Jurnal Terapan Teknologi Informasi
Not a member yet
106 research outputs found
Sort by
Perancangan Aplikasi Time Management Untuk Mahasiswa Berbasis Gamification
Students commonly encounter challenges in time organization due to assignments and distractions, notably social media. To solve this problem, the application was meticulously crafted employing Design Thinking principles and incorporating gamification elements to bolster student motivation. During the testing phase, Task Scenario was utilized to measure effectiveness, while the System Usability Scale (SUS) was employed to measure user satisfaction. Test results revealed an effectiveness rate of 87,2%, and the SUS yielded an average score of 65.7%. These findings categorize the application within the level D (OK) and high marginal acceptability ranges. It can be inferred that the application still functions normally, and a considerable number of users are able to accept and use it effectively.Mahasiswa sering menghadapi kendala dalam mengatur waktu karena banyaknya tugas dan distraksi contohnya media sosial. Untuk mengatasi masalah ini, aplikasi dikembangkan dengan pendekatan Design Thinking dan menggunakan elemen gamifikasi untuk meningkatkan motivasi mahasiswa. Pada tahap pengujian, digunakan Task Scenario untuk mengukur effectiveness dan System Usability Scale untuk mengukur satisfaction pengguna. Hasil pengujian menunjukkan tingkat effectiveness mencapai 87,2% dan hasil SUS mendaptakan rata-rata 65,7% sehingga termasuk pada kategori tingkat D (OK) dan acceptability ranges pada high marginal. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi ini masih dapat berjalan dengan normal dan beberapa pengguna masih dapat menerima dan menggunakannya dengan baik
Penerapan Choreography Message Broker Untuk Transaksi Data Berbasis Asynchronous RESTful
Currently, hospitals under the Christian Foundation for Public Health (Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum - YAKKUM) operate information systems independently. This implies that each hospital builds and manages its information system independently without systematic involvement with other hospitals. This triggers the emergence of heterogeneous data, necessitating data integration. In enterprise-scale applications, integration issues among application system components will increase with the growing needs and complexity of the application. One way to address this is by implementing middleware with a choreography approach as an intermediary between services. The system implements Axon Server as a message broker configured with an event handler in tracking processor mode. Each service has its own database supported by the implementation of infrastructure using Docker. The system is tested based on scenarios testing the reliability of data transactions between services in rollback or compensating transactions, choreography, and event consumption. Test results indicate that all testing scenarios were successfully executed even when services underwent a reboot during the testing process. Additionally, testing with unit tests, component tests, and integration tests successfully completed 46 test cases per 46 total test cases for the User Service and 27 test cases per 27 total test cases for the Auth Service. However, the test results also revealed anomalies or bugs when processing data transactions based on the saga pattern.Saat ini, rumah sakit yang berada di bawah Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) menjalankan sistem informasi secara independen yang berarti masing-masing rumah sakit membangun dan mengelola sistem informasinya secara mandiri tanpa adanya keterlibatan secara sistematis dengan rumah sakit lainnya. Hal tersebut memicu munculnya sifat heterogen pada data sehingga diperlukannya integrasi data. Pada aplikasi skala enterprise, masalah integrasi antar komponen sistem aplikasi akan bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan kompleksitas aplikasi tersebut. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah mengimplementasikan middleware dengan pendekatan choreography sebagai media penengah antar service. Sistem mengimplementasikan Axon Server sebagai message broker yang dikonfigurasi dengan event handler dengan mode tracking processor. Setiap service memiliki database masing-masing yang didukung dengan penerapan infrastruktur menggunakan Docker. Sistem diuji berdasarkan skenario pengujian keandalan transaksi data antar service pada roll back atau compensating transaction, choreography, dan event consumption. Hasil pengujian menyatakan semua skenario pengujian berhasil diuji bahkan ketika service melakukan reboot di tengah-tengah proses pengujian. Di samping itu, pengujian dengan unit test, component test, integration test berhasil menyelesaikan 46 kasus tes per 46 total kasus tes pada User Service dan 27 kasus tes per 27 total kasus tes pada Auth Service. Namun, hasil pengujian juga menunjukkan adanya kejanggalan atau bug saat memproses transaksi data berbasis saga pattern
