Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
Not a member yet
    59 research outputs found

    Analisis Kesesuaian Lahan Kakao di Kabupaten Simeulue

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui kelas kesesuaian lahan tanaman kakao rakyat di Kabupaten Simeuleu, (2) menentukan satu atau lebih faktor penentu tinggi rendahnya produksi kakao rakyat di Kabupaten Simeulue, (3) untuk mengetahui hubungan antara sesama sifat-sifat lahan antara sifat-sifat lahan dan produksi serta kualitas biji kakao di Kabupaten Simeulue. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Simeulue yang dimulai dari bulan Mei 2011 sampai dengan Agustus 2011. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi kesesuaian yang di kembangkan oleh FAO, dengan menggunakan kriteria yang disusun oleh Pusat Penelitian Kakao dan Kopi Indonesia. Evaluasi kesesuaian lahan dimulai dengan menentukan tapak pengamatan, yang ditetapkan pada kebun kakao rakyat. Hasil penelitian menunjukkan kelas kesesuaian lahan aktual di Kabupaten Simeulue terdiri dari kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas utama adalah curah hujan yang tinggi. Ketinggian tempat berkorelasi nyata negatif dengan kedalaman efektif, fraksi liat, pH H2O, C-organik, N-total, Na-dd, Ca-dd, Al-dd, H-dd, KTK dan kejenuhan basa. Kelerengan berkorelasi nyata negatif dengan kedalaman efektif, fraksi debu, fraksi liat, pH H2O, C-organik, N-total, P-av, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd, KTK dan kejenuhan basa. Kedalaman efektif berkolerasi nyata negatif dengan fraksi debu, pH H2O, C-organik, N-total, P-av, K-dd, Na-dd, H-dd, KTK dan kejuhan basa. Selain ketinggian tempat dan lereng, karakteristik lahan yang mempengaruhi produksi dan mutu buah kakao adalah kedalaman efektif, C-organik, N-total, H-dd, kapasitas tukar kation,fraksi pasir, K-dd, Ca-dd.Analysis of Cacao Land Suitability in Simeulue DistrictAbstract. This research aims to; (1) figure out the class level of the cocoa land suitability of the people in Simeulue regency, (2) specifies one or more factors determining the level of cocoa productivity of the people in Simeulue regency, (3) and clarify the relationship of the land characteristics, land productivity and cocoa bean quality in Simeulue regency. The study was conducted in Simeulue regency from May to August 2011. The suitability classification method developed by FAO combined to the criteria drafted out by Coffee and Cocoa Research Center Indonesia was adapted in this research. The land suitability evaluation started by determining the tread observation which was set in the cocoa farm. The result suggests the actual class level of the land suitability for cacao in Simeulue regency consists of class S3 (marginally suitable) with the major barrier factor is the high rainfall. Location altitude shows a significant negative correlation to the soil effective depth, clay fraction, pH H2O, C-organic, N-total, Na-exchange, Ca-exchange, Al-exchange, H-exchange, CEC and base saturation. The slope of the site suggests a significant negative correlation to the soil effective depth, silt fraction, clay fraction, pH H2O, C-organic, N-total, P-avilable, Na-exchange, Ca-exchange, Mg-exchange, CEC and base saturation. The soil effective depth indicates a significant negative correlation to the silt fraction, pH H2O, C-organic, N-total, P-avilable, K-exchange, Na-exchange, H-exchange, CEC and base saturation. In addition to the altitude and slope of the location, characteristics of the land that affecting cocoa productivity and quality are the effective depth, C-organic, N-total, H-exchange, CEC, silt fraction, K-exchange and Ca-exchange

    Perbedaan Jarak Tanam dan Dosis pupuk Kandang Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Hasil Padi Sawah

