Semantik
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN KELAYAKAN POLISI DALAM MEMEGANG SENJATA API MENGGUNAKAN SCORING SYSTEM
Saat ini kasus penyalahgunaan senjata api di kepolisian semakin marak. Mulai dari kasus penembakan terhadap sipil, penembakan sesama polisi sampai menembak diri sendiri. Penggunaan Kekerasan dan senjata api merupakan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang sebagai pilihan terakhir bagi aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Tes kelayakan memegang senjata api di kalangankepolisian menjadi semakin penting setelah melihat serangkaian peristiwa yang terjadi pada kepolisian.Tes persyaratan untuk menentukan masih layak atau tidaknya seorang anggota polisi tersebut menggunakan senjata api harus tetap dilakukan secara periodik, sehingga tidak terjadi lagipenyalahgunaan senjata api. Analisa pehitungannya menggunakan metode Scoring System, dimana memiliki kemampuan menyajikan informasi dalam bentuk angka, sehingga komandan kepolisian dapat memberikan evaluasi terhadap kelayakan subyek tes dalam bentuk nilai. Sistem Pendukung Keputusan pada kepolisian berdasarkan suatu tes kelayakan untuk menentukan kelayakan seorang polisi dalammemegang senjata api sehingga dapat mengurangi penyalahgunaan senjata api. Penelitian ini membuataplikasi yang dapat digunakan sebagai sistem pendukung keputusan bagi Komandan dalam menentukan kelayakan anggota polisi dalam memegang senjata api dengan Scoring System. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mengetahui tingkat kelayakan seorang polisi berdasarkan hasil tes kelayakan dengan metode Scoring System. Sistem membantu Komandan dalam menentukan kelayakananggota polisi memegang senjata api yang dilakukan secara periodik.Kata Kunci : Kelayakan, Senjata Api, Sistem Pendukung Keputusan, Scoring Syste
KONVERGENSI DALAM SOCIAL (NEW) MEDIA (KAJIAN TRADISI KRITIS SOSIAL BUDAYA TERHADAP TEORITISASI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI, MASSA DAN DIGITAL)
Keberadaan ICT (teknologi informasi dan komunikasi) merupakan bagian usaha memenuhi kebutuhan baik secara fisik maupun non materi. Wilbur Schramm mengatakan bahwa situasi atau perkembangan ICT di dunia sangat bergantung kepada evolusi dari kebutuhan antar generasi. ICT di masa awal peradaban manusia hanya mampu ditangkap secara fisik oleh indrawi manusia. Pada generasi terbaru, ICT menjadi saran atau bahkan alat utama menumpahkan perasaan kognisi hingga psikomotorik dapat. Lahirlah konsep-konsep pseudo realitas, konvergensi media hingga industri berbasis ICT. Konvergensi justru menjadi kekhasan social (new) media yang berbasis ICT. Sehinga, makalah ini melihat model bahasan aspek konvergensi new media dalam kacamata sosial budaya melalui kajian kritis terhadap teoritikal yang ada di komunikasi antar pribadi, massa dan digital. Simpulan utama menjadi amatan Konvergensi Social (new) media mengetengahkan lintas batas teoritikal komunikasi dari ketiga aspek antar pribadi, massa dan digital; aspek trust menjadi faktor utama intergritas sebuah jalinan komunikasiKata Kunci : Konvergensi, Social Media, dan Teori Komunikas
MEMBUAT DAISY DIGITAL TALKING BOOK (DTB) JENIS TOC ONLY DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SIGTUNA DAR 3
Digital Talking Book (DTB) type is a type of DTB TOC Only the most simple and easily accessible to the blind, because this type of DTB containing only the title, subtitles, and page numbers only, while it is read out. DTB lainyya crate, this type of DTB could be accessed by reader like DTB DTB Player, TAB Player, and AmisKeyword : DTB,ToC Only, blin
PENERAPAN MEDIA INFORMASI PEMASARAN DAERAH TERHADAP KEPUTUSAN INFORMASI : STUDI EKSPERIMENTAL IKLAN PEMASARAN DAERAH
