PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Not a member yet
    211 research outputs found

    Evaluasi kondisi struktur beton bertulang dengan menggunakan half cell potential test pada bangunan kantor di pinggir Pantai Ancol

    No full text
    Measurement of half cell potential is commonly used for the assessment of the resistance of reinforced concrete where corrosion of the reinforcement is predicted. The standards used in the test are ASTM C876-91: Standard Test method for half-Cell Potential of Uncoated Reinforcing Steel in Concrete and ACI 222R-01: Protection of Metal in Concrete Against Corrosion. Furthermore, the carbonation of the reinforcement in the concrete which is caused by a chemical reaction between calcium in the concrete and sulfate salts from the outside make the concrete mass is pushed and broken. The results of testing the reinforced concrete structures of office buildings on the Ancol waterfront, some of the carbonation that occurs has exceeded the concrete cover. The results of the Half Cell Potential test 1, 2, 6, 8, 9, and 10 show that the corrosion rate of the reinforcement in the concrete is <10% with type 3, namely "humid, chloride free concrete", where the concrete is moist and not contaminated chloride, which means that the corrosion rate of steel reinforcement in concrete is quite low. The results of the Half Cell Potential 3, 4, 5, and 7 tests show that the corrosion rate of the reinforcement is between 10% - 90% with type 4, namely "humid, carbonated concrete", where the concrete is moist and carbonated but the corrosion rate is not too high.Pengukuran half cell potential sering digunakan untuk menilai daya tahan beton bertulang di mana korosi tulangan diperkirakan terjadi. Standar yang digunakan dalam pengujian adalah ASTM C876-91: Standard Test Method for half-Cell Potential of Uncoated Reinforcing Steel in Concrete dan ACI 222R-01: Protection of Metal in Concrete Againts Corrosion. Perlu diketahui tentang karbonasi tulangan pada beton yang disebabkan oleh reaksi kimia eksternal antara kalsium dalam beton. Pengaruh garam sulfat yang menyebabkan pemuaian volume beton, sehingga beton terkompresi dan retak. Hasil pengujian struktur beton bertulang gedung kantor di pinggir pantai Ancol, dapat disimpulkan bahwa kondisi beton eksisting secara umum mengalami karbonasi yang terjadi melebihi selimut beton. Data hasil pengujian Half Cell Potential 1, 2, 6, 8, 9, dan 10 terlihat tingkat korosi tulangan di dalam beton berada < 10% dengan tipe kondisi 3 yaitu “humid, chloride free concrete”, yaitu kondisi beton dalam keadaan lembab dan tidak terkontaminasi klorida yang artinya tingkat korosi tulangan baja di dalam beton cukup rendah. Hasil pengujian half cell potential 3, 4, 5, dan 7 terlihat tingkat korosi tulangan antara 10% - 90% dengan tipe kondisi 4 yaitu “humid, carbonated concrete”, yaitu kondisi beton dalam keadaan lembab dan telah terkarbonasi namun tingkat korosi tidak terlalu tinggi

    Evaluasi rel dan bantalan berdasarkan beban angkut lintas dan kinerja operasi kereta api (studi kasus: jalan rel Tanjung Karang-Rejosari)