    Get PDF
    Plant Spacing Differences and Dose of Manure on Soil Chemical Properties and Yield of Lowland PaddiesAbstract: Objectives of the study were to determine the best plant spacing differences, the dose of manure on soil chemical properties and yield of lowland paddies. Experimental design used was a factorial randomized block design with three replications. The treatments consisted of plant spacing (30 x 15, 30 x 30 and 30 cm x 45 cm) and manure doses (0, 10 and 20 tons manure ha-1). The results showed that a mixture of manure and urea significantly affect the C-organic, N-total and P-available in the soil. The average increase in soil organic C classified as low categories, medium N-total and low P-available. There was significant interaction effect between plant spacing and mixture of manure and urea on Cation Exchange Capacity (CEC) in the soil, so it rises to very high category. Mixture of manure and urea significantly affect grain yield. The average grain yield 6.26 tonnes ha-1 which gained in doses of 10 tons ha-1 manure and urea mixture.Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan jarak tanam yang terbaik, dosis pupuk kandang terhadap sifat kimia tanah dan hasil padi sawah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas jarak tanam (30 x 15, 30 x 30 dan 30 cm x 45 cm) dan dosis pupuk kandang (0, 10 dan 20 ton pupuk kandang ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran pupuk kandang dan urea berpengaruh nyata terhadap C-organik, N-total dan P-tersedia tanah. Rata-rata peningkatan C-organik tanah tergolong kategori rendah, N-total sedang, dan P-tersedia tanah rendah. Terjadi pengaruh interaksi yang nyata antara jarak tanam dan campuran pupuk kandang dan urea terhadap Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, sehingga meningkat sampai kategori sangat tinggi. Campuran pupuk kandang dan urea nyata mempengaruhi hasil gabah. Rata-rata hasil gabah 6,26 ton ha-1 yang terjadi pada takaran 10 ton ha-1 pupuk kandang dan campuran urea

    Potensi dan Strategi Pengembangan Hutan Rakyat di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan hutan rakyat di Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Metode yang digunakan untuk adalah membandingkan data karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman yang akan ditanam yaitu sengon, jabon dan mahoni. Strategi pengembangan hutan tanaman rakyat diperoleh dari analisis SWOT. Hasil penilaian penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan seluruh areal pengamatan secara aktual sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas kelerengan, dan kesesuaian lahan potensial cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas temperatur, curah hujan dan kedalaman efektif. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa total skor faktor internal kekuatan adalah sebesar 3,504; faktor internal kelemahan sebesar 1,481; sedangkan untuk faktor eksternal peluang sebesar 3,573; faktor eksternal ancaman sebesar 1,367. Posisi strategi pengembangan hutan tanaman rakyat terletak pada kuadran 1 dengan nilai koordinat (2,023 ; 2,206). Strategi yang menjadi prioritas untuk diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi SO (strength Oppotunity) yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif dengan memanfaatkan peluang yang ada menjadi kekuatan dalam mengembangkan hutan tanaman rakyat di Kabupaten Bireuen.Potential and Forest of the People Development Strategy in the District of Bireuen Aceh ProvinceAbstract. This study aims to analyze the potential and forest of the people development strategy in the district of Bireuen Aceh Province. The method used are by comparing the characteristics of the land with the requirements of growing crops to be grown is sengon, jabon and mahogany. Forest plantations of the people development strategy derived from the SWOT analysis. The results of assessment of land suitability classes at study sites throughout the observation point has a corresponding class of the actual marginal land suitability (S3) with a slope of the limiting factors and potential land suitability is quite suitable (S2) with the limiting factor of temperature, rainfall and the effective depth. SWOT analysis results showed that the total score internal factor is the strength of 3.504; weakness of internal factors 1.481, whereas the opportunities for external factors of 3.573; external threat of 1.367. The position of the forest plantations of the people development strategy lies in quadrant 1 with the coordinates (2.023; 2.206). The strategy is a priority for this condition is applied in the SO strategy (strength - opportunity) which supports an aggressive policy of growth by leveraging the opportunities that exist to force in developing forest plantations of the people in the district of Bireuen

