapan dengan media tepung berwarna dalam mengembangkan kemampuan kerjasama pada anak usia 5-6 Tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan hasil belajar melalui kegiatan pembelajaran kelompok pada kelompok B TK Loka Nanda Tahun Ajaran 2022/2023. Subjek penelitian ini yaitu dua puluh lima orang anak. Metode penelitian ini adalah penelitian mengacu pada model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc. Taggart yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Pemerolehan data kualitatif dengan cara menganalisis data dari wawancara selama penelitian. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini membuktikan bahwa media pembelajaran tepung berwarana dalam mengembangkan kemampuan kerjasama anak hanya pada nilai rata-rata 16% pada pra tindakan pada penelitian ini. Nilai rata-rata anak meningkat menjadi 84% berdasarkan hasil siklus II. Penelitian dianggap berhasil jika mencapai nilai 80%, dari hasil siklus II itu sudah melampaui capaian penilaian. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa media tepung berwarna dapt mengembangkan kemampuan kerjasama pada anak usia 5-6 Tahun

    EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN UNO STACKO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGENALAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran UNO Stacko dalam meningkatkan kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimen yang dilakukan dalam jenis penelitian true experimental, dengan desain penelitian Pretest-Posttest One Group Design dengan memilih satu kelompok yaitu kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu tes dan dokumentasi. Teknik uji validitas dalam penelitian ini menggunakan angket yang mengacu pada indikator menurut ahli, kemudian instrumen yang telah dinyatakan valid oleh expert judgment akan di uji coba kepada kelompok uji coba instrumen yaitu kelompok eksperimen. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik Uji T dengan paired t-test untuk mengetahui perbandingan hasil dari sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan kepada kelompok eksperimen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini membuktikan bahwa media pembelajaran UNO Stacko efektif dalam meningkatkan kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun. Media pembelajaran UNO Stacko dapat meningkatkan kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang meningkat sebanyak 6,24% dari hasil pre-test yang pada awalnya 23,00% kemudian setelah diberikan perlakuan dan melakukan post-test meningkat menjadi 29,24%. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran UNO Stacko efektif dapat meningkatkan kemampuan pengenalan konsep bilangan pada anak usia 5-6 tahun

    CASE STUDY OF FATHERLESS: THE ROLE OF FATHERS IN EARLY CHILDHOOD CARE

    No full text
    Pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak bukanlah topik yang baru dalan penelitian di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kondisi yang ada di Indonesia, peran ayah dalam pengasuhan belum optimal hal ini dikarenakan masih adanya budaya patriarki bahwa peran pengasuhan menjadi tanggung jawab ibu; adanya pernikahan dini; dan adanya anak yang tidak tinggal bersama orang tua.  Hasil observasi awal ditemukan bahwa salah satu kecamatan di Boyolali menunjukkan bahwa tidak adanya kehadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak berdampak pada perkembangan anak usia dini. Di daerah ini masih menganut budaya patriarki yang kuat yaitu pengasuhan sepenuhnya merupakan peran ibu dan ayah berperan untuk mencari nafkah. Berdasarkan fenomena tersebut, penting dilakukan penelitian untuk mengkaji ketidakhadiran ayah atau fatherless dalam pengasuhan anak usia dini. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu anak dari orang tua yang menikah dini di salah satu kecamatan Kota Boyolali. Anak ini berada dalam pengasuhan yang masih menganut budaya patriarki dan orang tua belum matang dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Pendekatan strategi studi kasus tunggal digunakan untuk mendeskripsikan secara mendalam fatherless yang ada. Analisis tematik dari hasil wawancara mendalam terhadap orang tua digunakan dalam analisis data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayah tidak memiliki peran dalam mengasuh anak, waktu bersama anak sangat minim, dan adanya paham budaya patriarki bahwa pengasuhan anak dilakukan sepenuhnya oleh ibu. Hal ini berdampak pada tidak adanya kelekatan antara anak dengan ayah, tidak optimalnya kemandirian anak, dan adanya gangguan kontrol perilaku anak.The importance of the role of fathers in parenting is not a new topic in research around the world, including in Indonesia. This is because there is still a patriarchal culture that the role of parenting is the responsibility of the mother; the existence of early marriage; and the existence of children who do not live with their parents.  The results of initial observations found that one of the districts in Boyolali showed that the absence of the presence of the father or fatherless in child care has an impact on Early Childhood Development. In this area, there is still a strong patriarchal culture, namely parenting is entirely the role of mothers and fathers to make a living. Based on this phenomenon, it is important to conduct research to study the absence of fathers or fatherless in early childhood care. Participants in this study were one child of parents who married early in one of the sub-districts of the city of Boyolali. This child is in a care that still adheres to patriarchal culture and parents are not yet mature in providing care to children. A single case study strategy approach was used to describe in depth the existing fatherless. Thematic analysis of the results of in-depth interviews with parents was used in the data analysis of this study. The results showed that the role of fathers in the upbringing of children is still very minimal. It is shown that, fathers have no role in parenting, time with children is minimal, and there is a patriarchal cultural understanding that parenting is done entirely by the mother

    263

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kumara Cendekia: Jurnal Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