UIN Sunan Ampel Surabaya

Digital Library of UIN Sunan Ampel
Not a member yet
    22793 research outputs found

    The study of interruption between Will Smith & Ellen in The Ellen show

    Full text link
    This research focuses analyzing the interruption used by Will Smith and Ellen in the "The Ellen Show" talk show on youtube channel. The researcher identifies the types of interruption and functions of interruption used by Will Smith and Ellen in the data. This study applied a descriptive qualitative method. This research is classified as conversation analysis because it is focused on conversation analysis. The conversation between Will Smith and Ellen represents the data of this study. The source of the study is a transcript of the "The Ellen Show" youtube channel. The researcher applied Ferguson's theory of the types of interruption and Kennedy and Camden's theory of the functions of interruption.The findings of this research, all types of interruptions are found in their conversation. In the conversation, Will Smith found many simple interruptions, which can be concluded as guest stars who have a role in answering and refuting the topic presented by Ellen. It is found that the function of interruption is more dominant, floor-taking for the type of intrusive interruption and agreement for the type of cooperative interruption, Meanwhile, Ellen used a little interruption in the conversation she was leading. Found butting-in interruption, which can be concluded that there is resistance to straightening the topic being discussed. The functions of interruption found are one in each intrusive interruption, except for tangentialization. In cooperative interruptions, most types of clarification are found. It indicates Ellen has control in their conversation

    Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan pemahaman konsep warna sekunder pada Kelompok B Tk Hasyim Asyari Sedati Sidoarjo

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang pemahamannya konsep warna sekunder pada anak kelompok B. Hal ini dibuktikan dari hasil belajar siswa dalam kemampuan pemahaman konsep warna sekunder, menunjukkan bahwa 17 siswa masih belum berkembang atau mulai berkembang dan 2 siswa mampu memahami konsep warna dengan baik. Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan pemahaman konsep wrna sekunder? dan bagaimana pemahaman konsep warna sekunder melalui metode eksperimen pada siswa kelompok B di Tanam Kanak-kanak Hasyim Asy’ari Sedati Sidoarjo? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis Mc. Taggart. Penelitian ini terdiri dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, penilaian unjuk kerja dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif presentase. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) penerapan metode eksperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep warna sekunder terbukti berhasil. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai akhir dari observasi penerapan metode eksperimen sebanyak 94,73. Nilai tersebut masuk pada kriteria sangat baik dengan penilaian 90-100. 2) terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep warna pada anak memalui metode eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari hasil ketuntasan belajar siswa yang berkembang pada siklus I 47,36 (Mulai Berkembang) meningkat pada siklus II menjadi 94,73 (Berkembang sangat baik) dan memenuhi indikator yang diharapkan

    Efektivitas penggunaan e-learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Kelas IV-C MIN 1 Gresik

    Full text link
    Latar belakang dari penelitian ini yaitu adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan proses pembelajaran harus dilaksanakan di rumah dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah kurangnya motivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran daring. Dalam hal ini, peneliti melihat efektivitas penggunaan E-Learning sebagai media pembelajaran daring guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah : 1) Untuk mengetahui Desain pembelajaran E-Learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa; 2) Untuk mengetahui efektivitas penggunaan E-Learning dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif yaitu menggunakan statistik dalam menganalisis data, serta data yang di dapatkan yaitu berupa angka-angka. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif serta desain penelitian One Sample T-Test. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) E-Learning yang digunakan dalam pembelajaran daring di kelas IV-C untuk kegiatan pembelajaran sehari – hari dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, hal ini dapat dilihat dari terpenuhinya nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. 2) Efektivitas penggunaan E-Learning dalam pembelajaran daring terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik Kelas IV-C MIN 1 Gresik ini dibuktikan dari hasil uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test yang menunjukkan nilai asym.sig (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai asym.sig 2-tailed < α (0,05) yang berarti penggunaan media E-Learning efektif sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar daring di kels IV-C MIN 1 Gresik

    Peningkatan kemampuan self regulated learning siswa dalam memecahkan masalah Matematika melalui model core ditinjau dari jenis kelamin