    No full text
    In the railway sector, its development has received quite important attention from the government, especially with the establishment of railways as a national strategic plan. The railway network on the island of Sumatra stretches for 1,544 km, including those operating in Lampung Province which is overseen by Regional Division IV Tanjung Karang. Rail transportation in Lampung province is overseen by Regional Division IV Tanjung Karang. In 2022, train services at Tanjung Karang Station recorded services to 556,219 passengers, this data increased by 150.461% from the previous year. This research is important in order to understand how different cross loads affect the condition of rails and sleepers, train operators can plan more effective maintenance, identify vulnerable points, and reduce the risk of operational disruption. This research aims to determine the amount of cross haul loads annually and what is the condition of the ability of rail services and sleepers to accept the traffic loads on them and the impact on operational performance, especially on the realization of train trip scheduling. This research uses a descriptive quantitative method, namely evaluating the condition of the railroad based on secondary data obtained from related agencies. The results of this research show that the Tanjung Karang-Rejosari railroad is categorized as class I railroad, the condition of the installed rails is not in accordance with standards because the basic stress of the rail exceeds the basic stress permitted, so it is necessary to upgrade the rail from R.54 to R.60, to the current condition of the installed bearings is good to serve the annual traffic loads that occur. The operational realization of train travel schedules for both arrival and departure times has been well programmed based on the maximum planned delay time limit. In general, train delays in Regional Division IV Tanjung Karang generally originate from the infrastructure aspect with the percentage of causes of delays being 81.49%. This value illustrates that aspects of railroad infrastructure or structure are the biggest contributor to train delays.Dalam bidang perkeretaapian, perkembangannya cukup mendapat perhatian penting dari pemerintah terutama dengan penetapan kereta api sebagai rencana strategis nasional. Jaringan kereta api di Pulau Sumatera terbentang sepanjang 1,544 km, termasuk yang beroperasi di Provinsi Lampung yang dinaungi oleh Divisi Regional IV Tanjung Karang. Transportasi kereta api di provinsi lampung dinaungi oleh Divisi Regional IV Tanjung Karang. Pada tahun 2022 tercatat pelayanan layanan kereta api tepatnya pada Stasiun Tanjung Karang mencatatkan pelayanan kepada 556,219 penumpang, data ini meningkat sebanyak 150.461 % dari tahun sebelumnya. Penelitian ini menjadi penting guna memahami bagaimana beban lintas yang berbeda mempengaruhi kondisi rel dan bantalan, operator kereta api dapat merencanakan pemeliharaan yang lebih efektif, mengidentifikasi titik-titik rentan, dan mengurangi risiko gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan menentukan besar beban angkut lintas tahunan dan bagaimana kondisi kemampuan layanan rel dan bantalan menerima beban lintas diatasnya serta pengaruhnya terhadap kinerja operasional khususnya pada realisasi penjadwalan perjalanan kereta api. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yaitu melakukan evaluasi kondisi jalan rel berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jalan rel Tanjung Karang-Rejosari dikategorikan kedalam kelas jalan rel I, kondisi rel terpasang tidak sesuai dengan standar karena tegangan dasar rel melebihi tegangan dasar yang diizinkan untuk itu perlu dilakukan peningkatan rel dari R.54 menjadi R.60, untuk kondisi bantalan terpasang saat ini sudah baik untuk melayani beban lintas tahunan yang terjadi. Realisasi operasional jadwal perjalanan kereta api baik pada waktu kedatangan dan waktu keberangkatan sudah terprogram dengan baik berdasarkan batas maksimal waktu keterlambatan yang direncanakan. Terlambatnya kereta api pada Divisi Regional IV Tanjung Karang secara garis besar umumnya berasal dari aspek prasarana dengan persentasi penyebab waktu keterlambatan yaitu 81.49 %. Nilai ini menggambarkan bahwa aspek prasarana atau struktur jalan rel sebagai penyumbang terbesar dalam keterlambatan kereta api

    Durabilitas beton yang mengandung agregat ringan buatan berbahan dasar abu terbang (fly ash)

    No full text
    The low fly ash consumption in Indonesia needs to be tackled in order to avoid the pilling of this material. Employing this material as a raw material to produce lightweight aggregate becomes an alternative solution to increase the fly ash consumption, as the aggregate has high portion in the concrete mixture. However, as lightweight aggregate has high porosity, its durability especially in term of water uptake in aggressive environment need to be investigated. Thus, this research aims to observe the durability of concrete containing fly ash-based lightweight aggregate (FA LWA) in salt environment. The Salt environment was mimicked with Sodium chloride and sodium sulfate solution. The FA and EC LWA were used as coarse aggregate replacement with replacement rate 50 and 100% by volume. The physical, mechanical and durability properties of concrete were assessed by conducting the bulk density, compressive strength test and capillary water absorption rate in salt environment. The result shows that the bulk density is inversely proportional to the percentage of LWA content used. In addition, from the concrete capillary water absorption test showed that concrete containing FA LWA obtained a higher absorption value than control concrete. Based on the results of the capillary absorption test using different solutions, it showed that FA LWA concrete was more resistant in an alkaline environment or containing salt solution (NaCl). The results of this study contribute to a new breakthrough that fly ash consumption can be improved by transforming fly ash into artificial lightweight aggregate that has high resistance in marine environment.Rendahnya konsumsi fly ash di Indonesia perlu diatasi untuk menghindari penimbunan material ini. Penggunaan bahan ini sebagai bahan baku untuk memproduksi agregat ringan menjadi salah satu solusi alternatif untuk meningkatkan konsumsi fly ash, karena agregat ini memiliki porsi yang cukup tinggi dalam campuran beton. Namun, karena agregat ringan memiliki porositas yang tinggi, maka daya tahan agregat ringan terutama dalam hal penyerapan air di lingkungan yang agresif perlu diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durabilitas beton yang mengandung fly ash-based lightweight aggregate (FA LWA) di lingkungan garam. Lingkungan garam ditirukan dengan larutan natrium klorida dan natrium sulfat. Pada produksi beton, aggregat kasar disubsitusi dengan FA dan EC LWA dengan kadar penggantian 50 dan 100%. Selanjutnya sifat fisik, mekanik dan durabilitas beton dinilai dengan melakukan uji berat jenis, kuat tekan dan kecepatan kapiler di lingkungan garam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat jenis berbanding terbalik dengan persentase kandungan LWA yang digunakan. Selain itu, dari hasil uji serapan air kapiler beton menunjukkan bahwa beton yang mengandung FA LWA memperoleh nilai serapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton kontrol. Berdasarkan hasil uji serapan air kapiler dengan menggunakan larutan yang berbeda, menunjukkan bahwa beton FA LWA lebih tahan dalam lingkungan basa atau mengandung larutan garam (NaCl). Hasil penelitian ini berkontribusi memberi terobosan baru bahwa konsumsi fly ash dapat ditingkatkan dengan mentransformasi fly ash menjadi aggregate ringan buatan yang memiliki ketahanan tinggi di lingkungan air laut

