Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Not a member yet
    280 research outputs found

    Pengontrolan Kecepatan dan Arah Putaran Motor Servo DC dengan Bantuan Personal Komputer (PC) dan Interface

    No full text
    Personal Computer (PC) yang sekarang ini banyak digunakan untuk kebutuhan pengetikan atau penggambaran, bisa juga digunakan untuk keperluan pengendalian sebuah mesin, namun PC tersebut tidak dapat langsung digunakan, akan tetapi harus dilengkapi dengan perangkat-perangkat lain yang dikhususkan untuk mengendalikan mesin tersebut, kelengkapan itu antara lain adalah hardware interface, software, dan beberapa kelengkapan lain berupa komponen-komponen pada mesin yang dikendalikan oleh PC. Motor servo DC adalah salah satu penggerak yang banyak sekali digunakan pada sebuah mesin, untuk pengontrolan kecepatannya dapat digunakan PC sebagai perangkat pengendali. Personal Computer (PC) yang sekarang ini banyak digunakan untuk kebutuhan pengetikan atau penggambaran, bisa juga digunakan untuk keperluan pengendalian sebuah mesin, namun PC tersebut tidak dapat langsung digunakan, akan tetapi harus dilengkapi dengan perangkat-perangkat lain yang dikhususkan untuk mengendalikan mesin tersebut, kelengkapan itu antara lain adalah hardware interface, software, dan beberapa kelengkapan lain berupa komponen-komponen pada mesin yang dikendalikan oleh PC. Motor servo DC adalah salah satu penggerak yang banyak sekali digunakan pada sebuah mesin, untuk pengontrolan kecepatannya dapat digunakan PC sebagai perangkat pengendali.&nbsp

    Penggunaan Natrium Cloride (NaCl) sebagai Alternatif Bahan Pengganti Nikel Cloride (NiCl2) pada Proses Pelapisanan Nikel

    No full text
    Pelapisan nikel mengkilap (Bright Nikel Electroplating) merupakan salah satu pelapisan yang banyak dipakai di Industri-industri kecil baik berupa sebagai lapisan dasar maupun untuk lapisan akhir. Kendala utama yang dihadapi adalah bahan-bahan larutan yang relatif mahal dan keberadaannya di pasar yang terbatas. Salah satu bahan yang mahal adalah NiCl2 dengan penggunaanya yang relatif lebih besaar dibanding bahan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dapat atau tidaknya digunakan NaCl sebagai bahan pengganti dari NiCI2 dengan menggunakan kondisi pelapsisan yang konstan (temperatur, rapat arus, dan pH semua konstan). Dari hasil penelitian didapatkan bahan NaCI dapat menggantikan NiCI, dengan melihat tampak rupa, ketebalan, kekerasan dan daya lekat dari lapisan. Dari tampak rupa lapisan kedua-duanya menghasilkan lapisan mengkilap dengan ketebalan yang hampir sama (±56,3 : 50,1 µm), kekerasan yang tidak jauh berbeda (534,3 : 518,8 HK) serta daya lekaat lapisan yang masksimal (tidak mengelupas).Pelapisan nikel mengkilap (Bright Nikel Electroplating) merupakan salah satu pelapisan yang banyak dipakai di Industri-industri kecil baik berupa sebagai lapisan dasar maupun untuk lapisan akhir. Kendala utama yang dihadapi adalah bahan-bahan larutan yang relatif mahal dan keberadaannya di pasar yang terbatas. Salah satu bahan yang mahal adalah NiCl2 dengan penggunaanya yang relatif lebih besaar dibanding bahan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dapat atau tidaknya digunakan NaCl sebagai bahan pengganti dari NiCI2 dengan menggunakan kondisi pelapsisan yang konstan (temperatur, rapat arus, dan pH semua konstan). Dari hasil penelitian didapatkan bahan NaCI dapat menggantikan NiCI, dengan melihat tampak rupa, ketebalan, kekerasan dan daya lekat dari lapisan. Dari tampak rupa lapisan kedua-duanya menghasilkan lapisan mengkilap dengan ketebalan yang hampir sama (±56,3 : 50,1 µm), kekerasan yang tidak jauh berbeda (534,3 : 518,8 HK) serta daya lekaat lapisan yang masksimal (tidak mengelupas)

