38535 research outputs found
Sort by
(JPPM - S5) - Purnamaningsih, Mayangsari, Nugroho, Hasan [2025-09-30]
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada Pemberdayaan Literasi dan Numerasi bagi anak-anak di TK Spacetoon, Desa Jambudipa, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi dasar anak usia dini melalui metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan terintegrasi dengan budaya lokal. Pelaksanaan PKM berlangsung dari 18 Agustus hingga 12 September 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Metode yang digunakan adalah kolaborasi multi-pihak, melibatkan akademisi dari Forum Komunikasi Dosen (FKD) sebagai narasumber, serta partisipasi aktif dari seluruh komunitas sekolah yakni kepala sekolah, guru, komite, orang tua, dan tokoh masyarakat setempat (RT/RW). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada antusiasme dan kemampuan dasar literasi-numerasi anak, serta peningkatan kapasitas guru dan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan komunitas dapat menciptakan model pendidikan holistik yang berkelanjutan, menumbuhkan fondasi belajar yang kuat dan relevan dengan konteks sosial budaya anak
FAKTOR PENDUKUNG MENGONSUMSI SUGAR SWEETENED BEVERAGES PADA REMAJA
Konsumsi Sugar Sweetened Beverages (SSBs) pada remaja semakin meningkat dan menjadi perhatian global karena berdampak pada kesehatan, termasuk obesitas, diabetes melitus, dan karies gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat konsumsi SSBs serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi SSBs pada siswa/i SMAN 4 Tambun Selatan Jawa Barat tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan studi cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 242 siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui teknik quota sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan kuesioner tertutup. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% siswa memiliki konsumsi SSBs kategori tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,007; PR=1,418), ketersediaan SSBs di sekolah (p=0,001; PR=2,078), ketersediaan di rumah (p=0,001; PR=1,690), teman sebaya (p=0,001; PR=2,093), dan paparan iklan/media (p=0,001; PR=2,178) dengan konsumsi SSBs. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin (p=0,926), konsumsi fast food (p=0,124), dan uang saku (p=0,127). Disimpulkan bahwa konsumsi SSBs pada remaja dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, lingkungan sekolah dan rumah, pengaruh teman sebaya, serta paparan media. Sementara itu, jenis kelamin, fast food, dan uang saku tidak terbukti berhubungan dengan konsumsi SSBs
HUBUNGAN ANTARA DURASI KERJA PERHARI DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN NYERI TENGKUK PADA PEKERJA ADMINISTRASI PENGGUNA KOMPUTER DI PT. SUZUKI INDOMOBIL SALES
Nyeri tengkuk merupakan masalah yang umum terjadi di masyarakat. Penelitian
Aulianingrum, 2022 melaporkan bahwa prevalensi nyeri leher pada pekerja
administrasi sangat tinggi, mencapai sekitar 66%. Salah satu penyebab terjadinya
nyeri tengkuk pada pekerja komputer, yaitu durasi kerja perhari menggunakan
komputer dan masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara
durasi kerja perhari dan masa kerja dengan keluhan nyeri tengkuk pada pekerja
administrasi pengguna komputer di PT. Suzuki Indomobil Sales. Penelitian yang
dilakukan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross
sectional. Responden penelitian ini adalah karyawan administrasi PT Suzuki yang
berusia 22 - 56 tahun sebanyak 115 responden, yang dipilih dengan menggunakan
teknik convenience sampling. Responden terbanyak berada pada kelompok umur
40-56 tahun yaitu sebesar 59,13% dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki
yaitu 84,34%. Proporsi pekerja yang durasi kerja perhari menggunakan komputer
>4 jam adalah 56,00% dan masa kerja >5 tahun adalah 81,74%. Proporsi yang
mengalami nyeri tengkuk adalah 43,48%. Terdapat hubungan yang bermakna
antara masa kerja >5 tahun dengan keluhan nyeri tengkuk pada pekerja pengguna
komputer (p=0,012; α < 0,1).
