U-JET
Not a member yet
610 research outputs found
Sort by
Implementing Clustering Technique in Teaching Descriptive Writing
Tujuan penelitaian ini adalah untuk mengetahui 1) apakah ada peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif dengan menggunakan teknik clustering, dan 2) kesulitan apa saja yang dihadapi oleh siswa dalam menggunakan teknik clustering. Tes yang digunakan adalah tes menulis teks deskriptif dan kuisioner. Data penelitian dikumpulkan melalui pre-test, post-test dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pre-test dan post-test setelah penerapan teknik clustering dengan nilai signifikansi 0.05. Selanjutnya, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam penggunaan kata sifat dan mengembangkan topik utama pada saat menggunakan teknik clustering untuk menulis paragraf deskriptifnya.The aims of this study were to investigate 1) if there was a statistically significant increase of the students’ ability in writing descriptive paragraphs by using clustering technique, and 2) the difficulties the students encountered in using the clustering technique. The writing test and questionnaires were used to collect the data. The data were collected by administering the pre-test, the post-test, and questionnaires. The result showed that there was a statistically significant increase of writing ability between the pre-test and the post-test after the implementing clustering technique with the significant level 0.05. Furthermore, the students most found it difficult to identify adjective and to develop the main idea in clustering the the topic for their descriptive writing
Implementing Clustering Technique in Teaching Descriptive Writing
Tujuan penelitaian ini adalah untuk mengetahui 1) apakah ada peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif dengan menggunakan teknik clustering, dan 2) kesulitan apa saja yang dihadapi oleh siswa dalam menggunakan teknik clustering. Tes yang digunakan adalah tes menulis teks deskriptif dan kuisioner. Data penelitian dikumpulkan melalui pre-test, post-test dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pre-test dan post-test setelah penerapan teknik clustering dengan nilai signifikansi 0.05. Selanjutnya, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam penggunaan kata sifat dan mengembangkan topik utama pada saat menggunakan teknik clustering untuk menulis paragraf deskriptifnya.The aims of this study were to investigate 1) if there was a statistically significant increase of the students’ ability in writing descriptive paragraphs by using clustering technique, and 2) the difficulties the students encountered in using the clustering technique. The writing test and questionnaires were used to collect the data. The data were collected by administering the pre-test, the post-test, and questionnaires. The result showed that there was a statistically significant increase of writing ability between the pre-test and the post-test after the implementing clustering technique with the significant level 0.05. Furthermore, the students most found it difficult to identify adjective and to develop the main idea in clustering the the topic for their descriptive writing
Integrating Moodle In Aesthetic-Efferent Reading Comprehension Activities In Blended Learning Context
Penelitian ini meneliti penggunaan moodle untuk mendukung pemahaman bacaan estetika-efferent dalam kegiatan belajar-mengajar pada konteks pembelajaran campuran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Para siswa di salah satu sekolah menengah atas di Pangkalpinang adalah peserta dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan tiga teknik dalam pengumpulan data; observasi, wawancara dan kuesioner. Data dari observasi di analisis secara qualitative untuk menginvestasi interaksi aktual dalam mengintegrasikan Moodle pada kegiatan membaca pemahaman secara estetika-efferent. Data dari wawancara di transkripsikan dan dianalisis berdasarkan pertanyaan penelitian, sedangkan kuesioner data di analisis menggunakan Skala Likert. Kuesioner menggambarkan sikap siswa terhadap Moodle dalam pembelajaran campuran yang dirumuskan ke dalam tiga kategori (positif, tidak pasti, dan negatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat fitur moodle, upload dan sharing materi, forum, kuis, dan penilaian diterapkan untuk mendukung kegiatan pemahaman bacaan secara estetika-efferent. Data menunjukkan bahwa moodle memfasilitasi siswa dalam kegiatan pemahaman bacaan secara estetika-efferent di dalam forum dan kuis. Sikap siswa terhadap pengintegrasian moodle pada aktivitas membaca secara estetika-efferent adalah positif.This study investigated the use of moodle to support aesthetic-efferent readingcomprehension in teaching and learning activities for blended-learning context. This study was qualitative research. The students at one of senior high schools in Pangkalpinang were the participants in this study. This study employed three techniques in data collection; they were observation, interview and questionnaire.The data from observations were analyzed qualitatively to investigate their actual interaction in integrating moodle for aesthetic-efferent reading comprehension activities. The data from interviews were transcribed and analyzed based on research questions while the data from questionnaires were analyzed by using Likert Scales. The questionnaires portrayed the students attitude toward moodle in terms of blended learning, were formulated into three categories (positive, uncertain, and negative).The results of study showed that four moodle features, uploading and sharing materials, forum, quiz, and grade were applied to support classroom aesthetic-efferent reading comprehension activities. The data showed that moodle facilitated students in aesthetic-efferent reading comprehension activities in forum and quiz. And Students attitude toward integrating of moodle for aesthetic-efferent reading comprehension activities was positive.Keywords: Aesthetic-efferent reading comprehension, blended learning, moodle