Kehadiran investasi swasta semakin dirasakan penting, baik sebagai titik ungkit pertumbuhan ekonomi maupun sebagai alat untuk peningkatan kesempatan kerja serta menghilangkan kemiskinan. Terkait dengan upaya menarik investor, telah banyak daerah yang mempunyai perencanaan yang baik, baikmenyangkut tata ruang wilayah maupun kelembagaan pelayanan perijinan investasi serta memberikanberbagai insentif untuk menarik investor, namun belum mampu mewujudkannya. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya minat investasi swasta di daerah. Bertitik tolak dari kondisi tersebut, maka perlu kiranya daerah menerapkan konsep pemasaran daerah (marketing places), yakni upaya untukmengkomunikasikan atau mempromosikan potensi daerah kepada investor. Jawa Tengah, secara khusu BPMD telah memiliki suatu media untuk menunjukkan profil daerah terkait investasi yang dapat diakses di www.central-java.com . Namun tampaknya media berbasis internet ini belum mencukupi untuk digunakan sebagai media utama mengundang investor masuk ke Jawa Tengah. Berkaitan hal tersebut, penelitian iniakan mengamati secara lebih mendalam persepsi investor/calon investor atas penggunaan situs www.cental-java.com sebagai strategi iklan pemasaran daerah dengan menggunakan proses adopsi dan AIDA, mengidentifikasi kesenjangan antara harapan investor atas web www.central-java.com dengan kondisi yang sesungguhnya serta membuat design alternatif www.central-java.com dengan mempertimbangan kebutuhan investor. Dengan menggunakan metode eksperimen laboratorium iklanpemasaran daerah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan investor/calon investor dalam berinvestasi berdasarkan konsep AIDA, dalam penelitian ini teridentifikasi bahwa adopsi website sebagai media informasi terkait investasi cenderung masih sampai pada tahapan mencoba mempertimbangan untuk mencoba dan mencoba mempercayai, belum sampai pada penggunaan web sebagai media informasi,terdapat kesenjangan negatif antara harapan dan sesungguhnya atas berbagai informasi investasi. Selainitu, eksperimen laboratorium menemukan bahwa:Informasi cara pengajuan investasi baru, informasi mengenai insentif yang disediakan untuk mendukung investasi dan informasi mengenai program-program promosi investasi sangat dibutuhkan investor, Ikon bahasa dan Kabupaten/kota merupakan ikon yangmenarik untuk dilihat lebih lanjut bahkan bahkan diklik, peluang investasi merupakan informasi yang paling banyak diakses dan dibuka pertama kali setelah mengklik ikon bahasa, pada Ikon berinvestasi Di Jawa Tengah, yang paling menarik untuk dibuka secara perturut-turut adalah informasi keuntunganberinvestasi di Jawa Tengah, keunggulan Jawa Tengah dan jalur perdagangan.Pilihan peluang investasi yang dilihat terutama adalah di bidang infrastruktur, pariwisata dan agrobisnis. Pada ikon layanan investasi, informasi investasi dan pelayanan investasi merupakan informasi yang paling menarik. Terdapatkecenderungan untuk mengklik Ikon Mengenai Kami, Berita, Interaksi dan Kabupaten/Kota..Kata kunci : Media informasi, Investasi, Marketing Places, AID
PEMANFAATAN MESIN PEMANAS INDUKSI UNTUK PENGERASAN PERMUKAAN RODA GIGI PRODUK UKM
Pemanasan induksi, yang selama ini telah digunakan dalam proses peleburan logam, merupakan sistem pemanasan yang sangat cepat dan efisien karena rugi-rugi radiasi dapat dikurangi. Pengerasan permukaan roda gigi menggunakan mesin pemanas induksi dilakukan dengan meletakkan roda gigi di dalam kumparan/coil yang dialiri arus listrik sehingga timbul medan magnet yang menghasilkan panas. Pemanasan secara kontinyu pada roda gigi hingga temperaturnya mencapai fase transformasi dan disertai dengan proses pendinginan cepat dapat menghasilkan pengerasan pada permukaan roda gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan alat pemanas induksi untuk proses pengerasan roda gigi UKM.Sistem rangkaian berbasis Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect Transistor (MOSFET) dirancang untuk menghasilkan arus AC pada kumparan dengan frekuensi tinggi. Frekuensi kerja yang berkisar antara 30- 80 KHz akan memberikan pemanasan yang terkonsentrasi pada permukaan roda gigi sehingga bagiandalam roda gigi tetap bersifat ulet sehingga mampu menahan beban puntir yang besar. Perubahan proses pemanasan yang dilakukan oleh UKM produsen roda gigi dari dapur peleburan atau dapur pemanas beralih pada mesin pemanas induksi dapat meningkatkan keseragaman dan ketepatan proses pemanasan roda gigi. Proses pemantauan dan pengukuran pemanasan menggunakan mesin pemanas induksi lebihmudah sehingga dapat membantu UKM membuat produk roda gigi yang lebih berkualitas dan seragam.Kata Kunci: Pemanas induksi, Pengerasan roda gigi, UKM, Teknologi tepat gun
SIMULASI MODEL EMPIRIS OKUMURA-HATA DAN MODEL COST 231 UNTUK RUGI-RUGI SALURAN PADA KOMUNIKASI SELULAR