    Reklamasi Gambut dengan Abu Sekam dan Tanah Mineral

    No full text
    Peat Reclamation With Rice of Waste and Soil MineralAbstract: The objectives of the research were to study deeply changes of several physical and chemical characteristics of peat and yield of peanut due to amelioran of chaff ash and Andisol. The experiment was conducted in Village Suak Ni, Sub District of Johan Pahlawan, District of Aceh Barat, from June to August 2010. Soil analysis was carried out in Laboratory Soil and Plant Analysis, Agriculture Faculty, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. Variables observed were physical (porosity and bulk density) and chemistry (pH, N-total, P-available, K-available, CEC, and base saturation) characteristics and yield of peanut. Results showed that chaff ash and mineral soil (Andisol) was highly significantly interacted on pH, and significantly interacted on N-total, P-available, K-available, CEC, and base saturation, but not significantly interacted on other variables. Chaff ash exerted significant effects on total porosity, bulk density, pH, N-total, P-available, K-available, CEC, base saturation of peat, plant height 30 and 45 DAP (day after planting), filled pod percentage, empty pod percentage, weight of 100 dried grains, dried grain weight per net plot and dried grain weight per hectare, but no significant effect on plant height 15 DAP. Mineral soil exerted significant effects on porosity, bulk density, pH, N-total, P-available, K-available, CEC, base saturation, but no effects on growth and yield of peanut.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji secara mendalam perubahan beberapa sifat fisika dan kimia tanah gambut serta hasil tanaman kacang tanah akibat pemberian amelioran abu sekam dan Andisol. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suak Ni, Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat dan analisis tanah awal dilakukan di Laboratorium Analisis Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2010 sampai dengan Agustus 2010. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat fisika (porositas dan bulk density) dan kimia (pH, N-Total, P-tersedia, K-tersedia, KTK dan KB) serta hasil kacang tanah pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu sekam dan tanah mineral secara interaksi berpengaruh sangat nyata terhadap pH, berpengaruh nyata terhadap N-total, P-tersedia, K-dd, berpengaruh sangat nyata terhadap NTK, dan sangat nyata terhadap KB, sedangkan parameter tidak nyata. Faktor tunggal abu sekam berpengaruh sangat nyata terhadap porositas total, dan Bulk density, berpengaruh sangat nyata terhadap pH, N-total, P-tersedia, K-tersedia, NTK dan KB tanah gambut, tinggi tanaman 30 dan 45 HST, persentase polong bernas, persentase polong hampa, berat 100 biji kering, berat biji kering per plot netto serta berat biji kering per hektar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kacang tanah umur 15 HST. Pemberian tanah mineral berpengaruh sangat nyata terhadap porositas, berpengaruh sangat nyata terhadap bulk density, berpengaruh sangat nyata terhadap pH, tidak nyata terhadap N-total, sangat nyata terhadap P-tersedia, K-dd, NTK dan KB. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tana

    Pemadatan Tanah dan Hasil Kedelai (Glycine max L Merill) Akibat Pemupukan Urea dan Tekanan Ban Traktor

