Jurnal Transportasi
Not a member yet
512 research outputs found
Sort by
PANDEMIC EFFECT ON MULTIMODAL MOBILITY CHANGE
Abstract
The Covid-19 pandemic has had an impact on various sectors of life, including education, the economy, and transportation. There has been a change in the mobility pattern of transportation users, including users of public transportation. One group of users of multimodal transportation, namely employees who work from the office or WFO, experienced changes in mobility due to concerns about the risk of being exposed to the Covid-19 virus when using public transportation. This study aims to examine changes in the mobility of multimodal users before and during the Covid-19 pandemic, which was carried out using a phenomenological qualitative approach through interviews. Respondents in this study were several WFO employees, who used multimodal transportation to and from work. This study shows that there is a change in the mobility of WFO employees when using multimodal transportation before and during the Covid-19 pandemic. These changes are the impact and strategies of respondents to overcome worries and feelings of insecurity when using public transportation facilities. To overcome these concerns and insecurities, respondents tried to minimize the risk of being exposed to the Covid-19 virus when using public transportation facilities.
Keywords: mobility; public transportation users; multimodal; Covid-19 pandemic.
Abstrak
Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor kehidupan, baik pendidikan, ekonomi, maupun transportasi. Terjadi perubahan pola mobilitas pengguna transportasi, termasuk pengguna transportasi umum. Salah satu kelompok pengguna transportasi multimoda, yaitu karyawan yang melakukan work from office atau WFO, mengalami perubahan mobilitas akibat kekhawatiran akan risiko terpapar virus Covid-19 saat menggunakan transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan mobilitas pengguna multimoda sebelum dan selama pandemi Covid-19, yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara. Responden pada studi ini adalah beberapa karyawan WFO, yang menggunakan transportasi multimoda saat berangkat dan pulang kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan mobilitas pegawai WFO saat menggunakan transportasi multimoda sebelum dan selama masa pandemi Covid-19. Perubahan tersebut merupakan dampak dan strategi responden untuk mengatasi kekhawatiran dan perasaan tidak aman saat menggunakan fasilitas transportasi umum. Untuk mengatasi kekhawatiran dan rasa tidak aman tersebut, responden berupaya meminimalkan risiko terpapar virus Covid-19 saat menggunakan fasilitas transportasi umum.
Kata-kata kunci: mobilitas; pengguna transportasi umum; multimodal; pandemi Covid-19
ECONOMIC AND FINANCIAL FEASIBILITY OF PORT DEVELOPMENT IN EAST KALIMANTAN PROVINCE
Abstract
The port is an infrastructure that connects land and sea transportation modes, which greatly affects the movement of goods and passengers. The construction or development of a port requires an in-depth study, because it is associated with large costs. Several parameters are needed to conduct a feasibility study for the construction of a port, which includes the demand for loading and unloading of goods and ship visits. In this study, a feasibility study was conducted on the construction of a port in East Kalimantan Province. This study shows that the planned development of a port in East Kalimantan Province is economically feasible but not financially viable.
Keywords: port; development feasibility; economic feasibility; financial feasibility.
Abstrak
Pelabuhan merupakan infrastruktur yang menghubungkan moda transportasi darat dan moda transportasi laut, yang sangat berpengaruh terhadap pergerakan barang dan penumpang. Pembangunan atau pengembangan suatu pelabuhan memerlukan kajian yang mendalam, karena terkait dengan biaya yang besar. Diperlukan beberapa parameter untuk melakukan kajian kelayakan pembangunan suatu pelabuhan, yang mencakup kebutuhan bongkar muat barang dan kunjungan kapal. Pada studi ini dilakukan kajian kelayakan pembangunan suatu pelabuhan di Provinsi Kalimantan Timur. Studi ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan suatu pelabuhan di Provinsi Kalimantan Timur layak secara ekonomi tetapi tidak layak secara finansial.
