Semantik
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Prediksi Produksi Air PDAM dengan Jaringan Syaraf Tiruan
Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM)  merupakan perusahaan milik daerah yang begerak di bidang  penyedia, pengolahan,dan pendistribusian air bersih.  Sebuah sistem  yang  akurat untuk  prediksi  jumlah produksi air  untuk masa depan  dibutuhkan oleh PDAM untuk menentukan kebijakan dalam bidang produksi air. Penelitian ini menghasilkan sebuah model prediksi untuktotal volume  produksi air PDAM  Kota Semarang.  Data yang diolah  adalah jumlah penduduk, jumlah pelanggan berdasarkan jenis pelanggan, total volume produksi, kontribusi daerah sumber, volume distribusi, air terjual, dan kehilangan air. Data diperoleh dari laporan  bulanan  perusahaan  selama  5  tahun terakhir yaitu  mulai tahun 2008-2012.  Pendekatan  yang digunakan untuk prediksi produksi air adalah dengan menggunakan metode  Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan Fungsi Aktivasi Hyperbolic Tangent. Berdasarkan hasil  penelitian, diperoleh  sebuah Model Prediksi Untuk  Total Volume Produksi Air PDAM  Kota Semarang dengan  nilai error 0.000000, MSE 0.074416,  MAE 0.102487, dan  rata-rata nilai akurasi sebesar 95,56%
Sistem Monitoring dan Pengendalian Suhu dan Kelembaban Ruang pada Rumah Walet Berbasis Android, Web, dan SMS
Sarang walet adalah komoditi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Namun dalam pengembangbiakannya sulit dilakukan karena membutuhkan strategi dan pananganan khusus. Salah satu komponen penting yang harus diperhatikan adalah kondisi ideal rumah walet yang harus menyerupai habitat aslinya. Sesuai habitat asli, burung walet bersarang di gua-gua yang mempunyai suhu dan kelembaban ideal yaitu suhu  26°-  29° C dan kelembaban 80% –  90% .  Karya tulis  ini membahas sistem monitoring dan pengendalian suhu serta kelembaban rumah walet yang dapat diakses dari perangkat berbasis android, web, dan sms. Pada  karya tulis  ini dibuat sebuah model menyerupai rumah walet berbahan plastik dengan aktuator terdiri dari pompa air untuk sistem cooler dan hair dryer untuk heater. Berdasarkan hasil pengujian kemampuan aktuator, setting parameter suhu dan kelembaban ideal diatur pada rentang nilai suhu  26°-  29°  C dan kelembaban 55%  –  65%. Mode kerja sistem terdiri dari mode otomatis dan manual. Mode otomatis bekerja tanpa  menunggu instruksi dari PC Server. Aktuator bekerja otomatis menyesuaikan kondisi suhu dan kelembaban yang terpantau. Mode manual bekerja berdasarkan instruksi yang dikirim dari PC Server.  Aktuator bekerja ketika ada  instruksi  yang  dikirimkan  dari PC server. Perangkat berbasis android, web, dan sms mengakses aplikasi monitoring dan pengendalian yang ditanamkan pada PC server.Dari hasil pengujian, respon kecepatan pengendalian melalui perangkat berbasis web selama 2 detik, melalui perangkat berbasis android  selama 2 detik, dan melalui perangkat berbasis SMS selama 15 detik. Monitoring data suhu dan kelembaban dapat dipantau melalui web secara realtime dengan selang waktu selama 5 detik. Sistem yang dibangun bermanfaat untuk menggantikan proses pengecekan suhu dan kelembaban yang masih dilakukan secara manual dengan cara masuk kedalam rumah walet. Dengan kondisi rumah walet yang selalu pada kondisi ideal suhu dan kelembabannya dapat meningkatkan kualitas sarang walet dan meningkatkan nilai ekonomisnya
Peta Layanan Informasi Publik Pada Website Pemerintah Kabupaten Di Jawa Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi layanan informasi publik pada website pemerintah. Metode yang dilakukan adalah studi pustaka, dokumentasi dan observasi website Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Cilacap, Kudus, Semarang, Pekalongan dan Kebumen sebagai sampel. Tujuan observasi adalah untuk mengidentifikasi layanan-layanan pada website pemerintah kabupaten berdasarkan tingkatan e-government, kualitas informasi dan ketersediaan konten informasi pubik pada website berdasarkan ketentuan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta melakukan diskusi terarah dengan pihak-pihak yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 website pemerintah kebupaten masih bersifat “informatif†dan didukung dengan informasi yang berkualitas. Sedangkan konten informasi publik berdasarkan UU No.14/2008 pada situs pemerintah kabupaten di Jawa Tengah adalah 43%