Kualitas dan kontinuitas hubungan komunikasi melalui media trasnmisi udara memegang peranan yang sangat penting pada komunikasi selular, baik pada daerah urban, suburban, maupun daerah rural. Besarnya rugi-rugi saluran yang terjadi di sepanjang saluran mempengaruhi kualitas dan kontinitaskomunikasi, oleh sebab itu besarnya rugi-rugi tersebut sangat menentukan besarnya parameter fisik, jarak, dan frekuensi yang akan digunakan dalam perancangan sebuah sel. Model empiris Okumura-Hata dan Model COST 231 digunakan untuk menentukan besarnya rugi-rugi disepanjang saluran tersebut sehingga dapat ditentukan posisi dan arah antena sebuah sel yang terbaik. Kedua model ini disimulasikan dengan perangkat lunak pada komputer untuk berbagai frekuensi, tinggi antena, dan jarak, sehingga dapat mempermudah untuk menentukan parameter yang terbaik. Simulasi ini cukup baik digunakan untuk percobaan pada laboratorium semu telekomunikasi.Kata kunci : Simulasi, Rugi-rugi Saluran, Model Okumura-Hata dan COST 231, Lab. semu Telkom
ANALISIS PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, KEMAMPUAN MANAJEMEN, DAN STRATEGI BISNIS DALAM PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA USAHA KECIL MENENGAH DI KAWASAN USAHA BARITO SEMARANG)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan, kemampuan manajemen, dan strategi bisnis dalam peningkatan kinerja perusahaan pada usaha kecil menengah di kawasan usaha Barito Semarang yang akan diaplikasikan pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang mempunyai lingkungan yang dinamis penuh ketidakpastian (seperti pesaing, pelanggan, supplier, regulator, dan assosiasi usaha) dan intensitas persaingan yang tinggi. Populasi penelitian ini adalah seluruh entrepreneur yang sekaligus sebagai pemilik dan manager skala kecil dan menengah di Jl. Barito Semarang yang berjumlah 135 pengusaha, sedangka sampel yang diambil sebanyak 101 UKM. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa orientasi kewirausahaan mempunyai pengaruh yang positif dansignifikan terhadap kemampuan manajemen, artinya tingginya orientasi kewirausahaan akan lebih mudah meningkatkan kemampuan manajemen, orientasi kewirausahaan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap strategi bisnis, kemampuan manajemen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha. Kemampuan manajemen yang cukup akan menentukan keberhasilan kinerja usaha,strategi bisnis mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha. Strategi hybrid (hybrid strategy) yang mengkombinasikan strategi low cost (overall cost leadership) dengan strategi differentiation mampu meningkatkan kinerja usaha, dann orientasi kewirausahaan yang tinggi juga diperlukan untuk meningkatkan kinerja usaha kecil menengah di Barito Semarang.Kata kunci : entrepreneur, orientasi kewirausahaan, kemampuan manajeme
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENDAPATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPING PADA LBPP LIA KELAPA GADING PERIODE 2010
LBPP LIA Kelapa Gading terletak di Jl. Raya Bulevar Barat XB / 1- 2 Lt. 3. LBPP LIA Kelapa Gading memiliki sistem informasi yang sudah terkomputerisasi tetapi sistem informasi dalam sistem pendapatan pada penata pelayanan administrasi pelayanan siswa tidak terintegrasi dengan sistem akuntansi pada penata pembukuan, sehingga sejauh ini masih menggunakan prosedur manual. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan judul “Analisis dan Perancangan Sistem Pendapatan dengan Menggunakan Metode Prototyping pada LBPP LIA Kelapa Gading periode 2010â€. Desain penelitian yang digunakan penulis adalahmenggunakan desain penelitian dengan data primer, cakupan topik yang penulis gunakan adalah studi kasus, jenis data yang digunakan adalah data kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan flowchart dan metode prototyping. Penulis membuat suatu rancangan konsep sistem pendapatan yang dapat terintegrasi dengan sistem akuntansi. Sistem yang terintegrasi dapat mengurangi terjadi human error, mengefisienkan proses yang berjalan saat ini dan user friendly.Kata Kunci: Analisis dan perancangan sistem pendapatan, Prototyping, Entity Relationship Diagram, Input, Output, Flowchar
MODEL PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KINERJA PEGAWAI KELURAHAN MENUJU TERWUJUDNYA E-GOVERNMENT
