Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1713 research outputs found
Sort by
Analisis perbandingan harga pokok produksi dengan metode full costing dan variable costing sebagai penentu harga jual pada UMKM budidaya ikan silvia akuakultur di kecamatan ujung batu
Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan dua metode perhitungan biaya produksi, yaitu full costing dan variable costing, dalam menentukan harga jual pada UMKM budidaya ikan lele Silvia Akuakultur di Kecamatan Ujung Batu. Banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya perhitungan biaya produksi yang akurat, sehingga sering kali menentukan harga jual hanya berdasarkan perkiraan atau mengikuti harga pasar, tanpa memperhitungkan semua biaya yang sebenarnya dikeluarkan. Melalui pendekatan studi kasus dan data yang dikumpulkan dari observasi, wawancara, dan dokumen keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode full costing menghasilkan biaya produksi yang sedikit lebih tinggi karena mencakup semua biaya, termasuk biaya tetap. Sementara metode variable costing hanya memperhitungkan biaya yang berubah sesuai jumlah produksi. Meski selisihnya tidak besar, full costing dianggap lebih tepat untuk menentukan harga jual yang realistis dan berkelanjutan.
 
GAMBARAN KARAKTERISTIK RIWAYAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL PADA IBU HAMIL DI DESA SEBULU
Angka penggunaan kontrasepsi di dunia menurut World Health Organization meningkat secara signifikan selama dua dekade terakhir. Di Indonesia penggunaan kontrasepsi yang paling diminati adalah kontrasepsi hormonal. Menurut data kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur jumlah peserta aktif KB tahun 2020 di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 11.560 orang, dan di Puskesmas Sebulu I tahun 2021 jumlah peserta KB aktif sebanyak 2958 orang, dengan mayoritas penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal pada Ibu hamil di desa Sebulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan konsecutif sampling Penelitian ini menggunakan uji deskriptif. Hasil analisis menunjukkan Usia ibu hamil di Desa Sebulu mayoritas berada di rentang usia 20-35 tahun. Tingkat pendidikan ibu hamil mayoritas SMA, Pekerjaan ibu hamil mayoritas sebagai IRT, Umur kehamilan ibu hamil mayoritas 20-28 minggu, Paritas ibu hamil di Desa Sebulu mayoritas berada di Multigravida.Lama pemakaian KB ibu hamil di Desa Sebulu mayoritas 1-3 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa karakteristik ibu hamil dengan Riwayat pemakaian Kb hormonal adalah usia produktif dengan Tingkat Pengetahuan sedang. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi pandangan masyarakat khususnya ibu hamil dalam pemilihan KB dimasa yang akan datang
Hubungan HUBUNGAN USIA IBU, USIA KEHAMILAN DAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM : HUBUNGAN USIA IBU, USIA KEHAMILAN DAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Asfiksia neonatorum merupakan keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur yang disebabkan oleh usia ibu, usia kehamilan saat janin dilahirkan dan anemia pada ibu dalam kehamilannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara usia ibu, usia kehamilan dan anemia dalam kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jenis penelitian case control. Besar sampel 65 untuk kasus dan 65 untuk kontrol diambil secara simple random sampling. Analisis dengan chi square. Hasil penelitian ibu usia <20 dan >35 tahun bayinya mengalami asfiksia sebanyak 19 (79,2%) nilai p 0,003 < 0,05 OR 4,96 (95% CI: 1,722-14,27). Ibu dengan usia kehamilan preterm bayinya mengalami asfiksia sebanyak 53 (85,5%) nilai p 0,001 < 0,05 OR 27,5 (95% CI: 10,7-70,5). Ibu yang anemia dalam kehamilan bayinya mengalami asfiksia sebanyak 36 orang (60%) nilai p 0,04 < 0,05 OR 2,12 (95% CI: 1,051-4,279). Simpulan ada hubungan usia ibu, usia kehamilan dan anemia dalam kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah tahun 2021 – 2023. Kepada masyarakat khususnya wanita usia subur agar hamil pada usia reproduksi sehat agar bayi yang dilahirkan tidak mengalami asfiksia neonatorum serta mejaga kesehatan selama masa kehamilan untuk menghindari bayi lahir prematur
HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PADA MULTIPARA PERSALINAN NORMAL
ABSTRAK
Ruptur perineum merupakan luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena desakan kepala janin atau bahu saat proses persalinan. Ruptur perineum dapat terjadi secara spontan maupun disengaja (tindakan episiotomi). Ruptur perineum dapat dipengaruhi oleh faktor maternal, faktor janin dan faktor penolong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum pada multipara persalinan normal. Penelitian ini dilakukan di Polindes Mata Ie, Desa Mata Ie Kabupaten Bireuen dengan menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu multipara yang bersalin normal di Polindes Mata Ie dari bulan Januari – Desember tahun 2023 sebanyak 53 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah tehnik total populasi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar cheklist dan buku register Polindes Mata Ie. Pengolahan data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan nilai signifikansi 5%. Hasil univariat berdasarkan berat badan bayi lahir didapatkan mayoritas lahir dengan berat badan normal sebanyak 46 responden ( 86,8% ), dan berdasarkan ruptur perineum mayoritas melahirkan dengan ruptur perineum sebanyak 31 responden (58,5%). Hasil bivariat yang didapatkan dari hubungan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum pada multipara persalinan normal diperoleh nilai p-value = 0,017 < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum perineum pada multipara persalinan normal. Saran kepada peneliti berikutnya untuk dapat meneliti lebih dalam lagi tentang penyebab sering terjadinya ruptur perineum pada persalinan normal meskipun pada multipara.