    Get PDF
    Abstrak. Mekanisasi pertanian dengan menggunakan traktor sebagai tenaga penggerak sudah lama dilakukan, dampak buruk penggunaan traktor dan peralatan mekanis lainnya adalah pemadatan tanah. Penelitian bertujuan untuk mengkaji perubahan sifat fisika tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai akibat tekanan ban sebagai tumpuan berat traktor dan pemberian pupuk urea pada pengolahan tanah. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan menggunakan rancangan petak terbagi, terdiri dari tiga variasi tekanan angin ban dan tiga dosis pemberian pupuk urea yaitu: 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1 and 50 kg.ha-1. Parameter yang diamati adalah : (1) sifat fisika tanah (2) kapasitas lapang pembajakan dan (3) hasil kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tekanan ban dan pemberian pupuk nitrogen secara interaksi berpengaruh sangat nyata terhadap permeabilitas tanah. Tekanan ban traktor sangat nyata berpengaruh terhadap berat volume tanah, porositas tanah, permeabilitas tanah, kadar air tanah pada pF 2,54 dan 4,2. Pemberian pupuk nitrogen sangat nyata berpengaruh terhadap permeabilitas tanah, tinggi tanaman dan jumlah cabang produktif pada masing-masing 30 dan 45 HST serta pada berat 100 biji kedelai.Soil Compaction and Soybean Yield Due to Urea and Tractor Tire Pressure TreatmentsAbstract. Mechanization of agriculture by using a tractor propulsion system is old, the adverse effects the use of tractors and other mechanical equipment is soil compaction. Research was aimed to study some soil physical properties, crop growth and yield of soybean affected by tire pressure, as the support heavy tractors and nitrogen. This research is a field experiment using a split plot design, consists of three variations of the tire pressure and the three doses of urea fertilizer was : 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1 and 50 kg.ha-1.The parameters observed was : (1) physical properties of soil (2) plowing field capacity and (3) soybean yields. The results showed that the effect of tire pressure and nitrogen fertilizer interaction was highly significant for soil permeability. Tractor tire pressure has significant influential on the weight of the volume of soil, soil porosity, soil permeability, soil moisture content at pF 2.54 and 4.2. Nitrogen fertilizer has significant influential on the permeability of the soil, plant height and number of productive branches on each of 30 and 45 days after planting, and the weight of 100 seeds of soybean

    Evaluasi Kriteria Kesesuaian Lahan Kopi Arabika Gayo 2 di Dataran Tinggi Gayo

    Get PDF
    Evaluation Criteria of Land Suitability to Arabica Gayo 2 coffee in the Gayo HighlandsAbstract. Nowadays, coffee development policy is directed at production increasing and physical quality of coffee bean. To reach the best production and physical quality of Arabica coffee bean, the cultivation should be conducted on suitable land and follow the requirement for each variety of Arabica coffee. This research is conducted to evaluate the criteria of the land suitability for Arabica Gayo 2 coffee, and to define the land characteristic based on climate and soil that can affect the physical quality of Arabica Gayo 2 coffee bean. This research is treated by using survey method with descriptive analysis and soil sample analysis in the laboratory that taken from each observation site. The observation sites are examined based on altitude and slope of the land. Soil samples were analyzed about the physical and chemical characteristic of the soil. Characteristic and quality of the land from each observation sites were compared with criteria of Arabica coffee land suitability. Meanwhile, to observe the relationship between land characteristic and Arabica Gayo 2 is conducted by multiple linear correlation analysis. The results show that all of the observation sites have actual land suitability class S3 (represented marginally) and S2 (represented enough) with factors of land altitude limiting, land slope, and soil chemical properties. Potential land suitability class of S2 is represented enough with factors of land altitude limiting, land slope, rooting media (effective depth), soil texture, stone surface, and nutrient availability. Potential land suitability class of S3 is represented marginally with land limiting altitude factor. The highest of production average is obtained at Potential land suitability class of S2 with the highest production at land altitude 1400 meters above sea level and slope 40%.Abstrak. Saat ini kebijaksanaan pengembangan kopi diarahkan pada peningkatan produksi dan kualitas fisik biji kopi. Untuk mendapatkan produksi dan kualitas fisik biji yang baik maka penanaman kopi Arabika harus dilakukan pada lahan-lahan yang sesuai dan memenuhi persyaratan bagi masing-masing varietas kopi Arabika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kriteria kesesuaian lahan kopi Arabika Gayo 2 serta menetapkan karakteristik lahan berdasarkan iklim dan tanah yang menentukan kualitas fisik biji kopi Arabika Gayo 2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif serta analisis contoh tanah di laboratorium yang diambil dari masing-masing tapak pengamatan. Tapak pengamatan yang diperiksa dibuat berdasarkan ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Sampel tanah yang dianalisis adalah fisik dan kimia tanahnya. Karakteristik dan kualitas lahan dari masing-masing tapak pengamatan dibandingkan dengan kriteria kesesuaian lahan kopi Arabika. Sedangkan untuk melihat hubungan antar karakteristik lahan dan antara karakteristik lahan dengan produksi kopi Arabika Gayo 2 dilakukan analisis korelasi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua satuan lahan pengamatan mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S3 (sesuai marginal) dan S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas ketinggian tempat, lereng dan sifat kimia tanah. Kelas kesesuaian lahan potensial adalah S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas ketinggian tempat, lereng, media perakaran (kedalaman efektif), tekstur tanah, batu permukaan serta ketersediaan hara dan S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas ketinggian tempat. Rata-rata produksi tertinggi diperoleh pada kelas kesesuaian lahan potensial S2 (sesuai) dengan produksi paling tinggi pada ketinggian tempat 1.400 m dpl dan lereng 40 %

