Jurnal Info Kesehatan
Not a member yet
    478 research outputs found

    Pengembangan Model Pengasuhan Keluarga Dalam Upaya Meningkatkan Kecerdasan Emosi Dan Kemandirian Anak-Remaja Di Kabupaten Karangasem Dan Kota Denpasar

    No full text
    At the present time, it is found that there are fundamental changes in almost all families. Many reported cases found discriminating women and children. In discussing children, there are many violations to the safeguard of children. And it happened in their families. Problems occur due to many factors, among others, the increasing role of older people in society, ignorance of the family in performing care for children in the current circumstances. Parents need guidance and direction in helping their children to grow and develop. This study aims to find a simple guide to help parents exercising their role optimally in order to protect children and help them to grow in intelligence and independence. A provision needed by children to face their future. Based on the above background, it can be formulated research problem which is "Do the Family Care is an effort to develop intelligence and independence of children-adolescents in Karangasem Regency and Denpasar City." The purpose of this study is to obtain a simple guidance to family care models in an effort to develop intelligence and independence of children-adolescents in Karangasem Regency and Denpasar City. The research design was quasi-experiment, with pre-post test design. It was done by Paired test and independent t-test. The obtained results with a Paired test, treatment group at STT Dharma Yowana, of Denpasar, it was found that there are significant differences in the variables of emotional intelligence (p = 0.000) and independence (p = 0.000). The treatment group at STT Dharma Bhakti, of Karangasem, showed that no significant difference in emotional intelligence variables (p = 0.010) and independence (p = 0.007). The t-test on independent variables differentiates the treatment groups in both places. After assisting the family, it did not show significant differences in emotional intelligence (p = 0.706). It is also on the independent variable, with p = 0.113, showed that no significant difference. These results show that emotional intelligence and independence of teenagers are more affected by family or parental care, compared to the neighborhood. The expected benefits families can apply the model of appropriate care for children, adolescents to cultivate intelligence and independence children-teenage. Results of research can be a concept of development materials of appropriate care model for children-adolescents to cultivate intelligence and independence of children-adolescents.Pada saat ini, ditemukan bahwa ada perubahan mendasar di hampir semua keluarga. Banyak kasus yang dilaporkan menemukan wanita dan anak-anak yang diskriminatif. Dalam membahas tentang anak-anak, ada banyak pelanggaran terhadap perlindungan anak-anak. Dan itu terjadi di keluarga mereka. Masalah terjadi karena banyak faktor, antara lain, meningkatnya peran orang tua dalam masyarakat, ketidaktahuan keluarga dalam melakukan perawatan untuk anak dalam keadaan saat ini. Orang tua membutuhkan bimbingan dan arahan dalam membantu anak-anak mereka tumbuh dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan panduan sederhana untuk membantu orang tua menjalankan peran mereka secara optimal untuk melindungi anak-anak dan membantu mereka tumbuh dalam kecerdasan dan kemandirian. Suatu ketentuan yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk menghadapi masa depan mereka. Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu "Do the Family Care adalah upaya untuk mengembangkan kecerdasan dan kemandirian anak-anak remaja di Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar." Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan panduan sederhana untuk model perawatan keluarga dalam upaya mengembangkan kecerdasan dan kemandirian anak-anak remaja di Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar. Desain penelitian adalah quasi experiment, dengan desain pre post test. Itu dilakukan dengan uji Paired, dan t-test independen. Hasil yang diperoleh dengan uji Paired, kelompok perlakuan di STT Dharma Yowana, Denpasar, ditemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam variabel kecerdasan emosi (p = 0,000) dan independensi (p = 0,000). Kelompok perlakuan di STT Dharma Bhakti, dari Karangasem, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam variabel kecerdasan emosi (p = 0,010) dan independensi (p = 0,007). T-test pada variabel independen membedakan kelompok perlakuan di kedua tempat. Setelah membantu keluarga, itu tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kecerdasan emosi (p = 0,706). Ini juga pada variabel independen, dengan p = 0,113, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kemandirian remaja lebih dipengaruhi oleh keluarga atau pengasuhan orang tua, dibandingkan dengan lingkungan. Keluarga manfaat yang diharapkan dapat menerapkan model pengasuhan yang tepat untuk anak-anak, remaja untuk membina kecerdasan dan kemandirian anak-anak remaja. Hasil penelitian dapat berupa konsep pengembangan bahan model perawatan yang tepat bagi anak-anak remaja untuk menumbuhkan kecerdasan dan kemandirian anak-anak remaja