Analisis Kebutuhan Keamanan Sistem Dengan Menggunakan Metodologi SQUARE: Studi Kasus Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit Berbasis Open Source ERP (Open Sikes)
Keberhasilan pengembangan sebuah   sistem informasi rumah sakit  sangat  bergantung kepada aspek keamanan informasi  seperti terjaminnya kerahasian, keutuhan, dan ketersediaan  data dan  informasi  yang disimpan dan diolah oleh  sistem tersebut.  Saat  ini sedang dikembangkan sebuah sistem informasi rumah sakit berbasis open source ERP yang dinamakan Open Sikes.  Untuk mengetahui lebih awal kelemahan-kelemahan pada  sistem tersebut maka diterapkan analisis kebutuhan keamanan informasidengan menggunakan metodologi SQUARE.  Hasil akhir yang diharapkan  adalah dengan lebih awal  ditemukenalinya kelemahan-kelemahan  pada  sistem tersebut, maka  rekomendasi untuk  memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut dapat diberikan, sehingga dapat dibangun sebuah sistem informasi rumah sakit berbasis open source ERP yang lebih aman
Model Pendidikan Keluarga Bagi Wanita Lokal Istri Ekspatriat dalam Menanamkan Nilai Budaya Lokal dan Nilai Positif Budaya Asing pada Anak
Makalah yang membahas model pendidikan keluarga bagi wanita lokal istri ekspatriat dalam menanamkan nilai budaya lokal dan nilai budaya asing pada anak  ini merupakan  hasil  penelitian kualitatif ethnografis. Paradigma kualitatif  ethnografis digunakan untuk  mendapatkan gambaran fenomena pendidikan keluarga wanita lokal Indonesia yang bersuamikan ekspatriat secara alamiah dan sesuai dengan latar tempat dan budayanya  dan  digunakan  untuk mendapatkan deskripsi menyeluruh tentang cara wanita lokal istri ekspatriat memberikan pendidikan keluarga kepada anak serta  melihat cara pandang dan bertindak masyarakat sesuai dengan kondisi tempat mereka, melalui pengamatan dan wawancara yang mendetil.  Hasil penelitian adalah  rancangan  model pendidikan keluarga bagi wanita lokal istri ekspatriat untuk menanamkan nilai budaya lokal dan nilai positif budaya asing pada anak  adalah  model konseptual dan model prosedural. Model  konseptual  merupakan deskripsi verbal sebuah pandangan atas realitas. Model  ini  bersifat deskriptif yang mendeskripsikan peristiwa relevan berdasarkan proses deduktif dari logika atau analisis dan juga kesimpulan dari observasi.  Model prosedural  berbentuk preskriptif yang didefinisikan dengan aturan yang jelas tentang kegiatan-kegiatan,tindakan, tugas, dan hasil kerja yang diperlukan untuk mengembangkan softskill berkualitas tinggi
Alat Ukur Multifungsi Bagi Penyandang Tunanetra
Alat ukur yang tersebar dimasyarakat kebanyakan dirancang untuk orang yang memiliki kondisi fisik normal, dengan alas an ini muncul ide untuk merancang dan membuat alat ukur multifungsi yang dapat dipergunakan untuk semua kalangan baik yang memiliki kondisi fisik yang sempurna maupun kalangan yang kurang sempurna contohnya tunanetra tanpa harus dibantu oleh orang lain yang memiliki kondisi yang lebih sempurna.  Pembuatan alat ukur multifungsi(tinggi,berat dan suhu badan)  ini memanfaatkan alat-alat elektronik antara lain untuk mengukur tinggi badan menggunakan sensor ping, untuk mengukur berat badan memanfaatkan timbangan badan yang digital,  untuk mengukur suhu badan menggunakan SHT 75, ADC untuk mengubah data analog menjadi digital,  mikrokontroler BS2P40 sebagai pengontrol kerja komponen lain dan pengolah data yang dite rima dari setiap alat ukur dan Modul  Embedded MP3 Module TDB380 sebagai komponen elektronik yang mengolah data pada mikrokontroler menjadi suara,  dan memanfaarkan speaker untuk media keluarannya yaitu suara.  Pengujian alat ukut multifungsi dilakukan terhadap 7 orang dengan parameter 3 yaitu tinggi, berat dan suhu badan, nilai error untuk tinggi badan sebesar 0%, nilai error berat badan 0.67% dan nilai error suhu badan adalah 0.47%. Alat pengukur multifungsi ini berhasil dan dapat digunakan
Pengaruh Costomer Orientation of Service Employee (COSE) terhadap Kepuasan, Komitmen dan Retensi Konsumen
COSE (Customer Orientation of Service Employees) yang merupakan  orientasi pelanggan pada tenaga pelayanan sering dianggap sebagai penentu utama keberhasilan dalam industri jasa. Pendekaatan COSE dapat dikonseptualisasi menjadi empat dimensi yang terdiri dari keterampilan teknis, keterampilan sosial, motivasi, dan  kekuatan pengambilan keputusan. Model  pelayanan berorientasi pelanggan ini secara langsung mempunyai dampak terhadap kepuasan konsumen, komitmen dan retensi konsumen. Model ini kemudian diuji secara empiris terhadap sampel 100 konsumen di PT Mabua Harley-Davidson (MHD) Semarang dengan menggunakan SEM. Hasil yang diperoleh, COSE memberikan dukungan untuk sebagian besar hipotesis
