22793 research outputs found
Sort by
Analisis arah kiblat Majisd Nurul Huda dengan menggunakan Teodolit dan Mizwala Qibla Finder
Metode penulisan yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Skripsi ini mendeskripsikan tentang analisis arah kiblat Masjid Nurul Huda dengan menggunakan teodolit dan mizwala qibla finder dalam bentuk kualitatif. Cara mengumpulkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penulisan ini menyimpulkan bahwa: Pertama, penentuan arah kiblat Masjid Nurul Huda dengan menggunakan Teodolit dan Mizwala Qibla Finder adalah menentukan data sudut arah kiblat masjid. Sudut arah kiblat Masjid Nurul Huda 65º 55’ 40.82” dihitung dari Utara ke Barat atau 24º 4’ 40.82” dihitung dari Barat ke Utara dan jika dihitung dati titik Utara Timur Selatan Barat sebesar 294º 4’ 40.82. Penentuan arah kiblat Masjid Nurul Huda menggunakan teodolit langkahnya ialah memasang tripod dan teodolit, menyeimbangkan dua waterpass, memasang baterai, membidik Matahari pada waktu pembidikan, mencari utara sejati dengan rumus 360º - azimut Matahari saat pembidikan, mengarahkan ke arah kiblat masjid sebesar 294º 4’ 40.82”, kemudian menyalakan laser dan membidik ke lantai. Untuk Mizwala Qibla Finder dilakukan persiapan data yang ada dalam software miswala.xls, kemudian input data yang akan dilakukan pengamatan, mencari posisi matahari pada jam pengukuran, mencari arah utara sejati, lalu pindahkan benang sampai nilainya setara dengan arah kiblat yaitu 294º 4’ sebagaimana yang ada dalam tabel excel. Kedua, Hasil kemiringan bila diukur menggunakan Teodolit adalah 3,5° dengan pergeseran sebanyak 339.8 km. Apabila diukur dengan Mizwala Qibla Finder menghasilkan kemiringan 3.5° dengan pergeseran sebanyak 388.5 km. Kemelencengan ini jauh dari batas toleransi arah kiblat sebesar 37 km, 45 km, dan batas kemelencengan ini apabila dalam cakupan wilayah Indonesia nilai azimutnya harus berada diantara 290° - 296°. Maka, arah kiblat Masjid Nurul Huda melenceng jauh dari kakbah.Sejalan dengan kesimpulan di atas maka disarankan: Untuk para peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengukuran kiblat masjid dengan Mizwala Qibla Finder dan Teodolit, ini dikarenakan dua alat ini memiliki akurasi yang baik. Kedua, untuk pengurus masjid nurul huda di desa masangan wetan, kecamatan sukodono, kabupaten sidoarjo untuk disarankan agar menempatkan shaf pada pengukuraan yang tepat, yakni pada garis yang telah digaris oleh peneliti. Juga sebaiknya Ketika membangun masjid dikonsultasikan ke pihak yang memahami terkait arah kiblat dan penentuannya sehingga masyarakat dapat kusuk dan yakin atas arah kiblat yang telah diarahkan dengan akurat, dari sini maka tidak timbul keragu-raguan Ketika menjalankan ibadah salat
Analisis strategi penyampaian pembelajaran pada masa transisi pandemi covid-19 di MIN 2 Kota Surabaya
Latar belakang penelitian ini dikarenakan adanya perubahan tatanan kehidupan akibat wabah virus covid-19 yang berdampak pada dunia pendidikan. Salah satunya perubahan sistem kegiatan pembelajaran yang mengharuskan guru merancang pembelajaran baru yang menyenangkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini membuat guru dan siswa harus beradaptasi dengan kondisi belajar baru. Materi yang disampaikan kurang maksimal dengan ketersediaan waktu yang terbatas. Dengan adanya pengurangan jam belajar, guru perlu mempersiapkan strategi penyampaian pembelajaran yang tepat agar materi tetap dapat tersampaikan dengan baik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini 1) Bagaimana media pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan pembelajaran pada masa transisi pandemi covid-19 di MIN 2 Kota Surabaya? 2) Bagaimana interaksi belajar yang digunakan guru dalam menyampaikan pembelajaran pada masa transisi pandemi covid-19 di MIN 2 Kota Surabaya? 3) Bagaimana bentuk belajar mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan pembelajaran pada masa transisi pandemi covid-19 di MIN 2 Kota Surabaya?. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data dengan model Milles and Huberman yaitu (data reduction) reduksi data, (data display) penyajian data, dan (verification) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyampaian pembelajaran pada masa transisi pandemi covid-19 di MIN 2 Kota Surabaya 1) Media pembelajaran yang digunakan pada masa transisi pandemi covid-19 yaitu saat daring menggunakan media verbal guru, video pembelajaran dan power point, saat PTM terbatas menggunakan media verbal guru, bigbook, papan tulis, buku paket dan lembar kerja siswa. 