610 research outputs found

    IMPROVING STUDENTS ABILITY IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPH TROUGH GUIDING QUESTION TECHNIQUE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif dengan menggunakan teknik Guiding Question. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Tes yang digunakan adalah tes menulis teks deskriptif. Metode dalam penelitian ini adalah One Group Pre-test Post-test Design. Desain penelitian menggunakan satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan menggunakan teknik Guiding Question. Sampel yang digunakan adalah 30 siswa/i kelas VIII.1 pada sekolah menengah pertama yang mana siswa tersebut dipilih secara acak. Data penelitian dikumpulkan melalui pre-test dan post-test. Data di analisis dari hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai pada pre-test adalah 54. 58 sedangkan pada post-test adalah 73. 33 atau hasil menunjukan terdapat peningkatan nilai sebesar 18. 75. Kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif akan meningkat ketika mereka belajar menulis menggunakan teknik Guiding Question. Guru disarankan mengaplikasikan teknik Guiding Question dalam mengajar menulis untuk meningkatkan kemampuan siswa.This research was to investigate the increase of the students ability in writing descriptive paragraph by using Guiding Question Technique. This research was quantitative. The instrument was writing test. The method was One Group Pre-test Post-test Design. The design used one class, as the experimental class which received the treatment of Guiding Question Technique. The subject was 30 students at the second grade of junior high school who random selection. The data was collected by administering pre-test and post-test. The data were analyzed from the result of pre-test and post-test. The result showed the average score of pre-test was 54. 58. The result of the post-test was 73. 33 or increase 18. 75. The students ability in writing descriptive paragraph will be better when they are taught by using Guiding Question Technique. Teacher is suggested applying Guiding Question Technique in teaching writing to improve students ability.Keywords: descriptive, guiding question technique, writin

    THE IMPLEMENTATION OF CTL IN TEACHING SPEAKING

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan contextual teaching learning dalam mengubah students speaking achievement dan meningkatkan proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas yang dirancang oleh Arikunto. Subjek dalam penenlitian ini adalah murid kelas VIII SMP N I Tanjung Bintang Lampung Selatan yang berjumlah 37 murid. Dalam menganalisis data, peneliti membagi data dalam dua bagian, yang pertama data dalam proses pembelajaran dan yang kedua data dalam hasil pembelajaran. Analisis data dilakukan sampai semua data terkumpul dari setiap cycle. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa penerapan contextual teaching learning dapat meningkatkan students speaking achievement dan meningkatkan proses belajar mengajar.This classroom action research was to find out how the implementation of Contextual Teaching Learning (CTL) improved the students speaking achievement and teaching learning process. This research used the procedure of classroom action research designed by Arikunto. The subject of this research was the second grade of SMP N I Tanjung Bintang Lampung Selatan which consisted of 37 students. In analyzing the data, the researcher classified the data into two categories: they were the data of learning process and the data of learning product. The data analysis was done during and after the data has been collected from every cycle. Based on the data, the researcher concluded that the implementation of CTL can improve the students speaking achievement and teaching learning process. Therefore, CTL is recommended to be used by teachers to improve their students speaking ability.Keywords : contextual teaching learning , cycle , students speaking achievemen