Analisis Penerimaan Teknologi IPTV (Studi Kasus Groovia TV di Kota Semarang)
Dalam menggelar layanan Groovia TV (produk IPTV Telkom), PT Telkom melakukan peningkatan performa jaringan dengan banyak mengganti kabel tembaga menjadi fiber optic menuju node terdekat dengan pelanggan, dan memperbany ak perangkat DSLAM outdoor dan MSAN. Dari usaha ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan melalui triple play, telepon/suara, data, dan multimedia, namun ternyata pelanggan Groovia TV belum signifikan. Tesis ini melakukan analisis penerimaan teknologi IPTV dengan studi kasus Groovia TV di kota Semarang. Menggunakan model TAM (technology tcceptance model) dan dianalisa dengan SEM (structural equation modeling). Diharapkan akan didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh  terhadap penerimaan IPTV melalui konstruk-konstruk yang ada. Penelitian ini mengambil populasi dengan sampling acak pada pelanggan speedy yang pernah menggunakan GrooviaTV baik yang masih aktif ataupun sudah berhenti di kota Semarang.  Hasil  Hasil penelitian ini membuktikan dari 10 hipotesis,  dua hipotesis ditolak. Attitude Toward IPTV (ATT) dan perceived of usefulness (PU) berpengaruh pada Intention To Use (IU). Perceived of ease of use (PEU), perceived of enjoyment, dan perceived of quality (PQ) berpengaru h pada ATT. Normative pressure (NP) dan Price Level (PL) tidak berpengaruh secara langsung terhadap IU
Model Driven Architecture (MDA) Untuk Customization dan Integrasi Layanan Fungsionalitas SIMRS
Model Driven Architecture (MDA)  adalah arsitektur yang diperkenalkan oleh Object Management Group (OMG). MDA inimerupakan pendekatan untuk  spesifikasi sistem dan mendukung interoperabilitas berdasarkan penggunaan model -model formal. Pada model MDA ini memilika beberapa taahapan.   Platform aplikasinya dimulai  dari  tahapan   Computasion Independent Model (CIM)  yang berisi aturan formal dari proses bisnis modul aplikasi. Selanjutnya  Platform Independent Model (PIM), PIM dinyatakan dalam dalam bahasa pemodelan platform independen  seperti UML. Selanjutnya PIM diterjemahkan kedalam Platform Specific Model yang bisa diimplentasikan kedalam beberapa  platform bahasa pemrograman dengan aturan-aturan formal.  Inti dari konsep MDA adalah menggunakan standar penting  dari OMG seperti Unified Modeling Language (UML), Meta Object Facility (MOF), XML Metadata Interchange (XMI) dan Common Warehouse Metamodel (CWM).    Pada penerapan MDASIMRS (  Sistem anajemen Informasi Rumahsakit)   ini   CIM SIMRS, membuat model target yang berisi   semua aturan bisnis yang ditetapkan dalam bisnis inti SIMRS. Pada kasus CIM SIMRS ini target yang ingin dicapai adalah aturan yang diterapkan pada poli rawat jalan. Dimana poli  rawat jalan dan tindakan pada masing-masing poli bisa  di create secara dinamis dan independen. Tindakan medis bisa di distribusikan pada setiap poliklinik secara mandiri.  Selanjutnya  PIM SIMRS, membuat model target yang hanya berisi unsur data dalam menentukan model konseptual SIMRS. PIM SIMRS ini merupakan  mapping independen atara PIM dan PSM sesuai dengan aturan bisnis dari CIM SIMRS maka didapatkan platform service yang independen yaitu :  service create frame modul rawat jalan, create pelayanan medis/non medis, create integras dan distribusi pelayanan medi s/non medis serta service alokasi kelompok aplikasi pada user tertentu
Penentuan Jarak Terpendek dan Jarak Terpendek Alternatif Menggunakan Algoritma Dijkstra Serta Estimasi Waktu Tempuh
Algoritma dijkstra merupakan salah satu algoritma yang digunakan untuk mencari jarak terpendek dalam suatu  graf. Prinsip greedy  (serakah)  oleh algoritma dijkstra digunakan untuk memecahkan masalah  jalur  terpendek pada sebuah graf. Implementasi sistem yang dibuat digunakan untuk  mencari  jarak  terpendek, jarak terpendek alternatif serta  estimasi waktu tempuh  dalam sebuah graf.  Hasil yang didapatkan dari implementasi sistem ini  adalah  mampu  menemukan  jarak terpendek dan jarak terpendek alternatif ketika terjadi hambatan  (pemblokiran jalan)  pada  jalur  terpendek  utama  dan  juga dapat mengetahui estimasi waktu tempuhnya