Kata-kata kunci: pelabuhan; kelayakan pembangunan; kelayakan ekonomi; kelayakan finansial
TREN, BIAYA, DAN TANTANGAN STRUCTURAL HEALTH MONITORING JEMBATAN
Abstract
Information technology and the Internet of Things are developing rapidly, resulting in changes in all fields, including monitoring and testing bridges. Structural Health Monitoring (SHM) is currently an alternative to replace conventional visual inspections. This study aims to determine trends in the use of Structural Health Monitoring on bridges, including cost factors and challenges faced, so that they can be considered and referenced in the installation of Structural Health Monitoring on bridges in the future. This study uses biblio-metric analysis methods and literature review. Bibliometric analysis was carried out to determine the type of bridge, the method of Structural Health Monitoring, the type of sensor, and the part that the sensor was installed on, so that the trend of Structural Health Monitoring installation could be observed. A literature review was carried out on the challenges that occurred and the cost factors that were considered and their potential in the future. This research shows that the method of Structural Health Monitoring is still evolving and that new technologies have been used to overcome various challenges, including the cost factor. If Structural Health Monitoring can be mass produced, the cost of producing Structural Health Monitoring is expected to decrease.
Keywords: bridge; structural health monitoring; visual inspection; bibliometrics
Abstrak
Teknologi informasi dan Internet of Things berkembang dengan pesat, yang mengakibatkan terjadinya perubahan di segala bidang, termasuk pada pemantauan dan pengujian jembatan. Structural Health Monitoring (SHM) saat ini menjadi alternatif untuk menggantikan inspeksi visual yang bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penggunaan Structural Health Monitoring pada jembatan, termasuk faktor biaya dan tantangan yang dihadapi, sehingga dapat menjadi pertimbangan dan acuan dalam pemasangan Structural Health Monitoring pada jembatan di masa mendatang. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik dan tinjauan literatur. Analisis bibliometrik dilakukan untuk mengetahui jenis jembatan, metode Structural Health Monitoring, jenis sensor, dan bagian yang dipasang sensor, sehingga tren pemasangan Struc-tural Health Monitoring dapat diamati. Tinjauan literatur dilakukan pada tantangan yang terjadi dan faktor biaya yang menjadi pertimbangan serta potensinya di masa mendatang. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Structural Health Monitoring masih terus berkembang dan berbagai teknologi baru telah digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan, termasuk faktor biaya. Jika Structural Health Monitoring dapat dipro-duksi secara massal, biaya produksi Structural Health Monitoring diharapkan menurun.
Kata-kata kunci: jembatan; structural health monitoring; inspeksi visual; bibliometri
DAMPAK PEMBANGUNAN TERMINAL LPG REFRIGERATED PERTAMINA TERHADAP KINERJA LALU LINTAS PADA JARINGAN JALAN DI SEKITARNYA
Abstract
The construction of Pertamina\u27s LPG Refrigerated Terminal in Remen Village, Tuban Regency, will cause traffic generation, which will cause a burden on intersections and roads that are passed. This study aims to determine the impact of the construction of Pertamina\u27s LPG Refrigerated Terminal on traffic congestion on the road network located around the construction site. To analyze traffic performance, PTV Visum 18 software is used. This study shows that the construction of Pertamina\u27s LPG Refrigerated Terminal, from construction to operation, has an impact on increasing trip generation, from 49 pcu/hour to 126 pcu/hour. From the construction period to the operational period, the Service Level for roads and intersections around the development area is still good, with V/C Ratio values smaller than 0.85. This study also shows that the number of trips has increased, from construction to operation periods, so handling is needed to minimize congestion caused. Keywords: development; traffic generation; traffic performance; V/C Ratio; service level
Abstrak
Pembangunan Terminal LPG Refrigerated Pertamina di Desa Remen, Kabupaten Tuban, akan menimbulkan bangkitan dan tarikan lalu lintas, yang akan menimbulkan beban pada simpang dan jalan yang dilalui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan Terminal LPG Refrigerated Pertamina terhadap kemacetan lalu lintas di jaringan jalan yang terletak di sekitar lokasi pembangunan. Untuk mengana-lisis kinerja lalu lintas digunakan perangkat lunak PTV Visum 18. Studi ini menunjukkan bahwa pembangunan Terminal LPG Refrigerated Pertamina, mulai saat konstruksi sampai dengan saat operasional, berdampak pada kenaikan bangkitan perjalanan, dari 49 smp/jam menjadi 126 smp/jam. Mulai masa kontruksi hingga masa operasional, Tingkat Pelayanan ruas-ruas jalan maupun simpang di sekitar kawasan pengembangan masih bagus, dengan nilai-nilai V/C Rasio lebih kecil daripada 0,85. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jumlah perjalanan mengalami peningkatan, dari saat konstruksi hingga operasional, sehingga dibutuhkan pena-nganan untuk meminimalisir kemacetan yang ditimbulkan.