    Full text link
    Kemampuan pemecahan masalah merupakan bagian dari aspek berpikir matematika tingkat tinggi yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan aspek intelektual dan non intelektual. Kemampuan memecahkan masalah tentunya dapat dilatih dengan belajar mandiri atau yang disebut dengan self regulated learning (SRL). Self regulated learning merupakan suatu kemampuan yang terdiri dari empat indikator yakni student interest, self efficacy, self judgement dan self reaction. Dalam penelitian ini digunakan model pembelajaran CORE (connecting, organizing, reflecting, extending). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan SRL siswa, peningkatan kemampuan SRL siswa, mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan perbedaan kemampuan SRL siswa ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 1 Lamongan kelas VIII, sampel yang terpilih adalah kelas VIII C. Desain penelitian yang digunakan adalah desain tes awal dan tes akhir satu kelompok. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen kuesioner untuk mengukur kemampuan SRL dan instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis dengan Uji Wilcoxon digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan SRL, Uji Paired T-Test untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika, dan Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan kemampuan SRL ditinjau dari jenis kelamin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan SRL sebelum pembelajaran menunjukkan siswa laki-laki memiliki rata-rata persentase 58% dengan kriteria cukup dan siswa perempuan 57,61% dengan kriteria cukup. Sedangkan kemampuan SRL sesudah pembelajaran menunjukkan siswa laki-laki memiliki rata-rata persentase 70,30% dengan kriteria kuat dan siswa perempuan 68,84% dengan kriteria kuat. (2) kemampuan SRL siswa laki-laki dan siswa perempuan sesudah pembelajaran lebih baik dari sebelum pembelajaran CORE (3) tes kemampuan awal pemecahan masalah matematika siswa laki-laki memiliki nilai rata-rata sebesar 67,73 dengan kriteria baik sedangkan tes kemampuan akhir sebesar 75,45 dengan kriteria baik. Tes kemampuan awal kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan memiliki nilai rata-rata sebesar 64,87 dengan kriteria baik sedangkan tes kemampuan akhir sebesar 80,39 dengan kriteria sangat baik.(4) tidak ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan setelah pembelajaran mengalami peningkatan dari sebelum pembelajaran. (5) tidak ada perbedaan kemampuan SRL antara siswa laki-laki dan siswa perempuan

    Analisis Yuridis dan Hukum Islam terhadap pertimbangan hukum dikabulkannya izin poligami dalam putusan pengadilan agama Surabaya Nomor 1062/Pdt.G/2019/Pa.Sby

    Full text link
    Metode penelitian yang digunakan untuk penyusunan skripsi ini, menggunakan jenis penelitian library research (studi pustaka), yang bersifat deskriptif dengan pendekatan deduktif. Data primer yang digunakan adalah sumber data Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 1062/Pdt.G/2019/Pa.Sby. didapatkan dari website Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian diolah melalui tahap: editing, sistemasi, dan deskripsi. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan pola pikir deduktif.Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu, pertimbangan hukum dikabulkannya izin poligami putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 1062/Pdt.G/2019/Pa.Sby ternyata hanya memenuhi syarat kumulatif saja tanpa melihat syarat alternatif. Sedangkan analisis yuridis tentang pertimbangan hukum dikabulkannya izin poligami dalam putusan Nomor 1062/Pdt.G/2019/Pa.Sby dianggap tidak sesuai dengan undang-undang karena Pemohon dianggap belum memenuhi syarat alternatif, hanya memenuhi syarat kumulatif saja. Sedangkan, kedua syarat tersebut harus keduanya terpenuhi agar menjadi keputusan yang sah dan tepat. Dalam hukum Islam tentang pertimbangan hukum dikabulkannya izin poligami dalam putusan Nomor 1062/Pdt.G/2019/Pa.Sby adalah tidak menyalahi aturan hukum Islam karena suami sudah berlaku adil sebagaimana dijelaskan dalam An-Nisa ayat 3. Semestinya hakim tidak semata-mata melihat kepada kepentingan syarat kumulatif tetapi juga diperhatikan syarat alternatif karena hal tersebut amanat undang-undang. Diharapkan untuk selanjutnya Majelis Hakim dapat meninjau kembali syarat pengajuan poligami dalam Undang-Undang yang dinilai kontra dengan tujuan perkawinan itu sendiri, sehingga memberi ruang yang konkrit terhadap permasalahan yang ada dengan tetap meminimalisir alasan yang merugikan salah satu dari kedua belah pihak, dan lebih teliti dan berhati-hati dalam memutuskan suatu perkara. Sehingga poligami yang dimaksud tidak merusak norma-norma perkawinan yang sudah ada. Untuk para akademisi Islam agar memberi pengetahuan tentang poligami secara mendalam dan pengertian baik buruk poligami agar tidak terjadi masalah ketika hal itu terjadi. Dan agar tidak menimbulkan hal yang buruk bagi poligami

    Komunikasi antar budaya pada keluarga etnis jawa-china di desa Warugunung kecamatan Karangpilang kota Surabaya