    Aplikasi Model Perencanaan Pemotongan (Cut Order Planning) pada Industri Garment

    No full text
    Perencanaan pemotongan kain merupakan kegiatan penting pada suatu industri pakaian/garment, sebelum proses pemotongan dan proses manufaktur dilakukan. Masalah dalam perencanaan pemotongan kain pada industri garment adalah penempatan pola/pattern bagian-bagian pakaian pada selembar kain (bahan) yang dapat memaksimalkan luas areal kain yang terpakai dengan biaya pemotongan yang minimal. Perencanaan pemotongan bahan (cut order planning) merupakan masalah yang kompleks karena ukuran, style dan due date pakaian yang dipesan konsumen sangat bervariasi. Faktor maksimisasi luas areal kain yang terpakai dan minimisasi biaya pemotongan kain pada suatu industri garment, oleh karenanya penelitian yang melibatkan kedua faktor ini sangan diperlukan. Penelitian ini menggabungkan metode penempatan trim Grienda dan Daniels (1999) dengan metode minimisasi biaya pemotongan kain melalui kombinasi ukuran pola/pattern pada suatu seksi (Jacobs et al, 1998). Pengujian terhadap model yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan data real dari suatu industri garment di Bandung

    Karakterisasi Konveks Melalui Pertidaksamaan Matriks Non Linier pada Analisis Stabilitas Kendali H∞ untuk Sistem Non Linier

    No full text
    In this paper, stability analysis of nonlinear systems is considered. Existence of Lyapunov function as stability guarantee for a class of nonlinear systems is characterized in terms of nonlinear matrix inequalities which result in convex feasibility problems. A numerical example will be shown for clarity this method. The issue of solutions to these nonlinear matrix inequalities is proposed.Pada makalah ini akan dipaparkan analisis stabilitas sistem non linier. Keberadaan fungsi Lyapunov yang menjamin stabilitas sebuah kelas sistem non linier dikarakterisasi dengan pertidaksamaan matriks non linier (PMNL) yang menghasilkan masalah kelayakan konveks. Sebuah contoh numerik diperlihatkan untuk memberikan kejelasan tentang metode yang dipaparkan pada makalah ini. Isu seputar tentang solusi pertidaksamaan matrik non linier akan dipaparkan

    Pengerasan Permukaan Baja Perkakas HSS M41 dengan Teknik Pelapisan Metal Spray

    No full text
    Intermetallic compound Fe-AL has good strength and hardness properties. Those properties were required Io improve the wear resistance of component which its application always contact with another part like cutting tool in machining processes. This experiment was carried out to improve the wear resistance of metal, which in this case is high-speed steel (HSS M41). This preliminary experiment was focused on to form the Intermetallic compound Fe-Al layer in the surface Of the steel, This layer was obtained by metal spray technique in which Al-Si spray to the surface of base metal HSS M41 and then heat-treated at 850oC, The holding time of heat treatment for 4 hours, 6 hours and 8 hours respectively was used, Experimental results showed holding time of heat treatment process was influenced to forming the intermetallic layer, thickness and hardness was specimen with heat-treated at 850 OC and holding time 8 hours exhibit the maximum hardness of 1120 HV and also increase the lifetime from 1.84 days to 14.125 days. The thickness of intermetallic layer was 0.81 mm.Paduan intermetalik Fe-Al memiliki sifat yang kuat & keras dan sifat ini sangat membantu meningkatkan ketahanan aus permukaan terutama komponen yang bergesekan seperti halnya pahat potong, pada proses pemesinan. Sehubungan dengan hal tersebut telah dilakukan percobaan awal dalam rangka melihat kemungkinan terbentuknya lapisan Fe-AI pada permukaan, mengukur tebal lapisan yang terjadi dan mengukur besarnya peningkatan kekerasan dan ketahanan aus yang terjadi terhadap lapisan tersebut. Disamping itu penelitian ini Juga bertujuan untuk mempelaiari dan memahami mekanisme yang terjadi dalam terbentuknya lapisan tersebut. Untuk tujuan ini dilakukan penelitian dengan menggunakan spesimen baja perkakas FISS M-41sebagai material dasar dan menggunakan material pelapis AI-Si . Material aluminium tersebut disemprotkan kepermukaan baja dengan menggunakan metoda "metal spay\u27 Setelah itu Spesimen dilaku. panas  ada temperatur 850oC, dengan waktu (Holding Time) yang bervariasi yaitu: 4 jam, 6 Jam dan 8 jam. Setelah itu dilakukan pemeriksaan metalografi, iiji kekerasan dan liji keausan. Hasil penilitian menunjukkan , kekerasan dan ketahanan aus yang paling tinggi diperoleh pada kondisi Laku panas: temperatur 850oC dan waktu 8 Jam. Tebal lapisan yang terbentuk sekitar 0,81mm, kekerasan 1120 HV, prosentase keausan 0,147% dan meningkatkan umur sampel dari 1,84 hari menjadi 14,125 hari