    Pengaruh penambahan limbah cangkang kelapa sawit terhadap nilai kuat tekan beton

    No full text
    Ketapang regency is one of the oil palm producing districts in West Kalimantan. The area of oil palm plantations is 650,110 Ha with 2,509,110 tons of oil palm plantations produced in 2022. Under these conditions, will produce quite large amounts of palm oil shell waste. This waste can be used as a mixture of materials for making concrete. Waste utilization is one solution that can be done to maintain existing natural resources. The aim of this research is to determine the effect of adding variations in palm oil shell waste of 5%, 10%, and 15% on the compressive strength of concrete. This research is experimental research in the structure and materials laboratory, Departement of Civil Engineering, Ketapang State Polytechnic. The research was carried out from 12 August 2023 to 17 September 2023. The average value of concrete compressive strength at 28 days for normal concrete and the 5% palm oil shell variation is included in the standard K-200 concrete quality value, but there is a decrease in the 10% and 15% palm oil shell variations.  This result is supported by the SPSS test results of two mean tests between 0% and 5% which are the same, there is no difference, but for other variations it is different. The greater the use of palm oil shells in the concrete mixture will reduce the compressive strength value of the concrete. Variation of palm shell mixture that produces the maximum compressive strength of concrete at a variation of 5% with an average value of 221.01 kg/cm2.Kabupaten Ketapang merupakan salah satu kabupaten penghasil kelapa sawit di Kalimantan Barat. Luas area tanaman perkebunan kelapa sawit sebesar 650,110 Ha dengan 2,509,110 ton produksi tanaman perkebunan kelapa sawit yang dihasilkan pada tahun 2022. Dengan kondisi tersebut, akan menghasilkan jumlah limbah cangkang kelapa sawit yang cukup besar. Limbah tersebut bisa digunakan sebagai campuran material pembuatan beton. Pemanfaatan limbah merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menjaga sumber daya alam yang ada. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penambahan variasi limbah cangkang kelapa sawit 5%, 10%, 15%, terhadap kuat tekan beton. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan, Jurusan Teknik Sipil dan Pertambangan, Politeknik Negeri Ketapang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2023 sampai 17 September 2023. Nilai rata-rata kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk beton normal dan variasi cangkang kelapa sawit 5% masuk kedalam standar nilai mutu beton K-200 akan tetapi mengalami penurunan pada variasi cangkang kelapa sawit 10% dan 15%. Hasil ini didukung oleh hasil pengujian SPSS uji dua mean antara 0% dan 5% dimana sama, tidak ada perbedaan, tetapi untuk variasi lainnya berbeda. Semakin besar penggunaan cangkang kelapa sawit dalam campuran beton akan mengurangi nilai kuat tekan pada beton. Variasi campuran cangkang kelapa sawit yang menghasilkan kuat tekan beton paling maksimal pada variasi 5% dengan nilai rata-rata sebesar 221.01 kg/cm2

    Karakteristik beton aspal lapisan pengikat (AC-BC) yang menggunakan bahan pengisi abu terbang batubara