Kata-kata kunci: pembangunan; bangkitan lalu lintas; kinerja lalu lintas; V/C Rasio; tingkat pelayana
PENENTUAN OPTIMUM SETTING TIME ASPAL EMULSI JENIS CRS-1 DAN CRS-1P SEBAGAI MATERIAL LAPIS PEREKAT
Abstract
The use of a tack coat is very important in supporting the performance of a road pavement to improve the road capability. This research was carried out in 2 stages, namely: (1) empirical testing in the laboratory to determine the shear strength of the interlayer layer of the specimen using a tack coat of CRS-1P and CRS-1 types with variations in the rate of sprayed and curing time using the Leutner shear test, and (2) mechanistic analysis using BISAR 3.0 software to determine the minimum shear strength as the basis for determining the optimum tack coat application. Based on the results of the analysis of the flexible pavement structure using BISAR 3.0 software, the maximum shear stress value at 100 kN overload loading is 0.561 MPa which is set as the minimum allowable shear strength. This study showed that all variations of the tested tack coat application resulted in a shear strength value greater than the minimum shear strength so that the recommended optimum rate of sprayed and curing time was for tack coat materials of CRS-1 and CRS-1P emulsion asphalt types at 0.35 l/m2 with a curing time of 45 minutes with a shear strength of 1.610 MPa and 1.390 MPa, respectively.
Keywords: road pavement; tack coat; rate of sprayed; curing time; shear strength.
Abstrak
Penggunaan lapis perekat sangat penting dalam mendukung kinerja suatu perkerasan jalan untuk meningkatkan kemampuan jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan, yaitu: (1) pengujian empiris di laboratorium untuk mengetahui kuat geser pada lapisan interlayer benda uji dengan menggunakan lapis perekat jenis CRS-1P dan jenis CRS-1, dengan variasi rate of sprayed dan curing time, yang menggunakan alat Leutner shear test, dan (2) pengujian mekanistik menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, untuk menentukan kuat geser minimum sebagai dasar penentuan aplikasi lapis perekat yang optimum. Berdasarkan hasil analisis struktur perkerasan lentur menggunakan perangkat lunak BISAR 3.0, diperoleh nilai tegangan geser maksimum pada pembebanan overload 100 kN, yaitu 0,561 MPa, yang ditetapkan sebagai kuat geser minimum yang diizinkan. Ppenelitian ini menunjukkan bahwa semua variasi aplikasi lapis perekat yang diuji menghasilkan nilai kuat geser yang lebih besar daripada kuat geser minimum, sehingga rate of sprayed dan curing time aplikasi optimum yang direkomendasikan untuk material lapis perekat jenis aspal emulsi CRS-1 dan aspal emulsi CRS-1P adalah 0,35 l/m2 dengan curing time 45 menit dan dengan kuat geser masing-masing sebesar 1,610 MPa dan 1,390 MPa.
Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis perekat; rate of sprayed; curing time; kuat geser
RESPONS STRUKTUR PERKERASAN JALAN KOMPOSIT AKIBAT BEBAN LALU LINTAS DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DI KABUPATEN MERAUKE
Abstract
Tanah Miring–Kurik Road, Merauke is one of the national roads in Merauke Regency which has been reconstructed into composite pavement. Composite pavement is a combination of flexible pavement and rigid pavement. This study aims to determine the response of composite pavement structures due to vehicle loading and the effect of temperature on pavement. The response analysis of road pavement structures was carried out using the finite element method, using the SAP 2000 computer program. Pavements are idealized in 2 analysis models, namely the slab model on elastic foundations and the 3D Solid model. From the results of the analysis on the plate model on an elastic foundation, the maximum tensile stress that occurs in the concrete slab is 2.081 MPa at 6% subgrade CBR. The maximum tensile stress produced by the 3 Dimensional Solid model is 2.510 MPa. The pavement can withstand stresses due to the combined effects of temperature and vehicle loading up to a temperature gradient of 6°C on the subgrade CBR of 6%. The Hot Rolled Sheet layer can reduce the maximum tensile stress in concrete slabs by up to 9.7%, for slab models on elastic foundations, and 9%, for 3 Dimensional Solid models.
Keywords: composite pavement; road pavement; pavement structure response; finite element method.
Abstrak
Jalan Tanah Miring–Kurik, Merauke adalah salah satu jalan nasional di Kabupaten Merauke yang telah direkonstruksi menjadi perkerasan komposit. Perkerasan komposit merupakan kombinasi antara perkersan lentur dan perkerasan kaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons struktur perkerasan komposit akibat pembebanan kendaraan dan pengaruh temperatur pada perkerasan. Analisis respons struktur perkerasan jalan dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga, dengan memanfaatkan program komputer SAP 2000. Perkerasan diidealisasikan dalam 2 model analisis, yaitu model pelat pada fondasi elastis dan model Solid 3 Dimensi. Dari hasil analisis pada model pelat pada fondasi elastis, diperoleh tegangan tarik maksimum yang terjadi pada slab beton adalah 2,081 MPa pada CBR tanah dasar 6%. Tegangan tarik maksimum yang dihasilkan model Solid 3 Dimensi sebesar 2,510 MPa. Perkerasan dapat menahan tegangan akibat pengaruh kombinasi temperatur dan pembebanan kendaraan hingga pada gradien temperatur permukaan dan dasar perkerasan sebesar 6°C pada CBR tanah dasar 6%. Lapisan Hot Rolled Sheet dapat mengurangi tegangan tarik maksimal pada pelat beton hingga 9,7%, pada model pelat pada fondasi elastis, dan 9%, untuk model Solid 3 Dimensi.
Kata-kata kunci: perkerasan komposit; perkerasan jalan; respons struktur perkerasan; metode elemen hingg
EVALUASI KINERJA SUATU SIMPANG BERSINYAL DI KOTA BANDUNG
Abstract
The population of Bandung City which increases every year causes traffic congestion problems, especially at many intersections, including signalized intersections. This study was conducted on a signalized intersection located on Jalan Soekarno Hatta-Mohammad Toha, in the City of Bandung. The data used is data obtained directly from the field, and the analysis was carried out with the help of the Vissim Program. This study shows that the majority of motorbikes move at an intersection with a speed of 35 km/hour. While the majority of light vehicles, buses, and heavy vehicles move at speeds of 36 km/hour, 39 km/hour and 35 km/hour respectively. During traffic congestions, the longest queues at this intersection occur at the intersection of Jalan Mohammad Toha towards U-S, with a length of 226 meters and an average of 186.14 m/hour, and at the intersection of Jalan Mohammad Toha towards S-U, with a length of 226 meters and an average of 116.57 m/hour.