    Full text link
    Komunikasi antarbudaya berlangsung baik pada tingkat antarpribadi maupun antarnegara, dan pada umumnya pemangku kepentingan tidak dapat dipisahkan dari latar belakang budaya sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan proses adaptasi dan akulturasi budaya serta faktor pendukung maupun penghambat dalam komunikasi keluarga etnis Jawa-China di Desa Warugunung Kecamatan Karangpilang Kota Surabaya. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi ke lokasi penelitian, wawancara kepada informan/responden yang berkaitan dengan judul penelitian, dan dokumentasi berupa publikasi foto fenomena yang terjadi. Hasil dari penelitian ini ditemukan pada hasil temuan daintaranya : 1) Sikap menghargai dan toleransi keluarga beda etnis, 2) Sikap menerima akulturasi budaya, 3) Faktor pendukung dan penghambat dalam komunikasi keluarga beda etnis. Kesimpulan penelitian ini adalah Proses adaptasi komunikasi dilakukan keterbukaan komunikasi, bekerja sama, saling melengkapi, menghargai, menghormati, keberlanjutan komunikasi, dan menjunjung tinggi toleransi. Proses akulturasi budaya dalam komunikasi ketika melakukan tradisi hari besar keagamaan secara turun-temurun sesuai kearifan budaya lokal. Faktor pendukung dengan komunikasi terbuka dan gotong royong serta faktor penghambat komunikasi jarak jauh ketika ada keluarga hidup di perantauan

    Prinsip mengasuh anak menurut Elly Risman Musa: analisis relevansinya dengan pendidikan anak usia dini

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena dan tantangan menjalani peran sebagai orang tua dalam mendidik anak pada zaman yang serba maju. Orang tua memiliki peran penting pada anak sebagai madrasah pertama di kehidupan mereka. Perkembangan perilaku dan karakter anak juga bergantung pada gaya pengasuhan yang diterapkan. Elly Risman Musa adalah seorang psikolog spesialis pengasuhan yang memberi gambaran mengenai peran orang tua pada anak. Dalam penelitian ini peneliti merumuskan masalah tentang prinsip pengasuhan Elly Risman, relevansi pengasuhan terhadap pendidikan anak, kelebihan dan kelemahan prinsip pengasuhan sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prinsip pengasuhan Elly Risman, mendeskripsikan relevansi pengasuhan terhadap pendidikan anak, serta mendeskripsikan kelebihan dan kelemahan prinsip pengasuhan dalam keluarga. Selain itu, manfaat dari penelitian ini untuk memberikan pengetahuan tentang prinsip mengasuh anak. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis library research (penelitian kepustakaan) yaitu sebuah penelitian yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi mengenai analisis terhadap isi dalam buku. Sedangkan untuk teknik analisis yaitu menggunakan analisis konten. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari literatur yang berkaitan dengan tema, yaitu buku berupa kisah kepengasuhan berjudul ilmu memeluk anak, dan data sekunder yaitu sumber data berupa kumpulan karya atau literatur buku lainnya dalam batas relevansinya dengan permasalahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pengasuhan menurut Elly Risman adalah keterampilan emosi, wawasan agama serta psikologi dalam menjadi peran sebagai pendidik atau orang tua. Relevansi pengasuhan terhadap anak yakni dapat berupa kasih sayang, pendidikan agama yang bersifat alamiah untuk dapat dikembangkan dalam lingkup keluarga dan sekolah serta untuk kehidupan anak. Kelebihan pengasuhan dalam penelitian ini yaitu sebagai orang tua dapat mengetahui, mengerti serta memahami sebagai pemandu untuk anak. Sedangkan kelemahannya yaitu anak sedikit bergantung terhadap orang lain. Dengan demikian anak akan dapat tumbuh dan berkembang, memilah baik dan buruk, sekaligus dapat membentengi diri dalam kesiapan menghadapi perubahan dan perkembangan zaman saat ini