    No full text
    Konsumsi batubara terus meningkat sehingga menghasilkan limbah berupa abu batu (fly ash) yang terus meningkat. Peningkatan limbah merupakan masalah terutama dalam mencemari lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan limbah batubara. Salah satu cara dalam memanfaatkan limbah abu batu adalah digunakan sebagai pengisi pada beton aspal lapis pengikat (AC-BC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton aspal lapis pengikat (AC-BC) dengan variasi bahan tambahan kadar fly ash terhadap marshall quotient. Parameter yang diamati terdiri dari stabilias, kelelehan (flow), rongga udara dalam campuran (VIM), rongga terisi aspal (VFA), rongga antar agregat (VMA), dan marshall quotient (MQ). Hasil penelitian dapat disimpulkan 1) hasil pengujian lapisan aspal beton lapis pengikat (AC-BC) menunjukkan bahwa kadar aspal optimun yaitu 5.57% dengan berat stabilitas 1,103.48 kg, flow 3.17 mn, VIM 4.55%, VFA 78.48%, VMA 16.06%, dan berat marshall quotient (MQ) 349.08 kg/mm; 2) Hasil pengujian lapisan aspal beton lapis pengikat (AC-BC) menunjukkan bahwa campuran optimun yaitu kadar filler fly ash 4.19% dengan berat stabilitas 925.65 kg, flow 3.67 mn, VIM 4.07%, VFA 77.23%, VMA 16.46%, dan berat marshall quotient (MQ) 253.58 kg/mm.Coal consumption continues to increase resulting in waste in the form of rock ash (fly ash) is continuously increasing. Increased waste is a problem especially in polluting the environment. Therefore it is necessary to use coal waste. One way to utilize stone ash waste is to use it as a filler in binder-coated asphalt concrete (AC-BC). This study aims to determine the characteristics of binder-coated asphalt concrete (AC-BC) with varying grades of additivesfly ash tomarshall quotient. Parameters observed consisted of stability, melting (flow), air voids in the mix (VIM), voids filled with bitumen (VFA), voids between aggregates (VMA), andmarshall quotient (MQ). The results of the study can be concluded 1) the results of testing the binder layer concrete asphalt layer (AC-BC) showed that the optimal asphalt content was 5.57% with a stability weight of 1,103.48 kg,flow 3.17 mn, VIM 4.55%, VFA 78.48%, VMA 16.06% and weightmarshall quotient  (MQ) 349.08 kg/mm; 2) The test results of the binder-coated asphalt concrete (AC-BC) showed that the optimum mixture was filler contentfly ash 4.19% with a stability weight of 925.65 kg,flow 3.67 mn, VIM 4.07%, VFA 77.23%, VMA 16.46% and weightmarshall quotient (MQ) 253.58 kg/mm

    Studi modeling dan mapping inundasi tsunami menggunakan software Delft3D studi kasus Pantai Labuan Jukung Lampung