2) Interaksi belajar antara siswa dengan guru saat daring berjalan dua arah baik secara synchronous dan asynchronous, saat PTM terbatas berjalan dua arah. Interaksi antar sesama siswa saat daring tidak terjadi interaksi, saat PTM terbatas berjalan banyak arah, serta interaksi antara siswa dengan media berjalan bermedia baik saat daring dan PTM terbatas. 3) Bentuk belajar mengajar yang digunakan saat daring yaitu kelompok besar. Pada saat PTM terbatas berbentuk kelompok besar bershif dan kelompok kecil
Teologi Al-Ma’ūn dan praktiknya dalam kegiatan organisasi pelajar Islam: studi living Quran pada kegiatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Surabaya
Teologi Al-Ma’ūn yang dikenal sebagaimana telah ada dalam satu abad ini dirasa sudah membeakan kontribusi besar bagi perubahan masyarakat di Indonesia, terkhusus pada aspek pendidikan, kesehatan dan sosial. Tersebarluasnya gerakan teologi ini menjadikan pemahaman masing-masing ortom di berbagai daerah juga memiliki pemahaman dan cara pengaktualisasian yang berbeda-beda. Sehingga perlu adanya pengetahuan yang mengenalkan cirikhas pengamalan Teologi Al-Ma’ūn pada masing masing kota terutama Surabaya. Beberapa rumusan masalah yang diteliti pada penelitian kali ini ialah: 1) Bagaimana pemahaman Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Surabaya terhadap Teologi Al-Ma’ūn, 2) Bagaimana aktualisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Surabaya terhadap teologi al-ma’ūn. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Surabaya terhadap teologi al-ma’ūn serta untuk menemukan aktualisasi IPM Surabaya terhadap teologi al-ma’ūn Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengambil jenis penelitian yang bersifat studi lapangan guna mengetahui resepsi masyarakat dalam memahami Alquran (living quran), dengan menggunakan metode deskriptif-analistis dengan melakukan observasi, wawancara, dan sekaligus dokumentasi. Kemudian mendeskripsikan pemahaman IPM Surabaya terhadap pemahaman mereka mengenai teologi al-ma’ūn dan sekaligus aktualisasinya dalam kegiatannya. Penelitian ini dilakukan karena kurangnya studi yang menjelaskan mengenai aktualisasi teologi Al-Ma’ūn yang sudah di gaungkan dari satu abad lalu. Sekaligus menjelaskan resepsi IPM Surabaya dalam pemahaman maupun aktualisasi. Mengingat kultur organisasi masyarakat yang besar akan memiliki cirikhas tersendiri di masing-masing daerah. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan terkait pemahaman Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Surabaya ialah pemahaman Teologi Al-Ma’ūn peduli masyarakat yang kurang beruntung terutama dalam hal pendidikan, namun tetap kepedulian sosial juga harus di akomodir demi kemashlahatan masyarakat dan pelajar dalam memperoloeh pendidikan yang sesuai Sedangkan dalam aktualisasinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah banyak melakukan kegiatan berbasis masa yang berfokus kepada pendidikan pelajar yang terbelakang dan tertinggal, Dengan Program kerja tersebut dapat di klaim bahwa kegiatan IPM dalam mengaktualisasikan Teologi Al-Ma’ūn ialah pada ranah Pendidikan
Pernikahan pezina perspektif para mufasir: telaah Quran surah al-Nur ayat 3
Penelitian ini disusun oleh Ragil Azmi Ameliya dengan judul “Pernikahan Pezina Perspektif Para Mufasir (Telaah Qur’an Surah Al-Nur ayat 3). Seiring perkembangan zaman pergaulan didunia sudah tidak seperti zaman dahulu, kini banyak masyarakat muda yang membebaskan perkumpulan antara laki-laki dan perempuan tanpa batasan. Sehingga dari perkumpulan tersebut memberi dampak buruk terutama menuju pada jalan perzinahan. Penting bagi para generasi milenial ini untuk memahami bagaimana menghindari hal-hal tersebut. Pernikahan adalah suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan dengan ikatan sesuai dengan anjuran Allah Swt. Tak lepas dari itu seseorang yang ingin menikah pasti memiliki kriteria dalam memilih calon pasangan yang mereka impikan, supaya kelak ketika menjalani liku-liku dalam berumah tangga akan jauh lebih mudah, dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Adapun