    COMPARING LITERARY AND NON-LITERARY TEXTS THROUGH CRITICAL READING APPROACH ON READING COMPREHENSION

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginvestigasi apakah ada perbedaan pemahaman siswa yang diajar menggunakan teks literary dan non-literary melalui pendekatan membaca critis. (2) menemukan teks manakah yang paling effektif untuk memahami bacaan. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan studi kuantitatif. Dua kelas dijadikan sampel, yaitu kelas experimen satu menggunakan teks literary dan kelas experimen dua menggunakan teks non-literary. Terdapat dua instrument, yaitu tes reading dan interview. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat pemahaman siswa yang diajar menggunakan teks literary dan non-literary melalui pendekatan membaca kritis. kemudian, teks literary lebih effektif dari non-literary untuk memahami bacaan. Hasil tes hipotesis menunjukan bahwa T-hitung lebih tinggi dari T-tabel (4.402 > 2.002). Jadi disimpulkan bahwa H0 ditolak dan menunjukan bahwa teks literary lebih baik dari non-literary untuk meningkatkan membaca kritis siswa.This study aimed at (1) investigating whether there is a significant difference between the students reading comprehension achievement using literary text and non-literary text through critical reading approach. (2) finding which of the two materials that is more effective in reading comprehension. To achieve this goal, the researcher carried out quantitative study. Two classes have been taken: experimental class one using literary text and experimental class two using non-literary text. There were two instruments used in this research: reading test and interview. The results of data analysis showed there was a significant difference of between the students reading achievement taught by literary text and those taught by non-literary text through critical reading approach. Then, literary text was more effective than non-literary text. Hypothesis test showed that T-value was higher than T-table (4.402 > 2,002). It can be concluded null-hypothesis is rejected. It can be inferred that literary text is better than non-literary text for encouraging students critical reading.Keywords: critical reading approach, literary text, non-literary text, reading comprehension

    THE CORRELATION BETWEEN VOCABULARY MASTERY AND STUDENTS READING COMPREHENSION

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penguasaan kosakata dan kemampuan membaca siswa. Populasi dalam studi ini adalah kelas dua MIA 3 siswa SMAN 1 Sidomulyo. Ada 30 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah tes kosakata dan tes membaca. Hasil perhitungan SPSS menunjukkan persentase rata-rata kemampuan membaca adalah 63,4% dan persentase rata-rata penguasaan kosakata adalah 60%, dan hasil perhitungan SPSS untuk korelasinya adalah 0,989. Koefisien korelasi lebih tinggi bahwa nilai kritis tabel (0,989> 0,32). Analisis statistik menunjukkan korelasi antara penguasaan kosakata siswa dan membaca adalah signifikan (p .32). The statistical analysis showed that the correlation was significant (p< .01; p= .000). Therefore, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted.Keywords : correlation, vocabulary mastery, reading comprehensio

    COMPARATIVE STUDY OF AUTHENTIC AND MODIFIED MATERIALS IN TEACHING DESCRIPTIVE WRITING

    Get PDF
    Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada nilai menulis siswa antara siswa yang diajar melalui materi otentik dan modifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada 32 siswa kelas VIII3 dan 32 siswa kelas VIII4. Test menulis digunakan untuk mengumpulkan data. Data dihitung menggunakan Independent Group T-Test of SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada nilai menulis siswa antara siswa yang diajar melalui materi otentik dan modifikasi. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa pada kelas VIII3 meningkat dari 69.37 (pre-test) ke 80.04 (post-test) dan pada kelas VIII4 nilai rata-rata siswa meningkat dari 69.34 (pre-test) ke 82.62 (post-test). Dengan kata lain, materi modifikasi lebih baik digunakan untuk mengajar menulis teks deskriptif bahasa Inggris dibandingkan dengan materi otentik.The aim of this research was to find out whether or not there was a significant difference of the students writing achievement between students who were taught through authentic and modified materials. This research used quantitative approach and was conducted to 32 students in class VIII3 and 32 students in class VIII4. Writing test was used to collect the data. The data were calculated by using Independent Group T-Test of SPSS. The result of the data analysis showed that there was a significant difference of the students writing achievement between students who were taught through authentic and modified materials. It could be seen from students mean score in class VIII3 increased from 69.37 (pre-test) to 80.04 (post-test) and in class VIII4, students mean score increased from 69.34 (pre-test) to 82.62 (post-test). In short, modified material was better for teaching descriptive text writing English than authentic material.Keywords: authentic material, modified material, writing achievement