    Aplikasi Group Technology Pada Perancangan Alat Bantu Pegang (Fixture) untuk Proses Pembuatan Komponen: Studi Kasus Perancangan fixture untuk pembuatan komponen pesawat di PT DI

    No full text
    Tahapan penting pada proses produksi komponen di suatu industri manufaktur adalah proses perancangan dan pembuatan fixture yang menjadi prasyarat untuk terlaksananya proses pembuatan komponen tersebut. Industri manufaktur sering menghadapi masalah dalam perancangan dan pembuatan fixture, karena untuk setiap pesanan komponen yang baru diterima harus dirancang dan dibuat fixturenya. Kegiatan perancangan fixture membutuhkan keahlian yang spesifik dan waktu yang panjang, yang berimplikasi pada lead time pembuatan komponen yang panjang. Suatu komponen sering memiliki kesamaan bentuk geometris dengan komponen yang lain, sehingga fixture yang digunakan untuk proses pemesinan komponen-komponen tersebut pun sering memiliki kesamaan. Fixture yang dirancang sangat berkaitan dengan jenis dan bentuk geometri komponen yang dibuat (bentuk, ukuran), jenis material sertra proses pengerjaan dan jenis pemesinan yang diperlukan. Kesamaan bentuk geometris komponen (produk) dan sifat-sifat lain yang berimplikasi pada kesamaan bentuk fixture yang digunakan diduga dapat digunakan untuk menyederhanakan proses perancangan fixture, yaitu dengan mengelompokkan komponen (produk) yang dibuat dengan menggunakan pendekatan group technology. Penggunaan pendekatan group technology akan memudahkan perancangan fixture yang dibutuhkan, karena tidak perlu semua tahapan perancangan dilakukan. Pesanan untuk komponen baru yang diterima suatu industri manufaktur dikelompokkan ke dalam kelompok yang sudah dibuat, dan pada setiap kelompok tersebut telah diuraikan bentuk geometri dasarnya, jenis materialnya dan berbagai sifat yang menunjukkan kesamaan. Untuk setiap sifat tersebut (bentuk dasar geometri, jenis material, dsb) ditentukan bentuk fixturenya yang tepat. Oleh karenanya, proses perancangan fixture untuk komponen yang baru diterima dilakukan dengan mengkombinasikan bentuk dasar fixture yang telah dibuat untuk kelompok yang bersangkutan. Penelitian aplikasi group technology pada perancangan fixture telah dilakukan untuk komponen pesawat terbang N250 dan Boeing 737, dan memberikan waktu perancangan Jixture yang lebih pendek dibandingkan dengan perancangan tanpa menggunakan pendekatan group technology. Pendekatan ini diduga dapat juga digunakan untuk perancangan fixture pada industri manufaktur pembuat komponen umumnya, termasuk pada industri kecil pembuat komponen.Tahapan penting pada proses produksi komponen di suatu industri manufaktur adalah proses perancangan dan pembuatan fixture yang menjadi prasyarat untuk terlaksananya proses pembuatan komponen tersebut. Industri manufaktur sering menghadapi masalah dalam perancangan dan pembuatan fixture, karena untuk setiap pesanan komponen yang baru diterima harus dirancang dan dibuat fixturenya. Kegiatan perancangan fixture membutuhkan keahlian yang spesifik dan waktu yang panjang, yang berimplikasi pada lead time pembuatan komponen yang panjang. Suatu komponen sering memiliki kesamaan bentuk geometris dengan