    Penyerapan Air Dan Kelarutan Bahan Semen Ionomer Kaca Sebagai Penutup Pit Dan Fisur Gigi

    No full text
    BACKGROUND: Pit and fissure sealants are materials that are often used for preventive maintenance, especially on occlusal surfaces of teeth that are susceptible to caries. All restoration materials that come into contact with water will experience 2 mechanisms, namely the absorption of water, which causes matrix swelling and increased mass and water solubility, namely the release of components from unreacted monomers and causing reduced mass. OBJECTIVE: Measure the value of water absorption and solubility of glass ionomer cement as a cover of the pit and fissure of the tooth. METHODS: 18 specimens of glass ionomer cement sealant material manipulated according to the manufacturer\u27s instructions consisted of six specimens measuring 15 mm in diameter and 1 mm in thickness made for each immersion time. The specimen was put into a desiccator at 37 ° C for 22 hours and then put into another desiccator with a temperature of 23 ° C for 2 hours. The specimen was weighed with a precision scale of 0.1 mg. Measurements are carried out repeatedly until a constant mass is obtained (M1). Next the specimen was put into 40 ml of aquabides and stored in a desiccator at 37 ° C for 1 day, 2 days and 7 days. At the end of each immersion time, the specimen was removed from aquabides, dried with suction paper and vibrated in the air for 15 seconds. Specimens are weighed to get M2. The specimens were reconditioned to the desiccator at 37 ° C for 22 hours and then put into another desiccator with a temperature of 23 ° C for 2 hours and this procedure was repeated one day later, then the mass was weighed repeatedly until a constant mass was obtained (M3). RESEARCH RESULTS: The Kruskal-Wallis statistical test shows that there is no significant difference in the average water absorption value and solubility of materials for immersion for 1 day, 2 days and 7 days. CONCLUSIONS AND RECOMMENDATIONS: The absorption rate of glass ionomer cement as a cover of dental pit & fissure decreased until the second day and increased until the seventh day, with an average absorption of water for 1 day immersion of 42.68g / mm³, 2 days 40, 53g / mm³ and 7 days 42.99g / mm³. Solubility value in water of glass ionomer cement as a cover of dental pit & fissure decreased until the second day then increased until the seventh day, with an average solubility of material for soaking for 1 day at 41.46g / mm³, 2 days 39.39 g / mm³ and 7 days 41,91g / mm³. It was said that there was no significant difference in the value of water absorption and solubility of materials during the immersion period of 1, 2 and 7 days. It is recommended that in the application of glass ionomer cement as a cover of dental pits and fissures, please note in the provision of varnish or protector to reduce the occurrence of water absorption and solubility of the material. In addition, the pit and fissure of the tooth that has been covered, should be controlled 3 months later to find out if the cover is still intact or has been damaged or loose. It is also recommended that there is further research to determine the value of water absorption and solubility of ingredients if soaked in artificial saliva for more than 7 daysLATAR BELAKANG: Pit dan fissure sealant merupakan bahan yang sering digunakan untuk perawatan pencegahan, khususnya pada permukaan oklusal gigi yang rentan karies. Semua bahan restorasi yang berkontak dengan air akan mengalami 2 mekanisme, yaitu penyerapan air, yang menyebabkan pembengkakan matriks serta meningkatnya massa dan kelarutan air, yaitu terlepasnya komponen dari monomer yang tidak bereaksi dan menyebabkan berkurangnya massa. TUJUAN: mengukur nilai penyerapan air dan kelarutan bahan semen ionomer kaca sebagai penutup pit dan fisur gigi. METODE: Sebanyak 18 spesimen material sealant semen ionomer kaca dimanipulasi sesuai petunjuk pabrik terdiri dari masing-masing enam spesimen berukuran diameter 15 mm dan tebal 1 mm dibuat untuk setiap waktu perendaman. Spesimen tersebut dimasukkan ke dalam desikator bersuhu 37C selama 22 jam dan kemudian dimasukkan ke desikator lainnya yang bersuhu 23C selama 2 jam. Spesimen ditimbang dengan timbangan presisi 0,1 mg. Pengukuran dilakukan berulangkali sampai massa konstan didapatkan (M1). Berikutnya spesimen dimasukkan ke dalam 40 ml aquabides dan disimpan pada desikator bersuhu 37C selama 1 hari, 2 hari dan 7 hari. Pada akhir setiap waktu perendaman, spesimen dipindahkan dari aquabides, dikeringkan dengan kertas penghisap dan digetarkan di udara selama 15 detik. Spesimen ditimbang untuk mendapatkan M2. Spesimen direkondisi dengan dimasukkan ke dalam desikator bersuhu 37C selama 22 jam dan kemudian dimasukkan ke dalam desikator lainnya yang bersuhu 23C selama 2 jam dan prosedur ini diulang pada satu hari berikutnya, kemudian massa ditimbang berulangkali sampai massa konstan didapatkan (M3). HASIL PENELITIAN: Uji statistic Kruskal – Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai rata-rata penyerapan air dan kelarutan bahan untuk perendaman selam 1 hari, 2 hari dan 7 hari. KESIMPULAN DAN SARAN: Nilai penyerapan air semen ionomer kaca sebagai penutup pit & fisur gigi mengalami penurunan hingga hari kedua lalu meningkat hingga hari ketujuh, dengan rata-rata penyerapan air untuk perendaman selama 1 hari sebesar 42,68g/ mm³, 2 hari 40,53g/ mm³ dan 7 hari 42,99g/ mm³. Nilai kelarutan dalam air semen ionomer kaca sebagai penutup pit & fisur gigi mengalami penurunan hingga hari kedua lalu meningkat hingga hari ketujuh, dengan rata-rata kelarutan bahan untuk perendaman selama 1 hari sebesar 41,46g/ mm³, 2 hari 39,39g/ mm³ dan 7 hari 41,91g/ mm³. dikatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan untuk nilai penyerapan air dan kelarutan bahan selama masa perendaman 1, 2 dan 7 hari. Disarankan agar dalam pengaplikasian semen ionomer kaca sebagai penutup pit dan fisur gigi harap diperhatikan dalam pemberian varnish atau pelindung agar mengurangi terjadinya penyerapan air dan kelarutan bahan. Selain itu, pit dan fisur gigi yang sudah diberi penutup, hendaknya dikontrol 3 bulan kemudian untuk mengetahui apakah penutupnya masih utuh atau sudah rusak maupun lepas. Disarankan pula agar ada penelitian lanjutan untuk mengetahui nilai penyerapan air dan kelarutan bahan jika direndam di dalam saliva buatan selama lebih dari 7 hari