Kata Kunci: Durasi Kerja, Masa Kerja, Nyeri Tengku
PERBANDINGAN AWITAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPLIKASI STROKE DAN/ATAU PENYAKIT JANTUNG PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI INDONESIA
Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM) adalah faktor risiko utama yang dapat
dimodifikasi untuk stroke dan penyakit jantung. katidakpatuhan pengobatan
dikaitkan dengan timbulnya komplikasi ini lebih awal. Penelitian ini meneliti
perbedaan timbulnya stroke dan/atau penyakit jantung berdasarkan kepatuhan
pengobatan, menggunakan data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023. Desain
kohort retrospektif digunakan pada 5.189 pasien T2DM. Analisis Kaplan-Meier
memperkirakan kelangsungan hidup bebas komplikasi stroke, penyakit jantung,
dan gabungan sedangkan regresi Chi-square dan Cox mengidentifikasi faktor risiko
yang signifikan. Pasien yang tidak patuh minum obat mengalami komplikasi lebih
awal: stroke (rata-rata 6,5 vs. 10,0 tahun), penyakit kardiovaskular (6,5 vs. 11,4
tahun), dan kejadian gabungan (7,3 vs. 13,0 tahun). Kepatuhan yang buruk secara
signifikan meningkatkan risiko stroke (HR=1,6), penyakit kardiovaskular
(HR=2,2), dan komplikasi gabungan (HR=24,5). Prediktor lainnya termasuk
hipertensi (HR=2,6 untuk stroke), merokok (HR=1,5–2,8), dan aktivitas fisik
rendah, yang bersifat protektif (HR=0,64–0,69). Kepatuhan pengobatan dikaitkan
dengan keterlambatan timbulnya stroke dan komplikasi kardiovaskular pada T2DM.
Meningkatkan kepatuhan harus menjadi strategi utama dalam mengurangi beban
kejadian komplikasi stroke dan penyakit jantung.
Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Stroke; Penyakit Jantung; Kepatuhan Minum
Obat; Survei Kesehatan Nasional; Indonesi
PENGARUH EKSTRAK KULIT UBI UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) TERHADAP KADAR NF-KB PADA PROSES INDUKSI ADIPOGENESIS DI SEL PUNCA UMBILIKAL
Obesitas merupakan masalah kesehatan global, yang dapat terjadi akibat ketidak
seimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, dan berpotensi meningkatkan risiko
berbagai penyakit kronis. Sel punca menghasilkan Nuklear Factor Kappa B (NF-kB) yang
dapat mempengaruhi sel punca adipogenik dengan cara mengatur faktor transkripsi penting
seperti C/EBPα dan PPARγ untuk diferensiasi adiposit. Penghambatan NF-kB dapat
menghambat adipogenesis, sehingga lingkungan jadi lebih kondusif untuk diferensiasi
adiposit. NF-kB berperan penting dalam regulasi proses adipogenesis. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak kulit ubi ungu terhadap kadar NF-kB pada
proses induksi adipogenesis di sel punca umbilikal. Desain penelitian adalah eksperimental
empat kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok diberi ekstrak
kulit ubi ungu dosis 25 μg/mL dan 50 μg/mL. Penelitian di uji dengan uji statistik ANOVA.
Hasil penelitian mendapatkan adanya pengaruh pemberian ekstrak kulit ubi ungu terhadap
aktivitas NF-kB dalam proses induksi adipogenesis sel punca umbilikal. Terdapat
perbedaan yang bermakna antara yang diberi ekstrak kulit ubi ungu yang diberi induksi
adipogenensis (kelompok positif) dengan kelompok dosis 25 dan 50 µg/mL terhadap kadar
NF-kB dalam proses induksi adipogenesis sel punca umbilikal.
Kata kunci:
Obesitas, Ekstrak kulit ubi ungu (Ipomoea batatas L.), NF-kB, sel punca umbilika
Tanggung Jawab Hukum Marketplace terhadap Kebocoran Data Pribadi Pengguna dalam Perspektif UU ITE dan UU Perlindungan Data Pribadi
(JOSH - S4) - Krisna, Hasan [2025-04-30]
Monkeypox is a contagious disease that requires prompt and accurate handling, particularly in the diagnostic process. However, identifying symptomps manually often takes time and is prone to error. In response to this challenge, this study aims to develop a machine learning based classification model to support a more efficient diagnosis process. This research applies two machine learning algorithms XGBoost regression and Random Forest regression to classify patients as infected or uninfected with monkeypox based on clinical symptoms. The study focuses on assessing how well each algorithm can distinguish between positive and negative cases, especially when dealing with imbalanced data or overlapping features. The dataset used consists of 25.000 entries sourced from Kaggle, each containing clinical indicators related to monkeypox. Before modeling, the data underwent exploratory data analysis (EDA) and preprocessing, including handling missing values. Furthermore, cross-validation and parameter tuning techniques were implemented to optimize model performance. The results indicate that XGBoost outperformed Random Forest, achieving 68% accuracy, 69% precision, 89% recall, and a 78% F1-score. In contrast, Random Forest yielded slightly lower scores. Both models were evaluated using the ROC curve, where each reached an AUC values of 0.60. This suggests that wile both models show potential, their ability to clearly distinguish between classes positive and negative remains limited and can be improves in future work