    No full text
    To begin with, one of the valuable beaches at Pesisir Tengah Krui District is Labuhan Jukung Beach that directly encounters the Indian Ocean and is crossed by tectonic plates. The current position could consequence a tsunami disaster and cause loss and damage to the area at any time soon. In addition, no hazard map released by the National Center for Volcanology and Disaster Mitigation in the study location is one of the shortcomings of tsunami-prone areas in the West Coast tourist area. Tsunami wave propagation model establishment is a monumentally vital step in tsunami mitigation to pinpoint areas which are vulnerable to tsunami disasters and maximize the damage control. One way or another is by utilizing Delft3D 4.04.01 software according to wave propagation simulation scenario analysis. The input for modeling adopts historical tsunami height data which has similar characteristics to the case study location points, simultaneously 3.6 meter, 8 meter and 15 meter. The outcome wave height of 3.6 meter takes within 36 minutes to reach the coast and it does not cause inundation, meanwhile the outcome of waves height of 8 meter and 15 meter are accomplishing a tsunami inundation on land which takes 33 - 35 minutes to approach the coast. The data used in these scenarios demands the model accuracy requirements of modeling validation by inspecting the wavelengths formed in shallow water. Based on all of these scenario modeling results, the maximum propagation scenario for an 8 meter wave height on land is 330 meter, on the other hand for a 15 meter wave height is 450 meter from the coastline.Salah satu pantai di Kecamatan Pesisir Tengah Krui yaitu Pantai Labuan Jukung merupakan pantai yang langsung bertemu Samudra Hindia dan letaknya berada di lintasan lempeng tektonik. Letak pantai tersebut menyebabkan adanya potensi terjadi bencana tsunami dan dampak dari bencana tersebut jika sewaktu-waktu akan terjadi. Ditambah dengan belum adanya peta hazard dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Nasional pada lokasi tersebut menjadikan kekurangan yang penting di lokasi rentan tsunami itu. Upaya yang dapat diberikan yaitu mengidentifikasi wilayah tersebut dengan pemodelan rambatan gelombang tsunami menggunakan software Delft3D 4.04.01 menggunakan skenario simulasi penjalaran gelombang untuk memberikan mitigasi tsunami dan mengurangi dampaknya. Parameter data yang diperlukan pada pemodelan ini adalah data histori tinggi tsunami dengan karakteristik yang sama pada titik lokasi penelitian sebesar 3.6 m, 8 m, dan 15 m. Output software ini menunjukan waktu penjalaran dan inundasi yang ditimbulkan pada setiap skenario digunakan. Tinggi gelombang 3.6 m dalam penjalarannya ke pesisir diperlukan waktu 36 menit dan tidak menghasilkan inundasi, sementara pada tinggi gelombang 8 m dan 15 m menghasilkan inundasi atau bencana di daratan dengan waktu 33 – 35 menit yang dibutuhkan gelombang mencapai pesisir. Data yang digunakan pada skenario perlu diuji validasi sebagai syarat akurasi model dengan mengamati hasil panjang gelombang pada laut dangkal. Berdasarkan hasil pemodelan skenario tsunami, rambatan maksimum di daratan berdasarkan pemetaan pada tinggi gelombang 8 m yaitu 330 m dan tinggi gelombang 15 m sejauh 450 m dari bibir pantai

    Evaluasi umur sisa perkerasan kaku pada ruas jalan tol Solo-Ngawi

    No full text
    Roads are the main infrastructure that aims to accelerate the growth of a region which results in the opening of social, economic, and cultural relations between regions. A good and stable road will affect the smooth flow of traffic. One of the toll roads that is indicated to have decreased pavement function due to various factors affecting damage is the Solo-Ngawi toll road. The evaluation of the remaining life of rigid pavement on the Solo-Ngawi toll road section aims to determine how much the remaining life value of rigid pavement on the toll road section and is used as a reference in determining the maintenance method. This research uses quantitative methods based on secondary data with reference analysis based on American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) 1993. It can be known based on the results of the evaluation analysis based on the 1993 AASHTO book, the CESAL value of the plan from the results of the analysis obtained a value of 22,913,047 ESAL, while for the Actual CESAL Based on each column, a value of 8,239,688 ESAL was obtained for the Solo-Ngawi direction and 4,270,023 ESAL for the Ngawi-Solo direction. From the two results above, it is stated that the remaining age for each route was obtained 64.04% for the Solo-Ngawi Direction and 81.37% for the Ngawi-Solo Direction. The benefits of this research can be known related to how old the remaining pavement of the Solo-Ngawi Toll Road section is so that it is expected to contribute as a reference for toll road managers to increase the road service period even more for vehicle users who choose the Solo-Ngawi toll road.Jalan merupakan prasarana pokok yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan suatu daerah yang mengakibatkan terbukanya hubungan sosial, ekonomi, dan budaya antar daerah. Jalan yang baik dan stabil akan berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Salah satu jalan tol yang terindikasi mengalami penurunan fungsi perkerasan yang diakibatkan berbagai faktor pengaruh kerusakan adalah ruas jalan tol Solo-Ngawi. Evaluasi umur sisa perkerasan kaku pada ruas jalan tol Solo-Ngawi bertujuan untuk mengetahui berapa nilai umur sisa perkerasan kaku pada ruas jalan tol tersebut dan digunakan sebagai referensi dalam penentuan metode pemeliharaannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berdasarkan data- data sekunder dengan analisa acuan berdasarkan American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) 1993. Dapat diketahui berdasarkan hasil analisa evaluasi dengan berdasarkan buku AASHTO 1993, nilai CESAL rencana dari hasil analisa didapatkan nilai sebesar 22,913,047 ESAL, Sedangkan untuk CESAL Aktual Berdasarkan masing-masing lajur didapatkan nilai 8,239,688 ESAL untuk arah Solo-Ngawi dan 4,270,023 ESAL untuk arah Ngawi-Solo. Dari kedua hasil diatas dinyatakan bahwa umur sisa untuk masing-masing jalur didapatkan 64.04 % untuk Arah Solo-Ngawi dan 81.37 % untuk Arah Ngawi-Solo. Manfaat penelitian ini dapat diketahui terkait berapa umur sisa perkerasan dari ruas Tol Solo-Ngawi sehingga diharapkan dapat berkontribusi sebagai acuan pengelola jalan tol untuk peningkatan masa layan jalan lebih banyak lagi bagi pengguna kendaraan yang memilih jalan tol Solo-Ngawi