Keywords: signalized intersection; cross arms; speed; traffic congestion; queue
Abstrak
Jumlah penduduk Kota Bandung yang bertambah setiap tahun menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas, khususnya di banyak simpang, termasuk di simpang bersinyal. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap simpang bersinyal yang terletak di Jalan Soekarno Hatta-Mohammad Toha, di Kota Bandug. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, dan analisis dilakukan dengan bantuan Program Vissim. Studi ini menunjukkan bahwa mayoritas sepeda motor bergerak di simpang dengan kecepatan 35 km/jam. Sedangkan mayoritas kendaraan ringan, bus, dan kendaraan berat bergerak dengan kecepatan masing-masing sebesar 36 km/jam, 39 km/jam, dan 35 km/jam. Pada saat macet, antrean terpanjang di simpang ini terjadi di lengan simpang Jalan Mohammad Toha arah U-S, dengan panjang 226 meter dan rata-rata 186,14 m/jam, dan di lengan simpang Jalan Mohammad Toha arah S-U, dengan panjang 226 m dan rata-rata 116,57 m/jam.
Kata-kata kunci: simpang bersinyal; lengan simpang; kecepatan; kemacetan lalu lintas; antrea
PENENTUAN TRASE JALAN LINTAS PENGHUBUNG ANTARA JALAN LINTAS TENGAH DAN JALAN LINTAS SELATAN PULAU JAWA PADA KORIDOR TRASE KEPANJEN–BALEKAMBANG JAWA TIMUR DENGAN PENDEKATAN LEAST COST PATH
Abstract
Malang Regency has spatial inequality in the northern and southern regions. The southern region has a landscape that has the potential to become a tourism and agricultural area, but does not yet have access to the National Road, which is needed to accelerate the growth of the southern region of Malang Regency. Road development with the Kepanjen-Balekambang route can help the development gap in Malang Regency. In this study, road alignment planning is carried out, which considers aspects relevant to the selection of a road route, namely: (1) road geometry, (2) traffic volume, (3) regional topography, (4) land cover, (5) forest area, (6) lithology, (7) geological structure, (8) geological bearing capacity, (9) soil types, (10) slopes, (11) water boundaries, and (12) river orders. These twelve aspects are processed to select the best route, by overlaying raster maps and displaying a cost map to produce the route with the lowest cost. This study shows that the cheapest alternative chosen route is the Kepanjen-Gondanglegi-Wonokerto-Bantur-Balekambang route.
Keywords: spatial inequality; road alignment; road route selection; least cost path.
Abstrak
Kabupaten Malang memiliki ketimpangan spasial di kawasan utara dan kawasan selatan. Kawasan selatan memiliki bentang alam yang berpotensi menjadi kawasan pariwisata dan pertanian, namun belum memiliki akses Jalan Nasional, yang diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan kawasan selatan Kabupaten Malang tersebut. Pengembangan jalan dengan trase Kepanjen-Balekambang dapat membantu kesenjangan pembangunan di Kabupaten Malang. Pada studi ini dilakukan perencanaan trase jalan, yang mempertimbangkan aspek-aspek yang relevan terhadap pemilihan trase jalan, yaitu: (1) geometrik jalan, (2) volume lalu lintas, (3) topografi wilayah, (4) penutup lahan, (5) kawasan hutan, (6) litologi, (7) struktur geologi, (8) daya dukung geologi, (9) jenis tanah, (10) kemiringan lereng, (11) sempadan air, dan (12) orde sungai. Keduabelas aspek ini diolah untuk memilih trase jalan terbaik, dengan cara overlay peta-peta raster dan menampilkan peta biaya untuk mengha-silkan rute dengan biaya termurah. Studi ini menunjukkan bahwa alternatif trase terpilih yang paling murah adalah trase Kepanjen-Gondanglegi-Wonokerto-Bantur-Balekambang.