    THE EFFECT OF PQ4R STRATEGY IN READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginvestigasi apakah ada perbedaan pada pemahaman membaca siswa sebelum dan sesudah diajar menggunakan strategi PQ4R. (2) menemukan aspek membaca manakah yang paling meningkat setelah diajar menggunakan strategi PQ4R. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan studi kuantitatif kelas sebagai sampel, melibatkan satu kelas. Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes membaca. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada pencapaian pemahaman membaca siswa setelah diajar menggunakan strategi PQ4R. Kemudian, pemahaman kosa kata adalah aspek yang paling meningkat diantara aspek yang lain. Hasil tes hipotesis menunjukan bahwa nilai signifikan (2- tailed) adalah 0.000 (p<0.05). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan menunjukan bahwa strategi PQ4R dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam membaca di semua aspek terutama dalam aspek memahami kosa kata.This study aimed at (1) investigating whether there was a significant difference of students reading comprehension achievement before and after being taught by using PQ4R strategy. (2) finding out the aspects of reading comprehension achievement of the students that increase most after being taught by using PQ4R strategy. The researcher carried out quantitative study with one group Pre-test Post-test Design, involving one class as experimental class. The instrument in this research was reading test. The results of data analysis showed there was a significant difference on students reading comprehension achievement after being taught by using PQ4R strategy. Then, understanding vocabulary increased the most than the other aspects. Hypothesis test showed that the significance value (2- tailed) was 0.000 (p<0.05). It could be concluded that null-hypothesis was rejected, and it be inferred PQ4R strategy increase the students reading comprehension in all aspects especially in understanding vocabulary.. Keywords: effect, pq4r strategy, reading comprehensio

    USING ORAL ERROR CORRECTION IN STORYTELLING TO IMPROVE STUDENTS SPEAKING ACHIEVEMENT

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbedaan signifikan pada prestasi berbicara siswa setelah diajarkan dengan menggunakan teknik oral error correction, menemukan apakah oral error correction dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa pada aspek kosa kata, kelancaran, pemahaman, pelafalan, dan tata bahasa, serta proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dipilih secara khusus berdasarkan tingginya nilai bahasa inggris yaitu kelas XI IPA1 di SMAN 1 Sidomulyo. Data diperoleh dengan mengadakan pretest, treatment, dan posttest. Hasil menyimpulkan bahwa adanya perbedaan prestasi belajar siswa secara signifikan pada level 0.05 karena t-ratio lebih besar dari t-table (6.593 > 2042), oral error correction pada storytelling dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Pada pretest, rata rata siswa adalah 60 sedangkan di posttest menjadi 72.45. Dapat Disimpulkan bahwa oral error correction dapat memberikan meningkatkan kemampian berbicara siswa.The aimed of this study were to find out difference of students speaking achievement after being taught by using Oral Error Correction in Storytelling technique, find out whether Oral Error Correction in Storytelling can be used to improve students speaking aspects in terms of vocabulary, fluency, comprehension, pronunciation, grammar and learning process or not. This research used quantitative research as the research design. It was conducted using one group pre-test post-test design. The subject of this research was class XI IPA 1 of SMAN 1 Sidomulyo. The data were gained by administering pretest, treatment and posttest. The results showed there was significant difference in level 0.05 because t-ratio is higher than t-table (6.593 > 2042), Oral Error Correction in Storytelling technique was applicable to improve the students speaking achievement. In pretest, students means score was 60 while in posttest it became 72.45. It could be inferred that Oral Error Correction in Storytelling technique gave significant improvement on students speaking achievement.Keywords : oral error correction, speaking, achievement

    THE IMPLEMENTATION OF GUESSING MEANING FROM CONTEXT IN IMPROVING STUDENTS READING SKILL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginvestigasi apakah ada perbedaan pada pemahaman membaca siswa sebelum dan sesudah diajar menggunakan strategi guessing meaning from context, (2) menemukan strategi manakah dari guessing meaning from context yang menghasilkan pencapaian yang lebih baik oleh siswa. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan studi kuantitatif melibatkan satu kelas. Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes membaca. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada pencapaian pemahaman membaca siswa setelah diajar menggunakan strategi tersebut. Strategi surrounding words, pictures, experience, dan imagination yang paling signifikan meningkat diantara strategi yang lain. Hasil tes hipotesis menunjukan bahwa nilai signifikan (2- tailed) adalah 0.000 (p<0.05). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan menunjukan bahwa strategi guessing meaning from context dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam membaca di semua aspek.This study aimed at (1) investigating whether there was a significant difference of students reading comprehension achievement before and after being taught by using Guessing Meaning from Context strategy, (2) findingout in terms of strategies for Guessing Meaning from Context which strategies produced better achievement by the students.The researcher carried out quantitative study with one group Pre-test Post-test Design, involving one class as experimental class. The instrument in this research was reading test. The results of data analysis showed there was a significant difference on students reading comprehension achievement after being taught by using Guessing Meaning from Context strategy. Then, surrounding words, pictures, experience, and imagination as the strategiesincreased the most than the otherstrategies. Hypothesis testshowed thatthe significance value (2- tailed) was 0.000 (p<0.05). It could be concluded that null-hypothesis was rejected, and itbe inferred Guessing Meaning from Context strategyincrease the students reading comprehension in all aspects. Keywords: guessing meaning from context, implementation, reading skill