Belum maksimalnya penggunaan rteknologi informasi di Pemerintah diakibatkan karena masalah sumberdaya manusia.Penyediaan infrastruktur teknologi informasi akan tidak dimanfaatkan secara optimal tanpa didukung SDM yang baik dan akan berakibat pada kinerja yang kurang baik. Sedangkan penelitian yang mengkaji tentang sumberdaya manusia bidang teknologi informasi masih kurang maka perlu adanya kajian mengenai permasalah tersebut. Sumberdaya manusia teknologi informasi atau yang disebut user dapat dilihat dari karakteristik, sikap dan pelatihan sehingga variabel tersebut perlu dikaji pengaruhnya terhadap penggunaan teknologi informasi. Data empiris diambilkan dari 105 nara sumber pegawai kelurahan di Kota Semarang yang berasal dari 21 kelurahan. Data diolah menggunakan SPSS 16. Adapunhasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa penggunaan TI secara signifikan dipengaruhi oleh karakteristik, sikap dan pelatihan, sedangkan penggunaan TI di kelurahan juga mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai kelurahan. Karaktristik mempunyai pengaruh negatif dan didominasi oleh faktor umur. Sedangkan pendidikan dan masa kerja tidak secara signifikan berpengaruh. Sikap affektif danpsikomotorik memberikan pengaruh posisf terhadap penggunaan TI, sedangkan sikap kognitif tidak signifikan. Variabel pelatihan komputerdidominasioleh faktor durasi bukan frekwensi. Untuk meningkatkan penggunaan komputer di kelurahan perlu memperhatikan umur, sikap affektif, sikap psikomotorik dan durasi pelatihan. Dari data empiris yang diolah, penggunaan TI di kelurahan signifikan mempengaruhikinerja, sehingga penerapan egoverment perlu direalisasikan karena hal ini akan berdampak kepada kinerja pegawai kelurahanKata kunci : teknologi informasi, pegawai kelurahan, kinerj
KLASIFIKASI METODE GOAL ORIENTED REQUIREMENT ENGINEERING (GORE) DAN KEMUNGKINANNYA UNTUK MENGEMBANGKAN APLIKASI KEPEMERINTAHAN
Ukuran keberhasilan suatu sistem software ditentukan seberapa besar sistem software itu memenuhi/sesuai dengan tujuannya. Requirement Engineering (RE) merupakan proses untuk menemukan tujuan tersebut. Salah satu pendekatan dalam RE yang saat ini berkembang sangat pesat adalah Goal OrientedRequirements Engineering (GORE), karena GORE melengkapi kekurangan pada pendekatan tradisional yang lebih menekankan pada pemodelan low-levelnya, dimana GORE pada high levelnya juga. Goal adalah kondisi/keadaan yang ingin dicapai oleh pemangku kepentingan (stakeholder) suatuperusahaan/organisasi/sistem. Terdapat 3 level/tingkatan dari goal, yaitu: highest level, high level, dan low level. Sedangkan cara/teknik mengidentifikasi goal ada beberapa, diantara yang disarankan adalah mengekstrak dari pernyataan-pernyataan resmi (intentional statements) berdasarkan: transkrip interview,kebijakan perusahaan (enterprise policies), visi dan misi perusahaan (enterprise mission statements), sasaran perusahaan (enterprise goals), diagram workflow, dan skenario yang ditulis stakeholder. Sedikitnya telah terdapat 17 metode dalam GORE, diantaranya juga ada metode yang merupakangabungan maupun pengembangan dari metode-metode yang lain. Dari hasil klasifikasi metode GORE yang telah dilakukan terhadap aktifitas REnya, terlihat bahwa masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan serta titik berat tersendiri. Walaupun tidak dinyatakan secara implisitmendukung strategi e-Government, sebagian besar instansi pemerintah telah mempunyai dokumen resmi/peraturan baku (dalam bentuk peraturan pemerintah) yang berisi visi, misi, tugas pokok dan fungsi, maupun peraturan-peraturan lainnya yang lebih detil. Sehingga GORE sangat cocok untukmengembangkan Aplikasi Kemerintahan. Aplikasi kepemerintahan juga mempunyai karakteristik khususjika dibandingkan dengan aplikasi enterprise/bisnis pada umumnya, yaitu pada goal/sasaran/orientasinya. Kalau aplikasi bisnis lebih berorientasi pada profit/keuntungan sedangkan service/pelayanan merupakan pendukungnya, maka aplikasi kepemerintahan lebih berorientasi pada pelayanan sedangkan keuntungan hanya sebagai pendukung. Untuk itu, perlu dikembangkannya metode GORE untuk mengembangkanaplikasi kepemerintahan.Kata kunci : Requirement Engineering (RE), Goal Oriented Requirement Engineering (GORE), AplikasiKepemerintaha