Pengembangan Telegram Chatbot Informasi Mahasiswa Menggunakan Wit.ai
Messenger has become a medium that is widely used by humans to communicate and exchange information. Telegram is one of the most widely used Messengers. Telegram has a chatbot feature. Chatbot speeds up receiving information from websites to users. Receiving information through the website requires several steps to obtain information, while chatbots only need requests from users in the form of text. In this study, a Telegram chatbot will be created using Natural Language Processing (NLP) which focuses on several tasks such as Natural Language Understanding (NLU) and Natural Language Generation (NLG). The chatbot training will use the cloud vendor Wit.ai Natural Language Processing (NLP) service. The results of this study are chatbots trained using the Wit.ai NLP Service cloud vendor can process requests from users and provide responses to users according to previously requested information in a short time. The answers given by the chatbot have an accuracy rate above 0.6.Messenger sudah menjadi sebuah media yangbanyak digunakan manusia untuk berkomunikasi dan salingbertukar informasi. Telegram merupakan salah satu messengeryang banyak digunakan. Pada Telegram terdapat fitur chatbot.Chatbot mempercepat penerimaan informasi dari website kepengguna. Penerimaan informasi melalui websitemembutuhkan beberapa langkah untuk mendapatkaninformasi, sedangkan chatbot hanya butuh request daripengguna berupa teks. Pada penelitian ini akan dibuat chatbotTelegram dengan menggunakan Natural Language Processing(NLP) yang berfokus pada beberapa task seperti NaturalLanguage Understanding (NLU) dan Natural LanguageGeneration (NLG). Pelatihan chatbot akan menggunakan cloudvendor Wit.ai NLP service. Hasil dari penelitian ini adalahchatbot yang dilatih dengan menggunakan cloud vendor Wit.aiNLP Service dapat memproses permintaan dari pengguna danmemberikan respon kepada pengguna sesuai dengan informasiyang diminta sebelumnya dalam waktu yang singkat. Jawabanyang diberikan oleh chatbot memiliki tingkat akurasi diatas60%
Implementasi Jquery AJAX Untuk Fitur Pendataan Petani pada Website Dutatani
Dutatani is an integrated information system in the agricultural sector developed by a Duta Wacana Christian University team. Dutatani has several subsystems, including the farmer data collection system. The team developed a web-based farmer data collection system. This system was developed using web version 1.0 when requesting or receiving a response from the server. The system needs to carry out loading and reloading the page. The condition results in additional time for processing and loading the whole page. AJAX technology is part of the web generation 2.0. A website can make page changes without reloading the page through this technology. This feature can speed up the reload time of a web page. In this research, AJAX technology has been applied to improve the performance of the farmer data collection system. The system development stage includes literature study, design, development, and evaluation of the system prototype. Evaluation is carried out by comparing system performance before and after implementing AJAX technology. The research results show that AJAX technology can improve the performance of server requests by 5.2%. A significant difference in performance occurs in the amount of data transfer, where AJAX can increase the performance of the data transfer bit size by 86%.Dutatani merupakan sebuah sistem informasi terintegrasi di bidang pertanian yang dikembangkan oleh tim dari Universitas Kristen Duta Wacana. Dutatani memiliki beberapa subsistem, salah satu diantaranya adalah sistem pendataan petani. Sistem pendataan petani dikembangkan berbasis web. Sistem pendataan petani dikembangkan masih menggunakan versi web 1.0, dimana ketika melakukan request atau menerima response dari server dilakukan proses loading dan reload page untuk mendapatkan perubahan. Hal ini berdampak pada tambahan waktu untuk memproses untuk memuat halaman secara penuh. Teknologi AJAX merupakan bagian dari web generasi 2.0 dimana dapat melakukan perubahan halaman tanpa harus melakukan reload page. Fitur ini dapat mempercepat waktu reload sebuah halaman web. Untuk meningkatkan performance pada sistem pendataan petani dilakukan pengembangan web dengan penerapan AJAX. Tahap pengembangan sistem meliputi studi pustaka, perancangan, pengembangan, dan evaluasi dari prototipe sistem. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan performa sistem sebelum dan setelah menerapkan teknologi AJAX. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknologi AJAX dapat meningkatkan performa waktu request ke server sebesar 5,2%. Perbedaan performa yang signifikan terjadi pada besaran transfer data dimana AJAX dapat meningkatkan performa besaran bit transfer data sebesar 86%
Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Lokasi Embung dengan Menggunakan Metode Višekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR)
Drought is one of the environmental problems that will specifically cause serious problems if it occurs for a prolonged period. One way to overcome this problem is by building reservoirs or small dam as water storage facilities. In Semarang Regency, there are 8 identified locations for small dam candidates, but not all of them can be built within the 5-year budget plan. Decision support systems can be used to determine the priority of candidate small dams based on predetermined criteria, so that budget resources can be utilized optimally. VIKOR (Višekriterijumsko Kompromisno Rangiranje) is one of the Multi-Criteria Decision Making (MCDM) methods used to solve discrete decision-making problems with conflicting criteria. The VIKOR method can be used to rank candidate small dams with multiple criteria. By implementing the VIKOR method into a decision support system, the process of determining the priority of the best small dams in Semarang Regency can be done effectively and efficiently. The information system was developed using the RAD (Rapid Application Development) method with the PHP programming language and MySQL database, and the Codeigniter framework. In the decision support system, the priority ranking for the construction of small dams in Semarang Regency is displayed based on the results of the VIKOR method calculation using several criteria, including topographic factors (vegetation in inundation area, volume of material embankment, and land acquisition area), hydrological factors (live storage/effective storage volume), effectiveness factors (reservoir lifetime and water cost), and accessibility factors (access road to dam\u27s site). The ranking result generated by the decision support system using VIKOR can be used as a reference by decision makers or organizations to improve efficiency in the process of determining the construction of small dams by providing alternative compromise solutions for the best dam options.Kekeringan merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup yang secara spesifik akan menimbulkan permasalahan yang serius bila terjadi dalam waktu yang berkepanjangan. Salah satu cara untuk mengatasi kekeringan adalah dengan membangun embung sebagai tempat penampungan air. Di Kabupaten Semarang teridentifikasi ada 8 calon lokasi pembangunan embung, namun tidak semua calon embung dapat dibangun dalam pembangunan 5 tahun anggaran. Sistem pendukung keputusan dapat digunakan untuk menentukan prioritas calon embung berdasarkan kriteria yang ditentukan, sehingga sumber daya anggaran dapat dimanfaatkan dengan optimal. VIKOR (Višekriterijumsko Kompromisno Rangiranje) merupakan salah satu metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM) yang digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan bersifat diskrit pada kriteria yang bertentangan. Metode VIKOR dapat digunakan untuk melakukan pemeringkatan calon embung dengan banyak kriteria. Dengan mengimplementasikan metode VIKOR ke dalam sebuah sistem informasi pendukung keputusan, proses penentuan prioritas embung terbaik di Kabupaten Semarang bisa dilakukan dengan efektif dan efisien. Sistem informasi yang dibuat dikembangkan menggunakan metode RAD (Rapid Application Development) dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan basis data MySQL dan frameworkCodeigniter. Dalam sistem pendukung keputusan ditampilkan peringkat prioritas pembangunan embung di Kabupaten Semarang berdasarkan hasil dari perhitungan metode VIKOR dengan menggunakan beberapa kriteria meliputi faktor topografi (vegetasi area genangan embung, volume material timbunan, luas daerah yang dibebaskan), faktor hidrologi (volume tampungan efektif), faktor efektivitas (lama operasi dan harga air/m3) dan faktor aksesibilitas (akses jalan menuju site bendungan). Hasil perangkingan dari sistem pendukung keputusan menggunakan VIKOR dapat digunakan sebagai referensi oleh pengambil keputusan atau organisasi guna meningkatkan efisiensi dalam proses penentuan pembangunan embung dengan memberikan solusi kompromi alternatif embung terbaik