The Use of Authentic Material in Increasing Students’ Ability in Writing Descriptive Text
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti i) apakah ada peningkatan signifikan pada keterampilan pemahaman menulis siswa sebelum dan setelah penerapan authentic material ii) aspek menulis yang paling meningkat setelah penerapan authentic material. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa tingkat kedua SMP. Tes menulis digunakan sebagai alat pengumpulan data. Data dianalisis dengan menggunakan Repeated Measure t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan menulis siswa dengan tinggat signifikansi 0.05. Isi adalah aspek menulis yang paling meningkat setelah penerapan authentic material. Hal ini menandakan bahwa authentic material dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa.The objectives of this research were to investigate whether there was statisfically significant improvement of the students’ ability in writing descriptive texts after being taught through the authentic materials. The approach of the research was quantitative. The subjects were 30 students of the second grade of junior high school. The writing tests were used as the research instrument. The data were analyzed by using Repeated Measure t-test. The result showed that there was a statically significant difference of the students’writing achievement with the significant level 0.05. Furthermore, content is the aspect of writing improves the most after the implementation of authentic materials. This suggests that authentic materials facilitate the students to improve their ability in writing skills.Keywords: Writing, Descriptive Text, Authentic Materials
An Analysis of Students’ Translation Quality in Translating an Informative Text Entitled YSEALI to Indonesian
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kualitas terjemahan dalam menerjemahkan teks berjudul YSEALI ke Bahasa Indonesia. Subyek penelitian terdiri dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester enam. Data diperoleh dari tes menerjemahkan dan dianalisis menggunakan skala Nababan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai kualitas akurasi yaitu 47% akurat, 48% kurang akurat dan 5% tidak akurat. (2) nilai kualitas keterbacaan yaitu 62% terbaca, 37% kurang terbaca dan 1% tidak terbaca. (3) nilai kualitas penerimaan yaitu 64% diterima, 34% kurang diterima dan 2% tidak dapat diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas penerjemahan adalah sedang sebagaimana hasilnya tidak terlalu bagus namun juga tidak buruk. Saran yang diusulkan yaitu pertimbangan tiga aspek: akurasi, keterbacaan dan penerimaan dalam proses penerjemahan dan ketika menilai kualitas terjemahan.The objective of this research is to explore the students’ translation quality in translating text entitled YSEALI to Indonesian. The subjects were the sixth semester students of English Education Study Program. The data were collected through a translation test and analyzed using Nababan's scale. The result of the research showed that (1) the quality scores of accuracy were 47% accurate, 48% less accurate and 5% inaccurate. (2) the quality scores of readability were 62% readable, 37% less readable, and 1% unreadable, (3) the quality scores of acceptability were 64% acceptable, 34% less acceptable, and 2% unacceptable. The result indicated that the translation quality was fair as it was not great but also not bad. Some suggestions are put forward including the necessary consideration about the three aspects: accuracy, readability and acceptability in translation process and in assessment of the translation quality. Keywords: translation quality, accuracy, readability, acceptability
The Implementation of PQRST Strategy for Teaching Reading at The First Year of Senior High School
This research aimed to investigate whether there was an improvement in students’ reading ability and students’ responses after the implementation of PQRST strategy in teaching reading at the first year of SMAN 1 Kotagajah. One group pre-test post-test design was used in this research. The data were obtained through reading tests (try out, pre-test and post test) and questionnaire. The result showed that there was there was statistically significant improvement of the students’ reading comprehension ability after the implementation of PQRST strategy at the first grade of SMAN 1 Kotagajah with the significant level of (0.00<0.05). The students’ responses of the implementation of PQRST strategy in teaching reading were positive. This indicates that PQRST strategy facilitates students to improve comprehension ability.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan pemahaman membaca siswa dan untuk mengetahui tanggapan siswa setelah penerapan strategi PQRST dalam pengajaran pemahaan membaca pada siswa tahun pertama di SMAN 1 Kotagajah. One group pre-test post-test design adalah desain yang digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian diperolah berdasarkan test membaca (try out, pre-test and post test) dan angket. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemahaman membaca siswa setelah penerapan strategi PQRST dengan level signifikansi (0.00<0.05). Selain itu, tanggapan siswa terhadap penerapan strategi PQRST dalam pengajaran membaca adalah positif.Hal ini menunjukkan bahwa strategi PQRST meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. Keywords: PQRST strategy, teaching reading, students’ respons
Pairing in Peer Review Technique According to Students' Proficiency Levels on Improving Students' Writing Achievement