larangan seorang muslim menikahi seorang pezina atau musyrik. maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pernikahan yang dilakukan oleh seorng pelaku zina dari penafsiran para mufasir seperti penafsiran Ibnu Katsir, M. Quraish Shihab dan Wahbah Zuhaili, diantara ketiga nya memiliki pendapat yang berbeda. Metode yang digunakan untuk mennalisi pernikahah pezina menggunakan kaidah tematik atau yang biasa dikenal dengan metode maudhu’i>. Dalam hal ini penulis mencari ayat yang selaras dengan tema pernikahan pezina kemudian menganalisa ayat tersebut secara mendalam dan seksama agar tidak terjadi kesalahan dalam mengumplkan data. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemahaman bahwasanyazina adalah sesuatu yang dilarang karena memiliki dampak buruk bagi siapa saja yang melanggarnya, sedangkan pernikahan dalam Islam adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk menghindari dari perbuatan zina, karena zina merupakan hal yang dibenci oleh Allah swt dan akan menjerumuskan manusia kedalam suatu jalan yang buruk. Larangan seorang mukmin menikahi seorang pezina dalam Q.s al-Nur ayat 3 turun karena adanya sabab musabab. Tidak luput dari hikmah, Allah menginginkan hambanya untuk selalu menjaga kesucian diri.Para ulama dan mufasir didunia memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam menafsirkannya, seperti Ibnu Katsir yang memberikan pengecualian dalam menetapkah hukum seorang mukmin menikahi seorang pezina asalkan ia mau bertaubat, sedangkan M. Quraish Shihab dan Wahbah Zuhaily melarang tanpa adanya pengecualian. Semua itu tidak terlepas dari pendekatan yang beliau gunakan untuk menafsirkan sebuah ayat dan pertimbangan-pertimbangan Ijtihad dari para ulama
Studi tata kelola sampah dengan mengkaji 3r (reuse, reduce dan recycle) wisata pantai Tlangoh Desa Tlangoh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan
Pengelolaan sampah di wisata pantai Tlangoh masih menggunakan sistem open dump namun akan memiliki nilai ekonomi tinggi apabila sampah di wisata pantai Tlangoh di kelola dengan baik seperti Nilai jual sampah organik dengan harga Rp. 8000/2kg di kemas menjadi produk kompos maka akan mendapatkan nilai jual Rp. 200.000 sedangkan untuk pupuk organik cair (POC) biasa di jual Rp. 20.000-50.000 /liter Sampah anorganik nilai jula Rp.2000kg mampu memberika pemasukan untuk pengelola wisata apabila bisa menangkap potensi timbulan sampah botol plastik, rata-rata pedagang dapat mengumpulkan sampah botol plastik sebesar 0,8 kg/hari apabila jika seluruh potensi sampah botol plastik bisa ditangkap oleh pengelola wisata maka wisata pantai Tlangoh memiliki tambahan pemasukan kurang lebih sebesar Rp. 392.000/minggu untuk 35 warung Penelitian ini dimaksud untuk mengetahui tata kelola sampah di wisata pantai Tlangoh kecamatan Tanjung bumi Kabupaten Bangkalan, timbulan dan jenis sampah yang dihasilkan pada suatu kawasan wisata, serta bagaimana hubungan antara pengetahuan dan perilaku pengelolaan sampah, wisatawan dan pedagang Data penelitian diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran secara langsung dilapangan serta studi pustaka Pengukuran timbulan sampah, volume sampah sampai persentase sampah pada penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada SNI 19-3964-1994 yang telah dimodifikasi, sehingga pengambilan data menjadi 7 hari Data kuesioner akan diolah menggunakan software SPSS 16.0 Pada lokasi penelitian wisata pantai Tlangoh didapatkan hasil timbulan sampah yang bersumber dari pengunjung dan pedagang sebesar 2,44-5,12 kg/hari dengan total timbulan 812,7 kg Sampah yang terkelola di wisata pantai tlangoh baru dilakukan oleh 14 pedagang dari 35 pedagang sebagian mengelola sampah botol plastik serta memanfaatkan bekas kelapa yang terbuang dengan berat sampah yang terkelola sebesar 6,7 kg untuk botol plastik dan organik/kelapa sebesar 112,9 kg dengan persentase sampah belum terkelola sebesar 85% dari 812,7 dan sampah yang terkelola sebesar 15
Relevansi ayat-ayat Al Qur’an dengan teori terkait investasi: studi komparasi Tafsir Ibn Katsir dan Tafsir Asy-Sya’rawi