Kata kunci: Berat Badan Bayi Lahir, Ruptur Perineum, Persalinan Normal, Multipara
ABSTRACT
Perineal rupture is an injury to the perineum caused by natural tissue damage due to pressure on the fetal head or shoulders during the birth process. Perineal rupture can occur spontaneously or intentionally (episiotomy). Perineal rupture can be influenced by maternal factors, fetal factors and supporting factors. The aim of this study was to determine the relationship between birth weight of the baby and perineal rupture in multiparous normal births. This research was conducted at Polindes Mata Ie, Mata Ie Village, Bireuen Regency using the Descriptive Analytical method with Cross Sectional approach. The population in this study was all multiparous mothers who gave birth normally at Polindes Mata Ie from January - December 2023, totaling 53 people and the sampling technique used was the total population technique. This research instrument used a checklist sheet and the Mata Ie Polindes register book. Data processing uses the Chi-Square statistical test with a significance value of 5%. Univariate results based on birth weight showed that the majority were born with normal weight, 46 respondents (86.8%), and based on perineal rupture, the majority gave birth with perineal rupture, 31 respondents (58.5%). The bivariate results obtained from the relationship between birth weight of the baby and perineal rupture in multiparous normal births obtained a p-value = 0.017 < α (0.05). The conclusion is that there is a significant relationship between birth weight of the baby and perineal rupture of the perineum in multiparous normal births. Suggestions for future researchers to research more deeply into the causes of frequent perineal ruptures in normal deliveries, even in multiparas.
Keywords: Birth Weight, Perineal Rupture, Normal Delivery, Multipar
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CALON PENGANTIN MENUJU KEHAMILAN YANG SEHAT DAN TERENCANA DI PUSKESMAS TAMBUSAI
ABSTRAK
Calon pengantin adalah pasangan yang belum mempunyai ikatan, baik secara hukum agama ataupun negara dan pasangan. tersebut berproses menuju pernikahan dan juga proses memenuhi persyaratan dalam melengkapi data-data yang diperlukan untuk pernikahan (Kementerian Agama RI, 2010). Berdasarkan survey awal pada bulan Desember 2022 di Puskesmas Tambusai ada 10 pasang calon pengantin dengan usia < 19 tahun berjumlah 3 orang, pengetahuan tentang nutrisi saat hamil masih rendah yaitu sebanyak 7 orang, perilaku rendah yaitu 6 orang dan kadar HB dibawah 12 mg/dL yaitu 14 orang. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi calon pengantin menuju kehamilan yang sehat dan terencana di Puskesmas Tambusai Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Ada hubungan yang signifikan antara pemeriksaan fisik calon pengantin dan faktor psikologi dengan kehamilan yang sehat dan terencana. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor budaya Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor sosial faktor umur calon pengantin dengan kehamilan yang sehat dan terencana di UPTD Puskesmas Tambusai.