    Analisis kerapuhan struktur gedung Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan dengan static adaptive pushover

    No full text
    Informasi dari BMKG menunjukkan peningkatan aktivitas gempa di Kabupaten Pacitan dalam beberapa tahun terakhir, yang dirasakan oleh masyarakat. Mengingat usia bangunan Gedung Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan sudah berdiri sekitar 5 tahun lamanya, diperlukan analisis kinerja struktur untuk memastikan kekuatan bangunan dalam menahan kerusakan akibat gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon struktur suatu bangunan saat dilakukan suatu analisis struktur akibat deformasi karena gaya dinamis gempa pada software Seismostruct. Dalam studi ini, dikembangkan metode pushover adaptif yang memperhitungkan kekakuan dan sifat modal struktur pada tingkat inelastisitas yang berbeda untuk memperbarui distribusi beban lateral. Metode ini juga mempertimbangkan spektrum lokasi penelitian untuk penskalaan gaya. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan baru ini menghasilkan hasil analisis statis yang mendekati analisis dinamis inelastis dan mampu memprediksi respons struktur secara rinci. Struktur gedung eksisting tersebut akan dimodelkan menjadi struktur, meliputi rangka kolom dan balok dengan spesifikasi material beserta beban mati maupun beban hidup sesuai data yang sudah didapatkan sesuai peraturan SNI 1726:2012 dan dilakukan analisis perilaku struktur menggunakan metode static adaptive pushover. Dari penelitian ini didapatkan nilai maksimum kurva kapasitas pada gedung yang menjadi objek penelitian ini terjadi saat base shear sebesar 2070.595 kN pada displacement sebesar 0.060971 m sesuai konversi didapat spectral displacement 0.47 m limit state slight sebesar 100 %, limit state moderate sebesar 100 %, limit state extensive sebesar 99 %, dan limit state complete sebesar 71%.Information from BMKG indicates an increase in earthquake occurences in Pacitan Regency in recent years, a phenomenon that has been noticeable to the local community. Considering that the building of the Pacitan District Agriculture Office has been standing for about five years, a structural performance analysis is needed to ensure the building's strength in resisting earthquake damage. This research aims to investigate the structural response of a building when subjected to structural analysis due to deformation caused by dynamic seismic forces using the Seismostruct software. In this study, an adaptive pushover method was developed, considering the stiffness and modal characteristics of the structure at different levels of inelasticity to update the distribution of lateral loads. This method also considers the location-specific spectrum for load scaling. The results showed that this new approach yielded static analysis results that closely approximated inelastic dynamic analysis and could predict the structural response in detail. The existing building structure will be modeled as a structure, including column and beam frames with material specifications and dead and live loads, based on data obtained following SNI 1726:2012 regulations. The structural behavior analysis will be conducted using the static adaptive pushover method. From this research, the maximum value of the capacity curve for the building under study occurred at a base shear of 2070.595 kN and a displacement of 0.060971 m. The converted spectral displacement was found to be 0.47 m with a slight limit state of 100%, a moderate limit state of 100%, an extensive limit state of 99%, and a complete limit state of 71%

    Model prediksi perkembangan kawasan wisata Bali utara ditinjau dari variabel tata guna lahan dan infrastruktur