    Retracted: Promosi Kesehatan Gigi Dengan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Kota Kupang

    No full text
    This article has been retracted at the request of the Editor in Chief of the Jurnal Info Kesehatan volume 15 number 2 of 2017 pages 451-468 because it has been published again in the Jurnal Kesehatan Gigi volume 6 number 2 year 2019 pages 147-156 with DOI: 10.31983/jkg.v6i2.5493. Papers submitted to Jurnal Info Kesehatan should neither published again previously nor be under consideration for publication another journal. Therefore, the author should make a statement upon submitting. Reusing data in any form must follow good citation principles, therefore this paper has ethical violations in the scientific publishing system. Notice of the revocation of "Promosi Kesehatan Gigi Dengan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Kota Kupang" in the Jurnal Info Kesehatan volume 15 number 2 of 2017 pages 451-468.This article has been retracted at the request of the Editor in Chief of the Jurnal Info Kesehatan volume 15 number 2 of 2017 pages 451-468 because it has been published again in the Jurnal Kesehatan Gigi volume 6 number 2 year 2019 pages 147-156 with DOI: 10.31983/jkg.v6i2.5493. Papers submitted to Jurnal Info Kesehatan should neither published again previously nor be under consideration for publication another journal. Therefore, the author should make a statement upon submitting. Reusing data in any form must follow good citation principles, therefore this paper has ethical violations in the scientific publishing system. Notice of the revocation of "Promosi Kesehatan Gigi Dengan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Kota Kupang" in the Jurnal Info Kesehatan volume 15 number 2 of 2017 pages 451-468