    Efek Jarak Tanam, Umur dan Jumlah Bibit Terhadap Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.)

    Get PDF
    Spacing Effect of Plantation, Age and Number of Seeds on Yield of Rice (Oryza sativa L.)Abstract. The purpose of this research is to obtain the proper standard of seedling age, number of seeds, and spacing of plantation so as to provide growth and rice yield maximally. This research attempted to modify spacing of plantation and habits of farmer used 21-day-after-seedling and number of seeds as many 5 stems or more per planting hole. The spacing of plantation was tested in 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, and 30 cm x 30 cm, the 8-16-day-seedling seeds of age and number of seeds as many 1, 2, and 3 stems per cluster. The design used in this research is Factorial Randomized Block Design (RBD) with 3 replications. The result of this research shows that the spacing of plantation was 30 cm x 30 cm, 8-day-after-seddling-aged seeds and 1 stem of seeds in one hole per cluster may show good results when compared with other treatments. The 30cm x 30cm spacing treatment can provide the slot 8.12 t , the treatment to 8-day-after-seedling result 8.01 t of slot. The ideal number of seeds per cluster is one stem per cluster which can provide 8.09 t of slot.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan standar yang tepat tentang umur bibit, jumlah bibit dan jarak tanam yang tepat sehingga dapat memberikan hasil padi yang maksimal. Penelitian ini mencoba melakukan modifikasi terhadap jarak tanam dan kebiasaan petani selama ini menggunakan bibit umur 21 hari setelah semai dan jumlah bibit 5 batang per lubang tanam atau lebih. Jarak tanam yang diuji 20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm dan 30 cm x 30 cm, umur bibit 8 dan 16 hari setelah semai dan jumlah bibit 1, 2 dan 3 batang per rumpun. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 30 cm x 30 cm, umur bibit 8 hari setelah semai dan jumlah bibit satu batang per rumpun dapat memberikan hasil yang terbaik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan jarak tanam 30 cm x 30 cm dapat memberikan hasil ubinan 8,12 t ha-1, perlakuan umur bibit 8 HSS dapat hasil ubinan 8,01 t ha-1, demikian juga dengan jumlah bibit per rumpun yang baik adalah satu batang per rumpun dapat memberikan hasil ubinan 8,09 t ha-1