    No full text
    Bali is one of the provinces included in the 50 National Tourism Destinations (NTD) which has been developed into 5 Regional Tourism Destinations (RTD) which are supported by Regional Tourism Strategic Areas (RTSA) with a tourism theme. This research aims to examine tourism development by considering the influence of tourism components which are reflected in land use variables and transportation infrastructure components, using the North Bali RTD supported by RTSA Lovina and RTSA Air Sanih as the research location. This research makes a positive contribution to regional economic growth and community welfare and the research output is expected to provide input and information for the region in its efforts to increase the development of tourist areas in North Bali. Data were collected by distributing questionnaires to 100 tourists, using the PLS-SEM analysis method. The research results show that tourism development in North Bali can be predicted significantly through land use and transportation infrastructure variables with a contribution of 63.4%, where the transportation infrastructure variable has a more significant influence, namely 65.7%, than the land use variance of 19%. Meanwhile, land use contributes 70.4% to transportation infrastructure.Bali merupakan salah satu provinsi yang termasuk dalam 50 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) yang dikembangkan menjadi 5 Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) yang didukung oleh Kawasan Strategis Pariwisata daerah (KSPD) yang bertema Pariwisata. Penelitian ini bertujuan meneliti perkembangan pariwisata dengan mempertimbangkan pengaruh komponen wisata yang direfleksikan menjadi variabel tata guna lahan dan komponen infrastruktur transportasi, menggunakan DPD Bali Utara yang didukung oleh KSPD Lovina dan KSPD Air Sanih sebagai lokasi penelitian. Penelitian ini memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat dan luaran penelitian yang diharapkan dapat menjadi masukan dan informasi bagi daerah dalam usaha meningkatkan perkembangan kawasan wisata di Bali Utara. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuisioner kepada 100 orang wisatawan, menggunakan metode analisis PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan wisata di Bali Utara dapat diprediksikan secara signifikan melalui variabel tata guna lahan dan infrastruktur transportasi dengan kontribusi sebesar 63.4%, dimana variabel infrastruktur transportasi berpengaruh lebih signifikan yaitu 65.7% daripada variabel tata guna lahan sebesar 19%. Sedangkan tata guna lahan memiliki kontribusi sebesar 70.4% terhadap infrastruktur transportasi

    Analisis karakteristik dan tingkat kekumuhan pada kawasan permukiman di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali

    No full text
    Rapid population growth leads to the expansion of residential areas, increasing the demand for land. Unpreparedness in anticipating the speed and dynamics of urban growth can result in the emergence of slum settlements. This study focuses on the settlements in Pengambengan Village, Jembrana Regency, Bali, which are predominantly inhabited by fishermen and are considered to be slums. If the growth of these slum settlements is not controlled, the environmental quality will continue to decline as these settlements expand. Therefore, it is crucial to understand the characteristics of these settlements.  To understand the characteristics of these slum settlements, it is crucial to examine their features. Through this research, an analysis will be conducted to determine the characteristics of the slum settlement in Pengambengan. This study employed a mixed-method approach, combining data collection through observation and interviews, as well as data collection from various sources to complement existing survey results. The collected data was then analyzed and assessed based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia Number 14/PRT/M/2018. The results of the analysis, which align with the 7 slum conditions including building structures, roads, water supply, drainage system, wastewater management, waste management, and fire protection, yielded a total score of 18. This indicates that the residential in Pengambengan is at a mild level of slum conditions. Despite being relatively low in slum severity, two important aspects should be noted-the provision of qualified drinking water and awareness of fire hazards, as these could have severe consequences for the residents of Pengambengan.Seiring pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, kawasan permukiman pastinya akan mengalami perluasan. Hal ini menyebabkan kebutuhan lahan untuk pemukiman juga semakin meningkat. Ketidaksiapan dalam mengantisipasi kecepatan dan dinamika pertumbuhan kawasan permukiman dapat menimbulkan tumbuhnya permukiman kumuh. Kondisi pemukiman yang perlu mendapat perhatian adalah di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, karena permukiman di desa ini didominasi oleh pemukiman nelayan yang cenderung kumuh. Jika pemukiman kumuh ini tidak dikendalikan pertumbuhannya, maka kualitas lingkungan akan terus menurun sejalan dengan meluasnya pemukiman kumuh ini. Untuk memahami kondisi pemukiman kumuh ini, maka karakteristiknya sangat penting diketahui. Melalui penelitian ini dapat dianalisis karakteristik permukiman kumuh di Desa Pengambengan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan berbagai sumber terkait untuk melengkapi hasil survei yang sudah ada. Data dianalisis dan dinilai berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Pengambengan memiliki tingkat kekumuhan ringan dengan nilai total 18. Meskipun tingkat kekumuhannya rendah, dua hal penting perlu diperhatikan yaitu penting untuk memastikan akses terhadap air minum yang bersih dan aman bagi warga dan perlu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran karena dapat berakibat fatal bagi warga

    0

    full texts

    211

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