Kata Kunci : Calon Pengantin, Kehamilan sehat, Puskesmas Tambusai
 
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERKAIT ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PUSKESMAS TERAJU
Exclusive breastfeeding in the world according to WHO (2020) reached 66%. The national exclusive breastfeeding achievement in the country in 2023 is still less than the target achievement of 80%. The low achievement of the exclusive breastfeeding program occurs due to several factors, including the low knowledge of mothers about exclusive breastfeeding. To improve knowledge about exclusive breastfeeding, it is necessary to provide education and health education to breastfeeding mothers. This study was conducted to determine whether providing education using leaflets affects the level of knowledge of pregnant women related to exclusive breastfeeding in the Teraju Health Center area in 2024. This study used a pre-experiment method of one-group pretest-post-test design, while the sampling technique used was non-probability and obtained 69 samples. Data analysis was carried out with the T-test test at a significance level of 0.05. The results showed that most respondents were aged 20-30 years (72.50%) and had a high school education (40.60%). Before the provision of education, the average value of the level of knowledge of pregnant women was 68.26 and after the provision of education, the average level of knowledge of pregnant women became 85.00. The t-test showed a p-value of 0.00 which means provision of education with leaflets affects the knowledge of pregnant women
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING (GUIDED IMAGERY) TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDECTOMY DI RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA
Appendectomy adalah proses pembedahan hanya untuk radang usus buntu atau operasi usus buntu dan usus buntu yang terinfeksi diangkat. Nyeri pasca operasi apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan reaksi fisik dan psikologi pada pasien. Tujuan; menggambarkan penerapan penerapan teknik relaksasi imajinasi terbimbing (guided imagery) terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi appendectomy. Metode; Menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan memfokuskan implementasi terapi teknik imajinasi terbimbing (guided imagery) yang di lakukan sehari 2 kali selama 3 hari dengan waktu 10-15 menit. Hasil; Terapi teknik imajinasi terbimbing (guided imagery) berpengaruh terhadap perubahan skala nyeri post operasi appedectomy sehingga nyeri akut yang dialami pasien dapat berkurang. Pasien dari skala nyeri 7 menjadi skala nyeri 2. Kesimpulan; Terapi teknik imajinasi terbimbing (guided imagery) pada pasien post operasi appndectomy dengan nyeri akut secara efektif mampu mengurangi nyeri post operasi appendectomy dan dapat dikembangkan penelitian selanjutnya
HUBUNGAN PEMBERIAN KURMA DENGAN KADAR HB PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 PAGARAN TAPAH KABUPATEN ROKAN HULU
Anemia adalah suatu kondisi medis dimana kadar hemoglobin pada darah kurang dari ambang batas normal. Tingginya kejadian anemia pada remaja putri disebabkan kekurangan zat besi. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hemoglobin pada sel darah merah. Kandungan hemoglobin yang rendah menjadi indikator terhadap penyakit anemia. Kurma memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga dipercaya dapat meningkatkan kadar Hemoglobin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hubungan pemberian kurma terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada remaja di SMAN 1 Pagaran Tapah, Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain penelitian Pra eksperimen dengan rancangan one group pre test and post tes design. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis sedangkan analisis data menggunakan uji T- Dependen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata kadar Hb remaja putri di SMAN 1 Pagaran Tapah Kabupaten Rokan Hulu sebelum pemberian buah kurma sebesar 12,107 dengan standar deviasi 0,6638. Rata-rata kadar Hb remaja putri di SMAN 1 Pagaran Tapah Kabupaten Rokan Hulu setelah pemberian buah kurma sebesar 13,563 dengan standar deviasi 1,0074. Terlihat bahwa selisih rata-rata sebelum dan sesudah pemberian buah kurma sebesar 1,4567 dengan standar deviasi 1,5876. Artinya ada kenaikan kadar Hb setelah dilakukan pemberian buah kurma. Ada efektifitas pemberian buah kurma pada remaja putri di SMAN 1 Pagaran Tapah Kabupaten Rokan Hulu, dengan p-value = 0,000. Diharapkan kepada remaja putri untuk dapat menggunakan kurma dalam meningkatkan Hb dalam mencegah anemia
Perancangan dan Uji Displacement Rangka Mobil Listrik Wijayakusuma Tipe Tubular Space Frame Material Baja ST37
Mobil listrik adalah kendaraan yang memanfaatkan energi listrik untuk bahan bakar utamanya, dan memiliki dampak positifnya yaitu tidak ada sisa hasil pembakaran yang dihasilkan yang akhirnya tidak menambah gangguan pencemaran udara. Hal yang paling utama untuk diperhatikan adalah rangka dimana rangka adalah tempat untuk menopangnya semua komponen yang berada diatasnya. Tujuan dalam penlitian ini adalah merancang desain rangka mobil listrik, menghitung kekuatan rangka dan menguji rangka dengan uji displacement. Hasil dari penilitian ini didapat bahwa desain mobil listrik type tubular space frame mendapat dimensi 2,05 x 0,85 x 1,1 meter. Untuk hasil perhitungan rangka bahwa rangka dapat digunakan dengan aman dimana tegangan ijin pada rangka tidak melebihi tegangan maksimal yaitu sebesar 388,561 Mpa dari 464 Mpa. Sedang uji displacement rangka mengalami defleksi sebesar 2 m
Developing problem-based learning modules for flat-sided geometry to facilitate students\u27 mathematical connection skills
This development study aims to produce a problem-based learning module on flat-sided geometry designed to enhance students\u27 mathematical connection skills in Phase D. The teaching module consists of three main sections: the core, general information, and appendices. Given the limitations in students\u27 mathematical connection skills, it is essential for teachers to use effective learning models. Problem-based learning focuses on real-world problems as the central point of instruction, helping students connect lessons to practical, everyday situations. This study followed the 4D development model, which includes the stages of define, design, develop, and disseminate. Product validation was conducted by three validators, who provided feedback for improvements. The readability of the student worksheets was tested through one-on-one trials with three students. Additionally, small-group trials involving 15 Phase D students from MTsN 4 Kampar were conducted to assess the module\u27s practicality. The validation results showed an average score of 3.58, indicating the module is highly valid. The practicality test resulted in an average score of 87.5%, classifying the module as very practical. These findings demonstrate that the developed module can effectively improve students\u27 mathematical connection skills. Furthermore, teachers can use this product as a teaching tool for the flat-sided geometry material in the mathematics learning process