    Bahaya Erosi dan Upaya Konservasi Padang Pengembalaan Sapi di Aceh Besar

    Get PDF
    Erosion Hazard Rate and Conservation Effort of Rifle Range at Aceh Besar Abstract: The objectives of the study were to predict levels of erosion hazard and to determine appropriate conservation efforts at pasture of Superior Livestock Breeding Centers (SLBC) of Aceh Cow in Indrapuri, Aceh Besar District. The study used a descriptive survey method. Erosion hazard rate (EHR) was analyzed using USLE formula. Result showed that potential erosion hazard rates in the pasture of the SLBC for each map units of land (MUL) from the largest to the smallest were MUL 2 (456,35 ton ha-1 year-1), MUL 6 (351,52 ton ha-1 year-1), MUL 1 (208,96 ton ha-1 year-1), MUL 3 (160,47 ton ha-1 year-1), MUL 4 (66,63 ton ha-1 year-1), and MUL 5 (6,52 ton ha-1 year-1). There were three classifications of potential EHR, i.e. heavy in MUL 1, 2 and 6; medium in MUL 3 and 4; and very lighting MUL 5. Actual EHR from the biggest to the smallest were MUL 6 (175,76 ton ha-1 year-1), MUL 2 (132,34 ton ha-1 year-1), MUL 1 (60,60 ton ha-1 year-1), MUL 5 (3,26 ton ha-1 year-1), MUL 3 (3,21 ton ha-1 tahun-1), and MUL 4 (1,33 ton ha-1 tahun-1). There were two actual HER i.e. medium in MUL 1, 2 and 6 and very lighting MUL 3, 4, and 5. Direction of appropriate land use in the pasture of SLBC of Aceh Cow in Indrapuri was to apply a vegetative conservation method by planting and propagating urinam grass (Brachiaria decumbens), bladygrass (Imperatacy lindrica) and elephant grass (Pennisetum purpureum).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat bahaya erosi yang terjadi dan menentukan upaya konservasi yang tepat pada padang penggembalaan di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Aceh Kecamatan Indrapuri Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah metode survey. Analisis Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dihitung dengan menggunakan rumus USLE. Tingkat Bahaya Erosi potensial yang terjadi pada padang penggembalaan di BPTU Sapi Aceh Indrapuri berkisar antara 456,35- 6,52 ton ha-1 th-1. Terdapat tiga klasifikasi TBE potensial yaitu berat, sedang,dan sangat ringan . Sedangkan Tingkat Bahaya Erosi aktual adalah 175,76-1,33 ton ha-1 th-1. Terdapat dua klasifikasi TBE aktual yaitu sedang dan sangat ringan. Arahan penggunaan lahan yang tepat pada padang penggembalaan di BPTU Sapi Aceh Indrapuri adalah menerapkan tindakan konservasi metode vegetatif dengan cara menanam dan memperbanyak rumput Brachiaria decumbens, rumput alang-alang (Imperata cylindrica) dan rumput gajah (Pennisetum purpureum)

    Efektivitas Penggunaan Kotoran Ternak untuk Memperbaiki Sifat Kimia Tanah dan Kualitas Rumput Brachiaria humidicola pada Lahan Penggembalaan

    Get PDF
    ABSTRAK. Penelitian dilaksanakan di lahan penggembalaan Desa Leupon Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar pada tanggal 20 Januari sampai 12 Mei 2011. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan jenis dan dosis kotoran ternak terhadap perbaikan sifat kimia tanah dan kualitas rumput Brachiaria humidicola pada lahan penggembalaan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial, yaitu faktor jenis kotoran ternak dan dosis kotoran ternak. Parameter yang diamati yaitu : (1) sifat kimia tanah dan (2) kualitas rumput Brachiaria humidicola (Bh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan dosis kotoran ternak terdapat interaksi terhadap pH H2O, P-tersedia, K-dd, KTK tanah dan C-organik tanah. Faktor tunggal jenis kotoran ternak berpengaruh terhadap P-tersedia, K-dd dan KTK tanah. Dosis kotoran ternak berpengaruh terhadap pH H2O dan KCl, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd dan KTK tanah. Jenis dan dosis kotoran ternak secara interaksi berpengaruh terhadap protein kasar dan serat kasar serta kadar abu. Faktor tunggal jenis kotoran ternak berpengaruh terhadap bahan kering dan serat kasar rumput Brachiaria humidicola. Dosis kotoran ternak berpengaruh terhadap protein kasar dan serat kasar serta memberikan hasil terbaik pada dosis 15 ton/ha.The Use of Animal Manure Effectivity to Improve Some Soil Chemical Properties and Quality of Brachiaria humidicola Grass on Grazing LandABSTRACT. The research was conducted on grazing land of Leupon Village in Blang Bintang Sub District, Aceh Besar on January 20 to May 12, 2011. This study was aimed at determining effectiveness of types and doses of animal manure to improve soil chemical characteristics and quality of Brachiaria humidicola grass on grazing land. The experiment used a randomized complete block design (RCBD) in factorial pattern. Factors evaluated were manure types and manure doses. Variables observed were (1) soil chemical characteristics and (2) Brachiaria humidicola grass quality. The results showed that there was significant interaction between types and doses of animal manure on pH-H2O, available P, exchangeable K, soil CEC, and soil organic C. As a single factor, manure types exerted significant effects on available P, exchangeable K, and soil CEC. Manure doses also exerted significant effects on pH- H2O and KCl, soil organic C, total N, available P, exchangeable K, and soil CEC. There were significant interactions between types and doses of manure on crude protein, crude fiber, and ash content. A single factor, types of animal manure exerted significant effects on dry matter and crude fiber of Brachiaria humidicola grass. Doses of animal manure also exerted significant effects on crude protein and crude fiber. The best result was chicken manure at dose of 15 tons per ha