    Relevansi sholawat pada regulasi diri jama’ah Al-Hijrah gubeng

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegaruh dan hubungan shalawat pada psikis khususnya terhadap regulasi diri pada jamaah shalawat Al-Hijrah Gubeng. Adapun permasalahan penting yang perlu dijawab dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana relevansi shalawat pada psikis?; (2) Bagaimana relevansi shalawat pada regulasi diri pada jamaah shalawat al-Hijrah Gubeng?. Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi di lokasi, serta penelusuran dokumen yang relevan dengan judul penelitian. Kemudian diolah dengan pengolahan data lalu disajikan dalam bentuk narasi dan deskripsi, terakhir diambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, Dapat di ketahui bahwa shalawat memberi pengaruh yang signifikan bagi jiwa khusunya pada jamaah shalawat al- Muhajirin Jojoran. Terbukti bahwa saat mengikuti majelis, jamaah merasa jiwanya tenang dan damai, terhindar dari rasa cemas, gelisah dan gundah. Sehingga dapat lebih tenang dalam menghadapi kehidupan yang komplek dengan problematikanya.. Kedua, shalawat sangat relevan sebagai media penyelesaian problematika hidup pada jamaah shalawat al-Muhajirin Jojoran. Dalam analisis ini dapat di tarik dengan studi teori regulasi diri yang ada dalam studi kejiwaan kemudian disinkronkan dengan proses yang dilakukan jamaah shalawat Al-Muhajirin Jojoran. Secara spesifik, jamaah telak melakukan tahap-tahap yang bisa dikatakan memiliki kemiripan bahkan sesuai dengan proses regulasi diri dari teori kejiwaa

    Fenomena salafi Wahabi di media sosial: studi tentang respons K.H. Ma’ruf Khozin terhadap akidah kelompok salafi Wahabi perspektif teori framing Robert N. Entman

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengulas fenomena Salafi Wahabi di media sosial. Fenomena tentang Salafi Wahabi di media sosial hadir atas perkembangan teknologi informasi yang kini masuk pada era digital. Yaitu era ketika informasi dapat diperoleh secara langsung dan dapat diakses dari manapun. Perbedaan dakwah melalui media sosial dengan dakwah secara konvensional, yakni dai muda di media sosial harus menjadi trendsetter untuk mendapatkan atensi dari pengguna media sosial sehingga tujuan dakwah dapat diterima oleh audience. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis respons K.H. Ma’ruf Khozin mengenai masalah akidah pada kelompok Salafi Wahabi yang diunggah di media sosial Facebook miliknya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis Framing Robert N. Entman dalam menganalisis respons K.H. Ma’ruf Khozin terhadap akidah kelompok Salafi Wahabi. Penelitian ini menggunakan dua perangkat utama yakni seleksi isu dan penonjolan aspek, serta menggunakan empat konsep pokok yaitu: define problem; diagnose cause; make moral judgement; dan treatment recommendation. Penelitian ini berkesimpulan bahwa akidah Salafi Wahabi yang direpons oleh K.H. Ma'ruf Khozin menghasilkan perbedaan yang diakibatkan oleh sumber hukum yang digunakan. Salafi Wahabi hanya menggunakan sumber rujukan dalil hadis yang sahih saja; serta fatwa yang bersumber dari ulama yang mereka ikuti saja. Sedangkan sumber yang digunakan oleh K.H. Ma'ruf Khozin berasal dari beberapa dalil hadis yang tidak hanya berstatus sahih; dan kitab-kitab dari ulama rujukan kelompok Nahdlatul Ulama maupun ulama rujukan kelompok Salafi Wahabi

    Pandangan buya Yahya tentang toleransi dan pluralisme pada akun youtube Al-Bahjah TV perspektif hermeneutika Jorge J.E. Gracia

    Full text link
    Masyarakat Indonesia terkenal dengan kemajemukan dan keberagaman agama. Tentu setiap agama memiliki kecenderungan masing-masing yang berpotensi melahirkan konflik. Konflik yang terjadi di kalangan umat beragama lebih disebabkan kesalahan dalam memahami agama sehingga menyebabkan intoleransi. Intoleransi akan mencederai keharmonisan, keberagaman serta dapat menimbulkan perpecahan. Penelitian ini akan mengulas pandangan Buya Yahya tentang toleransi dan pluralisme pada akun youtube al-Bahjah TV. Kemudian, akan menganalisis pandangan Buya Yahya dengan perspektif Jorge J.E. Gracia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan. Hasil Penelitian menemukan, Pertama fungsi historis memberi pemahaman mengenai latar belakang pandangan Buya Yahya tentang toleransi dan pluralisme. Kedua fungsi makna memberi pemahaman bahwa Islam memberikan kebebasan dalam berkeyakinan, dalam menjalankan agama tentu harus berdasarkan pada kesadaran diri sendiri. Dan ketiga fungsi implikasi, ajaran Islam sangat relevan bagi seluruh umat manusia termasuk pada umat yang berbeda dalam keyakinan, Islam senantiasa menjunjung tinggi kesetaraan dan persamaan sesama manusia

    22,698

    full texts

    22,793

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library of UIN Sunan Ampel
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