Perancangan Modul Pendukung Keputusan Klinis Dalam Peresepan
The manual prescription process has a potential of error, which can lead to undesirable consequences, particularly for patients. As the advancement of technology, the use of decision support systems is necessary to minimize errors in prescription delivery. In this study, a decision support system module will be developed to assist prescription process by transferring knowledge possessed by experts as the knowledge base of the system. This module will use rule-based method as the decision-making method by applying validated rules based on the acquired knowledge base. To test the accuracy of the module’s output, test case design will be used as the method. The result of the research showed that all tested scenarios have the same results as the expected results, indicating that the use of rule-based expert system us effective in developing this decision support module. However, the module can still be improved by adding more data as the knowledge base or integrating the module directly with existing system in clinic or hospital.Pemberian resep secara manual dalam bidang kesehatan memiliki potensi terjadinya kesalahan yang dapat menimbulkan beberapa dampak yang tidak diinginkan khususnya bagi pasien. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan sistem pendukung keputusan diperlukan untuk meminimalisir kesalahan saat pemberian resep. Pada penelitian ini, sebuah modul pendukung keputusan dibuat untuk membantu peresepan dengan memindahkan pengetahuan yang dimiliki oleh pakar sebagai knowledge base dari sistem dan kemudian menggunakan metode rule based sebagai metode pengambilan keputusan oleh modul dengan menerapkan aturan-aturan yang sudah divalidasi oleh pakar berdasarkan knowledge base yang didapatkan. Untuk menguji akurasi dari output yang dihasilkan modul, dilakukan pengujian menggunakan test case design. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu hasil pengujian memperlihatkan bahwa seluruh skenario yang diuji memberikan hasil yang sesuai dengan ekspektasi sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan rule based expert system efektif dalam membangun modul pendukung keputusan kali ini. Tetapi, modul masih dapat dikembangkan dengan menambahkan data untuk membangun knowledge base atau mengintegrasikan modul dengan sistem yang ada pada klinik atau rumah sakit yang ada secara langsung
Pencarian Jadwal Kuliah Pengganti: OUTTER JOIN
The class schedule is determined during student registration, but in practice, there is a possibility of schedule failure due to various reasons, such as a lecturer having other important commitments on that schedule, national holidays, or other reasons. According to academic regulations, the number of face-to-face class meetings has been predetermined, which is 14 meetings. Therefore, if a class meeting fails to take place, it must be replaced with a substitute schedule.
Finding a substitute class schedule does not only consider the availability of the respective lecturer\u27s schedule but also takes into account the availability of classrooms and the schedules of each student to ensure that all students can attend (not attending other courses). This way, the substitute schedule can be implemented without disrupting students\u27 activities.
Unlike previous research, which focused on generating class schedules using search and filtering techniques, this study will display all alternative substitute schedules that can be implemented without disturbing the schedules of lecturers, students, or room usage by utilizing multiple table queries with outer join relationships.
Finding a substitute class schedule does not only consider the availability of the respective lecturer\u27s schedule but also takes into account the availability of classrooms and the schedules of each student to ensure that all students can attend (not attending other courses). This way, the substitute schedule can be implemented without disrupting students\u27 activities.
Unlike previous research, which focused on generating class schedules using search and filtering techniques, this study will display all alternative substitute schedules that can be implemented without disturbing the schedules of lecturers, students, or room usage by utilizing multiple table queries with outer join relationships.