    Kondisi Sumur Gali Dan Kandungan Bakteri Escherichia Coli Pada Air Sumur Gali Di Desa Bokonusan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Tahun 2017

    No full text
    The availability of clean water facilities must meet the quantity and quality requirements of the availability of sufficient number of clean water facilities for the population in accordance with the number of people or public Permenkes RI No.416 / MENKES / PER / 1X / 1990 on the terms and quality of clean water that stipulates the amount Escherichia coli in clean water is 0, / 100 ml samples of Escherichia coli bacteria are selected as sanitary indicators because the bacteria Escherichia coli is a normal flora present in the human intestines and intestines of warm-blooded animals. The purpose of this study was to measure the distance of dug wells with pollutant sources, to assess the risk of dug well contamination, to assess the physical construction of dug wells (digging well lips, digging well wall, digging well floor, and SPAL, knowing bacteriological quality (E. coli) in Bokonusan Village Semau Subdistrict of Kab Kupang Year 2017. The type of research used is descriptive research with sample size as many as 8 samples of dug wells in Bokonusan Village Semau Subdistrict, Kupang District in 2017 (Notoatmodjo, 2002). The results showed that from 8 dug wells inspected, it was found that the dug well with the pollutant source did not fulfill the requirement of 87.5% and the category was 12.5%, the level of the pollutant dug well was 75%, the risk was low 25% Construction of dug well on 50% excavation lips 50% unqualified, well floor 62% unqualified, well dug wall well 50% not eligible, SPAL well dug 100% not qualified and examination results of E. coli content on 6 well water dug obtained results 100% containing that does not meet E. coli (100%). The conclusion of this research is that the average distance of dug well from pollutant source is <11 meters, with a medium risk level, the dug well construction is not eligible and there are 6 digging wells containing E. coli, so it is suggested to the community to improve the physical condition of the well dig like well lips, well floor, well wall, and sewerage (SPAL) and always consume drinking water that has been cooked to boil.Ketersediaan sarana air bersih harus memenuhi persyaratan kuantitas maupun kualitas yakni tersediaanya jumlah sarana air bersih yang cukup bagi penduduk sesuai dengan jumlah orang atau masyarakat Permenkes RI No.416/MENKES/PER/1X/1990 tentang syarat-syarat dan kualitas air bersih yang menetapkan jumlah Escherichia coli pada air bersih adalah 0,/100 ml sampel bakteri Escherichia coli di pilih sebagai indikator sanitasi karena bakteri Escherichia coli merupakan flora normal yang ada pada usus manusia maupun usus hewan berdarah panas. Tujuan penelitian ini adalah mengukur jarak sumur gali dengan sumber pencemar, menilai risiko tingkat pencemaran sumur gali, menilai konstruksi fisik sumur gali (bibir sumur gali, dinding sumur gali, lantai sumur gali, dan SPAL, mengetahui kualitas bakteriologis (E. coli) sumur gali di Desa Bokonusan Kecamatan Semau Kab Kupang Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan besaran sampel sebaanyak 8 sampel sumur gali yang ada di Desa Bokonusan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang Tahun 2017 (Notoatmodjo, 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 sumur gali yang diinspeksi diketahui bahwa jarak sumur gali dengan sumber pencemar tidak memenuhi syarat dengan persentasi 87,5% dan kategori memenuhi syarat 12,5%, tingkat risikonya pencemar sumur gali kategori sedang sebanyak 75 %, tingkat risikonya rendah 25% Konstruksi sumur gali pada Bibir sumur gali 50 % tidak memenuhi syarat, lantai sumur 62 % tidak memenuhi syarat, didinding sumur gali 50 % tidak memenuhi syarat, SPAL sumur gali 100 % tidak memenuhi syarat dan hasil pemeriksaan kandungan E. coli pada 6 air sumur gali didapat hasil 100 % mengandung yang tidak memenuhi E. coli (100%). Simpulan dalam penelitian ini adalah jarak rata-rata sumur gali dari sumber pencemar adalah <11 meter, dengan tingkat risiko sedang, pada konstruksi sumur gali tidak memenuhi syarat dan terdapat 6 sumur gali mengandung E. coli, sehingga disarankan kepada masyarakat agar memperbaiki kondisi fisik sumur gali seperti bibir sumur, lantai sumur, dinding sumur, dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan selalu mengkonsumsi air minum yang sudah dimasak sampai mendidih

    Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Kontrol Emosi Pada Penderita TB Paru Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (Bkpm) Magelang

    No full text
    Emotional control is an attempt to reduce emotions to hide or suppress perceived emotions. The deep breathing relaxation technique is believed to help lower the tension and provide calm by stimulating the body releasing Endorphin hormones that can strengthen the immune system, keep brain cells young, fight against, decrease aggressiveness in human relationships, boost spirits, endurance, and creativity. The purpose of the study was to identify the effect of deep breathing relaxation techniques on emotional control in patients with tuberculosis at the Community Lung Health Center (BKPM) Magelang. The research method used quasi-experiment with One Group pre-test-post-test research design without a control group with sample number 29 respondents. The inner breathing duration is done once a week for 4 weeks. The results obtained in this study is that there is a significant difference mean of emotional control before and after deep breathing relaxation with value p = <0.001. The conclusion of this research is the effect of deep breath relaxation on the control of emotion in TB patient in BKPM Magelang.Kontrol emosi merupakan upaya meredam emosi untuk menyembunyikan atau memendam emosi yang dirasakan. Teknik relaksasi nafas dalam dipercaya dapat membantu menurunkan ketegangan dan memberikan ketenangan dengan merangsang tubuh melepaskan hormon Endorphin yang dapat memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuan, menurunkan agresifitas dalam hubungan antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan tubuh dan kreativitas. Tujuan   dari penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap kontrol emosi pada pasien TBC di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen dengan desain penelitian One Group pre-test-post-test tanpa kelompok kontrol dengan jumlah sampel 29 responden. Relakasi nafas dalam dilakukan satu kali perminggu selama 4 minggu. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna   rerata kontrol emosi sebelum dan sesudah relaksasi nafas dalam dengan nilai p = < 0,001. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap kontrol emosi pada penderita TBC di BKPM Magelang

    Health Reproductive Health Services and Its use in Public Health Center Areas of Kupang City

    No full text
    Background: Adolescence is one of the most critical periods in the human life cycle, so a teenage reproductive health service center is needed to provide guidance and health services. Access and acceptability of adolescents in adolescent reproductive health services is lacking. The problem faced by Kupang City Health Office is the program of health care for adolescents (PKPR) is not maximally run in the health center and is still socialized in schools working area of Public Health Center but not all schools, so access teenager to reproductive health problem is still low. Objective: To know the relation of access and acceptability of health service to utilization of reproductive health service of adolescent at Kupang City Health Center. Research Method: Cross-sectional design with quantitative and qualitative approach. Qualitative data were collected by in-depth interview technique. Sampling with simple random sampling. The subject is 110 high school students in the community health centers that have opened adolescent reproductive health service centers. Results: The proportion of adolescent reproductive health service utilization was 26.4%. Bivariable analysis showed a significant relationship between health service access with the utilization of adolescent reproductive health service with p-value <0,05, RP value 20,67 in 95% CI between 4.59-92,99 mean adolescent that utilize reproduction health service Has a 20.67 times greater likelihood in adolescents whose access to health care is easier than in adolescents whose access to health care is difficult. Descriptively, most teenagers need service (85.5%), and have positive attitude (82,7%) and have expectation of reproductive health service at Public Health Center (72,7%). Conclusions: The prevalence of adolescents utilizing reproductive health services is greater in adolescents with access to health care easier than in adolescents whose access to health care is difficult. Acceptability of health services also affects adolescents to utilize reproductive health services