Investasi ialah sesuatu yang dimiliki perseorangan atau perusahaan diberbagai bidang usaha maupun proyek yang tidak bergerak dan dimiliki serta ditanami modal dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan atau laba periodik atas penjualan yang dimiliki dalam waktu yang lumayan relatif lama. Investasi merupakan salah satu kegiatan yang menunjang majunya perekonomian suatu negara serta merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia.Namun tidak ada ayat ayat Al Qur’an yang secara eksplisit menyinggung tentang kegiatan investasi tersebut. Tulisan ini akan mengkaji bagaimana teori investasi disinggung dalam Al Qur’an dengan menggunakan penafsiran Ibnu Katsir dan Asy Sya’rawi. Tujuan dalam pembuatan yang berjudul “Analisis Konsep Investasi dalam Al Quran (Studi komparatif Muhammad Mutawalli asy Sya’rawi dan Ibn Katsir) adalah mengetahui maksud konsep investasi secara umum, mengetahui perbedaan investasi syari’ah dan konvensional, mengetahui latar belakang dan metodologi penafsiran Ibn Katsir dan as Sya’ra>wi,memahami perbedaan serta persamaan penafsiran Ibn Katsir dan as Sya’rawi.Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif kategori studi kepustakaan,dimana semua bahan yang diperlukan diperoleh dari dokumen perpustakaan dan buku-buku, baik itu Al Quran, tafsir dan buku-buku yang relevan dengan studi ini.Secara implisit, ayat-ayat ini memberikan informasi akan pentingnya investasi, Orang dengan kekayaan financial (keuangan) kemudian menginfakkan hartanya untuk pemberdayaan masyarakat yang kurang mampu melalui usaha produktif. Berdasarkan dua kitab tafsir diatas, disimpulkan bahwa Ibnu Katsir dan as-Sya’rawi tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya saja terdapat khas tersendiri pada masing-masing penafsiran terkait teori investasi
Optimalisasi aspek teknis dan non teknis pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karangbong Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di hampir setiap desa. Salah satu TPST yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo adalah TPST Karangbong. TPST Karangbong dalam pelaksanaannya belum memenuhi persyaratan teknis TPST menurut Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2013 sehingga diperlukan optimalisasi aspek teknis dan non teknis di TPST Karangbong. Optimalisasi aspek teknis TPST Karangbong meliputi pengumpulan sampah, pemindahan sampah, dan pemilahan sampah, sedangkan aspek non teknis yang dioptimalisasi meliputi aspek kelembagaan dan aspek finansial. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengelolaan sampah di TPST Karangbong Kabupaten Sidoarjo, serta untuk menentukan strategi optimalisasai TPST Karangbong Kabupaten Sidoarjo berdasarkan aspek teknis, finansial, dan kelembagaan. Optimalisasi aspek teknis pada penelitian ini dilakukan dengan melihat kondisi eksisting yang ada dan diberikan rekomendasi pengelolaan sampah yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2013. Metode sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode loud count analysis. Aspek non teknis kelembagaan dioptimalisasi dengan memberikan rekomendasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik bagi TPST Karangbong. Aspek non teknis finansial dilakukan dengan memilih opsi pengolahan yang tepat dan efisien bagi TPST Karangbong. Optimalisasi pengolahan sampah organik di TPST Karangbong dilakukan dengan menggunakan metode komposting dengan potensi ekonomi yang dihasilkan dari produksi kompos yaitu sebesar Rp. 1.847.107,-/hari. Optimalisasi pengolahan sampah anorganik direkomendasikan menggunakan metode recycling dengan potensi ekonomi tertinggi yang dihasilkan sebesar Rp. 7.345.924,- dan terendah sebesar Rp. 367.295,-
Analisis kualitas air Sungai Angke di Kota Jakarta Barat menggunakan metode Indeks Pencemar
Sungai Angke di Jakarta barat memiliki panjang sungai 101,2 km memiliki kemiringan rata-rata ± 0,004 pada hulu dan ± 0,000144 pada hilir. Sungai Angke memiliki elevasi 2,0- 225,0 mdpl dan berhulu di area Semplak, Kabupaten Bogor dan bermuara di laut jawa yang memiliki fungsi sebagai air baku dan sering dimanfaatkan sebagai keperluan irigasi, mengairi pertananman. Oleh karena, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan kualitas air dengan menggunakan metode indeks pencemar (IP) mengacu pada KepMenLH No.113 Tahun 2003 dan PP No 22 tahun 2021. Titik pengambilan sampel pada penelitian ini dibagi menjadi tiga titik pengambilan dengan melakukan pengulangan pengambilan sampel secara duplo (dua kali). Parameter yang diuji pada penelitian ini meliputi Total Suspended Solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS), pH, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Dissolved Oxygen (DO), dan suhu. Hasil dari penelitian ini terdapat parameter yang tidak memenuhi baku mutu yaitu BOD pada titik dua dan tiga. COD (Pada semua titik). Sedangkan hasil status mutu air berdasarkan IP untuk titik 1 “Cemar berat” (dengan skor IP 13), titik 2 “Cemar berat” (dengan skor IP 15,17) dan untuk titik 3 “Cemar berat” (dengan skor IP 25, 35)