komponen yang lain, sehingga fixture yang digunakan untuk proses pemesinan komponen-komponen tersebut pun sering memiliki kesamaan. Fixture yang dirancang sangat berkaitan dengan jenis dan bentuk geometri komponen yang dibuat (bentuk, ukuran), jenis material sertra proses pengerjaan dan jenis pemesinan yang diperlukan. Kesamaan bentuk geometris komponen (produk) dan sifat-sifat lain yang berimplikasi pada kesamaan bentuk fixture yang digunakan diduga dapat digunakan untuk menyederhanakan proses perancangan fixture, yaitu dengan mengelompokkan komponen (produk) yang dibuat dengan menggunakan pendekatan group technology. Penggunaan pendekatan group technology akan memudahkan perancangan fixture yang dibutuhkan, karena tidak perlu semua tahapan perancangan dilakukan. Pesanan untuk komponen baru yang diterima suatu industri manufaktur dikelompokkan ke dalam kelompok yang sudah dibuat, dan pada setiap kelompok tersebut telah diuraikan bentuk geometri dasarnya, jenis materialnya dan berbagai sifat yang menunjukkan kesamaan. Untuk setiap sifat tersebut (bentuk dasar geometri, jenis material, dsb) ditentukan bentuk fixturenya yang tepat. Oleh karenanya, proses perancangan fixture untuk komponen yang baru diterima dilakukan dengan mengkombinasikan bentuk dasar fixture yang telah dibuat untuk kelompok yang bersangkutan. Penelitian aplikasi group technology pada perancangan fixture telah dilakukan untuk komponen pesawat terbang N250 dan Boeing 737, dan memberikan waktu perancangan Jixture yang lebih pendek dibandingkan dengan perancangan tanpa menggunakan pendekatan group technology. Pendekatan ini diduga dapat juga digunakan untuk perancangan fixture pada industri manufaktur pembuat komponen umumnya, termasuk pada industri kecil pembuat komponen

    Petunjuk Desain Hidraulis Bendung dan Pelimpah Tipe Gergaji (TIPE MDG)

    No full text
    -

    Pemimpin, Pengelola, Fasilitator

    No full text
    -

    Analisis Sistem Kendali Kokoh pada Sistem Non Linier dengan Pendekatan Pertidaksamaan Matriks Non Linier

    No full text
    This paper proposes about robust control systems analysis for a class of nonlinear systems using nonlinear matrix inequalities approach. Robustness corresponds with appropriately disturbance suppression. Controller that renders robustness property of the system is developed with solving solvability condition in advance. Such condition is described by three nonlinear matrix inequalities. Computational aspect is considered to solve these matrix inequalities.Makalah ini memaparkan tentang analisis sistem kendali kokoh untuk satu kelas sistem non linier affine melalui skema pertidaksamaan matriks non linier. Kekokohan berhubungan dengan kemampuan sistem yang dikendalikan untuk meredam gangguan Sampai tingkat yang diinginkan. Pengendali yang berperan dalam hal tersebut ditemukan dengan cara memecahkan terlebih dahulu suatu kondisi pemecahan yang menginformasikan apakah sistem yang akan dikendalikan memiliki solusi pengendali tersebut atau tidak. Kondisi tersebut diberikan oleh tiga buah pertidaksamaan matriks non linier Pertimbangan komputasional untuk memecahkan pertidaksamaan matriks tersebut Juga diuraikan