    Karakteristik Tanah Salin Krueng Raya Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah salin di Kemukiman Krueng Raya. Penelitian ini dilakukan pada tiga pedon yang dipilih berdasarkan perbedaan vegetasi yang tumbuh di atasnya (bakau, nipah dan semak halophyta). Di lapangan diamati sifat-sifat morfologinya, kemudian diambil bahan tanahnya dari setiap horison dan dianalisis sifat fisika, kimia, dan mineraloginya di laboratorium. Pada semua horison di pedon IR1 bertekstur liat, pada pedon IR2 tekstur di horison Bt lempung liat berpasir, sedangkan pada pedon IR3 horison Bt1 bertekstur lempung. Reaksi tanah (pH) berbanding lurus dengan kejenuhan basa (KB), pada semua horison mempunyai nilai yang tinggi KB dan pH kecuali pada pedon IR1 horison AB. Selain itu mempunyai pH, daya hantar listrik (DHL), nisbah Na terjerap (SAR) yang tinggi yang merupakan penciri daerah salin. Asam-asam dapat ditukar hanya terdapat pada pedon IR1 horison BA yaitu berupa kation hidrogen 1,76 cmol(+) kg-1 dan alumnium 1,44 cmol(+) kg_1, disebabkan horison tersebut pH-nya rendah (5.00) dan mengandung liat masam. Semua pedon mempunyai mineral mudah lapuk yang tinggi ( 10%), Hal ini menunjukkan tanah belum tua dan kesuburannya cukup baik, namun terdapat faktor-faktor penghambat yaitu kejenuhan Na, SAR, dan DHL yang tinggi. Setiap pedon didominasi oleh mineral smektit serta sedikit kaolinit, illit, kuarsa, dan klorit.Characteristics of Krueng Raya Salin soils at Subdistrict Mesjid Raya Aceh BesarAbstract. This research aimed to investigate the characteristics of saline soil in Kemukiman Krueng Raya. This research was conducted in three selected pedon based on difference of vegetation which is growing on it (mangroves, palm and halophyta shrub). Morphology properties observed in the field, then the soil material taken from each horizon and soil physical, chemical, and mineralogy were analyzed in the laboratory. In all IR1 pedon of horizons has clay texture, on IR2 pedon of Bt horizon has sandy clay loam texture, whereas on IR3 pedon of Bt1 horizon has clay texture. Soil reaction (pH) is proportional to the base saturation (BS), in all of horizons have high BS and pH values except on IR1 pedon of AB horizon. Besides, it has high value of pH, electrical conductivity (EC), and the sodium adsorption ratio (SAR), which is the identifier of saline areas. The exchangeable acids only on pedon IR1 of BA horizon that is hydrogen cation 1.76 cmol (+) kg-1 and aluminium 1.44 cmol (+) kg-1, because of the horizon is low of pH (5.00) and contain of acid clay. All of pedon has high easily weathered minerals ( 10%). This is indicate that the soil has not aged yet and its fertility still quite well, but there are limiting factors that is high of Na saturation, SAR, and DHL. Each pedon dominated by smectite minerals and a little of kaolinite, illite, quartz, and chlorite

    54

    full texts

    59

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