Kata-kata kunci: ketimpangan spasial; trase jalan; pemilihan trase jalan; least cost path
RISKY BEHAVIOR WHEN DRIVING LUXURY CARS: THE PERSPECTIVE OF CAR TRADER
Abstract
High-risk behavior, speeding, and breaking traffic on the road by wealthy people while driving their luxury cars are a common phenomenon on roads that often occur in Indonesia and in other countries. This study aims to explore the meaning of driving a luxury car for luxury car dealers who have experience driving several types of luxury cars. The phenomenological method was used in this study, which was conducted through online interviews with several used luxury car dealers. Some of the observed features include the type of luxury car, speed, safety, and security while driving. This study shows that, indirectly, driving a luxury car can be a risky behavior on the road.
Keywords: luxury car; phenomenon on roads; speeding; risky behavior on the road.
Abstrak
Perilaku berisiko tinggi, ngebut, dan melanggar lalu lintas di jalan oleh orang-orang kaya saat mengendarai mobil mewah mereka merupakan fenomena umum di jalan yang sering terjadi di Indonesia dan di negara-negara lain. Studi ini bertujuan untuk menggali makna mengendarai mobil mewah bagi pedagang mobil mewah yang telah memiliki pengalaman mengendarai beberapa jenis mobil mewah. Metode fenomenologi digunakan pada studi ini, yang dilakukan melalui wawancara daring dengan beberapa pedagang mobil mewah bekas. Beberapa fitur yang diamati meliputi jenis mobil mewah, kecepatan, keselamatan, dan keamanan selama berkendara. Studi ini menunjukkan bahwa, secara tidak langsung, mengendarai mobil mewah bisa menjadi perilaku berisiko di jalan.
Kata-kata kunci: mobil mewah; fenomena di jalan; ngebut; perilaku berisiko di jalan
PENGARUH JENIS PERMUKAAN DAN KONDISI JALAN TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA BATU
Abstract
The level of traffic accidents that occurs in Indonesia is relatively very high, so the World Health Organization has determined that traffic accidents are the third largest cause of death in Indonesia. Places that are prone to traffic accidents are scattered in areas in Indonesia, one of which is in Batu City. Batu City is a city located in East Java Province, which has a high traffic volume. This is due to the large number of road users who pass through the streets in Batu City, where the roads connect districts and cities. The large number of road users who pass through Batu City has an impact on road damage in Batu City, which has the potential to cause traffic accidents. The factors of the type of road surface and the condition of the damaged road are thought to affect the level of traffic accidents that occur. This study examines the relationship between the type of road surface and the condition of the damaged road with the level of traffic accidents in Batu City. The method used is literature study and the data utilized is secondary data. Data analysis was done using multiple linear regression method. This study shows that the type of road surface and damaged road conditions have a significant effect on the level of traffic accidents that occur in Batu City.
Keywords: traffic accident; traffic; roads; road surface; damaged roads
Abstrak
Tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia relatif sangat tinggi, sehingga World Health Organization menetapkan bahwa kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian terbesar urutan ketiga di Indonesia. Tempat-tempat yang rawan kecelakaan lalu lintas tersebar di daerah-daerah di Indonesia, yang salah satunya adalah di Kota Batu. Kota Batu merupakan sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, yang mempunyai volume lalu lintas yang tinggi. Hal ini disebabkan karena banyaknya pengguna jalan yang melewati jalan-jalan di Kota Batu, yang mana jalan-jalan tersebut menghubungkan antarkabupaten dan antarkota. Banyaknya pengguna jalan yang melewati Kota Batu berdampak pada rusaknya jalan di Kota Batu, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Faktor-faktor jenis permukaan jalan dan kondisi jalan yang rusak diduga memengaruhi tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Pada studi ini dikaji hubungan antara jenis permukaan jalan dan kondisi jalan yang rusak dengan tingkat kecelakaan lalu lintas di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data dikerjakan dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Studi ini menunjukkan bahwa jenis permu-kaan jalan dan kondisi jalan yang rusak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Batu.
Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas; lalu lintas; jalan; permukaan jalan; jalan rusa