Keywords-class schedule, substitute schedule, lecturer schedule, student schedule, room usage.Jadwal kuliah telah ditetapkan sejak registrasi mahasiswa dilakukan, namun pada prakteknya jadwal tersebut ada kemungkinan gagal dilaksanakan oleh karena berbagai sebab, seperti misalnya dosen ada keperluan penting lain pada jadwal tersebut, hari libur nasional atau alasan lainnya. Sesuai dengan ketentuan peraturan akademik, banyaknya tatap muka perkuliahan sudah ditentukan yaitu 14 kali tatap muka (pertemuan), oleh sebab itu apabila ada tatap muka perkuliahan yang gagal dilaksanakan harus diganti dengan jadwal pengganti.
Pencarian jadwal pengganti kuliah tidak semata-mata memperhatikan jadwal dosen yang bersangkutan, namun juga harus memperhatikan ketersediaan ruang kuliah dan jadwal kuliah masing-masing mahasiswa supaya semua mahasiswa dipastikan dapat hadir (tidak sedang kuliah mata kuliah lain), sehingga jadwal pengganti dapat dilaksanakan tanpa mengganggu kegiatan mahasiswa.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, pada penelitian mengenai generator jadwal kuliah yang lalu dilakukan dengan teknik pencarian dan penyaringan, pada penelitian kali ini sistem akan menampilkan semua alternatif jadwal pengganti yang dapat dilaksanakan tanpa mengganggu jadwal dosen, jadwal mahasiswa maupin jadwal pemakaian ruangan dengan memanfaatkan query multiple table dengan relasi outer join.
Pencarian jadwal pengganti kuliah tidak semata-mata memperhatikan jadwal dosen yang bersangkutan, namun juga harus memperhatikan ketersediaan ruang kuliah dan jadwal kuliah masing-masing mahasiswa supaya semua mahasiswa dipastikan dapat hadir (tidak sedang kuliah mata kuliah lain), sehingga jadwal pengganti dapat dilaksanakan tanpa mengganggu kegiatan mahasiswa.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, pada penelitian mengenai generator jadwal kuliah yang lalu dilakukan dengan teknik pencarian dan penyaringan, pada penelitian kali ini sistem akan menampilkan semua alternatif jadwal pengganti yang dapat dilaksanakan tanpa mengganggu jadwal dosen, jadwal mahasiswa maupin jadwal pemakaian ruangan dengan memanfaatkan query multiple table dengan relasi outer join.
Keywords : Jadwal pengganti, alternatif jadwal, outter joi
Rancang Bangun Aplikasi Point of Sale pada Kedai Kopi Elemen Kopi Berbasis Web
The rapid development of the times has caused all aspects of life to always involve technology. With the rapid development of technology, of course it has positive and negative impacts. The positive impact that can be felt is that technology increases the effectiveness and efficiency of humans at work. One example is Point of Sale technology that can help humans in buying and selling transactions from both the customer and business owner sides.This web-based POS application is a computer software designed using the RAD method to help the owner of Elemen Kopi to record transactions, record stock items such as inventory and ingredients, employee management, make sales reports automatically and in real time. The problem faced was that before the existence of this POS application, Kedai Kopi Elemen Kopi still used a manual bookkeeping system that took a long time to record and was not computerized. This causes a high error rate that may occur. The purpose of designing this application is to provide an easy-used POS application to Kedai Kopi Elemen Kopi owners in recording accounting for both buying and selling transactions, expenditure and entry of goods. With this application, it is hoped that it can help record accounting and manage employees
Rancang Bangun Aplikasi Kawan Pencerita Berbasis Website Menggunakan Metode Prototype