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: i) kelompok pasangan yang berbeda menghasilkan prestasi menulis statistik yang berbeda, ii) pengaruh pasangan yang berbeda pada setiap aspek penulisan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Subyek penelitian adalah 42 siswa kelas X SMA. Nelson English language test dan tes menulis digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan skala penilaian Jacob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pasangan yang berbeda menghasilkan prestasi menulis yang berbeda. Selain itu, ada pengaruh yang signifikan secara statistik dari pasangan yang berbeda pada setiap aspek penulisan. Hal ini menunjukkan bahwa memasangkan siswa dengan tingkat yang sama atau campuran dalam memfasilitasi siswa untuk meningkatkan prestasi menulis mereka.The objectives of the current study were to find out: i) different groups of pairing resulted in statistical different writing achievement, ii) the effect of different pairs on every single aspect of writing. The quantitative approach was used in this study. The subjects were 42 students of the tenth grade of senior high school level. Nelson English language test and writing test were used to collect the data. The data were analyzed using a rating scale of Jacob. The results showed that different groups of pairing resulted in different writing achievement. Furthermore, there was the statistically significant effect of different pairs on every single aspect of writing. This suggests that pairing students with similar or mixed levels can facilitate the students to improve their writing achievement.Keywords : Pairing, peer review technique, writing achievement
Using Dictogloss Technique to Improve Students Writing Ability
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan menulis siswa dengan menggunakan Dictogloss Technique. Tes menulis digunakan sebagai alat pengumpul data dan dilakukan dua kali, yakni sebelum dan sesudah perlakuan. Penelitian ini melibatkan tiga puluh tiga siswa IPS 2 SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung dengan menggunakan metode kuantitatif mengunakan desain eksperimental quisy. Data terkumpul dianalisa menggunakan SPSS v. 20 dan menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan kemampuan menulis siswa sebelum dan sesudah menggunakan teknik tersebut dengan tingkat signifikansi (p = 0,000 < 0, 05). Maka, disimpulkan bahwa Dictogloss Technique dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa pada materi teks hortatory eksposisi.Kata kunci: dictogloss technique, teks hortatory eksposisi, menulis, meningkatAbstract: The aim of the study was to find out whether there was an improvement of students writing ability after the students were taught through Dictogloss Technique. This research was quantitative in nature using pretest and posttest quisy experimental design. The subjects were 33 students of IPS 2 SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Pretest and post-test were used to collect the data. The result of the research analyzed by using SPSS v. 20 and showed that there was a statistically significant increase of students writing ability after the implementation of Dictogloss Technique with the significant level of (p = 0.000 < 0.05). This suggests that Dictogloss Technique facilitates the students to improve their writing ability.Keywords: dicogloss technique, hortatory exposition text, writing ability, increas
comparison between students' reading comprehension through buzz group and herringbone technique
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbedaan kemampuan membaca siswa setelah diajar dengan teknik buzz group dan herringbone Subjek penelitian ini adalah 37 siswa di SMA Utama 2 Bandar Lampung. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca siswa yang diajar dengan teknik buzz group dan herringbone dengan tingkat signifikan 0.000<0.05. Tetapi teknik buzz group lebih baik dari pada herringbone dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa teknik buzz group adalah teknik yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.This study was intended to find out whether there was a statistically significant difference of the students reading comprehension achievement after being taught through buzz group technique and herringbone technique. The subjects were 37 students of SMA Utama 2 Bandar Lampung. The result showed that there was a statistically significant difference of students reading comprehension achievement between buzz group technique and herringbone technique with the significant level 0.000<0.05. This suggested that buzz group technique facilitates the students to improve their reading comprehension achievement in learning English
Improving Students’ Reading Comprehension of Analytical Exposition Text through Think Pair Share Technique
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah ada peningkatan signifikan pada keterampilan pemahaman membaca siswa antara pre-test dan post-test setelah penerapan teknik TPS. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa tingkat kedua SMA. Tes membaca digunakan sebagai alat pengumpulan data. Data dianalisis dengan menggunakan Repeated Measure t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan membaca siswa antara pre-test dan post-test dengan tinggat signifikansi 0.05. Hal ini menandakan bahwa teknik TPS dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan pemahaman membaca siswa.The objectives of the research were to find out whether there was a statistically significant difference of the students’ reading comprehension achievement between the pre-test and post-test in the implementation of TPS technique. The approach of the research was quantitative. The subjects were 30 students of the second grade of SMA. The data were collected through the reading test. The data were analyzed by using Repeated Measure t-test. The result showed that there was a statically significant difference of students’ reading comprehension between the pre-test and post-test with the significant level 0.05. This suggests that TPS technique facilitates the students to improve their achievement in reading comprehension.Keywords: reading, reading comprehension, TPS techniqu