Persuasive rhetoric used by Hercule Poirot In Hercule Poirot: murder on the Orient Express Movie
This research aim to reveal the usage of rhetorical strategy in the movie Murder on the orient express by Agatha Christie and directed by Kenneth Brannagh. This research has two main problems, first is what are the rhetorical strategy used by the characters during investigation scene and the second is what are the most used rhetorical strategy used in the movie. This research using descriptive qualitative and quantitative methods. The researcher used rhetoric teory from discourse analysis combined with body language and way of speaking teori. This research showing the usage of rhetoric strategy by the detective and the potential suspect during interrogation process in the movie with lies identification theory. The result of this study is both of the detective and the suspect are using rhetorical strategies. The differences is while the detective using rhetorical strategy to make the suspect telling the truth or their unconscious reaction to see their lies based on their body gesture. Otherwise, the suspect used rhetorical strategy to strengthen their argument so it would make confidence impression that they are confidence with their answer
Uji akurasi penentuan arah kiblat menggunakan metode rashdul qiblah beda azimuth
Skripsi ini menggunakan Metode Rashdul Qiblah Beda Azimuth, menjawab dua rumusan masalah, yaitu tentang penentuan arah kiblat menggunakan metode rashdul qiblah beda azimuth dan uji akurasi penentuan arah kiblat menggunakan metode rashdul qiblah beda azimuth. Untuk menjawab dua rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research dengan pendekatan deskripstif kualitatif. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal karya M. Farid Azmi yang berjudul “Metode Ras}du Qiblah Beda Azimuth dalam Penentuan Arah Kiblat” dan informasi mengenai metode rashdul qiblah beda azimuth yang diperoleh dari wawancara dengan M. Farid Azmi selaku pengarang jurnal yang telah disebut sebelumnya. Sumber sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku dan artikel yang berkaitan dengan arah kiblat dan rashdul qiblah. Adapun metode yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data ialah wawancara, observasi, dan dokumetasi. Teknik analisis data yang digunakan penulis ialah deskriptif dan komparatif guna mengetahui tingkat keakurasian dan penggambaran terkait hasil penelitian. Hasil penelitian ini menjawab dua rumusan masalah yang telah disebutkan sebelumnya. Yang pertama yaitu penentuan arah kiblat menggunakan metode rashdul qiblah beda azimuth memiliki perbedaan dengan penentuan arah kiblat menggunakan rashdul qiblah pada umumnya. Penentuan arah kiblat menggunakan metode rashdul qiblah beda azimuth memerlukan penambahan sudut istimewa yaitu sudut 45º, 90º, dan 315º. Perhitungan rashdul qiblah dengan beda azimuth juga memerlukan interpolasi dan pengulangan perhitungan agar menghasilkan hasil yang akurat. Praktik penentuan arah kiblat menggunakan metode ini harus mengikuti ketetentuan yang telah ditetapkan untuk menggaris bayangan benda sehingga menghasilkan arah kiblat. Yang kedua, Hasil pengujian akurasi penentuan arah kiblat menggunakan metode rashdul qiblah beda azimuth menunjukkan bahwa metode rashdul qiblah beda azimuth memiliki hasil yang akurat. Hal ini dibuktikan oleh pengujian yang telah dilakukan oleh penulis bahwa metode rashdul qiblah beda azimuth memiliki hasil yang sama dengan arah kiblat sebenarnya yang dihasilkan oleh theodolite. Setelah melakukan penelitian ini. Penulis memberikan saran agar metode ini dapat lebih banyak digunakan baik untuk pembelajaran maupun untuk praktik dilapangan. Penulis juga menyarankan agar metode ini dapat dikembangkan