    STUDENTS SPEAKING ACHIEVEMENT THROUGH STORY COMPLETION TECHNIQUE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginvestigasi apakah ada peningkatan pencapaian berbicara sesudah diajar menggunakan teknik story completion, dan (2) menemukan aspek berbicara manakah yang paling meningkat setelah diajar menggunakan teknik story completion. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan studi kuantitatif yang melibatkan satu kelas. Instrumen untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes berbicara dan rekaman. Penelitian ini menggunakan content and construct validity, dan juga inter-rater reliability untuk mengukur konsistensi tes. Hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat peningkatan pencapaian berbicara siswa setelah diajar menggunakan teknik story completion. Kemudian, pemahaman adalah aspek yang paling meningkat diantara aspek yang lain. Hasil tes hipotesis menunjukan bahwa nilai signifikan (2- tailed) adalah 0.000 (p<0.05). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan menunjukan bahwa teknik story completion dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa di semua aspek terutama dalam aspek pemahaman.This study aimed at (1) finding out whether there was an increase of students speaking achievement after being taught through story completion technique, and (2) finding out the aspects of speaking of the students that increase most after being taught through story completion technique. The researcher carried out quantitative study with one group pretest posttest design, involving one class as experimental class. The instrument in this research was speaking test and recording. This study used content and construct validity, and also inter-rater realiability to measure the consistency of the test. The results of data analysis showed there was an increase of students speaking achievement after being taught through story completion technique. Then, comprehensibility increased the most of the other aspects of speaking. Hypothesis test showed that the significance value (2- tailed) was 0.000 (p<0.05). It could be concluded that null-hypothesis was rejected, and it was inferred that story completion technique increase the students speaking in all aspects especially in comprehensibility.. Keywords: speaking, speaking achievement, story completion techniqu

    THE EFFECTIVENESS OF COLLABORATIVE LEARNING IN IMPROVING STUDENTS SPEAKING SKILL

    Get PDF
    Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan atau tidak terhadap kemampuan siswa dalam berbicara setelah diajarkan menggunakan teknik Collaborative Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakanakan di kelas XI IPS 1 yang berjumlah 37 orang. Peneliti menggunakan tes berbicara untuk mengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan kemampuan sisiwa dalam berbicara setelah diajarkan menggunakan teknik Collaborative Learning. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya peningkatan nilai rata-rata siswa dari pretes ke postes yaitu 42.94 ke 72.43, dengan nilai t-table 42.300 dan t-value 2.028. Oleh karena itu dapat disimpulkan jika teknik Collaborative Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara.The aim of this research is to find out whether there is a significant improvement of the students speaking skill after they were taught by using Collaborative Learning. This research used quantitative approach and was conducted to 37 students in class XI IPS 1. The researcher administered speaking test in collecting the data. The result of the data analysis showed that there was a significant improvement in students speaking skill after they were taught by using Collaborative Learning. It could be proven from the improvement of students mean score from pretest to posttest, which was 42.94 to 72.43, with t-table is 42.300 and the t-value is 2.028. In short, Collaborative Learning can improve students speaking skill.Keywords: collaborative learning, improving, speaking skil

    541

    full texts

    610

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    U-JET
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