    Kajian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang

    No full text
    STBM merupakan pendekatan dan paradigma pembangunan sanitasi di Indonesia yang mengedepankan prinsip non subsidi melalui pemberdayaan masyarakat dalam rangka membangun perilaku yang hyigienis dan saniter. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program STBM di Desa Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukkan Kepemilikan sarana jamban keluarga di Desa Oelbiteno mencapai 97,30% dengan jenis jamban terbanyak adalah jenis leher angsa yaitu sebanyak 87 sarana dengan tingkat aksesibilitas terbanyak adalah < 5 menit. Kondisi sarana jamban keluarga di Desa Oelbiteno dengan tingkat risiko pencemaran terbanyak berada pada kategori ‘Sedang’ yaitu sebanyak 110 sarana dan terendah pada kategori ‘Tinggi’ yaitu sebanyak 12 sarana. Jenis sarana air bersih yang terbanyak di akses oleh masyarakat di Desa Oelbiteno adalah Mata Air dengan lama waktu akses tertinggi adalah < 10 menit. Kondisi sarana air bersih dengan risiko pencemaran pada kategori ‘Amat Tinggi’ pada sarana Mata Air, dan kategori ‘Rendah’ pada Perpipaan dan Kran umum. Jenis wadah penampungan air minum yang umumnya digunakan oleh masyarakat di Desa Oelbiteno adalah teko, ceret, termos dan jerigen yaitu sebanyak 68 responden dengan frekuensi pembersihan wadah terbanyak pada kelompok frekuensi ‘beberapa kali seminggu’ yaitu sebanyak 61 responden. Peningkatan kualitas sarana atau perbaikan fasiitas sanitasi melalui kegiatan pemberdayaan sangat perlu diperlukan dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan serta derajat kesehatan masyarakat di wilayah ini

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Batang Faloak (sterculia sp.) Terhadap Penurunan Kadar Glukoasa Darah Yang Diinduksi Glukosa

    No full text
    Diabetes mellitus is an abnormality of carbohydrate metabolism caused by elevated blood glucose levels characterized by frequent polyuria, multiple polyphagia, and polidipsi (much to drink). Previous research has shown that plants containing flavonoids have a hypoglycemic activity or are capable of causing a decrease in blood glucose levels and are protected against damage to β cells as an insulin-producing and may increase insulin sensitivity. The aim of this research is to know whether Faloak bark ethanol extract (Sterculia sp.) Has an antidiabetic effect on male rats induced with 50% glucose solution. Extraction method used in this research is the maceration method using ethanol 96%. The test animals used were 20 mice divided into five treatment groups. The treatment group consisted of positive control of metformin 65 mg / kg BW, negative control of 1% Na CMC and extract at dose 150 mg / KgBB, 300 mg / KgBB and 600 mg / kgBW. Glucose levels are measured every 30 minutes for 2 hours. Data were analyzed using ANOVA. This study showed that ethanol extract from the bark of faloak (Sterculia sp) at doses of 150 mg / kgBW, 300mg / KgBB, 600mg / KgBB may affect the decrease in blood glucose in animals induced by glucose.Diabetes mellitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah yang ditandai dengan seringnya mengalami poliuria (banyak buang air kecil), polifagia (banyak makan), dan polidipsi (banyak minum). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tanaman yang mengandung flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau mampu menyebabkan penurunan kadar glukosa darah dan bersifat protektif terhadap kerusakan sel β sebagai penghasil insulin dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit batang Faloak (Sterculia sp.) Memiliki efek antidiabetes pada tikus jantan yang diinduksi dengan larutan glukosa 50%. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode maserasi menggunakan etanol 96%. Hewan uji yang digunakan sebanyak 20 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol positif yaitu metformin 65 mg / kg BB, kontrol negatif Na CMC 1% dan ekstrak pada dosis 150 mg/KgBB, 300 mg/KgBB dan 600 mg/kgBB. Tingkat glukosa diukur setiap 30 menit selama 2 jam. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari kulit kayu faloak (Sterculia sp) pada dosis 150 mg/kgBB, 300mg/KgBB, 600mg/KgBB dapat mempengaruhi penurunan glukosa darah pada hewan yang diinduksi oleh glukosa

    Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Sikap Ibu Hamil Dalam Tes HIV Di Pusat Kesehatan MAsyarakat Sikumana Tahun 2016