Kawan Pencerita Publisher is a company that provides opportunities for aspiring authors to develop and publish their works. Since its establishment in 2018, Kawan Pencerita Publisher has faced marketing challenges on an annual basis. To address these challenges, the company decided to create a website. A website is a collection of web pages that includes a domain or subdomain and other essential information, making it easier for users to access important details. The objective of this study is to design and develop a Kawan Pencerita Publisher website as a marketing tool, as the current sales are limited to the Instagram social media network. For the website development, the Prototype software development method is utilized. The system testing conducted for the website follows the Blackbox Testing approach, which aims to ensure its optimal performance. The test involved all 11 employees of KP Publisher. The results of the testing indicate that the system functionality is at 100%, meaning that all required functional aspects specified in the project and system requirements are successfully implemented.Kawan Pencerita Publisher adalah sebuah tempat usaha yang mewadahi karya-karya para penulis novel amatir untuk dikembangkan bahkan hingga diterbitkan. Berdiri dari tahun 2018 lalu Kawan Pencerita Publisher setiap tahunnya memiliki permasalahan pada bidang pemasaran, untuk mengatasi permasalahan tersebut maka Kawan Pencerita Publisher bergerak dimulai dari pembuatan website. Website merupakan kumpulan dari halaman-halaman situs yang terdiri dari domain atau subdomain, dan berbagai informasi penting lainnya tersedia dalam website, yang sangat memudahkan kita dalam mencari informasi penting. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat website Kawan Pencerita Publisher sebagai media pemasarannya karena saat ini penjualan masih terbatas hanya pada jejaring media sosial instagram saja. Dalam penerapanya website kawan pencerita ini menggunakan metode pengembagan perangkat lunak Prototype, pengujian sistem pada website yang digunakan dalam penelitian ini adalah Blackbox Testing, dimana pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pakah fitur berjalan dengan baik. Dalam pengujian tersebut yang diuji oleh seluruh pekerja di KP Publisher yang berjumlah 11 orang didapatkan hasil yaitu sistem berfungsi 100% atau semua aspek fungsional yang dibutuhkan oleh KP Publisher dapat berjalan sesuai dengan perancangan dan kebutuhan sistem
Penerapan User Interface Design Pattern untuk Situs Web Katalog Seni Pertunjukan Indonesia
Performing arts play a significant role in the cultural diversity of Indonesia. However, there are still few media outlets that publish information related to performing arts in one centralized platform. Based on the described issue, a performing arts website is needed to display information related to performing arts and have a well-designed user interface.
In this study, an interface design for a performing arts website is developed by applying user interface design patterns as a solution in the interface design process. To achieve a user-centered design that meets users\u27 expectations, the User-Centered Design (UCD) method is employed in the interface design process.
The test results indicate that the interface design has a high level of effectiveness and efficiency, with an effectiveness score of 97.85% and an efficiency score of 96.94%. Additionally, website testing was conducted using the System Usability Scale (SUS) method, which resulted in a usability score of 82.87 for the performing arts website. The obtained results indicate that the performing arts website is well-received and effectively used by users.Seni pertunjukan memainkan peran penting dalam keragaman budaya Indonesia. Namun, masih belum banyak media yang mempublikasikan informasi terkait seni pertunjukan kedalam satu pusat informasi. Berdasarkan permasalahan yang dijelaskan, maka diperlukan situs web seni pertunjukan yang dapat menampilkan informasi terkait seni pertunjukan dan memiliki desain antarmuka yang baik.
Pada penelitian ini, dilakukan perancangan antarmuka untuk situs web seni pertunjukan dengan menerapkan pola desain antarmuka pengguna sebagai solusi dalam perancangan antarmuka. Untuk menghasilkan desain antarmuka yang dapat memenuhi harapan pengguna, digunakan metode User Centered Design (UCD) dalam melakukan proses perancangan antarmuka.
Hasil pengujian menunjukan bahwa desain antarmuka memiliki tingkat efektivitas dan efisiensi yang baik, dengan nilai efektivitas sebesar 97.85% dan nilai efisiensi sebesar 96.94%. Selain itu, pengujian situs web dilakukan menggunakan metode SUS yang mendapatkan tingkat kebergunaan untuk situs web seni pertunjukan sebesar 82.87. Dari hasil yang didapatkan mengindikasikan bahwa situs web seni pertunjukan dapat diterima dan digunakan dengan baik oleh pengguna