    Ekstraksi Khitin dari Kulit Udang

    No full text
    Usaha pemanfaatan limbah kulit udang sampai saat ini belum maksimal, padahal dalam kulit udang terdapat senyawa yang sangat bermanfaat yaitu khitin. Kandungan khitin dalam kulit udang pada umumnya sekitar 20%. Khitin merupakan sumber polisakarida potensial dan mulai dikembangkan untuk aplikasi di bidang agrikultur, biomedis, farmasi, bioteknologi dan proses pemisahan dengan membran. Khitin adalah polimer alam sejenis polisakarida yang mempunyai berat molekul rata-rata 1,2.105 g/mol dan nama kimia 2 — Asetamida — 2 — deoksi — D — Glukopiranosa Pada kulit udang, khitin bergabung dengan mineral dan protein dalam fasa padat. Untuk mendapatkan khitin maka campuran tersebut dipisahkan dengan cara ekstraksi dengan menggunakan pelarut cair (Ekstraksi Padat Cair). Pada proses ekstraksi ini terdapat reaksi demineralisasi dan reaksi deproteinasi. Kandungan mineral utama yang terdapat pada kulit udang adalah CaCO3, yang dapat dihilangkan dengan cara direaksikan dengan larutan HCI. Reaksi ini berjalan secara maksimum pada konsentrasi larutan HCI 1 M, temperatur operasi 70oC, waktu reaksi 1 jam. Setelah proses demineralisasi, kulit udang tersebut diharapkan hanya mengandung protein dan khitin. Ekstraksi dilanjutkan ketahap deproteinasi untuk menghilangkan protein yang banyaknya sekitar 28%. Protein ini dapat dihilangkan dengan cara direaksikan dengan larutan NaOH. Reaksi berjalan secara maksimum pada konsentrasi larutan NaOH 4 M, temperatur operasi 70oC, waktu reaksi I jam. Setelah melalui proses tersebut maka didapatkan khitin dengan perolehan sekitar 17,5%.Usaha pemanfaatan limbah kulit udang sampai saat ini belum maksimal, padahal dalam kulit udang terdapat senyawa yang sangat bermanfaat yaitu khitin. Kandungan khitin dalam kulit udang pada umumnya sekitar 20%. Khitin merupakan sumber polisakarida potensial dan mulai dikembangkan untuk aplikasi di bidang agrikultur, biomedis, farmasi, bioteknologi dan proses pemisahan dengan membran. Khitin adalah polimer alam sejenis polisakarida yang mempunyai berat molekul rata-rata 1,2.105 g/mol dan nama kimia 2 — Asetamida — 2 — deoksi — D — Glukopiranosa Pada kulit udang, khitin bergabung dengan mineral dan protein dalam fasa padat. Untuk mendapatkan khitin maka campuran tersebut dipisahkan dengan cara ekstraksi dengan menggunakan pelarut cair (Ekstraksi Padat Cair). Pada proses ekstraksi ini terdapat reaksi demineralisasi dan reaksi deproteinasi. Kandungan mineral utama yang terdapat pada kulit udang adalah CaCO3, yang dapat dihilangkan dengan cara direaksikan dengan larutan HCI. Reaksi ini berjalan secara maksimum pada konsentrasi larutan HCI 1 M, temperatur operasi 70oC, waktu reaksi 1 jam. Setelah proses demineralisasi, kulit udang tersebut diharapkan hanya mengandung protein dan khitin. Ekstraksi dilanjutkan ketahap deproteinasi untuk menghilangkan protein yang banyaknya sekitar 28%. Protein ini dapat dihilangkan dengan cara direaksikan dengan larutan NaOH. Reaksi berjalan secara maksimum pada konsentrasi larutan NaOH 4 M, temperatur operasi 70oC, waktu reaksi I jam. Setelah melalui proses tersebut maka didapatkan khitin dengan perolehan sekitar 17,5%

    104

    full texts

    280

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