    No full text
    Emotional control is an attempt to reduce emotions to hide or suppress perceived emotions. The deep breathing relaxation technique is believed to help lower the tension and provide calm by stimulating the body releasing Endorphin hormones that can strengthen the immune system, keep brain cells young, fight against, decrease aggressiveness in human relationships, boost spirits, endurance, and creativity. The purpose of the study was to identify the effect of deep breathing relaxation techniques on emotional control in patients with tuberculosis at the Community Lung Health Center (BKPM) Magelang. The research method used quasi-experiment with One Group pre-test-post-test research design without a control group with sample number 29 respondents. The inner breathing duration is done once a week for 4 weeks. The results obtained in this study is that there is a significant difference mean of emotional control before and after deep breathing relaxation with value p = <0.001. The conclusion of this research is the effect of deep breath relaxation on the control of emotion in TB patient in BKPM Magelang.Kontrol emosi merupakan upaya meredam emosi untuk menyembunyikan atau memendam emosi yang dirasakan. Teknik relaksasi nafas dalam dipercaya dapat membantu menurunkan ketegangan dan memberikan ketenangan dengan merangsang tubuh melepaskan hormon Endorphin yang dapat memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuan, menurunkan agresifitas dalam hubungan antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan tubuh dan kreativitas. Tujuan   dari penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap kontrol emosi pada pasien TBC di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Magelang. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen dengan desain penelitian One Group pre-test-post-test tanpa kelompok kontrol dengan jumlah sampel 29 responden. Relakasi nafas dalam dilakukan satu kali perminggu selama 4 minggu. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna   rerata kontrol emosi sebelum dan sesudah relaksasi nafas dalam dengan nilai p = < 0,001. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap kontrol emosi pada penderita TBC di BKPM Magelang

    Pesan Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Majalah Gadis

    No full text
    The development of mass media today is so rapid. One of the mass media that still existed in the hearts of readers until now is teen magazines. Teen magazines that still have high oplag is gadi. Girl magazine presents various information that teenagers need including reproductive health and sexuality. However, although adolescent magazines present a wealth of information about health, adolescent knowledge about pro-profits remains low, this is evidenced by the high rates of unintended pregnancies, IMS and HIV / AIDS that begin to infect teenagers. Therefore, this study aims to find out what messages about reproductive health contained in the magazine girl during the period 2006-2012. This research is descriptive research by using ethnographic content analysis approach, the sample in this research is a magazine of girl which contains a message of reproduction health and sexuality during period 2006-2012 as much 72 copies. The results of the study found that there were 43 articles in girl magazines that contained reproductive health messages, as well as messages published about myths related to kespro, puberty, menstruation, and teenage pregnancy. In conclusion, of 43 articles on reproductive health in magazine girls still, have not provided a source and reference to the article.Perkembangan media massa saat ini begitu pesat. Salah satu media massa yang masih eksis dihati pembacanya hingga kini adalah majalah remaja. Majalah remaja yang masih memiliki oplag yang tinggi adalah GADIS. Majalah GADIS menyuguhkan berbagai informasi yang dibutuhkan remaja termasuk kesehatan reproduksi dan seksualitas. Namun walaupun majalah remaja menyuguhkan banyak informasi mengenai kesehatan tetapi pengetahuan remaja mengenai kespro tetap rendah hal ini dibuktikan dengan banyaknya angka kehamilan yang yidak diinginkan, IMS dan HIV/AIDS yang mulai menjangkiti usia remaja. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pesan mengenai kesehatan reproduksi yang termuat dalam majalah GADIS selama periode 2006-2012. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan ethnographic content analisis, sampel dalam penelitian ini adalah majalah GADIS yang memuat pesan kesehatan reproduksi dan seksualitas selama periode 2006-2012 sebanyak 72 eksemplar. Hasil penelitian diperoleh terdapat 43 artikel dalam majalah GADIS yang memuat pesan kesehatan reproduksi, adapun pesan yang dimuat mengenai mitos terkait kespro, pubertas, menstruasi, dan kehamilan remaja. Kesimpulan, dari 43 artikel mengenai kesehatan reproduksi pada majalah GADIS masih belum memberikan sumber dan referensi pada artikelnya

    0

    full texts

    478

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Info Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